Waspadai Dampak Perang Timur Tengah
Militer AS dan Inggris, didukung beberapa negara lain, untuk
pertama kali, Jumat (12/1/2023) dini hari waktu setempat, menggempur sejumlah
fasilitas kelompok Houthi di Yaman. Serangan itu menunjukkan perang telah meluas
di Timur Tengah. Dalam pernyataan tertulis, Kementerian Luar Negeri Irak
menyebut bahwa serangan itu bisa memperluas konflik di kawasan. Serangan bukan
solusi atas konflik di Timur Tengah. Shane Oliver, ekonom pada bank investasi
AMP di Australia, menyebutkan bahwa serangan AS dan sekutunya meningkatkan
peluang Iran terlibat langsung konflik di kawasan. Akibatnya, pasokan minyak
global akan terancam. ”Meluasnya konflik Israel-Hamas menimbulkan risiko terhadap
pertumbuhan dan inflasi global,” ujarnya. Perekonomian global ditaksir melemah
pada semester I-2024.
Pengaruh perang, yang potensinya membesar selepas serangan
AS, menjadi salah satu faktor pelemahan. Beberapa jam selepas serangan, harga minyak
Brent dan Texas WTI naik 4 %. ”Ketakutan di pasar minyak adalah kawasan ini
mengarah pada peningkatan ketegangan yang tak bisa diperkirakan, yaitu pada suatu
saat pasokan minyak akhirnya akan hilang,” kata Bjarne Schieldrop, kepala
analis komoditas di SEB bank. Serangan balasan AS dan sekutunya menembakkan
rudal dari jet tempur, kapal perang, dan kapal selam. Sebagian jet itu terbang
dari Bahrain.Presiden AS Joe Biden menyebutkan, serangan itu merupakan
pembalasan atas serangan-serangan Houthi. Menurut dia, Houthi melancarkan serangan
yang belum pernah terjadi. Kelompok itu menggunakan rudal balistik untuk menyerang
kapal niaga.
Dalam pernyataan tertulis, Inggris mengklaim serangan ke Yaman
dibenarkan oleh hukum internasional. London menyebutnya sebagai pembelaan diri.
Serangan dilancarkan beberapa jam sebelum sesi kedua pembukaan sidang Mahkamah
Internasional. Dalam sesi itu, giliran Israel menjawab tuduhan melakukan genosida
di Gaza. Israel digugat Afrika Selatan dalam kasus itu. Sejumlah anggota
Kongres AS menilai serangan seharusnya dilancarkan dari dulu. Alasan mereka,
ulah Houthi mengganggu keamanan pelayaran di Laut Merah yang penting bagi
perekonomian AS serta sekutunya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023