KINERJA INDUSTRI TERJAGA
Kinerja industri dalam negeri kian kokoh sepanjang tahun ini meski sempat terpuruk akibat pandemi Covid-19. Kendati begitu, pemerintah perlu mengantisipasi risiko perlambatan di sisa tahun. Membaiknya aktivitas dunia usaha ini terlihat dari survei kegiatan dunia usaha (SKDU) terkini Bank Indonesia atas kegiatan usaha pada mayoritas lapangan usaha terutama pertanian, kehutanan, dan perikanan seiring dengan musim panen tanaman bahan makanan dan hortikultura. Selain itu, lapangan usaha industri pengolahan turut menguat pada kuartal II/2023 di tengah membaiknya aktivitas industri dan diikuti tercukupinya kapasitas penyimpanan. Beberapa lapangan usaha lain yang menguat di antaranya konstruksi, pedagang besar dan eceran, transportasi dan pergudangan serta penyedia akomodasi dan makanan minuman. Dalam survei itu nilai saldo bersih tertimbang (SBT) pada kuartal II menyentuh 16,62% atau lebih tinggi dibandingkan kuartal sebelumnya yakni 11,05%. Secara khusus, lapangan usaha industri pengolahan juga makin menunjukkan sinyal ekspansi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan beberapa sektor kian ekspansif pasca-Lebaran yang menjadi kontributor utama peningkatan kinerja industri. Ke depan, dia mewaspadai adanya disrupsi perdagangan dunia akibat perubahan iklim yang dapat menyebabkan terganggunya pasokan bahan baku "Di luar itu kami mewaspadai langkah dari beberapa negara yang berencana secara agresif masuk ke pasar Indonesia karena sedang oversupply," katanya kepada Bisnis, Jumat (14/7). Akan tetapi, Asosiasi Pengusaha Indonesia mengingatkan ekspansi pada sektor manufaktur berdasarkan laporan BI belum signifikan seiring permintaan pasar yang tidak tumbuh besar. Ketua Umum Apindo Shinta W. Kamdani mengatakan data PMI-BI mengindikasikan ekspansi kapasitas produksi lebih didominasi oleh sektor komoditas primer seperti pertanian, perkebunan, perikanan, serta hortikultura.“Komoditas primer yang terkait dengan pangan memang demand pasarnya tinggi pada kuartal II/2023. Jadi tidak begitu mengherankan,” ujar Shinta kepada Bisnis, Jumat (14/7). Adapun Kamar Dagang dan Industri Indonesia memprediksi kinerja industri pada kuartal III/2023 akan membaik seiring dengan stabilnya kondisi perekonomian domestik dan perbaikan pada pasar global. "Kondisi ini akan jadi titik cerah buat industri Indonesia,” kata Wakil Ketua Umum Bidang Perindustrian Kadin Bobby Gafur Umar. Sementara itu, ekonom meminta pemerintah mengantisipasi risiko kontraksi pada sektor manufaktur. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal memproyeksikan kinerja kuartal berikut masih berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini.
Tags :
#Industri lainnyaPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023