Samsu, Damai Setelah Menjaga Alam
Dulu, Samsu alias Isam (39) keluar-masuk hutan untuk menambang
emas dan membalak tanpa izin. Kini, ia hidup lebih tenang bersama alam lestari
yang ia jaga. Ia pernah ditangkap polisi 20 tahun lalu ketika membalak di hutan
seberang Sungai. Isam masih sempat membalak lagi selama empat bulan sejak ia
ditangkap. Belakangan, ia ingin hidup tenang. Dia sadar penghasilan membalak lumayan
besar, sekitar Rp 2 juta per minggu. Namun, tidak sepadan jika nyawanya
melayang. Itu sebabnya, ia mulai berpikir untuk mencari pekerjaan baru. ”Saya
ingin hidup tenang, tidak dikejar aparat,” cerita Isam di Sekonyer, Kamis (22/2).
Dari ayahnya, dia mendapat informasi lowongan pekerjaan di sebuah yayasan yang
bekerja di dalam dan di kawasan penyangga Taman Nasional Tanjung Putting (TNTP),
Friends of The National Park Foundation (FNPF).
Pinangan itu diterima Agustus 2004. Sebagai warga lokal, Isam
dianggap tahu betul kawasan tersebut. Pekerjaan awalnya mengurus orangutan. Isam
dibayar Rp 450.000 per bulan, jauh dari penghasilannya saat membalak. Akan
tetapi, Isam menganggap semua ujian hidup memberikan kebaikan. Apalagi, ia
didukung keluarga. Istrinya tidak protes. Dia justru membantu Isam menambah
penghasilan mulai dari berjualan sayur, buah, hingga gelang dan cincin. ”Bapak
juga menitipkan sepetak lahan. Di sana, kami menanam sayur,” katanya. Setelah
dinilai berhasil mengurus orangutan, Isam ditugaskan ke program penanaman
pohon. Program itu tak hanya menyelamatkan kawasan hutan yang rusak, tetapi juga
membuat habitat satwa di hutan. Awalnya, Isam diberi tugas mengurus 14 hektar
lahan di dalam kawasan TNTP.
”Saya belajar terus sama yang sudah ahli di FNPF hingga
akhirnya lebih banyak pohon yang tumbuh.” Lama ikut melestarikan alam, cinta
itu bertambah besar. Tanpa anggaran dari FNPF, ia mengumpulkan sampah kemasan
untuk dijadikan polybag penyemaian pohon. Isam dan ayahnya bahkan mengumpulkan
uang hinggabisa membeli lahan petak demi petak di luar kawasan TNTP untuk
dijadikan hutan jerumbun (kawasan luas yang hijau). Ada lahan yang dibeli
dengan harga Rp 5 juta sampai lebih dari Rp 15 juta dengan berbagai ukuran.
Jerumbun merupakan kawasan konservasi yang berada di kawasan lindung, statusnya
justru area penggunaan lain (APL). Namun, jika di lahan lain APL dijadikan
kebun sawit atau tambang, Isam justru memilih menyelamatkannya dari berbagai
aktivitas ilegal. Isam kini hidup jauh
lebih tenang dengan alam di sekitarnya yang jauh lebih hija (Yoga)
Postingan Terkait
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023