;

Gagal Bayar Pinjaman Online

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Tempo
Sependapat dengan Etikah, Direktur Eksekutif Information Communication Technology (ICT) Institute Heru Sutadi juga mengatakan sistem penilaian terhadap calon peminjam tidak dijalankan dengan baik. Hal ini terlihat dari cepatnya persetujuan pengajuan pinjaman. “Ketika semua orang mengajukan pinjaman dan waktunya cepat, bahkan dijanjikan sekian menit atau jam, dari situ terlihat tidak ada credit scoring (penilaian kredit).” Hal ini membuat orang bisa meminjam tanpa ada kemampuan mengembalikan.

Selain itu, menurut dia, di Indonesia, kredit macet terjadi karena banyak pinjaman yang bersifat konsumtif. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), tingkat kredit macet industri fintech lending saat ini sebesar 2,81 persen. Adapun ambang batas yang ditetapkan OJK sebesar 5 persen. Meski demikian, beberapa perusahaan pinjol memiliki angka kredit macet di atas ambang batas yang ditetapkan. Salah satunya adalah PT Investree Radhika Jaya atau Investree. Tingkat risiko kredit macet secara agregat atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) Investree dilaporkan mencapai 12,58 persen. Artinya, ada 12,58 persen dana yang disalurkan gagal dibayarkan atau dikembalikan oleh nasabah dalam 90 hari setelah jatuh tempo. (Yetede)

Cawe-cawe Polisi Menandingi Gerakan Kampus

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Tempo
“Mereka sempat bertanya, 'Apakah benar ini rumah Pak Hardi?' Saya jawab, 'Benar.' Kedua polisi itu lalu memperkenalkan diri,” ujar Hardi kepada Tempo pada Ahad, 4 Februari 2024. Menurut Hardi, salah seorang polisi itu memperkenalkan diri sebagai Kepala Polsek Tembalang, Semarang. Kedua polisi itu lalu menjelaskan tujuannya menemui Hardi untuk mewawancarai. Hardi menerima permintaan tersebut sebagai bentuk kerja sama dan kekerabatan antara Universitas Muhammadiyah Semarang dan kepolisian. Hardi mempersilakan tamunya masuk ke rumahnya dan diminta menunggu sejenak karena dia akan bersalin pakaian.

Hardi menuturkan, awalnya dia hanya mengenakan kaus saat hendak diwawancarai. Namun kedua polisi itu meminta Hardi menggantinya dengan pakaian formal. Dia mengatakan polisi tersebut sempat memberikan selembar kertas sebelum wawancara. Kertas tersebut semacam naskah “sontekan” jawaban yang kira-kira mesti disampaikan saat wawancara. Tapi Hardi menolaknya. “Ada naskahnya. Saya bilang tidak usah, Bu. Silakan langsung saja wawancara,” ujar Hardi kepada Kapolsek Tembalang. Wawancara dimulai tentang pemilihan umum (pemilu). Wawancara tersebut direkam berbentuk tayangan gambar video menggunakan telepon dan kamera telepon seluler. Menjawab pertanyaan polisi tentang pemilu, Hardi mengatakan, perguruan tinggi harus bersikap netral dan memberi ruang yang sama bagi para kandidat yang ikut kontestasi pemilihan presiden.

Polisi kemudian meminta Hardi menjawab dan memberi penilaian perihal sejumlah program kerja Presiden Joko Widodo. Hardi lantas mengomentari kinerja pemerintahan Jokowi saat menangani pandemi Covid-19.
Proses wawancara rampung sekitar pukul 18.30 WIB. Hardi kemudian diberi file rekaman video wawancaranya melalui aplikasi perpesanan WhatsApp. File itu berisi dua rekaman video yang disunting kemudian dijadikan satu file. Dalam file tayangan video itu juga disematkan logo Universitas Muhammadiyah Semarang di sisi kanan atas.

Tak berselang lama, pada Jumat malam itu juga, dia mendapat kiriman tautan portal media yang memuat materi wawancaranya dengan polisi itu. Keesokan harinya, berita itu menjadi perbincangan para dosen di perguruan tinggi tempatnya mengajar. "Saya dikira mengarahkan ke salah satu pasangan calon (presiden)," ujarnya. Hardi tak menyangka wawancaranya dengan polisi itu muncul di portal media nasional. “Karena polisi yang datang, saya pikir wawancara itu hanya untuk kepentingan internal mereka," ujarnya. Hardi lantas menghubungi Kepala Polsek Tembalang Komisaris Wahdah Maulidiawati untuk meminta konfirmasi sekaligus mempertanyakan alasan wawancaranya tersebut diterbitkan di media massa. (Yetede)

Turun Gunung Mengkritik Jokowi

Yuniati Turjandini 05 Feb 2024 Tempo
MELUASNYA gerakan civitas academica dalam sepekan terakhir menunjukkan ada persoalan etis yang akut dalam pemerintahan Joko Widodo. Gerakan petisi kampus ini merupakan bentuk keresahan moral atas pembajakan konstitusi dan hilangnya etika bernegara yang merusak prinsip-prinsip demokrasi. Bermula dari Universitas Gadjah Mada dan Universitas Islam Indonesia, seruan guru besar ini terus menggelinding ke sejumlah kampus lain, seperti Universitas Indonesia, Universitas Andalas, dan Universitas Padjadjaran. Rusaknya koridor demokrasi—dimulai oleh pelanggaran etik di Mahkamah Konstitusi yang meloloskan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi, maju dalam kontestasi politik—menjadi salah satu pusat keresahan para guru besar tersebut.
 
Bagi mereka, apa yang dilakukan Jokowi tidak bisa ditoleransi karena telah menggunakan MK untuk melanggengkan politik dinasti dan kekuasaan. Belum lagi soal dugaan keterlibatan aparat yang memihak kandidat tertentu dan politisasi pembagian bantuan sosial demi mengerek suara elektoral. Memanfaatkan sumber daya negara demi kepentingan politik praktis merupakan bentuk penyalahgunaan kekuasaan.
Pernyataan Jokowi bahwa presiden boleh memihak dan berkampanye dalam pemilihan umum asalkan tak memakai fasilitas negara juga pernyataan manipulatif berkedok konstitusi. Jokowi telah mengutip aturan secara tak utuh demi kepentingan keluarga. Keberpihakan presiden kepada salah satu calon—apalagi kandidat itu anaknya sendiri—jelas merusak pemilu yang jujur dan adil.

Bukannya berkaca, Istana malah menuding ada kepentingan elektoral di balik sikap kritis kampus. Pernyataan itu jelas mengada-ngada. Tak semestinya Istana menuduh keresahan guru besar dan civitas academica sebagai bagian dari kontestasi elektoral. Mereka bukan pendengung (buzzer) dan pemengaruh (influencer). Petisi kampus merupakan bagian dari kontrol sosial ketika pemerintah sudah melenceng jauh dari rel konstitusi. Munculnya intimidasi terhadap guru besar UGM dan UI, juga gerakan tandingan dari sejumlah alumnus perguruan tinggi yang menarasikan pemerintahan Jokowi baik-baik saja, merupakan bentuk lain dari pembungkaman berekspresi yang melecehkan akal sehat dan demokrasi. Politik adu domba ini merupakan lagu lama. Penguasa alpa intimidasi dan upaya meredam kritik justru akan membuat gelombang perlawanan dari kampus bertambah masif. (Yetede)

Epidemi Kesepian dan Isolasi di Tengah Keramaian

Yoga 04 Feb 2024 Kompas (H)

Di dunia yang semakin terhubung oleh jejaring digital, epidemi kesepian ternyata semakin meluas, termasuk dialami anak muda yang berada di tengah keramaian. Sindrom kesepian itu telah berdampak pada kesejahteraan mental dan fisik, bahkan meningkatkan risiko kematian dini hingga 26 %, setara dengan risiko merokok 15 batang sehari. Mengacu pada definisi psikolog Letitia Anne Peplau dan Daniel Perlman dalam bukunya, Loneliness: A Sourcebook of Current Theory, Research and Therapy (1982), kesepian bisa digambarkan sebagai ”isolasi sosial yang dirasakan”, ditandai dengan rasa tertekan ketika seseorang mengalami kesenjangan antara hubungan yang diinginkan dan yang sebenarnya. Data negara-negara menunjukkan, hampir satu dari empat manusia di dunia saat ini kesepian dan terisolasi secara sosial.

Hasil survei Meta-Gallup terbaru, 24 % orang berusia 15 tahun ke atas melaporkan, mereka merasa sangat atau cukup kesepian. Survei yang dilakukan di 142 negara itu meminta peserta menjawab pertanyaan, ”Seberapa kesepian yang Anda rasakan?”. Di Indonesia, Health Collaborative Center (HCC), lembaga di bidang kesehatan masyarakat dan kesehatan komunitas, pada Desember 2023 juga mengungkap hasil survei tentang kesepian yang dialami warga Jabodetabek, menunjukkan, separuh warga Jabodetabek mengalami kesepian dengan derajat sedang dan tinggi. Survei yang digelar sejak Oktober 2023 dan melibatkan 1.299 responden di Jabodetabek ini menunjukkan, perantau paling banyak mengalami kesepian, yaitu 56 % dengan derajat sedang.

Sementara dari sisi usia, 51 % warga Jabodetabek yang berusia di bawah 40 tahun juga mengalami kesepian derajat sedang. Jika dilihat dari status, 60 % warga Jabodetabek yang belum menikah mengalami kesepian derajat sedang. Orang yang sudah menikah pun merasa sepi, ini dialami oleh 47,9 % responden. Studi di jurnal International Psychogeriatrics (2020) menyebutkan, perasaan terisolasi terjadi antargenerasi dengan mereka yang berusia 18-22 tahun memiliki rata-rata skor kesepian tertinggi, sedangkan mereka yang berusia 55-73 tahun memiliki skor kesepian terendah.

Tingginya kesepian di kalangan muda usia ini kemungkinan besar disebabkan oleh dampak penggunaan media sosial yang lebih besar di kalangan mereka. Laporan tersebut juga menemukan, kesepian lebih umum terjadi pada orang-orang dengan tingkat keterlibatan media sosial yang tinggi dibandingkan dengan mereka dengan keterlibatan yang rendah. Tingginya tingkat kesepian di kalangan muda ini juga dikaitkan dengan kesehatan mental yang memburuk, misalnya depresi, keputusasaan, penggunaan narkoba, hingga gangguan kognitif, bahkan kecenderungan bunuh diri. Laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan, secara global satu dari tujuh anak usia 10-19 tahun mengalami gangguan jiwa, terhitung 13 % dari beban global penyakit pada kelompok usia ini. Bunuh diri kini menjadi penyebab utama kematian keempat di antara usia 15-29 tahun. (Yoga)

Gemerlap Mal Baru Melawan Fenomena Redupnya Pusat Belanja

Yoga 04 Feb 2024 Kompas

Sejumlah pusat perbelanjaan modern baru dijadwalkan segera beroperasi di Jakarta pada awal tahun ini. Knight Frank Indonesia dalam laporannya tahun 2021 menyatakan, selama 2022-2023, di Jakarta akan ada tambahan enam mal baru. Dua tahun kemudian, sumber yang sama menyebut ada tiga mal baru hadir di Jakarta dan lima mal lain di Bodetabek. Namun, perencanaan sepertinya tidak berjalan sesuai harapan. Tiga mal di kawasan Jalan MH Thamrin, Cempaka Putih, dan Kemayoran di Jakarta Pusat baru ditargetkan buka awal tahun ini. Pengelola menggunakan momentum sebelum dan selama Idul Fitri untuk menarik pengunjung. Data dari Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), pada 2022 di Jakarta saja berdiri 96 mal. Jumlah itu menjadi 99 pusat belanja tahun ini. Dikutip dari Kompas.id, 7 April 2023, hingga triwulan I-2023, total luas mal di Jakarta 4,86 juta meter persegi, sedangkan di Bodetabek 2,92 juta meter persegi.

Merespons dinamika masyarakat, ekonomi, dan tren dunia seusai wabah global Covid-19 berlalu, saat ini kemegahan mal berkembang mencapai level berbeda. Mal masa kini ditandai dengan tersedianya ruang luas lega. Selalu ada anchor tenant ternama dan tempat makan yang menyuguhkan menu tradisional, internasional, serta perpaduannya yang memenuhi selera masyarakat sekarang. Pendek kata, menyediakan berbagai pilihan rekreasional. Sebuah mal di Sentul, Bogor, menggratiskan siapa saja yang ingin menikmati ruang terbuka di lantai paling atas  pada hari-hari tertentu. Mal lain di bilangan Senayan, Jakpus mewajibkan pengunjung memperlihatkan bukti belanja dengan nominal tertentu sebelum diperbolehkan naik ke rooftop-nya untuk melihat pemandangan dari atas atau membuat konten. Mal-mal teranyar kini di- lengkapi sentuhan teknologi digital, seperti televisi raksasa, videotron, dan iklan 3D yang menjadi atraksi tersendiri. Di beberapa mal tersedia toilet duduk canggih ala Jepang dan Korsel.

Mau menyiram, membersihkan bagian tubuh, hingga mengeringkannya tinggal pencet tombol. Kios atau toko di dalam mal pun kian beragam. Gerai-gerai ritel ditata sedemikian rupa bak di tepian jalan, menghadirkan suasana berbelanja di pertokoan ternama di kota-kota di Eropa. Berbagai komunitas direngkuh untuk berkumpul dan berkegiatan di mal. Para penggemar cosplay, gim daring, Lego, dan banyak lagi terwadahi. Semua dilakukan untuk menghadirkan keramaian yang mengundang semakin banyak orang, yang ujung-ujungnya agar berbelanja. Hampir semua permainan luar ruang telah diadopsi untuk bisa dimainkan secara leluasa di mal. Pencinta go kart bisa ngebut di wahana khusus di mal minus debu, panas, apalagi kehujanan. Akuarium raksasa kembaran Sea World di Ancol tak ketinggalan merambah masuk pusat belanja dengan tarif tertentu untuk dapat menikmatinya. (Yoga)

Pontang-panting demi Sekolah Anak

Yoga 04 Feb 2024 Kompas

Saat ditemui di kontrakannya di Tangsel, Jumat (2/2) M Yusuf (47), pengemudi ojek daring, menceritakan berbagai upaya kerasnya demi menyediakan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Ayah empat anak ini sempat putus asa, saat tahun lalu anak sulungnya, M Syahrir (17), meminta melanjutkan kuliah setamat sekolah kejuruan. ”Pendapatan dari narik ojol serba tidak pasti. Rata-rata seharian narik sampai malam dapatnya Rp 100.000. Paling separuh yang bisa dibawa pulang untuk kebutuhan rumah sehari-hari. Separuh lagi untuk bensin dan lainnya,” ujar Yusuf. Meski di rumah petak kontrakannya sang istri ikut bantu berjualan barang kelontong, pendapatan dari warung kecil keluarga Yusuf itu tidak seberapa, cukup untuk makan sehari-hari. Meski begitu, Yusuf mengaku tak kuasa dan trenyuh saat si sulung menyatakan ingin kuliah.

”Dia bilang, kalau cuma ijazah SMK aku bisa melamar kerja apa? Paling-paling jadi seperti Ayah, jadi driver ojol. Sementara aku mau bantu keluarga dengan cari pekerjaan lebih menjanjikan,” ujar Yusuf dengan mataberkaca-kaca. Selama ini, Yusuf memang kerap kesulitan membiayai sekolah ketiga anaknya. Yusuf kerap terlambat membayar uang sekolah, terutama uang sekolah si sulung saat masih duduk di sekolah kejuruan. Namun, dia juga tak gengsi untuk datang ke sekolah dan berupaya meminta keringanan, bahkan jika dia harus menandatangani surat jaminan bermeterai akan melunasi tunggakan SPP itu. Saat Syahrir dinyatakan lulus tes masuk Fakultas Hukum Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah, Yusuf segera mengurus surat keterangan tak mampu.

Dengan bekal surat itu, dia mendapat keringanan, hanya membayar uang kuliah Rp 4,5 juta per semester. Namun bagi Yusuf nominal itu masih terbilang berat. Untuk membayar uang semester pertama kemarin, Yusuf dan istri, Nurhayati (40), terpaksa merelakan cincin kawin emas mereka, yang hanya beberapa gram untuk dijual. Namun dia tak menyesal dan berharap banyak kepada anak sulungnya. Di tengah segala keterbatasan, dia hanya berharap pemerintah bisa konsisten membantu warga dan siswa kurang mampu seperti dirinya. Kalaupun ada fasilitas bantuan dana pendidikan, Yusuf meminta alokasinya benar-benar diawasi dan bisa tepat sasaran sehingga warga seperti dirinya bisa merasa diperhatikan. ”Jangan sampai ada titipan atau penyelewengan. Saya sangat berharap anak-anak saya nanti bisa bernasib lebih baik dari saya lewat pendidikan,” ujarnya singkat.. (Yoga)

PROSPEK KONSERVATIF EKONOMI RI

Hairul Rizal 03 Feb 2024 Bisnis Indonesia (H)

Pertumbuhan ekonomi pada 2023 diproyeksikan berada di bawah target yang tertuang dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,3% (year-on-year/YoY). Konsensus ekonom Bloomberg menyatakan, laju produk domestik bruto (PDB) pada 2023 berkisar 4,6%—5,1% dengan estimasi rata-rata sebesar 4,9%. (Lihat infografik). Selain lebih rendah dibandingkan dengan target dalam APBN 2023, ekspektasi tersebut juga turun dibandingkan dengan realisasi pada 2022 yang berada pada level 5,3%. Di sisi lain, pemerintah optimistis capaian pertumbuhan yang direncanakan akan disampaikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada awal pekan depan mampu sedikit berada di atas 5%. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, optimisme itu berpijak pada sejumlah indikator ekonomi yang masih cukup tangguh meski dihadapkan pada tantangan daya beli dan perlambatan ekspor. Di antaranya adalah inflasi yang terkendali stabil, yakni 2,6% pada pengujung 2023 yang menandakan adanya geliat konsumsi rumah tangga. Kemudian juga manufaktur nasional yang terus ekspansif yakni 52,2 pada Desember 2023. Selain itu, ketegangan geopolitik serta perlambatan ekonomi di negara mitra dagang utama Indonesia seperti Amerika Serikat (AS) dan China juga memengaruhi aktivitas ekspor. Tercatat hanya investasi yang berkinerja cukup baik dengan realisasi penanaman modal senilai Rp1.418,9 triliun, tumbuh 16,2% dibandingkan dengan 2022. Sementara itu, tak jauh berbeda dengan Airlangga, Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo, memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada 2023 berada di kisaran 5%, dan menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Sementara itu dari sisi fiskal, Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Deni Surjantoro, mengatakan APBN telah berperan maksimal dalam menjaga ekonomi sepanjang tahun lalu. Salah satunya dengan menerapkan kebijakan automatic adjustment atau penyesuaian anggaran dalam rangka merespons dinamika global terhadap aktivitas ekonomi di dalam negeri. "Kebijakan automatic adjustment terbukti ampuh menjaga ketahanan APBN pada 2022 dan 2023," katanya. Di sisi lain, kalangan ekonom memandang pertumbuhan ekonomi sebesar 5% merupakan capaian yang cukup menggembirakan mengingat selain ketidakpastian global Indonesia juga dihadapkan pada dinamika Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky menuturkan bahwa aktivitas pemilu bakal mendorong pengusaha untuk wait and see sehingga aktivitas investasi juga sedikit tertahan. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional pada 2023 sebesar 5,04% yang bersumber dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga 4,99% dan investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 4,94%. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, memperkirakan laju PDB pada tahun lalu bertahan di zona aman yakni sebesar 5% yang ditopang oleh tingginya realisasi penanaman modal.

Ancang-Ancang Memacu Laju Ekonomi

Hairul Rizal 03 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Salah satu capaian yang cukup penting sepanjang Pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin, yang mulai efektif dalam periode 2015—2023, adalah pengendalian inflasi.Pada sembilan tahun terakhir, rata-rata inflasi tercatat hanya sebesar 3,05%. Saat baru memerintah secara efektif pada 2015, Jokowi berhasil menurunkan laju inflasi tahunan, dari sebelumnya 8,38% pada 2014 menjadi hanya 3,35%. Sepanjang 2015—2023, laju inflasi tertinggi tercatat di level 5,51% pada 2022. Selebihnya, laju inflasi berada di bawah level 3,61% pada 2017. Adapun, level inflasi terendah di level 1,685 pada 2020.Tingginya inflasi pada 2013 dan 2016 yang berada di atas level 8% tampaknya menghantui Pemerintahan Jokowi sejak awal sehingga Presiden fokus untuk mengendalikan inflasi dengan menitikberatkan arah pembangunan pada pemerataan pendapatan. Ibarat mesin mobil, ketika pedal gas diinjak terus, maka kecepatan meningkat dan lebih cepat sampai ke tujuan, tetapi mesin akan kepanasan dan bukan tak mungkin harus turun mesin. Sebaliknya, jika pedal gas diinjak secukupnya, maka butuh waktu agak lama mencapai tujuan, tetapi panas mesin masih cukup terjaga demi menambah umur mesin itu sendiri. Pelan tetapi pasti. Apalagi dengan pilihan kebijakan yang diusung oleh Jokowi untuk membawa pemerataan perekonomian agar tingkat inflasi terkendali.Tak heran jika pertumbuhan ekonomi pada 2023 diprediksi berada di bawah target APBN yang sebesar 5,3%. Konsensus ekonom Bloomberg bahkan memperkirakan estimasi rata-rata pertumbuhan ekonomi 2023 hanya di kisaran 4,9%—5%. Persyaratan untuk meraih pertumbuhan ekonomi 7% sejatinya sudah disadari, misalnya menarik investasi asing dengan perbaikan regulasi, peningkatan penerimaan pajak hingga peningkatan produktivitas domestik.

KINERJA PERBANKAN : MENANTI DIVIDEN BESAR BANK JUMBO

Hairul Rizal 03 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Tingginya kinerja laba di kalangan bank-bank jumbo sepanjang 2023 lalu membangkitkan harapan bakal tinggi pula pembagian dividen pada tahun ini bagi para pemegang saham. Bank-bank jumbo yang tergabung dalam Kelompok Bank Modal Inti (KBMI) IV terdiri atas PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA), dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI).Keempat bank ini telah menerbitkan laporan kinerja akhir tahun 2023 mereka pada Januari 2024 lalu. Hasilnya, masing-masing bank sukses mencetak pertumbuhan kinerja yang tinggi, bahkan menyentuh rekor laba sepanjang sejarah berdirinya masing-masing bank. Bank Mandiri telah membukukan laba bersih sebesar Rp55,06 triliun pada 2023, naik 33,73% secara tahunan. Sementara itu, BCA meraup laba bersih Rp48,63 triliun pada 2023, naik 19,4% YoY. Kemudian, BRI membukukan laba bersih konsolidasi Rp60,09 triliun, naik 17,43% YoY. Selain itu, BNI membukukan laba bersih konsolidasi Rp20,9 triliun, naik 14,14% YoY. Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar, mengatakan bahwa dengan outlook pertumbuhan bisnis positif, serta melalui strategi pertumbuhan yang prudent, perseroan yakin dapat mencapai profi tabilitas yang sehat dan berkelanjutan.BNI pun memungkinkan pembagian dividen menarik untuk tahun buku 2023. Hal tersebut sejalan dengan komitmen BNI dalam memberikan value yang optimal bagi seluruh pemangku kepentingan, terutama para pemegang saham.Lalu, EVP Corporate Communication and Social Responsibility BCA, Hera F. Haryn, mengatakan bahwa untuk tahun ini, perseroan mengkaji rasio tebaran dividen dengan mempertimbangkan permodalan yang kokoh, pengembangan bisnis bank, maupun entitas anak tetap seimbang. Direktur Utama BRI, Sunarso, mengatakan bahwa BRI masih memproyeksikan tebaran dividen yang jumbo untuk investor pada tahun ini. Optimisme BRI didasarkan pada tingkat rasio kecukupan modal (capital adequacy ratio/CAR) yang sudah lebih dari ketentuan minimum. CAR BRI telah mencapai 25,23% pada periode yang berakhir 31 Desember 2023. Sementara, Direktur Keuangan dan Strategi Bank Mandiri, Sigit Prastowo, mengatakan bahwa rasio tebaran dividen atau dividend payout ratio tahun buku 2023 pada dasarnya merupakan kewenangan pemegang saham mayoritas. Adapun, dalam menetapkan tebaran dividen, Bank Mandiri akan mempertimbangkan kondisi permodalan. Pada tahun lalu, BRI membagikan dividen tunai senilai Rp43,5 triliun, mencapai 85% dari total laba bersih 2022. BCA juga telah membagikan dividen tunai sebesar Rp25,3 triliun pada tahun buku 2022 dengan rasio 62,1%. BCA pun mengalami peningkatan rasio dividen mereka dalam 5 tahun terakhir. Pada 2018, bank menetapkan rasio dividen 32%, lalu naik menjadi 62,1% pada tahun buku 2022. Kemudian, Bank Mandiri menetapkan pembagian dividen tunai sebesar Rp24,7 triliun atau 60% dari total laba bersih perseroan tahun buku 2022. Hanya BBNI yang menebar dividen dengan rasio di bawah 50%. Untuk tahun buku 2022, bank telah menebar dividen Rp7,3 triliun atau 40% dari total laba bersih.

KCI IMPOR KERETA CHINA : Faktor Pemeliharaan Jadi Tantangan

Hairul Rizal 03 Feb 2024 Bisnis Indonesia

Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi Deddy Herlambang mengatakan bahwa keputusan impor kereta dari Tiongkok akan mempengaruhi sisi pemeliharaan ular besi tersebut. Menurutnya, SDM yang dimiliki KAI Commuter lebih berpengalaman dalam perawatan KRL buatan Jepang. Dia menilai, rangkaian kereta buatan China bakal memiliki sejumlah komponen dan teknologi yang berbeda dibandingkan dengan kereta Jepang. Dia mengingatkan, KAI Commuter wajib meningkatkan pemahamannya terhadap teknologi rangkaian kereta dari Negeri Tirai Bambu. Dari rencana itu, KAI Commuter dipandang perlu memastikan kedatangan rangkaian kereta baru tidak akan mengganggu layanan KRL Jabodetabek. Salah satu aspek penting lain yang harus dicermati perusahaan adalah konsumsi listrik atau voltage rangkaian kereta baru tersebut. KCI dipandang perlu mengoptimalkan serta menyetarakan konsumsi listrik rangkaian kereta buatan China dengan kapasitas yang ada. Menurutnya, rangkaian kereta eksisting yang mayoritas berasal dari Jepang memiliki tingkat konsumsi listrik yang tidak membebani kapasitas. Kendati demikian, Ketua Forum Transportasi Perkeretaapian dan Angkutan Antarkota Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Aditya Dwi Laksana meyakini perbedaan sarana kereta tidak akan mempengaruhi pelayanan kereta rel listrik ke depan. Sementara itu, Corporate Secretary KAI Commuter Anne Purba mengatakan dalam proses pengadaan KRL ini, KAI Commuter melalui tahapan-tahapan dan pembahasan teknis yang panjang, dan mengikuti prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG). Dia menjelaskan, trainset KRL yang dipesan KAI Commuter, yaitu seri KCI-SFC120-V, sudah sesuai dengan spesifikasi teknis yang ditentukan oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub). KAI Commuter harus memenuhi persyaratan dengan mengajukan terlebih dahulu ke Ditjen Perkeretaapian.

Pilihan Editor