Golkar Ingatkan Parpol Lain, Posisi Menteri Terbatas
Sejalan dengan keinginan calon presiden Prabowo Subianto
bahwa semua unsur akan dirangkul, Partai Golkar pun terbuka jika ada partai
politik lain yang ingin bergabung dalam koalisi pendukung calon presiden-calon wakil
presiden Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Meski demikian, Partai Golkar
juga mengingatkan agar parpol yang akan ikut bergabung tak memaksakan jumlah
dan posisi menteri tertentu dalam kabinet Prabowo-Gibran. Hal itu, disampaikan
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Firman Soebagyo saat dihubungi dari Jakarta,
Sabtu (24/2).
Menurut dia, dengan semakin banyak unsur yang bergabung dalam
koalisi pendukung Prabowo-Gibran, Koalisi Indonesia Maju (KIM), artinya semua
pihak harus menyadari ada keterbatasan posisi di kabinet nanti. Sejak
didaftarkan sebagai kandidat Pilpres 2024, Prabowo-Gibran didukung sembilan
parpol di KIM, yakni Partai Gerindra, Demokrat, Partai Golkar, PAN, PSI, PBB,
Partai Gelora, Partai Garuda, dan Partai Prima. Namun, beberapa hari setelah
pemungutan suara Pemilu 2024 usai, Presiden Jokowi yang juga ayah Gibran memanggil
Ketua Umum Partai Nasdem Surya Paloh untuk menemuinya di Istana Merdeka,
Jakarta. Dalam kontestasi pilpres, Nasdem merupakan partai pendukung
capres-cawapres Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar.
Sehari setelah pertemuan itu, Presiden mengungkap pertemuannya
dengan Paloh sebagai pertemuan politik. Presiden pun tak menampik saat ditanya apakah
ia menjembatani hubungan Partai Nasdem dengan Prabowo (Kompas.id, 19/2). Ketua
Dewan Pakar PAN Dradjad Wibowo mengakui, untuk memperkuat koalisi parpol
pendukung pemerintah ke depan, ada upaya melobi dari pihak Prabowo-Gibran ke
parpol pengusung Anies-Muhaimin ataupun Ganjar Pranowo-Mahfud MD agar masuk
dalam barisan koalisi (Kompas, 23/2). Firman menekankan, pembagian ”kue”
kekuasaan tidak selalu di kementerian. Mereka bisa berpartisipasi melalui
legislatif, dunia usaha, atau bahkan di sektor yudikatif. (Yoga)
Postingan Terkait
Kerjasama Bilateral Indonesia-Korsel
Bulog Ajukan Tambahan Modal Rp 6 Triliun
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023