;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Romansa dan Cerita Rupiah di Batas Negara

26 Feb 2024

Rombongan Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 tiba di terminal penumpang Pelabuhan Kelas III Sungai Nyamuk, Pulau Sebatik, Nunukan, Kaltara, Sabtu (24/2) setelah menempuh 10 jam perjalanan dari Dermaga Pangkalan Utama TNI AL XIII Tarakan. Rombongan ERB 2024 terdiri dari pegawai BI, prajurit TNI AL, dan anggota Baznas. Misinya, memberi layanan penukaran uang rupiah dan layanan kesehatan, juga menyalurkan bantuan program sosial kepada masyarakat yang tinggal di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Harian Kompas dan beberapa media lain bergabung dalam rombongan ini. Warung Muliyati (48) hanya berjarak 10 langkah dari Patok Perbatasan Indonesia-Malaysia (PB-02) Sebatik. Meski Muliyati mengantongi identitas warga negara Indonesia, warungnya terletak di luar patok perbatasan atau berdiri di wilayah negeri jiran. Warung yang diba ngun Muliyati pada Juni 2023 itu kerap disambangi pelancong yang tergugah untuk melihat batas negara sekaligus mengunjungi Wisata Rumah Dua Negara.

”Di sini, orang bisa membayar pakai dua mata uang, ringgit dan rupiah, ada juga yang pakai QRIS. Tapi, paling banyak pembayaran pakai rupiah,” katanya. Peredaran kedua mata uang itu menjadi fenomena yang wajar mengingat kehidupan masyarakat di wilayah perbatasan hanya dibatasi garis imajiner yang memisahkan teritori dua negara. Beberapa meter dari patok perbatasan, sejumlah prajurit TNI selalu mencatat lalu lalang warga lintas negara. Barang dagangan di warung Muliyati yang banyak diminati pembeli adalah ragam produk minuman saset buatan Malaysia. Kehidupan di perbatasan tidak hanya berkait urusan ekonomi bagi Muliyati, tetapi juga menyangkut urusan keluarga. Muliyati menikah dengan warga negara Malaysia dan dikaruniai enam anak. ”Saya orang Indonesia, tetapi menikah dengan orang Malaysia. Anak saya Malaysia semua. Tapi, saya tetap cinta Indonesia,” imbuhnya.

Sugianto (66) pemilik kebun sawit di Desa Aji Kuning, Kabupaten Nunukan, menceritakan, tak sedikit orang Malaysia yang tinggal di perbatasan membeli hasil kebun sawitnya. Kendati demikian, Sugianto yang kerap singgah di warung Muliyati untuk sekadar menikmati secangkir kopi masih menyimpan uang rupiah dalam jumlah lebih banyak ketimbang ringgit. Ringgit yang ia terima akan ditukarkan dengan rupiah di bank atau digunakan untuk membeli kebutuhan pokok di kota Tawau, Sabah, Malaysia, yang terpisah perairan laut dengan Pulau Sebatik, karena lebih dekat dan harga barang-barang kebutuhan pokok di Tawau pun lebih murah ketimbang di kota terdekat di wilayah Indonesia. Harga 10 kg beras, 27 ringgit 60 sen atau Rp 90.000. Sementara beras domestik Rp 130.000 per 10 kg. Harga minyak goreng di Malaysia Rp 16.000 per liter. Sementara minyak goreng dalam negeri Rp 20.000 per liter. (Yoga) 

Dapur Umum Jadi Andalan Mahasiswa AS

26 Feb 2024

Susah sekali menjadi mahasiswa di AS. Tidak hanya terlilit utang pinjaman kuliah, sekarang banyak mahasiswa yang kesulitan membeli makanan. Saking tidak punya uang untuk memasak sendiri atau makan di kantin, mereka mengandalkan dapur umum gratis. Karenanya, Universitas West Virginia menambah dapur umum mereka. Dilaporkan oleh surat kabar lokal, Dominion Post, Jumat (23/2) di perguruan tinggi itu kini ada dapur umum di tiga lokasi. Sejak tahun 2010, masalah kesulitan membeli makanan di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian.

”Dulu, mahasiswa selalu bercanda, makanan pokoknya mi instan. Sekarang, untuk membeli mi saja tidak bisa,” kata Sydni Vega, Asisten Pengawas Keterlibatan dan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas West Virginia. Ia bertanggung jawab atas operasionalisasi dapur umum di sana. Selama periode 2022-2023, ada 1.000 mahasiswa yang bergantung pada dapur umum ini. Menurut angket Universitas West Virginia, uang kuliah yang terus naik, disertai meningkatnya harga sewa kamar indekos ataupun asrama mengakibatkan uang mahasiswa terkuras. Selain itu, mereka juga masih harus membeli peralatan kuliah, seperti alat tulis, komputer, dan penunjang lain. Makanan bergizi semakin tergeser dari daftar prioritas.

”Kesulitan membeli makanan membuat mahasiswa sakit, tidak produktif, depresi, serta berdampak buruk pada kehidupan akademis dan sosial mereka,” demikian tulis laporan angket tersebut. Media CBS edisi Rabu (21/2) menerbitkan laporan hasil penelitian Universitas Temple bersama Universitas California Davis, menemukan, di AS, satu dari tiga mahasiswa kelaparan. Mulai dari kampus besar dan elite sampai kampus kecil, semua mengalami kasus kesulitan membeli makanan. Setiap hari mahasiswa yang tidak memiliki uang ini mengantre di dapur umum untuk makan.

Dapur umum mengandalkan sumbangan dari masyarakat lokal. Sejumlah kampus dan asrama mengembangkan lahan pertanian sendiri, termasuk pertanian hidroponik. Hasil panennya disumbangkan ke dapur umum. Kegiatan memasak dan pelayanannya dikelola unit kerja mahasiswa. ”Setiap hari saya mengantre 90 menit supaya dapat kursi di dapur umum,” kata Erin Cashin, mahasiswa tingkat akhir di UC Davis. Ia bahkan mengatur jadwal kuliahnya sedemikian rupa agar bisa memastikan memperoleh makanan di dapur umum. (Yoga) 

Gaji ”Ngepas”, Anak Muda Jungkir Balik Mengelola Keuangan

26 Feb 2024

Sebagian besar kelas menengah usia 17-40 tahun jumpalitan mengatur pengeluaran. Salah satu caranya dengan menambah pekerjaan lantaran sisa gajinya kurang dari nol alias minus untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari 102,48 juta penduduk usia 17-40 tahun, sebanyak 48,49 juta orang atau 47,32 % tergolong dalam masyarakat calon kelas menengah. Yang tergolong kelas menengah sebesar 21,01 juta orang (20,51 %) sedangkan yang kaya hanya 463.469 orang (0,45 %). Rentang usia 17-40 tahun oleh KPU dikategorikan sebagai pemilih muda. Pemilih muda yang masuk kelompok calon kelas menengah, ternyata pengeluarannya lebih besar dari pendapatannya.

Mereka tak punya sisa gaji bahkan minus Rp 181.724 per kapita per bulan. Sementara pemilih muda yang masuk kategori kelas menengah juga pendapatannya minus Rp 65.529 per kapita per bulan. Angka-angka tersebut adalah hasil pengolahan data mikro pengeluaran dalam Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) 2021 serta pendapatan dalam Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) 2021. Berdasarkan data pengeluaran dan pendapatan itu, Bank Dunia mengelompokkan menjadi calon kelas menengah (pengeluaran 1,5-3,5 kali lipat garis kemiskinan per kapita per bulan) dan kelas menengah (3,5-17 kali lipat).

Ani (27), warga Kaltim, harus bekerja keras mencari tambahan untuk mengumpulkan pundi-pundi uang di rekeningnya untuk kebutuhan hidup. Saat ini, ia bekerja sebagai pekerja lepas di bidang fotografi, copy writer, dan kreator konten. Dalam sebulan, pengeluarannya Rp 6 juta untuk menghidupi dua anggota keluarga di rumah, dimana, 40 % atau Rp 2,4 juta digunakan untuk biaya makan harian. Sementara biaya operasional listrik, air, dan internet Rp 800.000. Dia juga bertekad mengumpulkan tabungan dana pendidikan untuk anaknya menggunakan instrument investasi reksadana dengan besaran Rp 500.000-Rp 1 juta per bulan. Nominalnya tak menentu bergantung jumlah proyek yang diterimanya bulan itu. Jika butuh uang mendadak, dia biasanya pinjam uang ke teman dekat atau kantor dan menghindari meminjam dari pinjaman daring.

Dedi Setiawan (30) warga Konawe Selatan, Sultra, setahun ini bekerja sebagai pengontrol kualitas pengelasan di galangan kapal. Setelah mendapat promosi jabatan, gaji Dedi naik Rp 300.000 menjadi Rp 3,2 juta per bulan. Kenaikan gaji tersebut tidak serta-merta membuat Dedi bisa menyisihkan gajinya untuk tabungan. Pengeluarannya untuk kebutuhan sehari-hari, susu, dan popok untuk tiga anak balitanya serta cicilan perabot rumah mencapai Rp 3,5 juta per bulan. ”Ini belum bisa nabung. Hidup pas-pasan, ngepres banget, untuk membayar pengeluaran sehari-hari dan biaya tak terduga,” kata Dedi, awal Februari lalu. Untuk menutupi biaya pengeluarannya yang minus, Dedi bekerja sampingan berjualan tas daring yang dijalankan istrinya. Istri Dedi memainkan peran sebagai reseller tas berjenama Imori yang dibeli dari Batam, Kepri. ”Lumayan, per bulan bisa menjual 10 tas seharga Rp 400.000 hingga Rp 500.000,” kata Dedi. (Yoga) 

Kelas Menengah Indonesia Sulit Menjadi Orang Kaya

26 Feb 2024

Ada kesenjangan sisa gaji per bulan antara kelas menengah dan kelas kaya usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2021. Sisa gaji warga kelas atas Rp 1,59 juta per orang per bulan yang nilainya setara 3,64 kali lebih besar dari warga kelas menengah. Dengan rata-rata sisa gaji kelas menengah pada 2021 senilai Rp 435.888 per bulan, tidak banyak uang yang bisa ditabung dan diinvestasikan. Kondisi ini menyulitkan kelas menengah yang jumlahnya 38,5 juta jiwa (20,7 % penduduk Indonesia) naik kelas menjadi orang kaya. Sebagai gambaran, untuk membeli 1 gram emas senilai Rp 1,1 juta (Antam per 9 Februari 2024), kelas menengah dan kelas kaya membutuhkan waktu yang berbeda.

Warga kelas menengah perlu dua bulan untuk membeli 1 gram emas. Adapun warga kaya hanya membutuhkan waktu 21 hari. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan fakta itu dari olahan data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2012-2021. Sisa gaji merupakan selisih pendapatan dengan pengeluaran rata-rata per orang per bulan dari warga usia produktif usia 15-64 tahun. Pendapatan yang dimaksud berasal dari pekerjaan utama warga.

Kelas menengah yang merujuk pada publikasi Bank Dunia berjudul ”Aspiring Indonesia-Expanding The Middle Class (2019)”. Bank Dunia membagi kelas menengah menjadi dua kelompok, yakni calon kelas menengah (aspiring middle class) dan kelas menengah (middle class). Rentang pengeluaran kelas menengah adalah 3,5 hingga 17 kali lipat garis kemiskinan per kapita per bulan. Merujuk garis kemiskinan BPS (2021), rentang pengeluaran kelas menengah Rp 1,7 juta-Rp 8,2 juta per orang per bulan.

Rachmat Fadillah (43), pengojek daring di Tangsel, Banten, menjadi bagian dari kelas menengah usia produktif. Rachmat harus bekerja dari pukul 06.00 hingga tengah malam untuk menutupi kebutuhan harian. ”Akun saya lagi ’anyep’, nih, sulit dapat orderan,” kata bapak dua anak ini. Meski sudah bekerja seharian, Rachmat baru mendapat uang Rp 150.000 setiap harinya. Jika bekerja enam hari per minggu, ia bisa mendapatkan uang Rp 3,9 juta sebulan. Pendapatan itu tidak bisa menutupi pengeluaran keluarganya sebesar Rp 6 juta per bulan kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai kuliah anak pertamanya di Kota Bandung. (Yoga) 

Aku Punya Tabungan, maka Aku Aman

26 Feb 2024

Memiliki tabungan adalah sebuah keniscayaan. Namun, bukan perkara mudah bagi sebagian kelas menengah menabung sisa gaji. Alih-alih bersisa, pendapatan justru habis untuk menyambung hidup. Arin Setiawan (24), buruh pabrik di Jayapura, Papua, menceritakan kesulitan itu. ”Sejak kecil, saya terbiasa hidup hemat. Apalagi sekarang ada target ke depan, jadi harus bisa semakin menahan diri untuk segala hal yang tidak terlalu penting,” ucapnya, Senin (29/1) malam. Sederhana yang dimaksud tergambar pada minuman yang dipesannya, secangkir cokelat seharga Rp 7.000. Ia pun memilih pakaian merek lokal dengan harga terjangkau. Ia pun mengedit memakai ponsel bekasnya, untuk menunjang pekerjaan, karena tidak memiliki laptop. Selesai SMA pada 2019, Arin lebih banyak berkecimpung sebagai pekerja lepas di bidang videografi. Pertengahan 2023, ia bekerja sebagai buruh pabrik dengan sumber penghasilan tetap dari Senin hingga Jumat pukul 08.00-17.00. Hari Sabtu, ia masuk kantor setengah hari. Disela waktu luangnya, dia manfaatkan untuk proyek videografi yang setiap bulan mendapat satu atau dua garapan dengan pendapatan Rp 2 juta- Rp 5 juta.

Pengeluarannya berkisar Rp 1,7 juta-Rp 2 juta per bulan untuk bayar indekos, makan, dan kebutuhan sehari-hari. Ia mengirimkan sebagian uang untuk ibunya yang tinggal di kota lain. ”Saya berusaha menabung 40 % pendapatan. Jika ada kebutuhan lain, saya menunda sehingga pengeluaran tetap tidak lebih dari 60 %,” ujarnya. Arin yakin dengan cara tersebut akan membawanya pada target tabungan rumah dan modal menikah. Stigma hidup boros, kesulitan menabung, dan terjebak utang agaknya melekat pada kelompok kelas menengah. Padahal, belum tentu gajinya digunakan untuk hal konsumtif. Merujuk pada Bank Dunia, kelas menengah adalah mereka yang memiliki pengeluaran pada rentang 3,5-17 kali lipat garis kemiskinan per kapita per bulan. Hitungan Kompas, pengeluarannya Rp 1,7 juta-Rp 8,2 juta per kapita per bulan. Hidup di wilayah Indonesia timur sering terdengar sulit.

Ria Tanlain (27), pengelola penginapan keluarga di Maluku Tenggara. ”Setelah pindah (Maluku) malah lebih hemat, mungkin karena ini tempatnya kecil dan tidak banyak apa-apa, jadi bisa menabung. Membeli barang dari Pulau Jawa juga jarang karena mahal,” kata Ria yang pernah merantau enam tahun di Surabaya. Untuk berhemat, dia juga jarang membeli makan di restoran, tetapi memasak di rumah. Ia juga tak banyak bepergian ke luar kota. Ini sejalan dengan pekerjaan tambahan yang dilakukannya sebagai ilustrator. Dengan pendapatan Rp 7 juta per bulan, dia menyisihkan 45 % untuk investasi dan tabungan. ”Menjaga tabungan penting karena bila ikut tren, tabungan setiap tahun pasti habis,” kata Ria. Memiliki tabungan tak hanya membuat aman, tetapi juga lebih tenang. (Yoga) 

Manis Legit Kue Warisan Nenek

25 Feb 2024

Berbekal resep dari nenek, sejumlah produsen kue tradisional terus berinovasi agar bisa merebut lidah dan hati warga urban yang akrab dengan roti dan aneka pastri. Mereka mempertahankan rasa dan memoles citra ke level premium. Dengan cara itu, gerai kue tradisional eksis di mal, bandara, hingga istana. Di kompleks ruko Villa Melati Mas, Serpong, Tangsel, Banten, Rabu (21/2) sejumlah pekerja produsen dan toko kue tradisional Iki Koue Citarasa Nusantara mengirim pesanan ke pelanggan penting. Kontainer plastik dan kardus berisi aneka kue tradisional berpenampilan cantik dan menggugah selera dikirim untuk pelantikan menteri baru di Istana Negara pagi itu.

Setiap hari, dapur Iki Koue menerima pesanan paling lambat pukul 17.00 untuk diantarkan keesokan harinya, ujar Laura Wiramihardja, salah satu pendiri sekaligus pemilik Dapur Iki Koue, yang bisa membuat 46 macam kue tradisional, dari yang manis dan asin. Sampai yang dikukus, digoreng, atau dibuat bolu. Ada juga aneka bubur tradisional ala jajanan pasar, yang bisa dikemas dalam mangkuk plastik atau dalam paket besar di beberapa bejana tanah liat. Semua kue dan bubur dibuat dengan resep dan cita rasa orisinal warisan keluarga. Rentang harganya mulai Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per potong atau sajian. Segmen pasar Iki Koue berkategori premium sehingga harga menyesuaikan.

Iki Koue juga membuka gerai di salah satu mal eksklusif di kawasan Senopati, Jakarta. Di sana pengunjung dapat menikmati menu inovatif, aneka bubur jajanan pasar, yang ditempatkan di dalam wadah eksotik dari tanah liat tadi. Para tamu dapat memilih sendiri topping tambahan meniru cara penyajian produk yoghurt merek kekinian. Selain itu, penataan gerai yang cantik memungkinkan para pembeli jika ingin berfoto dan mengunggahnya di akun media sosial mereka. Pendekatan-pendekatan itu dilakukan terutama untuk menarik pembeli muda, yang dinilai mulai kurang akrab dengan jajanan tradisional.

Monami Bakery juga tetap eksis di pasar kue tradisional kelas premium sejak 1976, ketika gaya hidup ngemal menjangkiti warga Urban, Monami juga masuk ke mal, dengan 38 gerai yang tersebar di mal, toko, dan bandara. Sandi Gunawan dan istrinya, Florean Hadinata bilang, kunci keberhasilan usaha mereka bertahan selama ini adalah selalu berusaha mempertahankan rasa otentik sesuai warisan nenek dan membuat produk yang inovatif. Salah satunya, menggunakan santan segar dari kelapa tua utuh. ”Bahkan, untuk membuat kue lumpur, kami masih menggunakan arang untuk memanaskan bagian atas kue seperti cara nenek dulu. Kami akan terus mempertahankan agar rasa kue dan kelumerannya sama seperti buatan beliau,” ucap Florean. (Yoga) 

Eskalator Stasiun Manggarai dan Kisah ”Boncos” Pengguna Angkutan Umum

25 Feb 2024

Eskalator yang mati di Stasiun Manggarai, Jaksel, sore itu tiba-tiba bergerak sendiri, membuat calon penumpang yang menaiki tangga berjalan itu terkejut. Apalagi eskalator itu bergerak turun, berlawanan arah dengan langkah mereka. Dalam video di kanal Youtube Kompas TV dan media sosial lain, terekam kepanikan orang-orang, mereka berteriak, dan ada yang terjatuh. Siaran pers resmi dari PT KAI Commuter Indonesia (KCI) pada Kamis (22/2) menyatakan, insiden itu terjadi pada Rabu (21/2) pukul 18.06 di eskalator menuju peron 11 dan 12. Tidak ada korban jiwa dan luka. Petugas di stasiun sigap menolong mereka yang jatuh. Kejadian itu menambah panjang daftar berbagai gangguan fasilitas di stasiun kereta komuter di Jabodetabek.

Dengan berbagai kekurangannya, kualitas layanan angkutan umum kereta komuter Jabodetabek dan jaringan bus Transjakarta diakui membaik berkali lipat dibandingkan 10-20 tahun lalu. Bangunan stasiun dan halte saat ini sudah sangat bagus. Armada bus atau rangkaian kereta dalam kondisi di atas lumayan. Pembangunan angkutan umum terbukti sukses menarik pekerja kerah biru yang masuk kelas ekonomi menengah menjadi pengguna setia. Para pekerja ini mendominasi jumlah penduduk Jabodetabek yang menembus 30 juta jiwa. Mereka datang dari banyak daerah untuk mengejar rezeki di aglomerasi urban terbesar di Indonesia sekaligus pusat ekonomi.

Bepergian dengan KRL dan bus Transjakarta yang memiliki jalur khusus dipastikan memangkas waktu perjalanan. Walaupun berdiri sepanjang waktu dan berdesakan, sebagian pengguna menyebutkan bahwa naik angkutan umum tak selelah mengendarai sepeda motor berjam-jam di tengah kepadatan lalu lintas dan terpaan asap kendaraan bermotor, juga kebisingan. Daya tarik lain beralih naik angkutan umum adalah biaya bisa ditekan dibandingkan menggunakan kendaraan pribadi, khususnya mobil. Meskipun demikian, menggunakan angkutan umum tidak sehemat dan seefektif yang dibayangkan, karena cakupan layanan dan integrasi antarmoda belum maksimal. Akibatnya, pengguna tetap harus memakai kendaraan pribadi atau angkutan daring untuk mengakses angkutan umum terdekat.

Hasil survei Dewan Transportasi Kota Jakarta pada 2021, sebanyak 62,6 % pengguna transportasi umum di Jakarta harus merogoh kocek Rp 500.000 per bulan. Kemudian 25,7 % mengeluarkan Rp 500.000-Rp 1 juta per bulan. Sebanyak 7,2 % lainnya mengeluarkan Rp 1 juta-Rp 2 juta per bulan dan 4,9 % merogoh Rp 2 juta. Biaya untuk transportasi umum itu di luar biaya transportasi pribadi, termasuk kendaraan pribadi, ojek daring atau ojek pangkalan, dan taksi. Jika setiap pengguna angkutan umum juga memakai kendaraan pribadi, total pengeluaran pada 80 % responden berkisar Rp 1 juta-Rp 2 juta per bulan. Dengan kenaikan harga BBM dan tarif dasar ojek daring dan taksi daring, pada 2024 ini total biaya transportasi di Jakarta pun dipastikan naik. Angka itu terbilang besar mengingat UMP DKI Jakarta dan kota sekitarnya pada 2024 rata-rata Rp 5 juta per bulan. Rasanya makin boncos alias terus rugi dan tak terlihat segera ada solusi yang diidamkan. (Yoga) 

Golkar Ingatkan Parpol Lain, Posisi Menteri Terbatas

25 Feb 2024

Sejalan dengan keinginan calon presiden Prabowo Subianto bahwa semua unsur akan dirangkul, Partai Golkar pun terbuka jika ada partai politik lain yang ingin bergabung dalam koalisi pendukung calon presiden-calon wakil presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Meski demikian, Partai Golkar juga mengingatkan agar parpol yang akan ikut bergabung tak memaksakan jumlah dan posisi menteri tertentu dalam kabinet Prabowo-Gibran. Hal itu, disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo saat dihubungi dari Jakarta, Sabtu (24/2).

Menurut dia, dengan semakin banyak unsur yang bergabung dalam koalisi pendukung Prabowo-Gibran, Koalisi Indonesia Maju (KIM), artinya semua pihak harus menyadari ada keterbatasan posisi di kabinet nanti. Sejak didaftarkan sebagai kandidat Pilpres 2024, Prabowo-Gibran didukung sembilan parpol di KIM, yakni Partai Gerindra, Demokrat, Partai Golkar, PAN, PSI, PBB, Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Prima. Namun, beberapa hari setelah pemungutan suara Pemilu 2024 usai, Presiden Jokowi yang juga ayah Gibran memanggil Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk menemuinya di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam kontestasi pilpres, Nasdem merupakan partai pendukung capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.

Sehari setelah pertemuan itu, Presiden mengungkap pertemuannya dengan Paloh sebagai pertemuan politik. Presiden pun tak menampik saat ditanya apakah ia menjembatani hubungan Partai Nasdem dengan Prabowo (Kompas.id, 19/2). Ketua Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo mengakui, untuk memperkuat koalisi parpol pendukung pemerintah ke depan, ada upaya melobi dari pihak Prabowo-Gibran ke parpol pengusung Anies-Muhaimin ataupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD agar masuk dalam barisan koalisi (Kompas, 23/2). Firman menekankan, pembagian ”kue” kekuasaan tidak selalu di kementerian. Mereka bisa berpartisipasi melalui legislatif, dunia usaha, atau bahkan di sektor yudikatif. (Yoga) 

Kenaikan Harga Beras Masih Bisa Berlanjut

25 Feb 2024

Kenaikan harga beras diprediksi berlanjut setidaknya hingga Maret 2024. Sebab, sejumlah sentra produksi belum memasuki musim panen raya. Namun, pasokan beras dari Perum Bulog dinilai meredam kenaikan harga beras di pasar. Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) BI mencatat, harga rata-rata beras nasional pada Jumat (23/2) mencapai Rp 15.650 per kg, naik 5,4 % dibanding satu bulan sebelumnya atau naik 14,2 % dibanding Januari 2023. Ketua Koperasi Pasar Induk Beras Cipinang Zulkifli Rasyid berpendapat, kondisi cuaca yang tidak pasti mengakibatkan panen tidak jelas. Area panen relatif masih terbatas sehingga harga beras belum dapat dipastikan kembali ke harga normal.

”Harga beras dipastikan kembali normal jika sudah panen raya. Untuk itu, tingginya harga beras masih akan berlangsung hingga pertengahan atau akhir Maret (2024),” katanya, Sabtu (24/2). BPS memperkirakan produksi beras pada Maret 2024 mencapai 3,51 juta ton. Kendati neraca bulanan mulai surplus, volume produksi pada Maret tahun ini lebih rendah dari realisasi produksi beras pada Maret 2023 yang mencapai 5,13 juta ton. Surplus beras pada Maret 2024 diperkirakan 970.000 ton atau lebih rendah dibandingkan dengan surplus pada Maret 2023 yang mencapai 2,59 juta ton (Kompas.id, 19/2/2024).

Menurut Direktur Serealia Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementan Mohammad Ismail Wahab, meski tidak setinggi Maret tahun lalu, panen pada Maret tahun ini akan berdampak terhadap penurunan harga beras. Pada Maret 2024, produksi gabah kering giling (GKG) diperkirakan 6,1 juta ton atau turun 2,82 juta ton dari produksi Maret 2023 di 8,92 juta ton.  Akan tetapi, angka produksi itu lebih tinggi dari produksi GKG pada Januari dan Februari 2024, masing-masing 1,58 juta ton dan 2,42 juta ton. Kendati harga masih tinggi, kata Mentan Zulkifli Hasan, stok beras untuk kebutuhan warga Jakarta masih aman. Ia memastikan pasokan beras dari Perum Bulog dapat meredam kenaikan harga beras di Ibu Kota. (Yoga) 

Pola Rekrutan Tenaga Kerja Sektor Formal Bergeser

24 Feb 2024

Model perekrutan tenaga kerja untuk pekerjaan formal mengalami pergeseran dalam beberapa tahun terakhir, ditandai dengan semakin diandalkannya faktor jejaring dan sistem perekrutan hibrida. Pada saat bersamaan, perusahaan juga cenderung mencari tenaga kerja yang sudah memiliki paket keterampilan siap pakai. Sekjen Organisasi Pekerja Seluruh Indonesia (OPSI) Timboel Siregar saat dihubungi, Jumat (23/2) di Jakarta, berpendapat, tak semua perusahaan mau menyediakan program pelatihan kerja bagi karyawan baru. Perusahaan saat ini dituntut cepat beradaptasi dengan perubahan teknologi dan ketidakpastian kondisi perekonomian global.

”Perekrutan kandidat baru menggunakan faktor jejaring menitik beratkan pemberi rekomendasi harus bisa memastikan kandidat punya paket keterampilan siap kerja. Pemberi rekomendasi pasti mempertaruhkan kariernya,” ujar Timboel. Kendati pemerintah mewajibkan perusahaan-perusahaan melaporkan perkembangan ketenagakerjaannya, kenyataannya kebijakan ini tak berjalan optimal. Alasan pertama, adanya kecenderungan perusahaan mengandalkan perekrutan berbasis jejaring profesional ataupun agen. Alasan kedua, sistem basis data pasar ketenagakerjaan di Indonesia belum berkembang secara ideal. ”Situasinya berbeda dengan negara lain, di mana sistem informasi pasar kerja untuk lowongan pekerjaan sector formal selalu ter-update setiap minggu,” ucap Timboel. (Yoga)