Status Maloy Batuta Terancam Dicabut
Sejak berdiri tahun 2019, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta
di Kaltim hanya mendapatkan investasi Rp 100 miliar. Jika tidak berkembang,
status KEK terancam dicabut oleh pemerintah pusat pada Juni 2024. Pj Gubernur
Kaltim Akmal Malik mengatakan, ia telah berkunjung ke KEK Maloy Batuta
Trans-Kalimantan (MBTK) di Kutai Timur pada 1 Februari 2024. Ia juga berdiskusi
dengan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan pemangku kepentingan di KEK
MBTK. ”Saya minta laporan detail. Identifikasi semua masalahnya dan segera
benahi. Biar enak saya berjuang di Jakarta,” kata Akmal dalam keterangan tertulis,
Minggu (4/2).
Hingga 2023, kata Akmal, investasi yang masuk ke KEK ini baru
Rp 100 miliar. Padahal, jika dibandingkan dengan KEK di daerah lain, investasinya
sudah mencapai triliunan rupiah. Dari diskusi dengan sejumlah pemangku di KEK
MBTK, kata Akmal, ada sejumlah kendala yang membuat KEK di Kaltim ini stagnan, di antaranya adalah persoalan kelembagaan, infrastruktur yang kurang
memadai, dan rendahnya minat investor. Dengan perkembangan yang lambat itu,
pemerintah pusat berencana mencabut KEK untuk Maloy jika Pemprov Kaltim tak mampu
membenahi persoalan yang ada, termasuk memenuhi sejumlah persyaratan dalam perizinan.
”Batas akhir keputusan pemerintah pusat itu Juni tahun ini,” kata Akmal. Salah
satu pertimbangan calon investor adalah infrastruktur dasar. Instalasi
pengolahan air limbah (IPAL) dan persampahan jadi dua hal krusial. Keduanya
belum sepenuhnya siap dan tersedia.
KEK MBTK ditetapkan melalui PP No 85 Tahun 2014. KEK ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditargetkan menarik investasi Rp 34,4 triliun dan menyerap 55.700 tenaga kerja sampai tahun 2025. KEK MBTK yang memiliki lahan 509 hektar dibentuk untuk jadi pusat hilirisasi kelapa sawit dan komoditas lain. Selain itu, kawasan ini juga ditargetkan menjadi pusat bagi industri energi, seperti industri mineral, gas, batubara, dan industri turunannya. Untuk itu, Akmal berharap KEK MBTK bisa tetap berjalan. Sebab, kawasan ini amat potensial untuk industri di Kaltim. Hal ini juga dinilai bisa mengungkit ekonomi di kawasan sekitar Kaltim. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Ketahanan Investasi di Sektor Hulu Migas
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023