Investasi Modal Ventura Global Anjlok 50%
Minat investor menyalurkan dana ke sektor financial technology (fintech) anjlok pada semester I-2023. Riset terbaru S&P Global Market Intelligence mencatat, pendanaan modal ventura ke startup fintech secara global terpangkas hingga 49% secara tahunan jadi US$ 23 miliar.
Putaran pendanaan fintech global turun lebih dalam, yakni jadi 1.178 putaran, berkurang 64% secara tahunan. Sepanjang kuartal II 2023, jumlah kesepakatan hanya 522 putaran, turun dari 656 putaran di kuartal I-2023 dan 944 putaran di kuartal II-2022.
Artinya, modal ventura mencetak pertumbuhan terlambat dalam 2,5 tahun terakhir di kuartal II-2023 “Gagal bayar Silicon Valley Bank kian mengurangi minat investor,” tulis tim S&P Global dalam riset.
Bila dilihat per negara, AS mengumpulkan sekitar US$ 12,16 miliar, turun 28% tahunan. Investasi fintech di India juga turun 27% jadi US$ 1,8 miliar. Hanya Jerman dan China yang terhindar dari perlambatan.
Kehadiran teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) jadi penopang kesepakatan di tahun ini. Lebih dari 60 putaran pendanaan senilai US$ 1 miliar melibatkan startup yang mengklaim menggunakan AI.
Kelesuan pendanaan juga sempat menjalar ke dalam negeri. Ketua Asosiasi Modal Ventura dan Startup Indonesia (Amvesindo) Eddi Danusaputra mengatakan, nilai investasi modal ventura di Indonesia menurun 74% tahunan pada semester I 2023, jadi US$ 707 juta dari US$ 2,6 miliar.
Tags :
#Investasi lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023