Selamatkan Demokrasi agar Pemilu Adil
Sejumlah kampus di Tanah Air terus menyampaikan seruan
keprihatinan terkait kondisi demokrasi saat ini yang dinilai terkoyak. Mereka
menyoroti proses perebutan kekuasaan pada Pemilu 2024 yang nihil etika dan menggerus
keluhuran budaya serta kesejatian bangsa. Untuk itu, seluruh sivitas akademika
diajak merapatkan barisan untuk mengawal pelaksanaan pemilu yang jujur, adil,
dan bermartabat. Pada Jumat (2/2) seruan keprihatinan itu, di antaranya,
disampaikan oleh sivitas akademika UI di Depok (Jabar) dan Universitas Lambung Mangkurat
di Banjarmasin (Kalsel). Sebelumnya, keprihatinan senada disuarakan sivitas
akademika UGM dan UII di Yogyakarta, juga sejumlah kelompok masyarakat sipil.
Menanggapi seruan dari sejumlah kampus itu, Presiden Jokowi, di sela-sela kegiatannya
di Jakarta, menyampaikan bahwa itu merupakan hak demokrasi dan hak setiap orang
untuk berbicara serta berpendapat.
”Ya, itu hak demokrasi, setiap orang boleh berbicara,
berpendapat. Silakan,” kata Presiden. Presiden juga tetap menyampaikan ajakan
menyukseskan pemilu kepada semua pihak, seperti yang disampaikan pada pembukaan
Kongres XVI GP Ansor di Jakarta. ”Penyelenggaraan pemilu 14 Februari nanti
merupakan agenda akbar nasional. Oleh sebab itu, dukungan dan partisipasi kita
semuanya sangat-sangat diperlukan,” kata Presiden. Mengenakan jubah toga
lengkap, anggota Dewan Guru Besar UI menyampaikan pesan kebangsaan sivitas akademika
UI bertajuk ”Genderang UI Bertalu Kembali”. Ketua Dewan Guru Besar UI
Harkristuti Harkrisnowo menyampaikan, menjelang Pemilu 2024, sivitas akademika UI
kembali terpanggil untuk menabuh genderang, membangkitkan asa, dan memulihkan
demokrasi negeri yang terkoyak.
”Negeri kami tampak kehilangan kemudi akibat kecurangan dalam
perebutan kuasa, nihil etika, menggerus keluhuran budaya serta kesejatian bangsa,”
tutur Harkristuti. Mewakili Dewan Guru Besar UI, Harkristuti pun mengajak para
sivitas akademika merapatkan barisan untuk mengawal pelaksanaan pemilu yang
adil, jujur, dan bermartabat dengan mengecam segala tindakan yang menindas
kebebasan berekspresi; menuntut hak pilih rakyat dalam pemilu dapat dijalankan tanpa
intimidasi dan ketakutan; serta menuntut agar semua ASN, pejabat pemerintah,
dan TNI-Polri dibebaskan dari paksaan memenangkan salah satu pasangan calon
presiden-calon wakil presiden. Harkristuti juga mengajak semua perguruan tinggi
di Tanah Air mengawasi serta mengawal pemungutan dan penghitungan suara di
wilayah masing-masing. (Yoga)









