;

Kelas Menengah Indonesia Sulit Menjadi Orang Kaya

Ekonomi Yoga 26 Feb 2024 Kompas (H)
Kelas Menengah Indonesia
Sulit Menjadi Orang Kaya

Ada kesenjangan sisa gaji per bulan antara kelas menengah dan kelas kaya usia produktif (15-64 tahun) pada tahun 2021. Sisa gaji warga kelas atas Rp 1,59 juta per orang per bulan yang nilainya setara 3,64 kali lebih besar dari warga kelas menengah. Dengan rata-rata sisa gaji kelas menengah pada 2021 senilai Rp 435.888 per bulan, tidak banyak uang yang bisa ditabung dan diinvestasikan. Kondisi ini menyulitkan kelas menengah yang jumlahnya 38,5 juta jiwa (20,7 % penduduk Indonesia) naik kelas menjadi orang kaya. Sebagai gambaran, untuk membeli 1 gram emas senilai Rp 1,1 juta (Antam per 9 Februari 2024), kelas menengah dan kelas kaya membutuhkan waktu yang berbeda.

Warga kelas menengah perlu dua bulan untuk membeli 1 gram emas. Adapun warga kaya hanya membutuhkan waktu 21 hari. Tim Jurnalisme Data Harian Kompas menemukan fakta itu dari olahan data mikro Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) dan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS tahun 2012-2021. Sisa gaji merupakan selisih pendapatan dengan pengeluaran rata-rata per orang per bulan dari warga usia produktif usia 15-64 tahun. Pendapatan yang dimaksud berasal dari pekerjaan utama warga.

Kelas menengah yang merujuk pada publikasi Bank Dunia berjudul ”Aspiring Indonesia-Expanding The Middle Class (2019)”. Bank Dunia membagi kelas menengah menjadi dua kelompok, yakni calon kelas menengah (aspiring middle class) dan kelas menengah (middle class). Rentang pengeluaran kelas menengah adalah 3,5 hingga 17 kali lipat garis kemiskinan per kapita per bulan. Merujuk garis kemiskinan BPS (2021), rentang pengeluaran kelas menengah Rp 1,7 juta-Rp 8,2 juta per orang per bulan.

Rachmat Fadillah (43), pengojek daring di Tangsel, Banten, menjadi bagian dari kelas menengah usia produktif. Rachmat harus bekerja dari pukul 06.00 hingga tengah malam untuk menutupi kebutuhan harian. ”Akun saya lagi ’anyep’, nih, sulit dapat orderan,” kata bapak dua anak ini. Meski sudah bekerja seharian, Rachmat baru mendapat uang Rp 150.000 setiap harinya. Jika bekerja enam hari per minggu, ia bisa mendapatkan uang Rp 3,9 juta sebulan. Pendapatan itu tidak bisa menutupi pengeluaran keluarganya sebesar Rp 6 juta per bulan kebutuhan hidup sehari-hari dan membiayai kuliah anak pertamanya di Kota Bandung. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :