Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Buruh, Penggerak Industri yang Kian Terpinggirkan
Manufaktur masih menjadi tulang punggung utama perekonomian
Indonesia dengan proporsi pada PDB nasional merupakan yang terbesar di antara
sektor lain, mencapai 18,74 %. Kinerja manufaktur pun masih menjanjikan. Laju
pertumbuhannya kembali menapaki tren positif setelah tiarap ditelan pandemi
Covid-19, perlahan merangkak naik dan kembali tumbuh positif di kisaran 3 %. Tahun
lalu, industri manufaktur tumbuh 5,20 % pada triwulan III-2023. Serapan tenaga kerja
industri pengolahan pada Agustus 2023 mencapai 19,35 juta orang, setara 13,8 % total
jumlah penduduk bekerja di Indonesia. Hanya saja, kabar buruh yang terpinggirkan
dan menjadi korban ketidakadilan masih selalu terdengar.
Demo tuntutan kenaikan upah pun setiap tahun masih terjadi di
seantero negeri. Merujuk data upah minimum yang dihimpun BPS dan Kemenaker, besaran
upah minimum di Indonesia memang konsisten meningkat dari tahun ke tahun. Hanya
saja, secara riil, besaran upah tersebut justru mengalami tren penurunan. Hal
ini terindikasi dari persentase kenaikan upah yang makin kecil. Tahun 2016,
kenaikan upah buruh di industri manufaktur 26,51 %, namun terus mengecil dari tahun
ke tahun, hingga tersisa 7,3 % pada tahun 2023. Dibandingkan tahun 2022,
terjadi penurunan 5 %. Berkaca pada kondisi tersebut, publik menilai posisi
buruh kian tertekan, sebagaimana jajak pendapat Kompas pada 15-17 Januari 2024
lalu.
Bagian terbesar responden (43 %) menyatakan, nasib buruh saat
ini masih belum hidup layak. Bahkan, lebih dari seperlima responden sepakat
bahwa kondisi buruh saat ini justru semakin memburuk. Publik menilai, sistem
pengupahan untuk buruh menjadi persoalan mendasar penyebab semakin tertekannya
posisi buruh saat ini. Hal ini tak lepas dari ketentuan pengupahan yang dinilai
kian tak berpihak kepada buruh. Terutama pasca berlakunya UU Cipta Kerja, yakni
UU No 6 Tahun 2023. Dalam beleid itu disebutkan, formula penghitungan upah minimum
mempertimbangkan variabel pertumbuhan ekonomi, inflasi, dan indeks tertentu atau
alpha. Komponen inflasi dinilai tidak berpihak kepada buruh. (Yoga)
Hilirisasi untuk Siapa?
Hilirisasi adalah pemurnian mineral untuk mendapatkan nilai
tambah dari hasil tambang, khususnya nikel yang banyak ada di Sulteng, Sultra,
dan Maluku Utara. Hilirisasi sangat penting tidak hanya untuk mendapatkan nilai
tambah, tetapi juga untuk industrialisasi. Pada awal 2000-an, dengan kebutuhan
nikel yang besar di China dan harga yang menarik, mulailah tambang-tambang nikel
yang tersebar di Sultra dan Sulteng mengekspor nikel dalam bentuk bijih nikel
mentah tanpa nilai tambah. Pada era pemerintahan Jokowi dengan UU No 3/2020 hilirisasi
booming dengan memberi banyak kemudahan dan insentif. Dengan aturan baru ini,
banyak investasi atau penanaman modal asing dari China masuk ke industri
smelter nikel.
Hilirisasi sebagai program dan konsep tentu sangat penting
dan didukung semua pihak karena tujuannya untuk memajukan ekonomi nasional dengan
harapan memberi nilai tambah dan manfaat kepada masyarakat. Menurut Presiden
Jokowi, salah satu pencapaian luar biasa hilirisasi adalah pada 2022 ekspor
nikel mencapai 33,8 juta USD atau Rp 519 triliun. Dari ekspor nikel sebesar
itu, pendapatan negara berupa royalty (penerimaan negara bukan pajak/PNBP) yang
menurut PP No 26 Tahun 2022 tarifnya 2 % dari harga, tetapi khusus nikel hanya
1,5 %, sekitar Rp 8 triliun. PPN sangat kecil karena hampir semua pajak
ekspornya 0 %. PPh badan smelter mendapatkan fasilitas tax holiday sampai 20
tahun. Dari angka tersebut, ternyata pendapatan negara dari hilirisasi nikel
sangat kecil.
Pertumbuhan ekonomi daerah naik 15 % karena investasi dan
ekspor itu, tetapi pertumbuhan ini menimbulkan kesenjangan baru karena sebagian
besar dinikmati investor sendiri. Pendapatan para pengusaha daerah, seperti
petambang nikel,tentu besar dan pemerintah mendapat PPh dan PPN 1 % dari
penjualan dengan harga nikel yang lebih rendah, tetapi kerusakan lingkungan akibat
tambang juga besar. Pendapatan masyarakat akan berdampak pada angka kemiskinan.
Berdasarkan data BPS, 17 Juli 2023, tingkat kemiskinan di provinsi penghasil nikel
di Sultra, Sulteng, dan Maluku Utara dari tahun 2022 ke tahun 2023 justru naik.
Artinya, hilirisasi nikel tak mengurangi kemiskinan di provinsi-provinsi
tersebut. Lalu hilirisasi ini bermanfaat untuk siapa ? (Yoga)
Jalan RI Menjadi Negara Maju Makin Tak Mudah
Sudah beberapa tahun terakhir ekonomi Indonesia jalan di
tempat dan ”terjebak” di level 5 %. Alih-alih bergantung pada sumber
pertumbuhan yang stabil, ekonomi RI lebih banyak dipengaruhi siklus ekonomi
dunia dan faktor musiman sesaat, yang bisa makin menjauhkan RI dari cita-cita
menjadi negara maju pada 2045. Berdasarkan data pertumbuhan ekonomi yang
diumumkan BPS, Senin (5/2) ekonomi Indonesia sepanjang 2023 bertumbuh moderat
5,05 % secara tahunan. Capaian ini lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi pada
2022 yang menyentuh 5,31 % dan mencatat rekor tertinggi sejak tahun 2014.
Dalam 11 tahun terakhir pertumbuhan ekonomi Indonesia
tercatat hanya berada di level 5 % (di luar pertumbuhan yang ”anjlok” saat
Covid-19 tahun 2020 dan 2021). Titik tertinggi pertumbuhan ekonomi yang pernah
dicapai adalah 5,78 % pada 2013. Untuk mencapai cita-cita atau ambisi Indonesia
menjadi negara maju saat menginjak usia 100 tahun pada 2045, setidaknya mulai
2025, RI sudah harus bisa mengerek pertumbuhan ekonominya ke level 6-7 %, target
yang masih jauh dari kondisi saat ini. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar
Widyasanti menjelaskan, ekonomi RI pada 2023 melambat daripada 2022 karena pengaruh
kelesuan ekonomi global dan penurunan harga komoditas ekspor unggulan.
Fenomena El Nino pada pertengahan 2023 juga menahan kinerja
ekonomi. ”Di tengah perlambatan ekonomi global, ekonomi Indonesia yang tetap
bisa tumbuh 5,05 % adalah prestasi karena ekonomi kita masih bisa solid
terjaga,” katanya, di Jakarta, Senin. Peneliti Lembaga Penelitian Ekonomi dan Masyarakat
Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI (LPEM FEB UI) Teuku Riefky, menilai, pertumbuhan
ekonomi yang stagnan adalah peringatan tentang menjauhnya RI dari cita-cita
menjadi negara maju. Indonesia, ujarnya, belum menemukan sumber pertumbuhan
baru yang lebih stabil dan solid. Tak ayal, ekonomi RI di posisi rentan dan
gampang naik-turun mengikuti siklus bisnis dan peristiwa musiman. Riefky
mengatakan, untuk bisa menjadi negara maju, diperlukan strategi industrialisasi
yang lebih efektif. Sayang, RI justru secara konsisten menunjukkan tanda-tanda
deindustrialisasi dini dalam beberapa tahun terakhir. (Yoga)
Kenaikan Upah Buruh Terus Merosot
Kesejahteraan buruh secara umum masih jadi pekerjaan rumah
yang harus diselesaikan pemerintahan mendatang. Data yang diolah Litbang Kompas
menunjukkan kenaikan upah buruh terus turun akibat formula pengupahan yang
terus berubah selama satu dekade terakhir. Kondisi ini tidak sebanding dengan
biaya hidup yang semakin meningkat. Pada periode 2015-2024, kenaikan rata-rata
upah minimum provinsi (UMP) berkisar 0,6-13,1 % atau rata-rata 6,6 % per tahun.
Puncak kenaikan terjadi pada 2014, yakni 22,2 %, lalu turun sejak pemerintah
mengeluarkan PP No 78/2015 hingga PP No 51/2023 tentang perubahan atas PP No
36/2021 tentang Pengupahan. Terkini, kenaikan rata-rata UMP tahun 2024 hanya
2,4 %. Di sisi lain, kinerja industri manufaktur secara umum terus membaik. BPS
melaporkan kontribusi industri pengolahan pada PDB naik jadi 18,67 % pada 2023
dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 18,34 %.
Adapun porsi biaya buruh industri manufaktur sepanjang
2016-2022 rata-rata hanya 2,2 %. Jika ditambah pajak dan tunjangan tak lebih
dari 5 %. Sekjen Federasi Serikat Buruh Garmen, Kerajinan, Tekstil, Kulit, dan
Sentra Industri afiliasi Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia Trisnur
Priyanto, Senin (29/1) di Jakarta, berpendapat, sejak pemerintah mengganti
formula kebutuhan hidup layak (KHL) dengan inflasi dan pertumbuhan ekonomi,
keberpihakan pemerintah kepada pekerja secara tidak langsung tidak ada lagi.
Kenaikan upah cenderung kalah cepat dengan kenaikan biaya hidup. Ketika pekerja
tidak bisa menutupi kebutuhan ekonominya, posisi tawar pun akan turun dan
berpotensi memengaruhi produktivitas. Presiden Konfederasi Serikat Pekerja
Indonesia (KSPI) Said Iqbal mengatakan, hasil survei KSPI menunjukkan, dalam lima
tahun terakhir, daya beli pekerja turun 30 %, berarti pekerja harus tombok setiap
bulan karena upah yang diterima kurang mencukupi. (Yoga)
Bansos di Tahun Politik
Serangan kritis publik terhadap penggelontoran program
bantuan sosial atau bansos skala masif oleh pemerintah di tahun politik terus bergulir
beberapa pekan terakhir. Isu bansos di tahun politik sangat seksi karena
melibatkan jumlah dana yang sangat besar, yakni Rp 496,8 triliun, dan rawan
konflik kepentingan atau disalah gunakan. Salah satu yang disoroti adalah
munculnya tiba-tiba nomenklatur bansos baru, bantuan langsung tunai (BLT)
mitigasi risiko pangan yang sebelumnya tak masuk dalam penganggaran. Selain
pengucurannya dicurigai diboncengi kepentingan elektoral karena dilakukan pada
bulan pemungutan suara, kemunculan tiba-tiba bansos baru ini dinilai berpotensi
membuat tata kelola kas negara menjadi tidak sehat (Kompas, 3/2). Para pengamat
mempertanyakan pendanaan program BLT baru yang dikhawatirkan mengor bankan
anggaran kementerian/lembaga (K/L).
Dalam situasi normal, bansos, sebagai bagian dari program
perlindungan sosial, sebenarnya merupakan program rutin, instrumen APBN, dan
wujud kehadiran negara untuk melindungi kelompok rentan, dimana semestinya program
bansos steril dari kepentingan elektoral. Dalam kenyataan di lapangan, hal itu
tak selalu terjadi. Meski tudingan pemanfaatan program bansos untuk mendulang
suara dibantah Presiden dan sejumlah menterinya, kita melihat praktik
penyimpangan masih banyak terjadi di lapangan. Selain buruk bagi pendidikan
politik, praktik ini juga mencederai tujuan dari program bansos. Menkeu Sri
Mulyani mengatakan, program BLT dalam APBN 2024 sudah melalui persetujuan DPR.
Mengenai munculnya pos baru bansos mitigasi risiko pangan, Menkeu mengatakan,
meski bansos telah dibagi dalam pos-pos, realisasinya bisa disesuaikan dengan
kondisi di lapangan. Dalam hal ini, dimungkinkan ada tambahan atau modifikasi dari
program-program itu, menyesuaikan dengan kebutuhan yang ada, contohntya BLT El
Nino pada 2023. (Yoga)
NASA Membangun PLTN di Bulan
Badan Penerbangan dan Antariksa AS (NASA) siap membangun
pembangkit listrik tenaga nuklir atau PLTN pertama di Bulan. Pembangkit ini akan
menyediakan energi bersih, aman, dan andal guna menopang kolonisasi manusia
secara berkelanjutan di Bulan. Jika semua berjalan lancar, PLTN ini akan mulai
beroperasi pada awal dekade 2030-an. Penggunaan energi nuklir dalam misi
eksplorasi luar angkasa makin masif. Sejak 1961, nuklir sudah digunakan sebagai
sumber daya sejumlah wahana antariksa yang melakukan perjalanan ke tepian tata
surya, atau satelit yang mengorbit Bumi. Saat ini NASA dan Badan Riset Pertahanan
Maju AS (DARPA) juga sedang menyiapkan roket peluncur berbahan nuklir untuk
diluncurkan pada 2026. NASA juga tengah menuntaskan rencana pembangunan reaktor
nuklir pertama di Bulan. Energi nuklir ini akan dikonversi menjadi energi
listrik demi menopang misi saat di Bulan sedang malam hari.
Disebabkan panjang waktu siang atau malam di Bulan mencapai
14 hari. Panjangnya malam di Bulan membuat energi Matahari tak bisa diandalkan
sebagai penghasil energi listrik. Diperlukan energi alternatif yang andal,
bersih, dan aman, mengingat pembangkit ini akan beroperasi di lingkungan yang
secara hukum internasional harus dijaga keasliannya. ”Malam hari di Bulan memberikan
tantangan teknis tersendiri. Keberadaan reaktor nuklir yang beroperasi secara independen
terhadap Matahari menjadi pilihan paling memungkinkan, baik untuk kepentingan
ilmiah maupun eksplorasi jangka panjang di Bulan,” kata Direktur Program Misi
Uji Teknologi NASA Trudy Kortes, Rabu (31/1), seperti dikutip Livescience, Jumat
(2/2).
Sekarang, pembangunan reaktor ini dalam tahap pengembangan
konsep. Mengutip situs NASA, dari dua pilihan teknologi pembangkit nuklir yang
biasa digunakan dalam misi luar angkasa, pilihan jatuh pada reaktor dengan
teknologi fisi (FPS), mirip dengan yang digunakan pada PLTN di Bumi. Teknologi
ini mengandalkan proses fisi (pembelahan inti berat secara berkelanjutan) dengan
menggunakan isotop uranium-235. Proses ini mampu menghasilkan listrik dengan
kapasitas mulai dari rentang kilowatt hingga megawatt. NASA mematok reaktor tersebut
mampu menghasilkan energi listrik sebesar 40 kilowatt. Selain itu, reaktor juga
diharapkan mampu bekerja setidaknya selama 10 tahun. Pembangkit ini berbahan
bakar uranium dengan pengayaan rendah, yang bobot bahan bakarnya dibatasi
maksimal 6.000 kg. (Yoga)
Biaya Kian Murah, Industri Peluncuran Satelit China Terus Berkembang
Industri peluncuran satelit komersial China diprediksi
berkembang pesat. Salah satu faktor pendorongnya adalah keberhasilan menekan
biaya peluncuran. China semakin mampu bersaing dengan SpaceX, perusahaan AS,
yang saat ini merupakan penyedia jasa peluncuran satelit komersial dengan tarif
termurah. Roket China, Jielong-3, meluncur pada Sabtu (3/2) membawa sembilan
satelit sekaligus ke orbit. Jielong-3 diluncurkan dari tongkang terapung di
lepas Pantai Yangjiang, Guangdong, China selatan. Peluncuran Jielong-3 merupakan
yang ketiga dalam dua bulan terakhir. Dikembangkan oleh China Rocket Co,
Jielong-3 pertama kali mengangkasa pada Desember 2022. China Rocket Co
merupakan cabang komersial dari produsen wahana peluncuran milik negara.
China menganggap, sektor peluncuran satelit komersial ini penting
dalam membangun konstelasi satelit untuk komunikasi, penginderaan jauh, dan
navigasi. Pada 2023, terdapat 67 peluncuran satelit orbital di seluruh China,
termasuk 17 peluncuran satelit komersial dengan satu kegagalan. Kemampuan China
untuk meluncurkan satelit terus meningkat dan semakin mengatasi ketertinggalan
dari AS. Pada 2023, China menjadi negara kedua dalam daftar negara yang
meluncurkan satelit ter banyak. Posisi pertama adalah AS yang melakukan 116
peluncuran, termasuk 100 peluncuran oleh SpaceX milik Elon Musk. Kemajuan
paling pesat yang berhasil dicapai China adalah menekan biaya peluncuran.
Perkembangan lain adalah semakin banyak jendela peluncuran,
semakin beragamnya jenis roket untuk mengakomodasi berbagai ukuran muatan, serta
bertambahnya jumlah lokasi peluncuran. Dalam hal menekan biaya, Jielong-3 dapat
membawa muatan seberat 1.500 kg ke orbit sinkron matahari sepanjang 500 km
dengan biaya kurang dari 10.000 USD (Rp 157,1 juta) per kg untuk roket kecil.
Harga ini bersaing dengan tarif SpaceX, yaitu 5.500 USD per kg (Rp 86,4 juta).
Namun, SpaceX bakal menerapkan biaya tambahan. China terus berupaya mengejar AS
dalam mengusai teknologi luar angkasa. Namun, upaya itu memancing kritik AS.
Washington menduga China sedang merancang dan menguji senjata antiruang
angkasa. Beijing jelas menampiknya. (Yoga)
Pinjaman Pendidikan, Mungkinkah?
Konsep pinjaman biaya pendidikan APBN tengah dirumuskan oleh Kemenkeu
bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kemungkinan akan seperti
student loan di AS. Wacana ini menguat setelah muncul polemik mahasiswa yang membayar
biaya kuliah menggunakan pinjaman daring. Tanggapan warga dan mahasiswa
beragam. Bayyu Putra Hadhiana (29) Karyawan swasta sekaligus mahasiswa S-1
mengatakan, Aku setuju student loan, yang memudahkan orang berpenghasilan
bulanan rendah bisa mendapat pendidikan yang sama. Aku setuju kalau skemanya
tak berbunga karena selama ini yang bikin berat adalah bunganya. Kalau ada
bunga, bisa jadi uang kuliah tunggal (UKT) jauh lebih mahal pada akhir
perhitungan. Skema lainnya, jangka waktu pelunasan tak ditentukan, tetapi
peminjam bisa mengembalikan setelah memiliki pendapatan tertentu.
Elisabeth Dian Selvita (24) Karyawati swasta di Jakarta
mengatakan, buat aku yang punya impian untuk studi Psikologi Profesi, setuju
saja dan mendukung adanya program student loan. Apalagi sekarang kondisi finansial
orangtua sudah enggak seperti dulu dan studi Psikologi Profesi itu juga enggak
bisa disambi kerja. Perlu ada asesmen lewat background checking seperti orang
mau ambil kredit di lembaga keuangan supaya tepat sasaran dan benar-benar uangnya
bisa dikembalikan. Carolus Arya Pandu Yasa (26), Karyawan swasta di Jakarta, sepakat
denganprogram student loan untuk pendidikan. Cuma, harus ada pengawasan yang
ketat. Pemerintah sebaiknya selektif dalam memilih orang-orangnya, juga profil
universitasnya, yang berkualitas dan tepercaya, serta pastikan penerimanya bisa
mendapatkan pekerjaan. Jangan sampai ketika sudah dapat student loan, nanti si
penerima justru kesulitan mengembalikan karena susah cari kerja. (Yoga)
Dari Terobosan Inklusi Keuangan ke Stigma Hitam
Perbincangan mengenai pinjaman daring (pindar) atau pinjaman
online menghangat setelah polemik pembayaran uang kuliah tunggal ITB mencuat di
media sosial beberapa hari terakhir. Terlepas dari klaim setiap pihak yang
terlibat, penggunaan terminologi pindar telah mengalami pergeseran makna dan
telanjur melekat kesan-kesan negatif di dalamnya. Pinjaman daring sebagaimana
dikenal masyarakat luas sejatinya merupakan layanan jasa keuangan yang mempertemukan
pihak pemberi pinjaman (lender) dengan penerima pinjaman (borrower) dalam rangka
perjanjian pinjaman berbasis teknologi. Istilah lainnya financial technology
(fintech) peer to peer lending (P2P lending). Layanan jasa keuangan tersebut
mulai berkembang di Indonesia pada 2016. Saat itu, pihak regulator menerbitkan
regulasi berupa Peraturan OJK No 77/POJK.01/2016 tentang Layanan Pinjam
Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi.
Kendati sudah berpayung hukum, pinjaman daring yang telah
mengantongi izin harus menghadapi situasi yang sulit dengan munculnya pindar
ilegal. Selain tidak tedaftar secara legal, pindar-pindar ilegal tersebut membuat
gaduh masyarakat dengan tingkat bunga yang tak masuk akal. Tak sedikit kalangan
masyarakat merasa resah dan terganggu lantaran dihubungi oleh nomor-nomor tak
dikenal. Pesan-pesan singkat dan suara di balik telepon tersebut mengancam
mereka yang dianggap memiliki hubungan dengan peminjam. Selama 2023, OJK dan
Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas Pasti) telah memberangus
2.248 pinjaman daring ilegal dan menerima 8.891 pengaduan dari masyarakat
mengenai pinjaman daring ilegal. Secara keseluruhan sejak 2017, sudah ada 6.680
pindarilegal yang dihentikan.
Director of Corporate Communication AFPI Andrisyah Tauladan mengatakan,
kata pindar sudah terasosiasi dengan pindar ilegal. Akibat penggunaan diksi tersebut,
isu pembayaran UKT di ITB meledak. ”Stop bilang kami pinjol, karena pinjol itu
(terasosiasi dengan) pinjaman online ilegal. Mereka (pinjaman daring ilegal)
itu ugal-ugalan. Berbeda dengan kami yang diatur dengan ketat sekali,” ujarnya
saat ditemui dJakarta, akhir pekan lalu. Oleh sebab itu, AFPI berharap agar ada
penamaan baru terhadap layanan pendanaan bersama berbasis teknologi informasi
(LPBBTI) sehingga industri pinjaman daring berbasis teknologi tersebut dapat
keluar dari stigma negatif. Sebab, industri ini tidak hanya membiayai kebutuhan
konsumtif masyarakat, tetapi juga kegiatan produktif. (Yoga)
Status Maloy Batuta Terancam Dicabut
Sejak berdiri tahun 2019, Kawasan Ekonomi Khusus Maloy Batuta
di Kaltim hanya mendapatkan investasi Rp 100 miliar. Jika tidak berkembang,
status KEK terancam dicabut oleh pemerintah pusat pada Juni 2024. Pj Gubernur
Kaltim Akmal Malik mengatakan, ia telah berkunjung ke KEK Maloy Batuta
Trans-Kalimantan (MBTK) di Kutai Timur pada 1 Februari 2024. Ia juga berdiskusi
dengan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan pemangku kepentingan di KEK
MBTK. ”Saya minta laporan detail. Identifikasi semua masalahnya dan segera
benahi. Biar enak saya berjuang di Jakarta,” kata Akmal dalam keterangan tertulis,
Minggu (4/2).
Hingga 2023, kata Akmal, investasi yang masuk ke KEK ini baru
Rp 100 miliar. Padahal, jika dibandingkan dengan KEK di daerah lain, investasinya
sudah mencapai triliunan rupiah. Dari diskusi dengan sejumlah pemangku di KEK
MBTK, kata Akmal, ada sejumlah kendala yang membuat KEK di Kaltim ini stagnan, di antaranya adalah persoalan kelembagaan, infrastruktur yang kurang
memadai, dan rendahnya minat investor. Dengan perkembangan yang lambat itu,
pemerintah pusat berencana mencabut KEK untuk Maloy jika Pemprov Kaltim tak mampu
membenahi persoalan yang ada, termasuk memenuhi sejumlah persyaratan dalam perizinan.
”Batas akhir keputusan pemerintah pusat itu Juni tahun ini,” kata Akmal. Salah
satu pertimbangan calon investor adalah infrastruktur dasar. Instalasi
pengolahan air limbah (IPAL) dan persampahan jadi dua hal krusial. Keduanya
belum sepenuhnya siap dan tersedia.
KEK MBTK ditetapkan melalui PP No 85 Tahun 2014. KEK ini merupakan salah satu proyek strategis nasional yang ditargetkan menarik investasi Rp 34,4 triliun dan menyerap 55.700 tenaga kerja sampai tahun 2025. KEK MBTK yang memiliki lahan 509 hektar dibentuk untuk jadi pusat hilirisasi kelapa sawit dan komoditas lain. Selain itu, kawasan ini juga ditargetkan menjadi pusat bagi industri energi, seperti industri mineral, gas, batubara, dan industri turunannya. Untuk itu, Akmal berharap KEK MBTK bisa tetap berjalan. Sebab, kawasan ini amat potensial untuk industri di Kaltim. Hal ini juga dinilai bisa mengungkit ekonomi di kawasan sekitar Kaltim. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









