Alokasi Belanja Bidang Kesehatan Masih Rendah
Kualitas kesehatan masyarakat merupakan aspek penting untuk
mendukung capaian target Indonesia Emas pada 2045. Namun, komitmen negara
melalui alokasi anggaran belanja di bidang tersebut masih rendah. Reformasi anggaran
perlu dilakukan dengan merealokasi belanja yang tidak produktif. Data Bappenas
yang diolah dari data Bank Dunia dan Kemenkeu menunjukkan, belanja negara untuk
kesehatan di Indonesia paling rendah ketimbang negara lain, yakni hanya 6,9 %, jauh
lebih rendah dibandingkan AS (38,0 %), China (27,5 %), Australia (21,9 %),
Jerman (21,6 %), Jepang (20,4 %). Menteri PPN / Kepala Bappenas Suharso Monoarfa
dalam kunjungan ke Kantor Redaksi Harian Kompas di Jakarta, Jumat (12/1/2024) menuturkan,
komposisi belanja pemerintah kini masih didominasi belanja tidak produktif dan
tidak berorientasi jangka panjang.
Belanja tersebut, antara lain, belanja barang, belanja bunga
utang, dan belanja kompensasi atau subsidi, seperti belanja untuk subsidi
energi. ”Reformasi subsidi energi untuk alokasi yang lebih tepat sasaran perlu
diakselerasi. Terdapat potensi ruang fiskal dari relaksasi subsidi energi
sebesar Rp 208,1 triliun yang bisa di- alihkan untuk mengatasi stunting
(tengkes),” ujarnya. Berdasarkan perhitungan Bappenas, total anggaran untuk intervensi
tengkes di Indonesia Rp 185,2 triliun. Anggaran tersebut meliputi bantuan gizi
untuk anak balita, bantuan gizi untuk ibu hamil, pemberian makan siang gratis,
dan pemberian susu gratis. Bantuan tersebut menyasar hanya penduduk miskin dan
rentan. Deputi Bidang Ekonomi Kementerian PPN / Bappenas Amalia Adininggar
Widyasanti menyampaikan, perhitungan bantuan gizi untuk anak balita diberikan
dengan biaya masing-masing Rp 20.000 per hari untuk 10 juta anak, total
kebutuhan biaya bantuan untuk gizi anak balita Rp 75,2 triliun dalam setahun. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023