Nyala Mesin Produksi Manufaktur
Kinerja industri pengolahan diperkirakan masih bergeliat memasuki paruh kedua tahun ini, di tengah tantangan perekonomian global yang belum menunjukkan pemulihan. Tingginya permintaan dari dalam negeri menjadi penopang.n Data yang dilansir dari S&P global menyebutkan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur Indonesia pada Juni berada di level 52,5 naik dibandingkan dengan bulan sebelumnya di level 50,3. Laju ekspansi sektor manufaktur pada bulan lalu merupakan tertinggi selama 1,5 tahun terakhir dan tergolong kuat secara keseluruhan. PMI Manufaktur Indonesia pada Juni 2023 tersebut lebih tinggi dibandingkan dengan PMI Manufaktur Asean sebesar 51,0, dan negara lainnya yaitu Malaysia 47,7, Myanmar 50,4, Filipina 50,9, Vietnam 46,2, Jepang 49,8, dan China 50,5. Menurut laporan tersebut, pertumbuhan di seluruh sektor manufaktur Indonesia kembali mengalami percepatan pada Juni. Laju kenaikan permintaan secara keseluruhan tergolong solid, meskipun kurangnya permintaan eksternal menghambat pertumbuhan penjualan. Rendahnya permintaan dari luar terlihat dari data yang disampaikan oleh Badan Pusat Statistik. Pada periode Januari-Mei 2023, ekspor produk industri pengolahan mencapai US$76,22 miliar turun 8,97% bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu. Kendaraan bermotor menjadi penyumbang ekspor terbesar di sektor industri pengolahan. Data yang disampaikan Kementerian Perindustrian menunjukkan pada Januari-April 2023, volume ekspor kendaraan completely built up (CBU) mencapai 166.000 unit naik 26% bila dibandingkan dengan periode sama tahun lalu sebesar 131.000 unit. Harian ini mendukung upaya pemerintah menggenjot penghiliran yang diharapkan dapat memacu kinerja manufaktur mengingat selama ini tingkat ketergantungan terhadap bahan baku impor masih cukup tinggi. Mengekspor produk bernilai tambah tentunya akan memberikan pemasukan lebih tinggi daripada sekadar mengekspor bahan mentah. Bila Indonesia mampu mengurangi tingkat ketergantungan terhadap bahan baku terutama untuk barang yang bisa dipenuhi dari dalam negeri, tentunya nilai impor akan berkurang signifikan.
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023