RI-Vietnam Perkuat Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Mobil Listrik
Indonesia dan Vietnam memperkuat kerja sama bilateral di
bidang perekonomian. Selain untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, kerja
sama ini juga untuk meningkatkan investasi sektor industri manufaktur. Salah
satu sektor yang hendak dikembangkan adalah ekosistem mobil listrik. Komitmen
itu tertuang dalam pertemuan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan
Menperin dan Perdagangan Vietnam Nguyen Hong Dien, di Hanoi, Vietnam, Kamis (11/1/2024)
dalam rangkaian agenda Menperin RI mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan
kenegaraan di Vietnam. ”Vietnam adalah salah satu negara mitra dagang utama Indonesia.
Secara keseluruhan, total perdagangan Indonesia dan Vietnam terus meningkat. Pada
2022, nilai perdagangan kedua negara sebesar 13,3 miliar USD,” kata Agus dalam keterangannya
yang diterima di Jakarta, Kamis malam.
Indonesia Jaga Ekspor Minyak Sawit ke Pakistan
Ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan mencapai hampir 3
juta ton setiap tahun. Suplai ini untuk memenuhi 90 % kebutuhan minyak nabati
mereka sebagai bahan baku industri. Indonesia ingin menjaga, bahkan meningkatkan
pasokan minyak sawit ke Pakistan ini untuk mengantisipasi dampak persyaratan
nondeforestasi, terutama ke Uni Eropa, Inggris, dan AS. Di sisi lain, Pakistan
juga menginginkan hubungan imbal balik, seperti keseimbangan neraca perdagangan
mereka dengan Indonesia ataupun kerja sama lain. Dari total 4,3 miliar USD
nilai impor Pakistan dari Indonesia, sekitar 3,1 miliar USD berupa komoditas
minyak sawit. ”Dalam pertemuan dengan Kadin dan pemerintah di sini selalu
muncul soal kepastian pasokan (minyak sawit). Muncul juga permintaan mengapa
tidak ada nilai lebih di sini,” kata June Kuncoro Hadiningrat, Konsul Jenderal
Republik Indonesia di Karachi, Pakistan, Kamis (11/1/2024), di Karachi.
Ia saat itu menerima rombongan peserta dari Indonesia yang
akan hadir dalam Konferensi Minyak Nabati Pakistan (Pakistan Edible Oil Conference/PEOC)
2024 yang berlangsung di Karachi, Sabtu (13/1). Ajang tahunan ini diikuti para
produsen dan industri sawit sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan
Pakistan. Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya
Alam Menko Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, yang juga turut dalam rombongan,
mengatakan, Pakistan pasar ekspor minyak sawit penting bagi Indonesia. Pakistan
di peringkat ketiga setelah China dan India dalam hal tujuan ekspor sawit dari Indonesia.
”Menghadapi pasar lain yang semakin banyak cerewetnya, jangan sampai terjadi
penurunan (ekspor sawit) ke Pakistan,” tuturnya. (Yoga)
”Lifting” Minyak 605.000 Barel Per Hari
Penurunan Upah Riil Perlu Diwaspadai
Meski tingkat pengangguran secara global menurun dan lapangan
kerja bertumbuh di 2023, gejala penurunan upah riil tetap perlu diwaspadai.
Gejala ini sejalan dengan bertumbuhnya angka pekerja informal secara global. Laporan
World Employment and Social Outlook: Trends 2024 yang dirilis Organisasi Buruh
Internasional (ILO) pada Rabu (10/1/2024) menyebutkan, tingkat pengangguran dan
tingkat kesenjangan pekerjaan (jumlah orang tanpa pekerjaan yang tertarik untuk
mencari kerja) telah turun di bawah tingkat sebelum pandemi Covid-19. Tingkat
pengangguran global pada 2023 mencapai 5,1 %, sedikit turun dibanding tahun
2022 yang 5,3 %. Director General ILO Gilbert F Houngbo, dalam siaran persyang
dikutip Jumat (12/1), mengatakan, secara global jumlah pekerja di sektor
informal meningkat melebihi 2 miliar orang pada 2023. Tahun 2024, tingkat
pekerja informal akan statis di angka 58 % dari total angkatan kerja global, tetapi
kualitas pekerjaannya masih rendah. Artinya, masih banyak pekerja tidak mendapatkan
pekerjaan yang layak di sektor dan bidang pekerjaan yang mereka kuasai.
”Ketimpangan pendapatan semakin melebar. Penurunan pendapatan
riil yang dapat dibelanjakan menjadi pertanda buruk bagi permintaan agregat dan
pemulihan ekonomi berkelanjutan,” ujar Gilbert. Menurut Direktur Eksekutif Center
of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, Jumat, isi laporan ILO sejalan
dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. BPS dalam beberapa tahun terakhir
juga menyebutkan penurunan upah riil. Penurunan ini bahkan terjadi sepanjang
2023 meski tahun 2022 sempat membaik. Penurunan upah riil dialami oleh pekerja
di banyak sektor, seperti perdagangan, keuangan, dan informasi/komunikasi. Upah
riil di industri manufaktur hanya naik tipis. Hanya se bagian kecil pekerja
sektor pertanian yang upah riil mereka masih positif. Dengan kondisi ini,
ujarnya, daya beli pekerja menurun. Pembelian barang tersier menjadi berkurang
karena pekerja fokus untuk membeli barang kebutuhan pokok. ”Hal itu mendorong
pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga semakin rendah,” ucap
Faisal. (Yoga)
KINERJA BUMN, Perbaikan Tata Kelola Mendesak Dilakukan
Setumpuk pekerjaan rumah menanti Kementerian BUMN seusai
menyetorkan dividen untuk negara sebesar Rp 82,1 triliun pada 2023. Selain memastikan
pemenuhan hak karyawan tujuh BUMN yang telah dibubarkan, kementerian juga perlu
memastikan restrukturisasi BUMN karya dan perbaikan tata kelola. Tujuh BUMN
yang dibubarkan sepanjang 2023 adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero),
PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), PT
Kertas Leces (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Industri Gelas (Persero),
dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Enam daritujuh BUMN yang dibubarkan
sudah tidak beroperasi sejak belasan tahun lalu. Satu-satunya BUMN yang dilikuidasi
saat masih beroperasi adalah Istaka Karya. Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis
UI, Toto Pranoto, mengatakan, pembubaran ketujuh BUMN menyisakan sejumlah kewajiban,
seperti pembayaran hak karyawan, pembayaran tunggakan pajak, hingga pembayaran
utang kepada kreditor.
Kendati sudah lama tak beroperasi, ketujuh BUMN masih
memiliki aset yang hasil penjualannya dapat digunakan untuk pembayaran
kewajiban yang tertunda. Kementerian BUMN menyebutkan total penjualan aset
pailit senilai Rp 561,3 miliar. Nilai ini baru berasal dari empat BUMN yang
dibubarkan. ”Jadi, ini penting supaya status BUMN tersebut tidak menggantung.
Ini menjadi sinyal penting bahwa ke depan, BUMN yang sudah dianggap tidak punya
prospek dan punya tingkat kesehatan yang buruk, likuidasi bisa menjadi pilihan
pemerintah,” ujar Toto saat dihubungi, Jumat (12/1/2024), di Jakarta. Selain
menuntaskan pembubaran tujuh BUMN, tahun ini Kementerian BUMN juga punya
pekerjaan rumah untuk merestrukturisasi BUMN Karya yang memiliki tumpukan utang
kepada kreditor ataupun vendor. Kementerian BUMN juga punya pekerjaan rumah menyelesaikan
masalah dana pensiun BUMN yang disinyalir bermasalah di bidang tata kelola
investasi dan operasional. Toto menilai, restrukturisasi untuk mempercepat
pemulihan kinerja keuangan BUMN Karya perlu menjadi prioritas di 2024. (Yoga)
Panen Melimpah, Saatnya Berburu Durian Murah di Palembang
Bulan Januari-Maret merupakan masa panen durian di Susel.
Sejumlah daerah di Sumsel dibanjiri durian, termasuk di Palembang. Para penggemar
berburu ”si raja buah” yang enak dengan harga murah. Dede (29) memilih durian
yang kulitnya mulai kecoklatan, lalu mencium aromanya. Kalau kurang harum,
dipilihnya durian yang lain, kemudian durian itu diketuk-ketuk dengan pisau milik
penjual durian. Suara ”nyaring” karena ada rongga antara isi dan kulit di dalam
durian akan menandakan buahnya sudah matang. ”Ini teknik dasar memilih buah
durian yang enak,” ujar warga Kertapati, Palembang itu, saat membeli durian di
Pasar Durian Kuto, Palembang, Kamis (11/1/2024) malam. Isinya sesuai yang
diharapkan. Ada durian berwarna putih dengan rasa manis pahit, ada yang
berwarna kuning dengan rasa manis legit. Ada yang dagingnya tebal, ada juga
yang tak terlalu tebal.
”Dengan harga Rp 25.000 per buah, kualitas dan ukuran durian
ini sesuai harapan,” ucapnya. Dede dan keluarganya sangat menggemari durian. Kalau
musim panen di Sumsel tiba, mereka pasti berburu durian. Sejak pekan pertama
tahun ini, durian mulai berdatangan ke Palembang. Tak heran, penjual durian
dadakan bermunculan di sejumlah pinggiran jalan. Untuk memancing pembeli,
mereka memasang plang harga durian, mulai dari yang termurah Rp 5.000 per buah,
Rp 10.000, dan Rp 15.000. Pemilik kios durian Aduhai di Pasar Durian Kuto, Aman
(63), menuturkan, musim durian di Sumsel biasanya berlangsung selama
Januari-Maret. Namun, masa puncak panen baru terjadi pada Februari. ”Sekarang
masih tergolong masa awal panen sehingga buah yang dihasilkan belum terlalu
banyak,” ujar Aman yang ikut orangtua berjualan durian di Pasar Kuto sejak
1974.
Sebagian besar durian yang masuk ke Palembang berasal dari
Kabupaten Muaraenim. Kalau sudah puncak panen, durian yang masuk berasal dari
banyak daerah, antara lain Kabupaten Lahat, Lubuklinggau, Ogan Komering Ulu,
dan Musi Banyuasin. Aman menerima 1.100-1.300 buah durian per hari yang tiba
setiap pukul 05.00. Durian dijual sesuai ukuran, yang kecil Rp 10.000-Rp 25.000
per buah, yang sedang Rp 35.000 per buah, dan yang besar Rp 50.000 per buah.
Ada pula durian montong lokal seharga Rp 70.000-Rp 150.000 per buah. Pasar Kuto
adalah pusat lapak pedagang durian yang eksis sejak tahun 1970-an. Di sana, durian
dijual sepanjang tahun. Melihat fenomena itu, Pemkot Palembang meresmikan
lokasi itu menjadi destinasi wisata durian dengan nama Pasar Durian Kuto pada
awal 2020. (Yoga)
SIASAT MASYARAKAT HADAPI EKONOMI 2024
Sejumlah lembaga menyebutkan, ekonomi tahun 2024 belum tentu
akan lebih baik dari tahun lalu, bahkan diprediksi cenderung melemah. Hasil jajak
pendapat Kompas pada 3-5 Januari 2024 menunjukkan, lebih dari separuh responden
(54,4 %) mengkhawatirkan gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok. Kekhawatiran
lain responden ialah ancaman krisis global dan
ketersediaan lapangan kerja. Meski sempat membayangi perlambatan ekonomi, inflasi
Indonesia kini relatif terkendali. Inflasi Desember 2023 masih terjaga sebesar
2,61 % dan dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah berkisar 3±1 %.
Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan November 2023. Terkendalinya
inflasi tersebut belum mampu menekan harga menjadi lebih terjangkau. Sejumlah
harga riil kebutuhan terpantau mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu. Beras, pada
awal tahun 2023 harganya rata-rata Rp 10.550 per kg, tetapi di pengujung tahun 2023
harganya naik 18 % menjadi Rp 12.500 per kg. Kenaikan harga ini juga terjadi pada
kebutuhan pokok rumah tanga lainnya, seperti gula pasir, minyak goreng, bawang
putih, hingga cabai.
Kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan itu berpotensi menimbulkan
kekhawatiran, terutama dari golongan sosial ekonomi menengah ke bawah. Menyikapi
sejumlah kekhawatiran perekonomian Indonesia akibat gejolak ekonomi global,
publik pun mengatur strategi guna tetap bertahan di tahun ini. Hal yang paling banyak
persiapkan adalah mencari sumber pendapatan lain atau sampingan sebagai persiapan
jika sewaktu-waktu harga kebutuhan naik tak terkendali. Nita (34), karyawan
swasta di Semarang, Jateng, Ibu anak satu itu berjualan buku anak sebagai upaya
memperoleh pendapatan sampingan. Ide itu berawal dari kegemaran anaknya pada
buku cerita dan menggambar. Sembari berbelanja untuk hobi anaknya, Nita membeli
buku lebih dari yang dibutuhkan dan dijual kepada teman-temannya. Selain kepada
teman kerjanya, Nita rutin memasarkan usaha sampingannya melalui media sosial. Di
era serba digital saat ini, mencari pendapatan sampingan relatif lebih mudah.
Selain dapat menjadi ruang untuk pemasaran, media digital bisa menjadi tempat
meraup rupiah. Misalnya, membuat konten yang dibagikan melalui kanal-kanal
media sosial. (Yoga)









