Pinjaman Pendidikan, Mungkinkah?
Konsep pinjaman biaya pendidikan APBN tengah dirumuskan oleh Kemenkeu
bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kemungkinan akan seperti
student loan di AS. Wacana ini menguat setelah muncul polemik mahasiswa yang membayar
biaya kuliah menggunakan pinjaman daring. Tanggapan warga dan mahasiswa
beragam. Bayyu Putra Hadhiana (29) Karyawan swasta sekaligus mahasiswa S-1
mengatakan, Aku setuju student loan, yang memudahkan orang berpenghasilan
bulanan rendah bisa mendapat pendidikan yang sama. Aku setuju kalau skemanya
tak berbunga karena selama ini yang bikin berat adalah bunganya. Kalau ada
bunga, bisa jadi uang kuliah tunggal (UKT) jauh lebih mahal pada akhir
perhitungan. Skema lainnya, jangka waktu pelunasan tak ditentukan, tetapi
peminjam bisa mengembalikan setelah memiliki pendapatan tertentu.
Elisabeth Dian Selvita (24) Karyawati swasta di Jakarta
mengatakan, buat aku yang punya impian untuk studi Psikologi Profesi, setuju
saja dan mendukung adanya program student loan. Apalagi sekarang kondisi finansial
orangtua sudah enggak seperti dulu dan studi Psikologi Profesi itu juga enggak
bisa disambi kerja. Perlu ada asesmen lewat background checking seperti orang
mau ambil kredit di lembaga keuangan supaya tepat sasaran dan benar-benar uangnya
bisa dikembalikan. Carolus Arya Pandu Yasa (26), Karyawan swasta di Jakarta, sepakat
denganprogram student loan untuk pendidikan. Cuma, harus ada pengawasan yang
ketat. Pemerintah sebaiknya selektif dalam memilih orang-orangnya, juga profil
universitasnya, yang berkualitas dan tepercaya, serta pastikan penerimanya bisa
mendapatkan pekerjaan. Jangan sampai ketika sudah dapat student loan, nanti si
penerima justru kesulitan mengembalikan karena susah cari kerja. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023