;

RI-Vietnam Perkuat Kerja Sama Pengembangan Ekosistem Mobil Listrik

Yoga 13 Jan 2024 Kompas

Indonesia dan Vietnam memperkuat kerja sama bilateral di bidang perekonomian. Selain untuk meningkatkan perdagangan kedua negara, kerja sama ini juga untuk meningkatkan investasi sektor industri manufaktur. Salah satu sektor yang hendak dikembangkan adalah ekosistem mobil listrik. Komitmen itu tertuang dalam pertemuan Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dengan Menperin dan Perdagangan Vietnam Nguyen Hong Dien, di Hanoi, Vietnam, Kamis (11/1/2024) dalam rangkaian agenda Menperin RI mendampingi Presiden Jokowi dalam kunjungan kenegaraan di Vietnam. ”Vietnam adalah salah satu negara mitra dagang utama Indonesia. Secara keseluruhan, total perdagangan Indonesia dan Vietnam terus meningkat. Pada 2022, nilai perdagangan kedua negara sebesar 13,3 miliar USD,” kata Agus dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Kamis malam.

Agus mengatakan, ada sejumlah potensi kerja sama Indonesia-Vietnam, seperti pengembangan kendaraan listrik, industri hijau, teknologi pangan, ataupun pendukung sektor industri, seperti penguatan penelitian dan pengembangan. ”Kami mengundang pihak Kemenperin dan Perdagangan Vietnam untuk terus berdiskusi dengan kami memperkuat kerja sama dan kolaborasi ini,” ujarnya. Secara khusus, Agus mengemukakan, kerja sama pengembangan ekosistem kendaraan listrik di antara dua negara akan terus diperkuat. Indonesia merupakan pasar yang sangat besar untuk sektor otomotif. Data menunjukkan, kepemilikan mobil di Indonesia sebesar 19,1 juta unit, sedangkan sepeda motor 128 juta unit. Selain itu, proyeksi permintaan baterai untuk kendaraan listrik di Indonesia juga diperkirakan akan semakin meningkat. (Yoga)

Indonesia Jaga Ekspor Minyak Sawit ke Pakistan

Yoga 13 Jan 2024 Kompas

Ekspor minyak sawit Indonesia ke Pakistan mencapai hampir 3 juta ton setiap tahun. Suplai ini untuk memenuhi 90 % kebutuhan minyak nabati mereka sebagai bahan baku industri. Indonesia ingin menjaga, bahkan meningkatkan pasokan minyak sawit ke Pakistan ini untuk mengantisipasi dampak persyaratan nondeforestasi, terutama ke Uni Eropa, Inggris, dan AS. Di sisi lain, Pakistan juga menginginkan hubungan imbal balik, seperti keseimbangan neraca perdagangan mereka dengan Indonesia ataupun kerja sama lain. Dari total 4,3 miliar USD nilai impor Pakistan dari Indonesia, sekitar 3,1 miliar USD berupa komoditas minyak sawit. ”Dalam pertemuan dengan Kadin dan pemerintah di sini selalu muncul soal kepastian pasokan (minyak sawit). Muncul juga permintaan mengapa tidak ada nilai lebih di sini,” kata June Kuncoro Hadiningrat, Konsul Jenderal Republik Indonesia di Karachi, Pakistan, Kamis (11/1/2024), di Karachi.

Ia saat itu menerima rombongan peserta dari Indonesia yang akan hadir dalam Konferensi Minyak Nabati Pakistan (Pakistan Edible Oil Conference/PEOC) 2024 yang berlangsung di Karachi, Sabtu (13/1). Ajang tahunan ini diikuti para produsen dan industri sawit sejumlah negara, termasuk Indonesia, Malaysia, dan Pakistan. Staf Ahli Bidang Konektivitas, Pengembangan Jasa, dan Sumber Daya Alam Menko Bidang Perekonomian Musdhalifah Machmud, yang juga turut dalam rombongan, mengatakan, Pakistan pasar ekspor minyak sawit penting bagi Indonesia. Pakistan di peringkat ketiga setelah China dan India dalam hal tujuan ekspor sawit dari Indonesia. ”Menghadapi pasar lain yang semakin banyak cerewetnya, jangan sampai terjadi penurunan (ekspor sawit) ke Pakistan,” tuturnya. (Yoga)

”Lifting” Minyak 605.000 Barel Per Hari

Yoga 13 Jan 2024 Kompas
Produksi siap jual (lifting) minyak Indonesia pada tahun 2023 tercatat 605.000 barel per hari. Dimana angka tersebut jauh di bawah target APBN 2023 yang 660.000 barel per hari. Kendati demikian, menurut Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto, Jumat (12/1/2024), ada capaian positif pada tahun 2023, yaitu temuan lapangan gas raksasa di laut lepas Kalimantan Timur oleh Eni (Italia). Diperkirakan, lapangan tersebut menyimpan cadangan gas 5 triliun kaki kubik. (Yoga)

Penurunan Upah Riil Perlu Diwaspadai

Yoga 13 Jan 2024 Kompas

Meski tingkat pengangguran secara global menurun dan lapangan kerja bertumbuh di 2023, gejala penurunan upah riil tetap perlu diwaspadai. Gejala ini sejalan dengan bertumbuhnya angka pekerja informal secara global. Laporan World Employment and Social Outlook: Trends 2024 yang dirilis Organisasi Buruh Internasional (ILO) pada Rabu (10/1/2024) menyebutkan, tingkat pengangguran dan tingkat kesenjangan pekerjaan (jumlah orang tanpa pekerjaan yang tertarik untuk mencari kerja) telah turun di bawah tingkat sebelum pandemi Covid-19. Tingkat pengangguran global pada 2023 mencapai 5,1 %, sedikit turun dibanding tahun 2022 yang 5,3 %. Director General ILO Gilbert F Houngbo, dalam siaran persyang dikutip Jumat (12/1), mengatakan, secara global jumlah pekerja di sektor informal meningkat melebihi 2 miliar orang pada 2023. Tahun 2024, tingkat pekerja informal akan statis di angka 58 % dari total angkatan kerja global, tetapi kualitas pekerjaannya masih rendah. Artinya, masih banyak pekerja tidak mendapatkan pekerjaan yang layak di sektor dan bidang pekerjaan yang mereka kuasai.

”Ketimpangan pendapatan semakin melebar. Penurunan pendapatan riil yang dapat dibelanjakan menjadi pertanda buruk bagi permintaan agregat dan pemulihan ekonomi berkelanjutan,” ujar Gilbert. Menurut Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal, Jumat, isi laporan ILO sejalan dengan kondisi yang terjadi di Indonesia. BPS dalam beberapa tahun terakhir juga menyebutkan penurunan upah riil. Penurunan ini bahkan terjadi sepanjang 2023 meski tahun 2022 sempat membaik. Penurunan upah riil dialami oleh pekerja di banyak sektor, seperti perdagangan, keuangan, dan informasi/komunikasi. Upah riil di industri manufaktur hanya naik tipis. Hanya se bagian kecil pekerja sektor pertanian yang upah riil mereka masih positif. Dengan kondisi ini, ujarnya, daya beli pekerja menurun. Pembelian barang tersier menjadi berkurang karena pekerja fokus untuk membeli barang kebutuhan pokok. ”Hal itu mendorong pertumbuhan ekonomi dari sisi konsumsi rumah tangga semakin rendah,” ucap Faisal. (Yoga)

KINERJA BUMN, Perbaikan Tata Kelola Mendesak Dilakukan

Yoga 13 Jan 2024 Kompas

Setumpuk pekerjaan rumah menanti Kementerian BUMN seusai menyetorkan dividen untuk negara sebesar Rp 82,1 triliun pada 2023. Selain memastikan pemenuhan hak karyawan tujuh BUMN yang telah dibubarkan, kementerian juga perlu memastikan restrukturisasi BUMN karya dan perbaikan tata kelola. Tujuh BUMN yang dibubarkan sepanjang 2023 adalah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero), PT Kertas Kraft Aceh (Persero), PT Pembiayaan Armada Niaga Nasional (Persero), PT Kertas Leces (Persero), PT Istaka Karya (Persero), PT Industri Gelas (Persero), dan PT Industri Sandang Nusantara (Persero). Enam daritujuh BUMN yang dibubarkan sudah tidak beroperasi sejak belasan tahun lalu. Satu-satunya BUMN yang dilikuidasi saat masih beroperasi adalah Istaka Karya. Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI, Toto Pranoto, mengatakan, pembubaran ketujuh BUMN menyisakan sejumlah kewajiban, seperti pembayaran hak karyawan, pembayaran tunggakan pajak, hingga pembayaran utang kepada kreditor.

Kendati sudah lama tak beroperasi, ketujuh BUMN masih memiliki aset yang hasil penjualannya dapat digunakan untuk pembayaran kewajiban yang tertunda. Kementerian BUMN menyebutkan total penjualan aset pailit senilai Rp 561,3 miliar. Nilai ini baru berasal dari empat BUMN yang dibubarkan. ”Jadi, ini penting supaya status BUMN tersebut tidak menggantung. Ini menjadi sinyal penting bahwa ke depan, BUMN yang sudah dianggap tidak punya prospek dan punya tingkat kesehatan yang buruk, likuidasi bisa menjadi pilihan pemerintah,” ujar Toto saat dihubungi, Jumat (12/1/2024), di Jakarta. Selain menuntaskan pembubaran tujuh BUMN, tahun ini Kementerian BUMN juga punya pekerjaan rumah untuk merestrukturisasi BUMN Karya yang memiliki tumpukan utang kepada kreditor ataupun vendor. Kementerian BUMN juga punya pekerjaan rumah menyelesaikan masalah dana pensiun BUMN yang disinyalir bermasalah di bidang tata kelola investasi dan operasional. Toto menilai, restrukturisasi untuk mempercepat pemulihan kinerja keuangan BUMN Karya perlu menjadi prioritas di 2024. (Yoga)

Panen Melimpah, Saatnya Berburu Durian Murah di Palembang

Yoga 13 Jan 2024 Kompas

Bulan Januari-Maret merupakan masa panen durian di Susel. Sejumlah daerah di Sumsel dibanjiri durian, termasuk di Palembang. Para penggemar berburu ”si raja buah” yang enak dengan harga murah. Dede (29) memilih durian yang kulitnya mulai kecoklatan, lalu mencium aromanya. Kalau kurang harum, dipilihnya durian yang lain, kemudian durian itu diketuk-ketuk dengan pisau milik penjual durian. Suara ”nyaring” karena ada rongga antara isi dan kulit di dalam durian akan menandakan buahnya sudah matang. ”Ini teknik dasar memilih buah durian yang enak,” ujar warga Kertapati, Palembang itu, saat membeli durian di Pasar Durian Kuto, Palembang, Kamis (11/1/2024) malam. Isinya sesuai yang diharapkan. Ada durian berwarna putih dengan rasa manis pahit, ada yang berwarna kuning dengan rasa manis legit. Ada yang dagingnya tebal, ada juga yang tak terlalu tebal.

”Dengan harga Rp 25.000 per buah, kualitas dan ukuran durian ini sesuai harapan,” ucapnya. Dede dan keluarganya sangat menggemari durian. Kalau musim panen di Sumsel tiba, mereka pasti berburu durian. Sejak pekan pertama tahun ini, durian mulai berdatangan ke Palembang. Tak heran, penjual durian dadakan bermunculan di sejumlah pinggiran jalan. Untuk memancing pembeli, mereka memasang plang harga durian, mulai dari yang termurah Rp 5.000 per buah, Rp 10.000, dan Rp 15.000. Pemilik kios durian Aduhai di Pasar Durian Kuto, Aman (63), menuturkan, musim durian di Sumsel biasanya berlangsung selama Januari-Maret. Namun, masa puncak panen baru terjadi pada Februari. ”Sekarang masih tergolong masa awal panen sehingga buah yang dihasilkan belum terlalu banyak,” ujar Aman yang ikut orangtua berjualan durian di Pasar Kuto sejak 1974.

Sebagian besar durian yang masuk ke Palembang berasal dari Kabupaten Muaraenim. Kalau sudah puncak panen, durian yang masuk berasal dari banyak daerah, antara lain Kabupaten Lahat, Lubuklinggau, Ogan Komering Ulu, dan Musi Banyuasin. Aman menerima 1.100-1.300 buah durian per hari yang tiba setiap pukul 05.00. Durian dijual sesuai ukuran, yang kecil Rp 10.000-Rp 25.000 per buah, yang sedang Rp 35.000 per buah, dan yang besar Rp 50.000 per buah. Ada pula durian montong lokal seharga Rp 70.000-Rp 150.000 per buah. Pasar Kuto adalah pusat lapak pedagang durian yang eksis sejak tahun 1970-an. Di sana, durian dijual sepanjang tahun. Melihat fenomena itu, Pemkot Palembang meresmikan lokasi itu menjadi destinasi wisata durian dengan nama Pasar Durian Kuto pada awal 2020. (Yoga)

SIASAT MASYARAKAT HADAPI EKONOMI 2024

Yoga 13 Jan 2024 Kompas

Sejumlah lembaga menyebutkan, ekonomi tahun 2024 belum tentu akan lebih baik dari tahun lalu, bahkan diprediksi cenderung melemah. Hasil jajak pendapat Kompas pada 3-5 Januari 2024 menunjukkan, lebih dari separuh responden (54,4 %) mengkhawatirkan gejolak kenaikan harga kebutuhan pokok. Kekhawatiran lain responden ialah ancaman krisis global dan ketersediaan lapangan kerja. Meski sempat membayangi perlambatan ekonomi, inflasi Indonesia kini relatif terkendali. Inflasi Desember 2023 masih terjaga sebesar 2,61 % dan dalam rentang target yang ditetapkan pemerintah berkisar 3±1 %. Angka inflasi ini lebih rendah dibandingkan November 2023. Terkendalinya inflasi tersebut belum mampu menekan harga menjadi lebih terjangkau. Sejumlah harga riil kebutuhan terpantau mengalami kenaikan sepanjang tahun lalu. Beras, pada awal tahun 2023 harganya rata-rata Rp 10.550 per kg, tetapi di pengujung tahun 2023 harganya naik 18 % menjadi Rp 12.500 per kg. Kenaikan harga ini juga terjadi pada kebutuhan pokok rumah tanga lainnya, seperti gula pasir, minyak goreng, bawang putih, hingga cabai.

Kenaikan harga sejumlah barang kebutuhan itu berpotensi menimbulkan kekhawatiran, terutama dari golongan sosial ekonomi menengah ke bawah. Menyikapi sejumlah kekhawatiran perekonomian Indonesia akibat gejolak ekonomi global, publik pun mengatur strategi guna tetap bertahan di tahun ini. Hal yang paling banyak persiapkan adalah mencari sumber pendapatan lain atau sampingan sebagai persiapan jika sewaktu-waktu harga kebutuhan naik tak terkendali. Nita (34), karyawan swasta di Semarang, Jateng, Ibu anak satu itu berjualan buku anak sebagai upaya memperoleh pendapatan sampingan. Ide itu berawal dari kegemaran anaknya pada buku cerita dan menggambar. Sembari berbelanja untuk hobi anaknya, Nita membeli buku lebih dari yang dibutuhkan dan dijual kepada teman-temannya. Selain kepada teman kerjanya, Nita rutin memasarkan usaha sampingannya melalui media sosial. Di era serba digital saat ini, mencari pendapatan sampingan relatif lebih mudah. Selain dapat menjadi ruang untuk pemasaran, media digital bisa menjadi tempat meraup rupiah. Misalnya, membuat konten yang dibagikan melalui kanal-kanal media sosial. (Yoga)

Perang Mobil Listrik Murah

Yuniati Turjandini 13 Jan 2024 Investor Daily (H)
Harga mobil listrik baterai (battery electric vehicle/BEV) yang tadinya rata-rata di atas Rp500 juta kini turun tajam menjadi Rp 300-400 jutaan, lebih murah dari  masifnya insentif pajak untuk BEV demi mendongkrak penjualan. Terbaru, MG mengguncang  pasar otomotif Indonesia dengan melepas dua BEV lokal, MG 4 EV, dengan harga Rp 433  juta dan Rp453 juta, turun Rp 200 jutaan  dibandingkan mobil hybrid lokal, seperti Toyota Inora Zenix yang dibanderol   mulai Rp 471 juta, sedangkan ZS EV beda tipis dari Yaris Cross hybrid Rp 449 juta. manuver MG ini menandakan dimulainya perang mobil listrik  murah. Sebelumnya, Wuling telah merilis BEV  anyar Binguo dengan harga kompetitif, yakni Rp 358 juta untuk Premium Range. Jauh sebelum itu,  pabrikan China ini telah merintis pasar BEV di Indonesia melalui Air EV, dengan harga lebih murah  lagi, Rp 206-299 juta.  Pabrikan China  lainnya, Neta sudah merilis  model V dengan harga Rp 379 juta. DPSK juga punya BEV murah, yakni Seres E1 B-Type dengan harga Rp 189 juta. (Yetede)

OJK: Proposal BTN Akuisisi Bank Muamalat Segera Diterima

Yuniati Turjandini 13 Jan 2024 Investor Daily (H)
Proposal rencana PT bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) yang hendak mengakuisisi  pionir bank syariah, PT Bank Muamalat Indonesia Tbk, diperkirakan tidak lama lagi akan diajukan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). "Diskusi pihak terkait sih sudah lama, tapi proposal belum kami terima. Mungkin enggak lama lagi ya," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae. Dian menegaskan bahwa saat ini belum ada permohonan perizinan terkait rencana aksi korporasi dimaksud. Namun demikian, kedua pihak telah melakukan komunikasi dengan OJK. "Dalam hal terdapat bank mengajukan permohonan kepada  OJK, maka kami akan segera mengevaluasi dan memproses sesuai ketentuan yang berlaku," sambung dia. (Yetede)

Garuda Indonesia jajaki Mitra Timur Tengah

Yuniati Turjandini 13 Jan 2024 Investor Daily (H)
PT garuda Indonesia Tbk (GIAA) tengah menjajaki kemitraan  dengan operator maskapai global terutama asal negara-negara Timur Tengah untuk meningkatkan pendapatan perseroan. Skema penambahan frekuensi dan pembukuan rute baru masih baru dikaji. Direktur Utama Garuda Indonesia  Irfan Setia Putra menyampaikan bahwa  perseroan secara bertahap terus  berupaya melakukan  penambahan frekuensi penerbangan dan pembukaan rute baru baik di level domestik maupun internasional. Apalagi ditingkat domestik, perseroan menghadapi  tantangan terkait tarif batas atas (TBA). Sementara di industri  aviasi global, mengemuka tren  kolaborasi agar  para operator  transportasi udara  tidak sibuk menambah  jumlah pesawat, namun berujung rugi. "Jadi, itu yang kami lihat dan kami juga melihat potensi rute-rute  baru yang diharapkan  bisa membawa nilai (bring value). Artinya, bisa membawa banyak orang dari luar ke Indonesia atau kerja sama dengan maskapai tertentu. Ini yang terus kami jajaki,"  ujar Irfan. (Yetede)

Pilihan Editor