;

TAHUN PEMBUKTIAN SAHAM TEKNOLOGI

Ekonomi Hairul Rizal 13 Jan 2024 Bisnis Indonesia (H)
TAHUN PEMBUKTIAN SAHAM TEKNOLOGI

Momentum 2024 mulai berpihak kepada saham-saham sektor teknologi seiring dengan sentimen suku bunga tinggi mulai mereda. Ekspektasi pasar terhadap penurunan suku bunga acuan The Fed dan BI rate diyakini dapat mendorong penguatan saham di sektor tersebut. Sejumlah emiten mampu membukukan kenaikan harga saham secara positif. PT M Cash Integrasi Tbk. (MCAS), misalnya, naik 12,18% sepanjang tahun berjalan (Year-to-Date/ytd) ke harga 4.850, GOTO (5,18%), PTSN (3,28%), MLPT (3,18%), dan NFCX (2,72%). Meski demikian, sebagian konstituen masih mengalami pelemahan. Hal ini membuat IDX Technology turun 0,17% ke level 4.336 pada Jumat (12/1). Sepanjang tahun berjalan, IDX Technology masih turun 2,23%. Posisinya masih lebih rendah dari kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang turut melemah 0,44% secara ytd. Direktur Center of Economic and Law Studies Bhima Yudhistira mengungkapkan prospek suku bunga acuan yang melandai dapat kembali menggairahkan investasi ke saham teknologi. "Suku bunga memang akan berdampak terhadap kepercayaan investor ke saham-saham teknologi," ujarnya, Jumat (12/1). Bhima menilai booming investasi teknologi terkait ritel sudah berakhir, dan kini, saatnya perusahaan teknologi membuktikan dirinya. Suku bunga yang melandai menjadi momentum memperkuat efisiensi. Selain itu, investor juga mulai memperhatikan kemampuan sektor teknologi mencatatkan kinerja positif. Seperti upaya PT Global Digital Niaga Tbk. (BELI) yang menguras kasnya hingga Rp1,6 triliun demi meningkatkan modal kerjanya.

Direktur Global Digital Niaga (BELI) Eric Winarta menjelaskan perubahan posisi kas dan setara kas tersebut terutama karena penggunaan kebutuhan operasional dalam rangka mendukung pertumbuhan usaha BELI selama periode 9 bulan 2023. Sementara itu, GOTO turut bersiasat agar bisa mencapai target Earning Before Interest, Taxes, Depreciation, and Amortization (EBITDA) positif. Aksi korporasi yang signifikan ini di antaranya, melepas saham PT Tokopedia ke induk TikTok, ByteDance, setara 75% kepemilikan. Hal ini menjadi bagian dari upaya GOTO mengurangi beban promosi. Direktur Utama GOTO Patrick S. Walujo mengungkapkan bahwa mencapai laba positif tidak sulit, tetapi meraih dan mempertahankan bisnis agar tetap berkelanjutan adalah suatu hal yang menantang. “ Positif itu tidak terlalu sulit. Ekstremnya teman-teman ODS dan e-commerce hentikan promosi, lusa langsung profit,” tuturnya. Di sisi lain, aksi IPO perusahaan teknologi juga diperkirakan semakin ramai tahun ini. Alasannya, perusahaan ventura menghendaki investasinya menuai hasil. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat setidaknya ada 5 perusahaan teknologi sudah antre IPO. Adapun, Head of Research InvestasiKu atau Mega Capital Sekuritas Cheril Tanuwijaya mengingatkan beberapa risiko untuk sejumlah saham teknologi a.l. pelemahan daya beli, penurunan suku bunga yang tidak sebesar perkiraan sehingga beban bunga masih tinggi.