;

Nilai Penjualan Antibiotik Menembus Rp 10 Triliun

Ekonomi Yoga 26 Mar 2024 Kompas (H)
Nilai Penjualan Antibiotik
Menembus Rp 10 Triliun

Nilai penjualan antibiotik lebih dari Rp 10 triliun dalam satu tahun dengan tren yang terus meningkat. Angka ini mengindikasikan luasnya konsumsi antibiotik di Tanah Air, baik lewat resep dokter maupun yang dijual bebas di apotek, lokapasar, dan aplikasi telemedisin. Setelah menunggu sepekan, IQVIA akhirnya mengirimkan data penjualan antibiotik di Indonesia, Rabu (13/3). Perusahaan multinasional yang membidangi riset informasi dan teknologi kesehatan ini akhirnya menyetujui permintaan Kompas mencuplik data penjualan antibiotik.

Di Indonesia, IQVIA menjadi satu-satunya lembaga yang mendata penjualan antibiotic dan menjadi rujukan industri farmasi dalam menganalisis pasar kesehatan. Lembaga riset asal AS itu mengirimkan table penjualan antibiotik di rentang waktu 2018-2022. Tahun 2018, penjualan antibiotik sebesar Rp 8,9 triliun. Sempat turun saat wabah Covid-19 (Rp 7,9 triliun tahun 2020). Satu tahun kemudian, penjualan antibiotik meningkat menjadi Rp 9,4 triliun. Pasar antibiotik kembali bergairah dengan nilai transaksi mencapai Rp 10,4 triliun pada 2022. Senior Principal IQVIA Erwin Widjaja menjelaskan, penjualan antibiotik tahun 2022 itu setara 12,12 % dari total penjualan semua obat resep.

”Dari golongan obat resep, penjualan antibiotik terbesar, jauh melampaui obat diabetes yang berada di peringkat kedua (Rp 5,7 triliun) dan obat digestitif (Rp 5 triliun),” ujarnya. Sebagai obat keras atau obat yang hanya bisa didapat lewat resep, antibiotik diberi tanda khusus. Di labelnya ada lingkaran warna merah dengan tulisan K berkelir hitam. Semua obat keras memiliki tanda ini. Faktanya antibiotik beredar secara bebas di pasaran. Di Pasar Pramuka, Jakarta, yang terkenal sebagai pasar gelap produk farmasi, obat ini masih mudah didapat, sebagaimana yang ditemukan Kompas, Oktober 2023. Begitu pun di sejumlah apotek, antibiotik juga bisa dibeli tanpa resep. Kompas membuktikan ini dengan membeli antibiotik di empat apotek di Jatim dan Jateng, termasuk perusahaan pelat merah Kimia Farma. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :