;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10118 )

EKSPEDISI RUPIAH BERDAULAT, Sisi Lain Maratua, Pulau Terpencil yang Menghadap Dua Negara

29 Feb 2024

Pada pukul 09.30 Wita, sejumlah warga mulai mengisi kursi-kursi kosong di balai Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Kaltim, Senin (26/2). Tak lama, rombongan perwakilan BI, TNI AL, dan Baznas yang sedang menempuh Ekspedisi Rupiah Berdaulat (ERB) 2024 di wilayah terluar, terdepan, dan terpencil (3T) pun datang. Berti (64), warga Desa Teluk Harapan, Kecamatan Maratua, baru saja tiba. Seorang prajurit berseragam loreng abu-abu mengantarkan nenek dengan tiga cucu tersebut ke depan meja kasir layanan penukaran uang di balai kecamatan. Sesampainya di meja kasir, Berti merogoh tas, selembar demi selembar uang-uang lusuh dari dalamnya dan diletakkannya di atas meja. Petugas kasir pun menghitung jumlah nominal uang lusuh milik Berti dan menumpuknya di salah satu sudut.

Uang-uang itu terdiri dari berbagai macam pecahan, dari Rp 1.000, Rp 2.000, hingga Rp 50.000. Secara keseluruhan, uang lusuh itu bernilai Rp 150.000. Petugas kasir segera mengambil beberapa pecahan uang layak edar tahun emisi 2022 dan memberikan kepada Berti. Sehari-hari berdagang bubur di kompleks TK, tidak jarang Berti menerima uang dalam kondisi lusuh. Wajar, anak-anak kerap menyimpan uang secara asal-asalan di dalam kantong. Kini dagangan Berti tidak seramai sebelumnya. Kenaikan harga beras telah memaksanya menaikkan harga bubur yang dijualnya. Harga beras medium menembus Rp 400.000 per 25 kg atau Rp18.000 jika dijual per kg. Padahal, rata-rata harga beras medium nasional per 26 Februari 2024 dibanderol Rp 14.300 per kg. Menurut Berti, harga beras di Maratua biasanya Rp 17.000 per kilogram.

Sukanto (64) juga merasakan hal serupa. Harga bahan pokok, terutama beras, dirasakannya lebih tinggi ketimbang kebutuhan lain. Maratua merupakan salah satu dari 31 gugus pulau di Kepulauan Derawan, Kabupaten Berau, Kaltim. Sebagai pulau 3T, Maratua terletak di Laut Sulawesi yang berbatasan dengan Sabah di Malaysia timur dan Filipina bagian selatan. Untuk sampai ke sana, hanya ada dua akses, yakni melalui jalur laut dengan perahu cepat (speedboat) dan melalui jalur udara dengan penerbangan perintis. Camat Maratua Ariyanto menjelaskan, Pulau Maratua sebagai wilayah terluar sekaligus perbatasan menghadapi permasalahan utama, yakni keamanan. Di sisi lain, ketahanan pangan menjadi isu di pulau tersebut, lantaran pulau ini memiliki kultur tanah yang tidak memungkinkan untuk bercocok tanam. (Yoga) 

Kisah ”Padi Lesus” di Tengah Limbung Beras

29 Feb 2024

Belum makan kalau belum ketemu nasi masih jadi prinsip sebagian besar masyarakat. Buktinya, kelangkaan gabah karena keterbatasan produksi yang menaikkan harga beras belakangan ini membuat geger masyarakat. Namun, situasi tersebut tidak banyak memengaruhi penikmat ataupun petani beras organik, yakni beras dari padi yang diklaim tahan lesus atau puting beliung dan bebas zat kimia. Hal ini diakui Bibong Widyarti, perempuan yang pernah memperkenalkan beras organik Indonesia ke Konferensi Perubahan Iklim COP28 di Dubai, awal Desember 2023. ”Beras organik tetap laku, petani juga masih bisa menyimpan stok gabah untuk konsumsi pribadi,” ujar pegiat produk organik dari Yayasan Alifa dan Rumah Organik ini, beberapa waktu lalu.

Beras yang dijual pelaku usaha organik lebih mahal daripada beras konvensional. Saat ini, harga beras organik ada di kisaran Rp 35.000 per kg, dua kali lipat lebih dari harga beras konvensional. Per Rabu (28/2) data Badan Pangan Nasional menunjukkan rata-rata harga beras premium Rp 16.410 per kg dan beras medium Rp 14.300 per kg. Harga beras organik itu bukan hanya layak untuk menutup biaya produksi petani, melainkan juga untuk menjamin kualitas beras yang dinikmati konsumen. Kualitas produk pun dipatenkan dengan sertifikasi Lembaga Sertifikasi Pangan Organik (LSPO) yang diakui oleh negara atau Penjaminan Organik Berbasis Komunitas (Participatory Guarantee System/PGS). ”Ada sistem kebersamaan dari kami, petani produsen dengan konsumen, karena yang dijual value dan kualitas,” ujarnya. (Yoga) 

MAPI Didorong Lebaran & Ekspansi

29 Feb 2024
Prospek kinerja saham PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) tahun 2024 diprediksikan positif. Optimisme itu seiring dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi serta ekspansi gerai di tujuh negara yang menjadikan emiten ini sebagai juara ritel ASEAN. Analis BRI Danareksa Sekuritas, Natalia Susanto mengatakan, MAPI adalah peritel yang terdiversifikasi dengan ekspansi dan eksekusi produktivitas yang telah terbukti, setelah menghasilkan CAGR laba bersih sebesar 35% pada periode 2017 hingga proyeksi di tahun 2023. Sentimen yang membuat kinerja MAPI bertumbuh positif karena emiten ini terus melakukan penetrasi terhadap sejumlah merek yang dikelolanya. Serta mempunyai pasar yang luas dan terus berkembang. Konsumen kelas menengah atau atas di Indonesia dengan konsumsi bulanan per kapita minimal Rp 6 juta terdiri sebanyak 20% dari total populasi, tetapi menyumbang hampir setengah dari total konsumsi nasional. 

Selain itu, Natalia menyebutkan, sentimen lain yakni, MAPI selalu melakukan ekspansi yang stabil pada tokonya dan meningkatkan produktivitasnya. MAPI juga telah menunjukkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang solid masing-masing sebesar 13% dan 35% CAGR. Tak hanya itu, MAPI mengalami pertumbuhan pada area toko sebesar 9,3% secara year on year (yoy) pada 2024. Hal ini utamanya didorong oleh pembukaan toko baru dengan merek-merek baru seperti, Alo Yoga pada  tahun 2024, dan melalui ekspansi bisnisnya ke luar negeri. 

Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia, Abdul Azis Setyo Wibowo mengatakan, pertumbuhan kinerja MAPI pada tahun ini masih bisa positif. Penjualan  diperkirakan tumbuh sebesar 14% dan laba tumbuh 6% dibanding 2023. Direktur Asosiasi Riset dan Investasi Pilarmas Investindo, Maximilianus Nico Demus memprediksi kinerja MAPI masih akan tumbuh, berkaca dari kinerja MAPI pada kuartal-III 2023, yang mampu mencatatkan pertumbuhan penjualan sebesar 26,4% YoY. Willy Goutama, analis Maybank Sekuritas Indonesia menambahkan, gerakan boikot  produk pro Israel yang mengarah pada produk MAPI tidak  menimbulkan dampak negatif dalam jangka panjang. Juga tak berdampak ke permasalahan struktural bisnis MAPI. 

Indonesia Kembali Perjuangkan Sistem Penyelesaian Sengketa

28 Feb 2024
Indonesia melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) kembali memperjuangkan pentingnya sistem  penyelesaian sengketa segera dipulihkan secara penuh. Hal ini disuarakan dalam Konferensi Tingkat Menteri ke-13 (KTM13) World Trade Organization (WTO) yang selenggarakan  pada 26-29 Februari 2024. Di Abu Dhabi, Persatuan Emirat Arab. Direktur Jenderal Perundingan Perdagangan Internasional Djatmiko  Bris Witjaksono mengatakan, tujuan dari pertemuan ini adalah memastikan sistem perdagangan multilateral yang  adil dan menjamin kepastian sistem perdagangan Indonesia yang merupakan mengguna aktif  sistem penyelesaian sengketa. Sangat menyesalkan kondisi lumpuhnya Badan banding WTO yang menguji kasus-kasus sengketa yang di tahap banding. (Yetede)

Warga Incar Operasi Pasar, Buru Beras Murah

28 Feb 2024

Harga  beras yang masih tinggi membuat warga di sejumlah daerah mengincar berbagai operasi pasar yang digelar pemerintah untuk mendapatkan komoditas tersebut dengan harga lebih murah. Mereka rela mengantre demi mengurangi tekanan pengeluaran rumah tangga. Salah satu operasi pasar beras digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di halaman kantor dinas ini di Yogyakarta, Selasa (27/2). Sebanyak 15 ton beras berbagai kualitas dijual dengan harga Rp 10.200 per kilogram (kg) untuk beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog hingga tertinggi Rp 15.000 per kg untuk beras premium.

Tuti (63), warga Kampung Tahunan, Kecamatan Umbulharjo, Yogyakarta, telah dating sejak pagi untuk antre membeli beras. Dia mendapat antrean awal dan membeli 10 kg beras premium seharga Rp 139.000 atau Rp 13.900 per kg. ”Sekarang di pasar harganya Rp 17.500-Rp 18.000 per kg, naik jauh dari biasanya Rp 12.500 per kg. Maka, waktu dapat info ada pasar murah ini langsung berangkat awal,” kata Tuti. Warga Yogyakarta lainnya, Nunik (54), mengaku sudah 3-4 kali mengikuti operasi pasar di berbagai lokasi demi mendapatkan beras dengan harga murah. Meski di operasi pasar itu ada komoditas bahan pokok lain yang dijual, Nunik hanya  mengincar beras karena harganya masih mahal di pasar. ”Kenaikannya sampai Rp 5.000 per kg dibandingkan harga normal,” ujarnya. (Yoga) 

Kelas Menengah Minim Perhatian Pemerintah

28 Feb 2024

Menyandang status yang ”tanggung” alias tidak miskin tetapi sulit kaya, warga kelas menengah di Indonesia selama ini belum cukup diperhatikan pemerintah dalam berbagai instrumen kebijakan. Kurangnya perhatian terhadap kelas menengah ini bisa menjadi ancaman untuk mimpi Indonesia Emas pada tahun 2045. Masyarakat kelas menengah selama ini kerap diandalkan sebagai penggerak ekonomi nasional. Meski demikian, kelompok ini masih hidup pas-pasan dari hari ke hari. Hasil liputan Tim Jurnalisme Data Kompas menunjukkan, sebagian besar kelas menengah dan calon kelas menengah usia produktif (17-40 tahun) kesulitan mengatur keuangannya. Pendapatan mereka lebih kecil dari pengeluaran sehingga gaji kelompok calon kelas menengah minus Rp 181.724 per bulan dan gaji kelas menengah minus Rp 65.529 setiap bulan. Defisit gaji ini membuat mereka sulit menabung dan semakin susah naik kelas menjadi kelas atas atau orang kaya.

Laju pendapatan yang stagnan itu diperkirakan akan berlanjut sampai tahun 2045 ketika Indonesia menginjak usia satu abad atau dikenal dengan momentum ”Indonesia Emas”. Tim Jurnalisme Data Kompas memproyeksikan, rata-rata gaji calon kelas menengah pada 2030 dan 2045 lebih rendah Rp 384.109 dan Rp 818.472 ketimbang pengeluarannya. Meski hidup pas-pasan, kelas menengah di Indonesia masih minim perhatian. Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto menilai, sampai saat ini belum banyak kebijakan atau keberpihakan pemerintah kepada kelas menengah. Kebijakan pemerintah lewat APBN masih terlalu fokus pada kelompok masyarakat miskin ekstrem dan miskin. Di sisi lain, pemerintah membuat kebijakan intervensi yang lebih menguntungkan kelompok atas. ”Kebijakan seperti bantuan sosial (bansos) hanya untuk kelompok 40 % terbawah, sedang kebijakan pembebasan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang beberapa kali diberikan pemerintah, seperti untuk pembelian mobil listrik, justru lebih dinikmati oleh kelompok atas,” kata Teguh, Selasa (27/2).

Kebijakan untuk kelas menengah, seperti skema perlindungan sosial yang adaptif dan sesuai dengan permintaan (on-demand), masih sangat minim. Sejauh ini, baru program Kartu Prakerja yang menawarkan bantuan pelatihan kerja dan uang saku bersifat on-demand bagi kelas menengah. Skema on-demand, menurut Teguh, bisa dimanfaatkan kelas menengah yang rentan terkena guncangan ekonomi, seperti PHK, gagal panen, atau terdampak bencana. Bentuk lainnya, menjamin proteksi jaminan kecelakaan kerja dan kematian bagi pekerja rentan nonmiskin, seperti pengemudi ojek daring, kurir, dan pekerja konstruksi. ”Jadi, kelas menengah perlu diberi akses untuk bisa mendaftarkan diri mendapat bantuan pemerintah ketika  mereka terkena shock. Bansos cukup ditujukan untuk yang membutuhkan (miskin dan rentan),” katanya. (Yoga) 

Comac Incar Ceruk Pasar Asia Tenggara

28 Feb 2024

Perusahaan negara pembuat pesawat asal China, Comac, akan mengadakan pameran dan pertunjukan terbang keliling ke lima negara di Asia Tenggara selama dua pekan ke depan. Indonesia merupakan salah satu dari lima negara yang akan dikunjungi. Selain ke Indonesia, dua pesawat jet buatan Comac, yakni C919 dan ARJ21, juga akan mampir ke Vietnam, Laos, Kamboja, dan Malaysia. Promosi ini merupakan upaya Comac mendorong penjualan pesawat-pesawat produksinya di pasar internasional. Kedua pesawat, C919 dan ARJ21, untuk pertama kali dipamerkan di Pameran Kedirgantaraan Singapura (Singapore Airshow), pekan lalu. Ini untuk pertama kali pesawat C919 unjuk terbang di luar wilayah China.

Rencana keliling Asia Tenggara itu diumumkan Comac yang berkantor pusat di Shanghai, China, Selasa (27/2). Setelah Singapore Airshow berakhir, Minggu, pesawat jet penumpang C919 tiba di Vietnam untuk berpartisipasi dalam pertunjukan udara di Vietnam yang dimulai Senin. Pesawat jet dengan 78 hingga 97 kursi itu lepas landas dari Bandar Udara Internasional Van Don, Vietnam utara, untuk demonstrasi terbang pada Selasa sore. Kantor berita China, Xinhua, mengutip Wakil Direktur Bandar Udara Internasional Van Don, Hoang Van Dung, menyebutkan, pameran dan pertunjukan terbang Comac membantu mengaktifkan pengoperasian penerbangan komersial dari provinsi dan kota di China ke Van Don.

Rute penerbangan pertama akan dilakukan dari kota Shantou di Provinsi Guangdong, China. Pameran itu sekaligus diharapkan dapat mempromosikan kerja sama pariwisata antara Vietnam dan China. Menurut rencana, C919 dan ARJ21-700 akan terbang ke kota Danang, Ho Chi Minh, dan ibu kota Laos, Vientiane, setelah pertunjukan di Quang Ninh. Maskapai penerbangan Indonesia, TransNusa, telah mengoperasikan ARJ21. Maskapai penerbangan ini menggunakan dua pesawat ARJ21 untuk penerbangan Bandara SoekarnoHatta-Kuala Lumpur dan Soekarno-Hatta-Johor Bahru. Meskipun pendatang baru, C919 disebut-sebut bakal menjadi pesaing berat Boeing 737 Max dan A320neo. (Yoga) 

Deindustrialisasi Hambat Kelas Menengah ”Naik Kelas”

28 Feb 2024

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios) Bhima Yudhistira di Jakarta, Selasa (27/2) berpendapat, tantangan yang menyulitkan mobilitas sosial kelas menengah menjadi kaya bersifat struktural. Situasi ini terbentuk karena kurangnya kebijakan industri atau reformasi struktural dalam ekonomi. Deindustrialisasi dini yang berlangsung selama 15 tahun terakhir menyebabkan pendapatan kelas menengah kurang optimal. ”Selain itu, porsi kelas menengah yang cukup besar di sektor informal membuat pendapatan sulit meningkat signifikan. Pekerja sektor informal juga rentan terdampak volatilitas ekonomi karena kurangnya jaring pengaman sosial,” ujarnya. Sesuai data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2012-2021 yang diolah Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menunjukkan, ada kesenjangan sisa gaji per bulan antara kelas menengah dan kelas kaya usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2021.

Sisa gaji warga kelas atas Rp 1,59 juta per orang per bulan nilainya setara 3,64 kali lebih besar dari warga kelas menengah. Dengan rata-rata sisa gaji kelas menengah pada 2021 senilai Rp 435.888 per bulan, tidak banyak uang yang bisa ditabung dan diinvestasikan. Kondisi ini menyulitkan kelas menengah yang jumlahnya 38,5 juta jiwa (20,7 5 penduduk Indonesia) naik kelas menjadi orang kaya. Menurut Bhima, solusi mengatasi tantangan tersebut adalah kembali ke kebijakan industrialisasi, salah satunya dengan mengarahkan hilirisasi sumber daya alam dengan pemenuhan industri barang jadi dalam negeri. ”Selain memperkuat industrialisasi, upaya memperbesar sektor formal bisa didorong dengan keberpihakan pengadaan barang jasa di tingkat pemerintah daerah,” katanya. (Yoga) 

Rumah Tropis Jadi Pilihan Milenial

28 Feb 2024

Rancangan rumah di daerah tropis seperti Indonesia tidak hanya mempertimbangkan iklim, tetapi juga kebiasaan warga. Kebiasaan yang sudah terbentuk itu dapat diimplementasikan dalam pembangunan rumah. ”Sejatinya, kita adalah manusia outdoor, aktivitas banyak dilakukan di luar rumah dengan interaksi sosial tinggi. Lihat saja, jiwa gotong royong kita juga tinggi,” kata arsitek Yori Antar dalam peluncuran Kluster Agra Suvarna Sutera di Tangerang, Banten, Selasa (27/2). Kebiasaan dan kebutuhan ini dapat diakomodasi dalam rumah modern dengan ruang-ruang terbuka. Ruang tanpa sekat ini membuat keluarga dapat berinteraksi dengan akrab. Ruang keluarga yang bersambung dengan ruang makan dan dapur membuat keluarga dapat saling berbicara satu sama lain.

”Ada teras di rumah tropis, Fungsinya untuk mendinginkan udara panas,” kata Yori. Dia mencermati, perumahan yang dibangun Belanda seperti di Menteng, Jakpus, yang sudah disesuaikan dengan iklim. Rumah dibangun dengan ruang besar, taman, dan teras yang mengelilingi rumah, tidak hanya untuk keindahan, tetapi juga berfungsi meredam panas dan ventilasi silang dengan langit-langit tinggi dan berbagai bukaan. Kebiasaan dan penyesuaian itu dapat diaplikasikan pada perumahan modern dan disukai kalangan muda yang mulai mencari rumah tinggal. Dengan konsep itu, Yori merancang Kluster Agra dari Suvarna Sutera. Kluster ini berkonsep tropis sesuai dengan iklim Indonesia.

Pangsa pasarnya adalah generasi milenial. ”Layout juga multifungsi, bisa mengakomodasi berbagai kebutuhan penghuninya,” ujar Henny Meyliana, Marketing & Sales Director Suvarna Sutera. Agra merupakan kluster pertama dari superkluster Cemara dengan luas lahan 1,9 hektar dan nilai pengembangan sebesar Rp 765 miliar. Luasan rumah di kluster ini dimulai dari 105 meter persegi hingga tipe sudut dengan luasan 165 meter persegi. Menurut survei yang dipaparkan Henny, kelompok usia milenial paling banyak menginginkan rumah tapak dengan luasan mulai 60-100 meter persegi (38,6 persen) dan 100-150 meter persegi (27 %). Dari kisaran harga, milenial tertarik pada rumah dengan rentang harga Rp 400 juta-Rp 1 miliar per unit (32,2 %) dan Rp 1 miliar-Rp 3 miliar per unit (35,7 %). Kluster Agra ditawarkan mulai Rp 1,3 miliar untuk harga perdananya. (Yoga) 

Samsu, Damai Setelah Menjaga Alam

28 Feb 2024

Dulu, Samsu alias Isam (39) keluar-masuk hutan untuk menambang emas dan membalak tanpa izin. Kini, ia hidup lebih tenang bersama alam lestari yang ia jaga. Ia pernah ditangkap polisi 20 tahun lalu ketika membalak di hutan seberang Sungai. Isam masih sempat membalak lagi selama empat bulan sejak ia ditangkap. Belakangan, ia ingin hidup tenang. Dia sadar penghasilan membalak lumayan besar, sekitar Rp 2 juta per minggu. Namun, tidak sepadan jika nyawanya melayang. Itu sebabnya, ia mulai berpikir untuk mencari pekerjaan baru. ”Saya ingin hidup tenang, tidak dikejar aparat,” cerita Isam di Sekonyer, Kamis (22/2). Dari ayahnya, dia mendapat informasi lowongan pekerjaan di sebuah yayasan yang bekerja di dalam dan di kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP), Friends of The National Park Foundation (FNPF).

Pinangan itu diterima Agustus 2004. Sebagai warga lokal, Isam dianggap tahu betul kawasan tersebut. Pekerjaan awalnya mengurus orangutan. Isam dibayar Rp 450.000 per bulan, jauh dari penghasilannya saat membalak. Akan tetapi, Isam menganggap semua ujian hidup memberikan kebaikan. Apalagi, ia didukung keluarga. Istrinya tidak protes. Dia justru membantu Isam menambah penghasilan mulai dari berjualan sayur, buah, hingga gelang dan cincin. ”Bapak juga menitipkan sepetak lahan. Di sana, kami menanam sayur,” katanya. Setelah dinilai berhasil mengurus orangutan, Isam ditugaskan ke program penanaman pohon. Program itu tak hanya menyelamatkan kawasan hutan yang rusak, tetapi juga membuat habitat satwa di hutan. Awalnya, Isam diberi tugas mengurus 14 hektar lahan di dalam kawasan TNTP.

”Saya belajar terus sama yang sudah ahli di FNPF hingga akhirnya lebih banyak pohon yang tumbuh.” Lama ikut melestarikan alam, cinta itu bertambah besar. Tanpa anggaran dari FNPF, ia mengumpulkan sampah kemasan untuk dijadikan polybag penyemaian pohon. Isam dan ayahnya bahkan mengumpulkan uang hinggabisa membeli lahan petak demi petak di luar kawasan TNTP untuk dijadikan hutan jerumbun (kawasan luas yang hijau). Ada lahan yang dibeli dengan harga Rp 5 juta sampai lebih dari Rp 15 juta dengan berbagai ukuran. Jerumbun merupakan kawasan konservasi yang berada di kawasan lindung, statusnya justru area penggunaan lain (APL). Namun, jika di lahan lain APL dijadikan kebun sawit atau tambang, Isam justru memilih menyelamatkannya dari berbagai aktivitas ilegal.  Isam kini hidup jauh lebih tenang dengan alam di sekitarnya yang jauh lebih hija (Yoga)