Investasi Padat Karya Akan Jadi Prioritas
Kebijakan investasi pemerintahan presiden dan wakil presiden
terpilih, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, akan memprioritaskan sektor
padat karya. Hal Ini dilakukan agar sektor pangan, energi, dan industri
manufaktur selaku tiga ”mesin” utama pendorong perekonomian andalan pemerintah
baru kelak punya efek berganda dalam penyerapan tenaga kerja. Berlandaskan visi
dan cita-cita ekonomi yang digaungkan Prabowo, Ketua Dewan Pakar PAN
DrajadWibowo, yang juga anggota dewan pakar di tim pemenangan Prabowo-Gibran,
menilai bahwa pemerintahan ke depan tetap akan membuka keran investasi padat
modal. Namun, prioritas utama akan diarahkan untuk investasi padat karya
”Pak Prabowo itu sangat
menaruh perhatian pada bidang pangan. Jadi, penyerapan lapangan kerja
akan digenjot dari situ, makanya food estate akan semakin kita genjot,” ujar
Dradjad, Minggu (24/3). Sektor pangan diyakini dapat memberikan efek berganda
terhadap pembukaan lapangan pekerjaan dan penyerapan tenaga kerja. Dradjad mencontohkan
upaya meningkatkan luas panen dan rotasi tanaman di sektor pertanian ataupun
restrukturisasi peternakan sapi perah dan sapi potong di sektor peternakan
sama-sama akan menyerap banyak tenaga kerja. (Yoga)
Banyak Dokter Serampangan Meresepkan Antibiotik
Dokter di sejumlah rumah sakit terindikasi menyalahi aturan
pemberian antibiotik. Tim Investigasi Harian Kompas mengungkap adanya dokter
yang meresepkan antibiotik pada penyakit noninfeksi bakteri, seperti demam
berdarah, vertigo, batuk pilek karena virus, sampai sembelit. Padahal, pasien tersebut
tidak membutuhkan antibiotik. Kompas memperoleh 16 lembar dokumen bertulis
tangan di gudang farmasi RSUD Depati Hamzah, Pangkal Pinang, Kepulauan Bangka
Belitung, Selasa (27/2) berisi catatan penggunaan antibiotik pasien yang
dirawat di Ruang Flamboyan, Januari 2024 dan Desember 2023.
Untuk mengecek ketepatan penggunaan antibiotik di berkas itu,
tim Kompas memperlihatkannya kepada Wakil Menkes Dante Saksono Harbuwono.
Tatapannya mengarah ke kolom antibiotik, lalu berucap, ”Tuh, kan, seftriakson dipakai
banyak banget,” ujar Guru Besar Fakultas Kedokteran UI itu, Selasa (5/3).
Seftriakson termasuk antibiotik golongan watch yang penggunaannya di rumah
sakit harus diawasi ketat lewat prosedur khusus saat diresepkan dokter, mengacu
pada Panduan Penatagunaan Antimikroba di RS Tahun 2021 terbitan Kemenkes. Antibiotik
yang digunakan berlebihan, tidak tepat, dan tidak sesuai indikasi bisa memicu
kemunculan bakteri yang kebal antibiotik.
Pada dokumen di RSUD Depati Hamzah, Dante mendapati sejumlah
diagnosis penyakit yang tidak boleh diberi antibiotik, yaitu vertigo,
konstipasi atau sembelit, demam berdarah (dengue haemoragic fever/DHF), batuk
pilek, dan gula darah rendah atau hipoglikemia. ”Antibiotik hanya bisa
diberikan apabila ada infeksi bakteri,” kata Dante. Ketua Program Pengendalian
Resistensi Antimikroba (PPRA) RSUD Depati Hamzah, Ratna Setia Asih, mengakui, pengawasan
penggunaan antibiotik di rumah sakit belum maksimal karena keterbatasan SDM.
Peringatan atau teguran kepada dokter masih bersifat insidental. ”Dokter
penanggung jawab pelayanan (DPJP) kalau tidak diingatkan kadang lupa, tetapi kami
yang ngingetin (terus) capek juga. Saya sebagai dokter juga punya pekerjaan
yang tak bisa ditinggalkan,” ujarnya.
Menurut Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Moh
Adib Khumaidi, belum semua dokter paham tentang resistensi antimikroba (AMR).
Ini terjadi karena pembahasan AMR dalam materi pendidikan dokter masih sangat umum.
”AMR harus diprioritaskan dalam kurikulum karena akan berdampak saat dokter melakukan pelayanan,” kata Adib. AMR adalah
suatu kondisi ketika mikroorganisme atau mikroba, seperti bakteri, virus,
fungi, dan parasit, menjadi kebal atau resisten terhadap obat-obatan
antimikroba (antibiotik, antivirus, antifungal, dan antiparasit) akibat
pemberian antibiotik yang tidak tepat. (Yoga)
Pelumas Mesin Pertumbuhan
Mesin pertumbuhan ekonomi akan bekerja optimal dengan pelumas
yang tepat, antara lain, berupa kepastian hukum dan upah pekerja. Pertanian,
energi, dan manufaktur. Tiga sektor itu akan jadi andalan pembangunan ekonomi
Indonesia 2024-2029. Tiga mesin pertumbuhan ekonomi itu juga diandalkan untuk menyerap
tenaga kerja (Kompas, 23/3/2024). Distribusi penduduk bekerja di Indonesia
terbesar di sektor pertanian. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS),
dari 139,85 juta penduduk bekerja pada Agustus 2023, 28,21 % bekerja di sektor
pertanian. Jumlahnya bertambah 750.000 orang dibandingkan dengan Agustus 2022.
Daya tarik sektor pertanian perlu ditingkatkan agar anak muda
terjun ke sektor ini. Kemudahan akses pupuk bersubsidi dan benih akan membuat
biaya produksi bisa ditekan. Sektor manufaktur dikembangkan agar Indonesia
berdaya saing dan bukan sebagai pasar belaka. Bahan baku dan penolong serta barang modal
yang mudah dan murah serta kapasitas tenaga kerja yang mumpuni akan membuat
sektor manufaktur berdaya saing dan produktif.
Di sektor energi, persoalan kepastian hukum yang kerap muncul
mesti dituntaskan. Agar mesin pertumbuhan bergerak dengan lancer, pelumas
berupa upah buruh atau pekerja mesti memadai. Berdasarkan data BPS, upah buruh
di sektor pertanian sebesar Rp 2,37 juta per bulan masih jauh di bawah upah
rata-rata buruh, yakni Rp 3,18 juta per bulan. Upah memadai dan memenuhi
kebutuhan hidup pekerja akan membuat pekerja sejahtera dan bahagia. Hal ini
akan terwujud dalam kinerja yang baik. (Yoga)
Kredit Macet Properti Cenderung Meningkat
Pemulihan dampak pandemi Covid-19 belum sepenuhnya dialami masyarakat,terutama
mereka yang berada pada kelas menengah bawah, tecermin dari rasio kredit macet
sektor properti periode Januari 2024 yang meningkat dibandingkan dengan
beberapa tahun terakhir. Mengutip data Statistik Sistem Keuangan Indonesia yang
dikeluarkan BI, rasio kredit bermasalah atau nonperforming loan (NPL) sektor
properti per Januari 2024 berada pada level 2,63 %. Tingkat kredit bermasalah
tersebut meningkat, baik dibandingkan dengan bulan sebelumnya maupun dengan
periode Januari 2023, masing-masing 2,47 % dan 2,46 %.Peningkatan rasio kredit
bermasalah itu terjadi di tengah bertumbuhnya penyaluran kredit sektor properti
pada Januari 2024 sebesar 7,05 % secara tahunan menjadi Rp 856,31 triliun.
Dari jumlah tersebut, porsi terbesar penyaluran kredit sektor
properti berasal dari kredit pemilikan rumah (KPR) tapak yang mencapai Rp
664,035 triliun atau 77,54 % total kredit properti. Pengamat perbankan Paul Sutaryono
mengatakan, pe- ningkatan NPL sektor property terutama didorong oleh KPR dan
kredit pemilikan apartemen. Hal ini disebabkan sesungguhnya masyarakat menengah
ke bawah belum pulih benar pascapandemi Covid-19. ”Bahkan, mungkin ada nasabah
yang terpapar pandemi, misalnya di-PHK (pemutusan hubungan kerja). Artinya,
misalnya, kini sudah mulai bekerja lagi, tetapi belum stabil untuk mampu
membiayai seluruh kebutuhan keluarga sehari-hari. Celakanya, ada nasabah yang belum
dapat pekerjaan baru sehingga mereka makan tabungan dari pesangon yang
diperoleh ketika di-PHK dulu,” katanya, Minggu (24/3). (Yoga)
Lapor Barang Bawaan Bersifat Opsional
Di tengah kisruh di media sosial, Ditjen Bea dan Cukai (DJBC)
Kemenkeu mengklarifikasi bahwa pelaporan barang bawaan penumpang dari luar
negeri tidaklah wajib, tetapi opsional atau pilihan. Direktur Komunikasi dan Bimbingan
Pengguna Jasa Bea Cukai Nirwala Dwi Heryanto menekankan bahwa aturan soal barang
bawaan ke luar negeri tertuang sejak tahun 2017 dalam Permenkeu (PMK) No 203/PMK.04/2017.
Tujuan aturan ini adalah mempermudah penumpang yang membawa barang tertentu ke
luar negeri dan membawanya kembali ke Indonesia.
”Kebijakan tersebut adalah fasilitas opsional yang bisa digunakan
penumpang, jadi tidak bersifat wajib. Penumpang yang memanfaatkannya pun terhitung
sangat minim,” ujarnya dalam siaran pers, Minggu (24/3). Nirwala menambahkan,
kebijakan itu sangat bermanfaat dan dapat membantu warga Indonesia yang hendak
mengadakan kegiatan di luar negeri. Semisal kegiatan perlombaan, kegiatan
budaya, seni, musik, pameran, ataupun aktivitas lain yang membutuhkan banyak
peralatan bawaan dari Indonesia, seperti sepeda, gitar, dan alat musik lainnya.
Jika warga negara yang hendak ke luar negeri mendaftarkan
barang-barang tersebut di Bea Cukai bandara atau pelabuhan, mereka akan cepat
mengurus pelayanan kepabeanan terhadap barang tersebut saat kembali ke
Indonesia. ”Jadi, terhadap barang tersebut akan berlaku skema ekspor sementara
sehingga tidak akan dianggap sebagai barang perolehan luar negeri atau impor
saat datang kembali ke Indonesia. Barang tersebut juga tidak akan dikenai bea
masuk atau pajak dalam rangka impor,” ujar Nirmala. (Yoga)
Agar Lebih Mudah Mengisi SPT Pajak
Setiap bulan Maret, publik di Tanah Air selalu dihebohkan
dengan kewajiban mengisi surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak. Tak sedikit
yang masih kebingungan dalam mengisi dan enggan melapor, apalagi bagi pemula.
Bagi Cindy Alinta Raina Ayukusuma (23), karyawati swasta, Ini adalah pengalaman
pertama mengisi SPT pajak. Awalnya, ia sempat menunda-nunda karena takut salah
dan bingung. Tapi, setelah mencari panduan lengkap di Youtube dan berbagai
artikel online, proses pengisian SPT pajak lebih mudah dan lancar, tidak sesulit
yang dibayangkan. Meski panduan lengkap secara daring menjadi solusi bagi saya
yang baru pertama kali mengisi SPT pajak, ada baiknya kantor pajak dan situs
resmi pajak juga lebih informatif dan edukatif tentang pengisian SPT pajak.
Menurut saya, sistem untuk pelaporan pajak tahunan semakin
mudah dengan penerapan digitalisasi, di mana masyarakat bisa memanfaatkan
aplikasi berbasis web yang disediakan DJP. Dengan melaporkan SPT pajak, maka
kita sebagai wajib pajak sudah memenuhi kewajiban yang diatur dalam peraturan.
Pihak kantor juga memberikan bukti potong pajak sejak awal tahun sehingga
memudahkan pegawai melaporkan SPT, ucap Firsta Nodia (30), ASN di Batam, Riau. Aditya
MHD (38), pengusaha swasta di Tangerang, Banten, merasa kesulitan setiap kali
mengisi SPT pajak tahunan. Lembar isiannya tidak simple dan ribet karena
dibutuhkan banyak data untuk melengkapi pengisian itu. Untuk sekelas UKM yang
tidak mampu menyewa konsultan pajak, seharusnya pengisian SPT dibikin lebih sederhana.
Selain itu, peran Account Representative (AR) kurang membantu dalam proses
perpajakan. Mereka baru akan bekerja dan sangat komunikatif jika wajib pajak
(WP) punya tunggakan. (Yoga)
Nestapa Petani Hadapi Konflik Lahan
Petani di Bengkulu dan Jambi tengah menghadapi konflik lahan
dengan perusahaan. Warga berusaha mempertahankan ruang hidupnya, sementara
perusahaan mengklaim sebagai pemegang hak guna usaha. Suasana di perkebunan
sawit dan karet yang digarap puluhan petani di Kecamatan Muko-muko Selatan,
Bengkulu, mencekam pada Minggu hingga Senin (17-18/3). Puluhan petani yang
menggarap lahan dikagetkan dengan perusakan oleh puluhan orang. Aksi perusakan
itu terjadi saat para petani sedang mengurus pengajuan banding atas putusan
yang dikeluarkan PN Muko-muko. Pada 5 Maret 2024, pengadilan mengeluarkan
putusan gugatan perdata no 6/PDT.G/2023/PN MKM terhadap tiga petani Tanjung
Sakti, yakni Harapandi, Ibnu Amin, dan Rasuli.
Dalam amar putusan, majelis hakim menyebutkan, ketiga petani
telah melakukan perbuatan melawan penggugat, yakni PT Daria Dharma Pratama
(DDP). Menurut hakim, para petani sebagai tergugat telah menghalang-halangi
proses panen buah sawit milik perusahaan pemegang HGU. Para petani juga dinilai
mengambil tanpa hak buah sawit hasil panen milik perusahaan dan
menghalang-halangi kegiatan usaha perusahaan. Atas perbuatan itu, ketiga petani
diminta membayar biaya perkara secara tanggung renteng sebesar Rp 1.363.000.
Ali Akbar selaku pendamping petani mengatakan, akar konflik
lahan antara petani dan PT DDP bermula saat puluhan petani menggarap lahan
terbengkalai di Kecamatan Muko-muko Selatan sejak 2021. Menurut Ali, putusan itu
belum inkrah karena petani mengajukan banding. Ali dan aktivis Lembaga Kanopi
Hijau mendampingi petani melaporkan perusakan pondok ke kepolisian. Simon dari
Humas PT DDP dalam keterangan resminya menyampaikan, bangunan liar di lokasi
tersebut berada dalam areal HGU perusahaan yang dikelola sebagai lokasi perkebunan
kelapa sawit sejak 2006.
Petani di Desa Sumber Jaya, Kecamatan Kumpeh Ulu, Kabupaten
Muaro Jambi, juga menghadapi konflik berpuluh tahun dengan perusahaan sawit.
Akibat konflik lahan tersebut, seorang petani, Bahusni, mendekam di penjara. Majelis
hakim Pengadilan Negeri Sengeti menyatakan, Bahusni telah menggarap kebun milik
perusahaan dan menjatuhkan hukuman penjara selama 1 tahun 6 bulan kepada petani
tersebut. Ketua Perempuan Padek Nur Jannah mengatakan, masyarakat kecewa
terhadap putusan pengadilan yang dijatuhkan kepada Bahusni. Menurut dia, tanah
tersebut merupakan milik masyarakat desa.
Mereka telah mengelolanya sejak sebelum 1960. Sekitar tahun
1998, lahan tersebut digarap menjadi perkebunan sawit oleh sebuah perusahaan. Sejak
saat itu hingga sekarang, masyarakat setempat terus mempertahankan tanahnya. Kepala
Departemen Kampanye dan Manajemen Pengetahuan Konsorsium Pembaruan Agraria
Benni Wijaya mengatakan, kasus ini menambah preseden buruk penanganan konflik
agraria di Indonesia yang semakin tajam ke bawah. Menurut dia, Bahusni adalah
warga lokal yang berjuang memperjuangkan hak atas tanah. (Yoga)
Ekonomi Baru di BSD dan PIK
Pemerintah menetapkan Bumi Serpong Damai (BSD) dan Pantai
Indah Kapuk (PIK) sebagai proyek strategis nasional baru. Kedua kawasan yang
sudah berkembang ini diyakini menjadi pusat pertumbuhan baru. Namun, muncul
pertanyaan apakah tetesan ekonomi (trickle down effect) akan terdistribusi ke
kawasan sekitar yang tertinggal. Pemerintah mengumumkan 14 PSN baru dengan
pembiayaan swasta atau tanpa APBN, di antaranya Kawasan Terpadu BSD dan PIK
Tropical Coastland, Senin (18/3). Pengumuman disampaikan Menko Bidang
Perekonomian Airlangga Hartarto yang didampingi Menteri PUPR Rakyat Basuki Hadimuljono
serta Menteri ATR/Kepala BPN Agus Harimurti Yudhoyono, seusai rapat internal
terkait percepatan PSN di kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.
Kemenko Perekonomian dalam siaran pers, Minggu (24/3), menyebut
pengembangan Kawasan Terpadu BSD menyerap investasi Rp 18,54 triliun dan didukung
Menkes yang menerbitkan surat rekomendasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus
(KEK) di BSD City, Kota Tangsel. KEK akan mengembangkan pendidikan, riset
kesehatan, ekonomi digital, pengembangan teknologi, layanan kesehatan, dan
biomedical. Selain itu, pengembangan kawasan terpadu tidak berjalan pada
keseluruhan BSD, tetapi hanya seluas 59,6 hektar. Pengembangannya fokus pada
pendidikan-biomedical–digital. Proyek ini juga sejalan dengan rencana
pengembangan Biomedical Campus di BSD City untuk mendukung pengembangan
kualitas pendidikan dan kualitas penanganan kesehatan secara nasional sampai 30
tahun ke depan.
Keseluruhan proyek akan menyerap 10.065 tenaga kerja langsung
ataupun tidak langsung, estimasi penghematan devisa Rp 10,1 triliun, dan perolehan
devisa Rp 5,6 triliun dari pengembangan layanan kesehatan dan biomedical. Wali
Kota Tangsel Benyamin Davnie menyambut BSD sebagai PSN baru dengan keyakinan
akan lebih memajukan Tangerang Selatan. Baik dari infrastruktur, SDM,
lingkungan, ekonomi, maupun sosial budaya. Peningkatan daya saing ini agar
warga Tangsel tak jadi anak tiri dari Kawasan Terpadu BSD. Mereka bisa terserap
sebagai tenaga kerja ataupun mendapatkan tetesan ekonomi. (Yoga)
Pasar Tekstil Tanah Abang
Tantangan Program Makan Siang Gratis
Pasangan Prabowo-Gibran membawa sejumlah program baru yang
akan diimplementasikan dalam lima tahun periode kepemimpinannya. Terdapat
sekurangnya tiga tantangan untuk mewujudkannya. Tantangan pertama adalah
persoalan istilah. Jajak pendapat Litbang Kompas, 5-7 Maret 2024, menunjukkan,
makan siang gratis menjadi program ekonomi baru yang paling membekas di benak
masyarakat. Hampir setengah responden (48,6 %) menyebut makan siang dan susu
gratis adalah program ekonomi yang paling diingat, tapi responden menilai makan
siang gratis bukan program prioritas. Dari 510 responden yang dimintai
pendapat, hanya 12,3 % yang menilai makan siang gratis perlu diprioritaskan.
Peringkat pertama yang dianggap perlu diutamakan justru bantuan pemenuhan gizi
bagi anak balita dan ibu hamil (34 %).
Tantangan kedua adalah alokasi anggaran untuk memenuhinya.
Berdasarkan simulasi yang dibuat Litbang Kompas, diperlukan anggaran Rp 346,14
triliun per tahun untuk mewujudkan program jaminan gizi bagi siswa, santri, ibu
hamil, dan anak usia dini, dengan mengalikan jumlah penerima manfaat
(88.754.797), jumlah hari efektif (260 hari), dan biaya sekali makan (Rp 15.000).
Terdapat tiga narasi yang sempat beredar terkait pemenuhan anggaran ini, yakni
meningkatkan rasio perpajakan (tax ratio), mengurangi subsidi yang tidak begitu
diperlukan, serta dari bantuan operasional sekolah (BOS) afirmasi. Akan tetapi,
sebagian besar responden dalam jajak pendapat Litbang Kompas menolak narasi
tersebut. Sebesar 72,5 % masyarakat menolak pembiayaan program makan siang dan
susu gratis berasal dari dana BOS. Proporsi masyarakat yang menolak bertambah
menjadi 77,9 % ketika pembiayaan berasal dari subsidi BBM.
Tantangan ketiga adalah dukungan kuat dari parlemen. Mewujudkan
program baru tidak hanya membutuhkan dukungan masyarakat dan kabinet yang kuat,
tetapi juga dukungan parlemen. Berkaca dari pemerintahan Jokowi-Amin,
diperlukan minimal 80 % dukungan di parlemen agar program pemerintahan
Prabowo-Gibran dapat berjalan lancar. Berdasarkan jajak pendapat Litbang
Kompas, mayoritas masyarakat (80,5 %) yakin pemerintahan Prabowo-Gibran mampu
menjaga stabilitas politik nasional untuk mendukung program pembangunan pemerintah.
Dalam mewujudkan stabilitas politik nasional, sebagian besar (80,8 %) masyarakat
yakin pemerintahan Prabowo-Gibran mampu membentuk koalisi besar partai-partai
di DPR untuk mendukung program pembangunan pemerintah. (Yoga)









