KINERJA SEMESTER I/2023 : BUMN KARYA RAIH PERTUMBUHAN KONTRAK BARU
Sejumlah emiten konstruksi pelat merah mencatatkan kenaikan nilai kontrak baru yang diraihnya pada semester pertama tahun ini. Pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara turut menopang perolehan kontrak baru. Adalah PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI) dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) yang telah melaporkan adanya pertumbuhan nilai kontrak baru yang didapat pada periode 6 bulan pertama 2023. ADHI, misalnya, meraup kontrak baru senilai Rp14 triliun pada semester I/2023, naik 27% bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yakni Rp11 triliun. Raihan kontrak baru itu mencapai 52% dari target kontrak baru ADHI pada 2023. Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Farid Budiyanto menyebut beberapa kontrak baru yang sudah didapatkan, diantaranya proyek perkeretaapian North-South Commuter Railway CP S-01 di Filipina, Bendungan Cibeet di Jawa Barat, dan Jalan Tol Akses Patimban. “Raihan kontrak baru ADHI tersebut masih sesuai rencana terhadap target 2023 sebesar Rp27 triliun, atau tumbuh kurang lebih 10% sampai dengan 15% dibandingkan dengan capaian tahun 2022,” ujar Farid kepada Bisnis, Jumat (14/7).
Kontribusi per lini bisnis perseroan dari kontrak baru tersebut didominasi oleh lini engineering & construction sebesar 92%, properti mencapai 3%, dan sisanya merupakan lini bisnis lain. Sementara itu, berdasarkan tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri atas proyek jalan dan jembatan sebesar 58%, sumber daya air 12%, gedung 11%, perkeretaapian 11%, precast 3%, properti 3%, serta proyek infrastruktur lainnya. Sementara itu, PTPP melaporkan perolehan kontrak baru hingga Juni 2023 sebesar Rp11,62 triliun, naik 6,31% dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang sebesar Rp10,93 triliun. Sekretaris Perusahaan PTPP Bakhtiyar Efendi mengatakan perolehan proyek PTPP hingga akhir Juni 2023 itu terdiri atas proyek yang diperoleh induk usaha sebesar 85,10% dan anak usaha mencapai 14,90%. Berdasarkan catatan Bisnis, nilai kontrak untuk Pembangunan Gedung Kantor Presiden di Kawasan Istana Presiden mencapai Rp773,01 miliar, sementara untuk Istana Negara dan Pengadilan Upacara di Wilayah Istana Presiden senilai Rp664,27 miliar. Sementara itu, emiten grup WIKA, PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk. (WEGE) atau Wika Gedung juga telah mengantongi kontrak Rp1,3 triliun dari proyek-proyek yang ada di IKN. Sekretaris Perusahaan WEGE Purba Yudha Tama mengatakan perseroan mendapatkan proyek hunian pekerja konstruksi di IKN dengan nilai kontrak Rp400 miliar—Rp500 miliar. Pekerjaan hunian tersebut telah rampung pada Maret 2023. Kemudian, WEGE juga mendapatkan proyek untuk pembangunan Kawasan Gedung Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves), dengan nilai sekitar Rp800 miliar.
Postingan Terkait
Proyek Hilirisasi US6 Miliar Segera meluncur
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Danantara Gencar Himpun Pendanaan
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023