Fluktuasi Harga Komoditas Tekan Penerimaan Pajak
Kinerja penerimaan pajak mengalami tekanan karena terdampak fluktuasi harga komoditas. Hingga 15 Maret 2024, realisasi penerimaan pajak sebesar Rp 342,9 triliun atau terkontraksi 3,7 % dibandingkan periode yang sama tahun 2023. “Jika dilihat dari target (penerimaan pajak sampai 15 Maeret 2024) sudah 17,2 % dari target APBN, kata Menkeu Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN Kinerja dan Fakta (KiTa) di Aula Mezzaine, Kantor Kemenkeu, Jakarta, Senin (25/3).
Jika dirinci, penerimaan pajak Rp 342,88 triliun meliputi PPh non migas sebesar Rp 203,92 triliun, PPN dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) senilai Rp 121.92 triliun, PBB dan pajak lainnya sebesar Rp 2,56 triliun, serta PPh Migas sebesar Rp 14,48 triliun. Penerimaan pajak melambat akibat penurunan harga komoditas pada tahun 2023 yang akibatnya baru dirasakan tahun ini. (Yetede)
PMI Ekspansif Tanda Industrialisasi Terus Berjalan
Purchasing Managers Index (PMI) Manufaktur Indonesia yang ekspansif dalam 30 bulan terakhir menandakan industrialisasi terus berjalan. Hasil tersebut juga menandakan bahwa sektor industri nasional telah benar-benar pulih dari covid-19. Ketua Bidang Ketenagakerjaan DPN Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bob Azam mengatakan, pelaku industri sangat memandang positif capaian gemilang PMI manufaktur Indonesia selama 30 bulan berturut-turut yang juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional.
“Industri tidak bekerja sendiri, pasti dipengaruhi oleh kebijakan lainnya seperti perdagangan dan keuangan dan yang paling penting adakah indicator ketenagakerjaan,” ujar Bob seperti dikutip Antara, Senin (23/3). Dia menjelaskan, kebijakan di sektor lain seperti pajak, kemudahan perdagangan, arus barang dan lainnya merupakan faktor yang mempengaruhi pertumbuhan sektor riil di Indonesia, karena itu pemerintah harus serius mengeluarkan kebijakan yang pro terhadap sektor industri nasional. (Yetede)
Pemerintah Pastikan Bayar Utang Rafaksi Minyak Goreng
Pemerintah memastikan akan membayar utang dana talangan (rafaksi) minyak goreng (migor) kepada peritel senilai Rp 474,8 miliar. Hal itu disampaikan Menko Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut B Panjaitan saat memimpin Rakor Pembayaran Rafaksi Migor, Senin (25/3). Ia mengaku kaget karena pemerintah menunggak utang tersebut hingga 2 tahun dan meminta kejadian serupa tidak terjadi lagi ke depannya.
Luhut juga memastikan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) akan membayarkan utang tersebut. “Saya tadi pesan ke pejabat-pejabat lain, tidak boleh hal semacam itu terjadi lagi. Jadi BPDPKS akan segera membayarkan Rp 475 miliar kepada pedagang-pedagang yang dulu membantu saat kelangkaan minyak goreng,” kata Menko dalam keterangan tertulisnya, Jakarta (25/3). (Yetede)
Potensi investasi Hotel di Indonesia Diprediksi Melonjak 55 %
Potensi investasi hotel di Indonesia diprediksi melonjak 55 % pada 2024 dibanding tahun sebelumnya menjadi USD 265 juta. Nilai investasi itu diprediksi mencapai 3,98 triliun (kurs Rp 15.000 per USD). Indonesia mencatat total volume investasi hotel sebesar USD 171 juta di Jakarta dan Bali ditengah penurunan volume transaksi global pada 2023,” ujar Jacintha Tabalujan Herzog, Head of Capital Markets JLL untuk Indonesia dan Senior Director Capital Markets JLL untuk Asia Tenggara dalam keteranga tertulis baru-baru ini.
Dia menerangkan, investor melihat kelas asset hotel dengan sudut pandang jangka panjang dan oportunistik. “Kami memperkirakan total volume investasi hotel mencapai USD 265 juta pada 2024, didorong oleh aktivitas penjualan investasi yang kuat terutama di segmen luxury di Bali dan Jakarta,” kata Jacintha. Potensi kenaikan investasi hotel di Indonesia itu jauh lebih besar dari perkiraan JLL terhadap nilai investasi hotel secara global. (Yetede)
Nilai Penjualan Antibiotik Menembus Rp 10 Triliun
Nilai penjualan antibiotik lebih dari Rp 10 triliun dalam
satu tahun dengan tren yang terus meningkat. Angka ini mengindikasikan luasnya
konsumsi antibiotik di Tanah Air, baik lewat resep dokter maupun yang dijual
bebas di apotek, lokapasar, dan aplikasi telemedisin. Setelah menunggu sepekan,
IQVIA akhirnya mengirimkan data penjualan antibiotik di Indonesia, Rabu (13/3).
Perusahaan multinasional yang membidangi riset informasi dan teknologi
kesehatan ini akhirnya menyetujui permintaan Kompas mencuplik data penjualan
antibiotik.
Di Indonesia, IQVIA menjadi satu-satunya lembaga yang mendata
penjualan antibiotic dan menjadi rujukan industri farmasi dalam menganalisis pasar
kesehatan. Lembaga riset asal AS itu mengirimkan table penjualan antibiotik di
rentang waktu 2018-2022. Tahun 2018, penjualan antibiotik sebesar Rp 8,9
triliun. Sempat turun saat wabah Covid-19 (Rp 7,9 triliun tahun 2020). Satu
tahun kemudian, penjualan antibiotik meningkat menjadi Rp 9,4 triliun. Pasar antibiotik
kembali bergairah dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,4 triliun pada 2022. Senior
Principal IQVIA Erwin Widjaja menjelaskan, penjualan antibiotik tahun 2022 itu setara
12,12 % dari total penjualan semua obat resep.
”Dari golongan obat resep, penjualan antibiotik terbesar,
jauh melampaui obat diabetes yang berada di peringkat kedua (Rp 5,7 triliun)
dan obat digestitif (Rp 5 triliun),” ujarnya. Sebagai obat keras atau obat yang
hanya bisa didapat lewat resep, antibiotik diberi tanda khusus. Di labelnya ada
lingkaran warna merah dengan tulisan K berkelir hitam. Semua obat keras
memiliki tanda ini. Faktanya antibiotik beredar secara bebas di pasaran. Di
Pasar Pramuka, Jakarta, yang terkenal sebagai pasar gelap produk farmasi, obat
ini masih mudah didapat, sebagaimana yang ditemukan Kompas, Oktober 2023.
Begitu pun di sejumlah apotek, antibiotik juga bisa dibeli tanpa resep. Kompas
membuktikan ini dengan membeli antibiotik di empat apotek di Jatim dan Jateng,
termasuk perusahaan pelat merah Kimia Farma. (Yoga)
Dilema Internet Cepat
Berdasarkan laporan Speedtest Global Index pada Desember
2023, peringkat kecepatan internet di Indonesia masih rendah di Asia Tenggara.
Untuk kategori internet mobile, kecepatan internet rata-rata Indonesia 24,96
Mbps, ada di peringkat ke-97 dari 146 negara di dunia. Di Asia Tenggara,
Indonesia hanya menang jika dibandingkan dengan Myanmar dan Timor Leste. Hal
yang sama terjadi pada kategori fixed broadband atau internet lewat kabel ke
rumah-rumah. Bahkan, per Desember 2023, posisi Indonesia ada di peringkat
ke-126 dari 178 negara di dunia. Untuk internet mobile, kecepatan internet
rata-rata Indonesia 24,96 Mbps, ada di peringkat ke-97 dari 146 negara.
Menkominfo Budi Arie Setiadi telah bertekad mewujudkan
tersedianya internet fixed broadband dengan kecepatan minimal 100 Mbps di
Indonesia. Untuk itu, pemerintah, akan melarang setiap operator dan penyedia
layanan internet broadband (ISP) menjual paket internet dengan kecepatan di
bawah 100 Mbps. Sudah pasti masyarakat dan berbagai kalangan pengguna internet
di seantero negeri ini juga akan senang jika internet Indonesia bisa ngebut, tak
hanya lebih nyaman menonton video pengaliran konten atau main gim daring, akan
banyak peluang bisnis yang berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai
bidang.
Namun, menghadirkan internet dengan kecepatan minimal 100
Mbps itu tak mudah. Perlu kolaborasi sejumlah pihak dari ujung ke ujung, tidak
hanya pihak operator. Semua operator dan ISP pasti berniat mendukung upaya
pemerintah mewujudkan layanan internet berkualitas, cepat, dan merata. Buktinya,
puluhan triliun rupiah setiap tahun dialokasikan oleh operator dan ISP untuk
membangun jaringan internet beserta teknologi terbaru sebagai pendukungnya. Bagi
penyedia layanan internet, kualitas layanan yang prima, cepat, dan stabil
merupakan pemenuhan atas kebutuhan pelanggan, juga memperbesar pasar mereka.
Namun, selain masalah teknis dan hitung-hitungan bisnis,
operator menghadapi dilema iklim bisnis internet yang belum kondusif, yaitu
maraknya penjualan kembali (resale) layanan internet dari operator atau ISP
oleh sebagian pelanggan ke masyarakat dengan biaya berlangganan yang murah. Dengan
demikian, para oknum itu bisa mengambil keuntungan berlipat dari layanan yang
disediakan operator atau ISP. Oleh karena itu, keseriusan pemerintah untuk
melarang praktik bisnis layanan internet dengan nyantol layanan milik operator
dan ISP ini sangatlah penting bagi perkembangan internet cepat di Indonesia (Yoga)
Peserta ”Ferienjob” Dijadikan Kuli dan Telantar
Delapan pemuda menggigil karena kuyup diguyur hujan saat
berjalan kaki di tengah gelap dan suhu 4 derajat celsius di Hanover, Jerman, 19
Desember 2023. Mereka adalah para mahasiswa asal Indonesia, salah satunya RM
(22), mahasiswa Ilmu Pemerintahan Universitas Jambi atau Unja. ”Aku sampai
nangis karena dingin banget dan super capek. Malam itu aku habis kerja 11 jam nyortir
buah, full berdiri, dan aku lagi datang bulan,” kata RM saat dihubungi dari Jakarta,
Minggu (24/3). Agen tenaga kerja yang menyalurkan mahasiswa Indonesia ke
perusahaan Nordgemüse Krogmann tidak menyediakan jemputan. RM dan kawan-kawannya
harus jalan kaki 1,5 jam di tengah musim dingin menuju Stasiun Schwarmstedt.
Sebelumnya diberitakan, sejumlah mahasiswa Indonesia dijanjikan kerja magang di
Jerman, tetapi justru menjadi korban eksploitasi.
Bareskrim Polri mengungkap dugaan kasus perdagangan orang
terkait program magang ini. Lima orang ditetapkan sebagai tersangka. Para
tersangka menawarkan program magang yang disebut bagian dari Merdeka Belajar Kampus
Merdeka (MBKM). Namun, program itu rupanya bukan kerja magang, melainkan ferienjob,
yang dalam Bahasa Jerman artinya program kerja paruh waktu saat musim libur.
Ferienjob meliputi kerja-kerja fisik, seperti mengemas dan mengantar paket,
mencuci piring di rumah makan, dan menangani koper di bandara. Tujuannya
mengisi kekurangan tenaga fisik di Jerman. Kemendikbudristek menegaskan,
ferienjob bukan bagian dari MBKM. Perguruan tinggi diminta menghentikan program
itu. (Yoga)
Kebijakan DMO Disarankan Berbasis Produksi
Kantor Staf Presiden meminta pemerintah mempertimbangkan
perubahan kebijakan kewajiban memasok kebutuhan domestik atau DMO minyak
goreng. Salah satu opsinya adalah mengubah kebijakan DMO dari berbasis ekspor
ke produksi. Deputi III Bidang Perekonomian Kantor Staf Presiden (KSP) Edy
Priyono, Senin (25/3) mengatakan, kenaikan harga minyak goreng curah dan
kemasan merek Minyakita terjadi akibat realisasi DMO rendah. Realisasi DMO
rendah sebab pasar ekspor minyak kelapa sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan
produk turunannya lesu. Hal itu menunjukkan kebijakan DMO yang selama ini dianggap
cukup bagus ternyata rawan atau memiliki risiko. Di kala pasar ekspor lesu,
kebijakan yang bergantung pada volume ekspor tersebut menjadi kurang efektif.
Untuk itu, lanjut Edy, KSP meminta Kemendag, Bapanas, serta
Kemenko Bidang Maritim dan Investasi mempertimbangkan kembali mengevaluasi
kebijakan itu. Salah satu opsinya adalah mengaitkan DMO dengan produksi, bukan
lagi ekspor. ”Dengan begitu, kalau produsen memproduksi sekian ton CPO dan
empat produk turunannya, maka sekian persen harus dialokasikan untuk minyak
goreng curah dan Minyakita,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi Pengendalian
Inflasi Daerah yang digelar Kemendagri secara hibrida di Jakarta. (Yoga)
Proyek Gedung Bertingkat
Ditetapkan Jadi PSN, Saham PIK dan BSD Naik
Harga saham perseroan pengelola kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 dan Bumi Serpong Damai (BSD) naik setelah pemerintah mengumumkan penetapan Proyek Strategis Nasional (PSN) baru. Proyek jangka panjang itu menargetkan tema pembangunan dengan konsep berbeda, dari pariwisata hingga kawasan terpadu kesehatan. Kawasan PIK 2 meliputi Jakut dan Tangerang di Banten yang dikelola perusahaan terbuka yang terdaftar di bursa, yakni PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI). Adapun pengelola kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) di Kabupaten Tangerang dan Tangsel, Banten, adalah PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE).
Dua kawasan tersebut menjadi perbincangan setelah pemerintah pada Senin (18/3) mengumumkan penambahan 14 PSN baru yang pendanaannya murni oleh swasta, termasuk PIK dan BSD. Pengumuman itu mengerek naik harga saham kedua emiten. Pada perdagangan sesi pertama hari ini, Senin (25/3) harga saham PANI naik 3,76 % ke Rp 5.525 per lembar. Harga melonjak cukup tajam dalam sepekan terakhir dari Rp 5.100 per lembar saham pada Selasa (19/3). Demikian juga dengan harga saham BSDE yang naik 3 % hingga Rp 1.010 per lembar daripada perdagangan pada akhir pekan lalu. Dibandingkan dengan pekan sebelumnya, harga saham itu masih di kisaran Rp 950 per lembar.
Pengamat pasar modal dan Founder WH-Project, William Hartanto, memantau bahwa kenaikan ini terjadi sejak ramai pemberitaan mengenai penunjukan kawasan BSD dan PIK sebagai lokasi PSN. Ia memperkirakan harga saham PANI bisa positif menguat hingga ke level tertinggi di Rp 6.150. ”Tren kenaikan PANI sudah terlihat sejak awal bulan,” ujarnya. Sementara itu, harga saham BSDE bisa naik ke level Rp 1.075-Rp 1.200 dengan level support di Rp 985. ”Tren harga saham ini menurun, tetapi berhasil mempertahankan support,” lanjutnya. (Yoga)









