Dapur Umum Jadi Andalan Mahasiswa AS
Susah sekali menjadi mahasiswa di AS. Tidak hanya terlilit utang
pinjaman kuliah, sekarang banyak mahasiswa yang kesulitan membeli makanan. Saking
tidak punya uang untuk memasak sendiri atau makan di kantin, mereka mengandalkan
dapur umum gratis. Karenanya, Universitas West Virginia menambah dapur umum mereka.
Dilaporkan oleh surat kabar lokal, Dominion Post, Jumat (23/2) di perguruan
tinggi itu kini ada dapur umum di tiga lokasi. Sejak tahun 2010, masalah
kesulitan membeli makanan di kalangan mahasiswa telah menjadi perhatian.
”Dulu, mahasiswa selalu bercanda, makanan pokoknya mi instan.
Sekarang, untuk membeli mi saja tidak bisa,” kata Sydni Vega, Asisten Pengawas Keterlibatan
dan Kepemimpinan Mahasiswa Universitas West Virginia. Ia bertanggung jawab atas
operasionalisasi dapur umum di sana. Selama periode 2022-2023, ada 1.000
mahasiswa yang bergantung pada dapur umum ini. Menurut angket Universitas West
Virginia, uang kuliah yang terus naik, disertai meningkatnya harga sewa kamar
indekos ataupun asrama mengakibatkan uang mahasiswa terkuras. Selain itu,
mereka juga masih harus membeli peralatan kuliah, seperti alat tulis, komputer,
dan penunjang lain. Makanan bergizi semakin tergeser dari daftar prioritas.
”Kesulitan membeli makanan membuat mahasiswa sakit, tidak
produktif, depresi, serta berdampak buruk pada kehidupan akademis dan sosial mereka,”
demikian tulis laporan angket tersebut. Media CBS edisi Rabu (21/2) menerbitkan
laporan hasil penelitian Universitas Temple bersama Universitas California Davis,
menemukan, di AS, satu dari tiga mahasiswa kelaparan. Mulai dari kampus besar
dan elite sampai kampus kecil, semua mengalami kasus kesulitan membeli makanan.
Setiap hari mahasiswa yang tidak memiliki uang ini mengantre di dapur umum
untuk makan.
Dapur umum
mengandalkan sumbangan dari masyarakat lokal. Sejumlah kampus dan asrama
mengembangkan lahan pertanian sendiri, termasuk pertanian hidroponik. Hasil
panennya disumbangkan ke dapur umum. Kegiatan memasak dan pelayanannya dikelola
unit kerja mahasiswa. ”Setiap hari saya mengantre 90 menit supaya dapat kursi
di dapur umum,” kata Erin Cashin, mahasiswa tingkat akhir di UC Davis. Ia
bahkan mengatur jadwal kuliahnya sedemikian rupa agar bisa memastikan memperoleh
makanan di dapur umum. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023