Wujudkan Ceklis Dana Kesehatan
Milestone kehidupan seseorang memang berbeda. Faktor seperti
privilese finansial, perjalanan karier, dan keberuntungan pun bisa berpengaruh
terhadap kesuksesan finansial. Sebuah survei oleh Goldman Sachs (2021) bahkan
mengungkap bahwa semasa produktif penentu #1 kesuksesan pekerja adalah memiliki
penghasilan yang stabil. Namun, setelah memasuki usia pensiun, ternyata sukses
secara finansial itu berubah menjadi mampu memenuhi kebutuhan kesehatan. Musibah,
seperti sakit yang cukup berat, kecelakaan, ataupun hilangnya penghasilan utama
di masa produktif, pasti memberi dampak terhadap situasi keuangan. Dana
tabungan yang sudah dikumpulkan bisa tergerus untuk membayar biaya kesehatan. Karena
itu, penting untuk mewujudkan ceklis dana kesehatan dalam rencana keuangan
tahun 2024 ini.
Fondasi utama untuk pilar dana kesehatan adalah membangun
dana darurat yang dapat digunakan untuk pengeluaran kesehatan. Fungsi dana
darurat salah satunya adalah menjadi dana cadangan yang dapat digunakan apabila
ada pengeluaran tambahan di luar pengeluaran rutin bulanan. Contohnya momen
kenaikan kasus positif Covid-19 selepas libur Natal dan Tahun Baru, maka bisa jadi
kebutuhan untuk tes usap antigen mandiri menjadi lebih sering. Atau barangkali
ada anggota keluarga yang perlu isolasi terpisah karena ada lansia di rumah, maka
dana darurat dapat digunakan untuk menutup pengeluaran.
Pengelolaan risiko bisa berbentuk perencanaan proteksi
yang dapat dibantu dengan asuransi kesehatan dan asuransi penyakit kritis. Ada
dua jenis manfaat asuransi kesehatan yang dapat dipilih. Pertama, asuransi kesehatan
yang memberi penggantian atas biaya rawat inap ataupun biaya pengobatan. Kedua
adalah asuransi kesehatan yang memberikan santunan tunai harian. Sejak 2014,
salah satu strategi mengelola dana kesehatan adalah dengan memiliki kepesertaan
jaminan kesehatan melalui program BPJS Kesehatan yang dapat diakses oleh seluruh
masyarakat Indonesia, baik yang bekerja sebagai karyawan maupun yang tidak bekerja.
Kesehatan mungkin bukan segalanya. Namun, segala yang dimiliki atau dikumpulkan
bisa jadi tidak berarti apabila tidak dapat dinikmati dengan kesehatan yang
baik. Dan ikhtiar untuk menjalankannya adalah dengan memiliki dana kesehatan
yang mumpuni. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023