;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Agung Dwi Pratama, Kegagalan Berbuah ”Maggot”

09 Apr 2024

Bermodalkan tutorial dan berkali-kali gagal mencoba, Agung Dwi Pratama (29) mengembangkan maggot di Banggai, Sulteng. Kini, ia menggandeng warga sekitar dan beternak larva lalat hitam itu untuk dimanfaatkan bersama. Medio 2018, saat mengalkulasi kebutuhan ternak ayam kampungnya, Agung tercekik kebutuhan pakan yang tinggi. Dedak, jagung, hingga nutrisi mencapai 75 % biaya produksi. Ia mulai mecari alternatif pakan. Saat itu, ia belum lama mengalami kerugian besar, 700 ekor ayam kampung ternaknya mati sekaligus. Ia pusing memikirkan modal dan keuntungan yang dibangun satu tahun terakhir. Terlebih lagi, ia baru saja menikah dan meninggalkan pekerjaan kantoran untuk beralih menjadi pengusaha.

”Hitungannya, dari Rp 50.000 harga ayam, misalnya, Rp 40.000 adalah biaya operasional dan perawatan. Dari jumlah tersebut, Rp 30.000 biaya pakan per ekornya,” kata Agung di Banggai, Minggu (31/3). Ia akhirnya menemukan informasi soal maggot yang Ia pelajari lewat bacaan, video terkait manfaatnya, hingga cara beternak maggot. Maggot adalah larva dari lalat black soldier fly (Hermetia illucens) atau si lalat hitam. Merogoh kocek Rp 1,5 juta, ia mengikuti kursus dalam jaringan dan video tutorial, lalu mencoba beternak maggot. Setelah memperbaiki cara produksi, volume produksi meningkat. Untuk mendapat 5 kg maggot, dibutuhkan 10 kg sampah, yang menjadi makanan utama dari telur lalat hitam. Sampah rumah tangga sisa makanan sehari-hari menjadi media tumbuh yang efektif untuk perkembangan maggot.

”Kami akhirnya membuat kelompok yang diberi nama GenToili BSF. GenToili diambil dari nama generasi dari kecamatan Toili,” sambungnya. Mereka mengumpulkan sampah di lingkungan secara bersama-sama. Berboncengan menggunakan sepeda motor berkeliling ke rumah-rumah warga, warung makan, hingga pesantren untuk mengumpulkan sampah makanan dan menaruhnya di sekretariat. Setelah difermentasi, lalu disiapkan untuk menjadi media kembang tumbuh maggot. Sistem rumah produksi sederhana juga dibuat. Mereka mampu menghasilkan 200 kg sebulan. Hasilnya, dibagi rata bersama. Sebab, para anggota kelompok ini adalah peternak ayam, lele, atau ternak lainnya. Berbekal modal tersebut, mereka mengajukan proposal ke Pertamina EP Donggi Matindok Field yang memang beroperasi di Banggai.

Saat ini, mereka telah memiliki produk lain berupa maggot kemasan. Maggot disangrai dan dikemas yang diberi nama Maggo Booster. Mereka mengemas dan menjualnya sendiri, dengan berkeliling kampung menawarkan produk ini ke toko hobi, pegiat hewan peliharaan, juga ke komunitas. Produk ini cocok untuk ikan koi, burung kontes, dan hewan peliharaan lainnya. Produk ini dibuat, untuk menjaga keberlangsungan, sekaligus eksistensi kelompok. Sebab, tidak semua anggota kelompok saat ini adalah peternak ayam, atau peternak lele. ”Kami juga punya mimpi untuk bikin pabrik tepung maggot. Itu kami rasa akan memberikan manfaat yang lebih besar ke depannya,” kata Agung. (Yoga)

Kabel Terjuntai Masih Ancam Pejalan Kaki

09 Apr 2024

Kabel terjuntai dan terkelupas mengancam pejalan kaki yang berada di sepanjang Jalan KH Mas Mansyur, Kecamatan Tanah Abang, Jakpus. Pemerintah diminta agar segera membenahi masalah ini. Santoso (68), warga Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakpus, Senin (8/4) serius menyaksikan kondisi kabel di depan matanya. Ia khawatir puluhan kabel terjuntai bisa mengenai pejalan kaki. Kondisi trotoar sepanjang Jalan KH Mas Mansyur cukup baik, namun, kabel tersebut menjadi salah satu masalah yang belum terpecahkan. Di beberapa lokasi, terlihat banyak kabel terkelupas dan menjuntai. Jika tidak hati-hati, bisa saja kabel itu melilit leher pejalan kaki. ”Sudah berkali-kali warga meminta agar kabel segera dibenahi, tetapi hasilnya tidak optimal,” kata Santoso.

Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Utilitas Dinas Bina Marga DKI Jakarta Samsul Bahri menuturkan, situasi yang terjadi di trotoar Jalan KH Mas Mansyur merupakan bagian dari pembangunan fasilitas umum berupa jembatan penyeberangan orang (JPO) yang akan melintang ke arah City Walk. ”Kami sedang merapikan dan merelokasi kabel udara (fiber optik) dan juga tiang BTS,” ucapnya. Pembangunan JPO berlangsung pada Maret sampai November 2024. Samsul menambahkan, sejak Agustus 2023, pemerintah menginstruksikan para operator dan pemilik utilitas membenahi kabel yang membahayakan warga.

Terutama kabel melintang di jalan dengan ketinggian kurang dari 4 meter. Jika tidak segera dibenahi, bisa saja kabel itu tersangkut pada kendaraan besar dan dikhawatirkan mengenai pengendara sepeda motor di belakangnya. ”Paling banyak kabel yang semrawut adalah fiber optik yang biasanya digunakan untuk jaringan telekomunikasi atau internet,” ujarnya. Sampai saat ini, tercatat sudah ribuan titik kabel yang dibenahi. Pembenahan akan terus dilakukan di lima wilayah DKI Jakarta. ”Kami akan memantau kabel semrawut di lapangan dan mendengar laporan masyarakat,” ucap Samsul. (Yoga)

Menuntut Ilmu Makan Siang Gratis ke China

09 Apr 2024

Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China, Itu yang dilakukan calon presiden Pemilu 2024, Prabowo Subianto, demi mengeksekusi kebijakan makan siang gratis, program unggulannya semasa kampanye. Atas undangan Presiden China Xi Jinping, Prabowo menghabiskan tiga hari di Beijing, China, pada 31 Maret-2 April 2024. Pada hari terakhir kunjungannya, Prabowo menyambangi sekolah Beijing No.2 Middle School di Dongcheng District, Beijing, meninjau penerapan program makan siang gratis yang berjalan sejak 2011. ”Sangat sehat,” komentar Prabowo saat melihat menu yang tersaji. Lauk dari protein hewani, sayur-sayuran, hingga makanan ringan. China adalah contoh yang sejak tahun 2011 sampai sekarang masih menerapkan kebijakan makan siang gratis bagi anak sekolah di wilayah perdesaan yang miskin.

Program bernama Nutrition Improvement Program (NIP) itu awalnya menarget 699 kabupaten di 21 provinsi seluruh China. Setelah satu dekade, NIP berhasil memperbaiki asupan gizi anak sekolah. Namun, dampaknya, Pemerintah China kelimpungan dengan tingginya beban anggaran yang mesti ditanggung serta kasus korupsi yang bermunculan. Di Kabupaten Du’an di Daerah Otonom Guangxi Zhuang, daerah terpencil dan termiskin di China, yang terpilih untuk program pilot makan siang gratis, satu dekade lalu, anak-anak di Du’an mengalami malanutrisi parah, 12 dari 100 anak sekolah di Du’an mengalami tengkes. Mereka lebih kurus dan lebih pendek 6 cm dibanding anak-anak sepantaran di China.

Pada 2011, pemerintah China mulai menerapkan program makan siang gratis untuk memperbaiki asupan nutrisi anak-anak di wilayah perdesaan. Setiap Senin pagi, 20 truk pendingin akan membawa 4 ton daging babi, 8 ton sayuran dan buah, serta 10,8 ton nasi ke 300 sekolah di desa-desa Du’an, untuk memberi makan 80.000 siswa seminggu. Hasilnya, kondisi fisik mereka membaik. Bagi banyak keluarga di perdesaan Du’an, makan siang gratis dari sekolah menjadi satu-satunya sumber nutrisi untuk anak mereka. Selama 2011-2021, Pemerintah China menghabiskan 147,2 miliar yuan (Rp 323,3 triliun) untuk menyediakan makan siang gratis di 1.762 kabupaten, 29 provinsi, dan 40 juta siswa di perdesaan.

Inflasi pangan membuat harga makanan pokok naik signifikan selama 2011-2021, karena keterbatasan ruang fiskal, alokasi anggaran tetap sama, yakni 4 yuan atau Rp 6.580 per orang per porsi. Hal itu membuat sejumlah menu, seperti daging, dikurangi dari porsi sehingga mengurangi asupan gizi anak. Sekolah juga harus menanggung beban biaya yang tinggi untuk menjaga dapur kantin tetap mengepul. Pemda merogoh kas untuk membayar tagihan listrik, air, dan gaji pekerja kantin sekolah, Namun, karena tidak sanggup, subsidi itu hanya bertahan selama empat tahun pertama. Kedua, proyek makan siang gratis justru membuka celah korupsi.

Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UI Teguh Dartanto berkata, Indonesia perlu belajar dari pengalaman negara lain jika ingin tetap menjalankan program makan siang gratis. ”Asumsinya, jika dijalankan utuh, anggarannya Rp 400 triliun-Rp 500 triliun per tahun. Jika parsial atau sebagian, anggarannya Rp 300 triliun. Meski pemerintahan baru nanti bisa menaikkan rasio pajak hingga 0,25 % poin per tahun pun, tambahan penerimaan itu tetap tidak bisa meng-cover biaya program makan siang gratis yang parsial,” tutur Teguh, Minggu (7/4). Jika tujuannya mengatasi tengkes, program itu cukup diberikan untuk ibu hamil dan anak balita. Jika hanya diarahkan untuk kelompok tersebut, kapasitas APBN masih mampu. (Yoga)

Agar Donasi Daring Tak Diselewengkan

09 Apr 2024
PENGGALANGAN DANA sosial secara daring marak dilakukan dalam beberapa tahun belakangan. Tak adanya aturan yang jelas membuat donasi online menjadi kontroversi karena tidak ada kejelasan apakah dana yang terkumpul digunakan sesuai dengan penggunaannya atau tidak. Kasus terbaru terjadi pada platform penggalangan dana (crowdfunding) sosial Kitabisa.com. Komika asal Semarang, Singgih Sahara, menjadi sorotan karena menggunakan uang donasi tidak sesuai dengan peruntukannya. Awalnya, Singgih menggalang dana di platform itu untuk kebutuhan pengobatan ibu dan anaknya. Total, dia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 86 juta. Belakangan, dia diketahui menggunakan sebagian dana itu untuk keperluan pribadi, seperti membayar biaya sewa rumah kontrakan hingga membeli telepon seluler merek iPhone dan konsol PlayStation.

Public Relations Manager Kitabisa, Fara Devana, mengakui adanya kekhilafan pihaknya dalam kasus itu. “Kesalahan kami di situ, tidak benar-benar mengetatkan pencairannya. Makanya Singgih bisa mencairkan donasi terus-menerus,” kata Fara. Fara mengatakan pihaknya sebenarnya sudah memiliki mekanisme verifikasi yang ketat terhadap pihak-pihak yang ingin melakukan penggalangan dana. Verifikasi itu, menurut dia, terbuka dan bisa dilihat oleh calon donatur. Dia pun menyatakan Kitabisa telah memverifikasi Singgih sebelumnya. "Kami sudah verifikasi sebelumnya di galang dana yang bersangkutan. Benar bahwa ibu dan anak Singgih dalam kondisi sakit dan perlu pengobatan," kata Fara. (Yetede)

Hijrah Koordinator Pendanaan ISIS Indonesia

08 Apr 2024
KERUSUHAN di rumah tahanan khusus narapidana kasus terorisme di Markas Komando Brigade Mobil Kepolisian RI, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, pada 8 Mei 2018 masih membekas di benak Hendro Fernando, 40 tahun. Kerusuhan itu membuat Hendro ikut dipindahkan dari Lembaga Pemasyarakatan Serang, Banten, ke Lapas Nusakambangan, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah.

Hendro merupakan eks narapidana kasus terorisme. Ia ditangkap satu hari setelah teror bom di sekitar Plaza Sarinah, Jalan M.H. Thamrin, Jakarta Pusat—disebut juga bom Thamrin—pada 15 Januari 2016. Hendro divonis 6 tahun 2 bulan penjara karena dinyatakan terbukti terlibat pendanaan kelompok teror Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Indonesia. Ia juga terbukti terlibat pengiriman senjata dan amunisi ke jaringan teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Poso, Sulawesi Tengah; serta Filipina.

Koordinator persenjataan dan pendanaan ISIS di Indonesia itu sesungguhnya tidak terlibat dalam insiden berdarah di Markas Komando Brimob, yang menewaskan lima polisi dan satu narapidana kasus terorisme. Namun langkah pemindahan tahanan terorisme di Mako Brimob itu juga berdampak pada Hendro. Setelah kerusuhan di penjara narapidana terorisme tersebut, semua terpidana kasus terorisme yang berstatus merah—masih menganut ideologi radikal dan berhubungan dengan jaringan teroris—dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Tercatat ada 156 napi teroris, termasuk Hendro, yang dinyatakan berstatus merah. Sebagian besar dari mereka merupakan penghuni rumah tahanan Markas Komando Brimob. (Yetede)

HILIRISASI, Mengisi Lumbung agar Tidak Tekor

08 Apr 2024

Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, menurut KPU, memperoleh suara terbanyak dalam Pemilu Presiden 2024. Prioritas utama kerja pasangan ini lima tahun ke depan adalah pangan, energi, dan industrialisasi. Saat ini pangan mendesak ditangani, tecermin dari rentannya produksi pangan akibat pertambahan penduduk, pengaruh iklim, dan situasi geopolitik. Meningkatkan produksi pangan menjadi tantangan besar karena lahan semakin terbatas, terjadi perubahan pola cuaca, perubahan perdagangan global, serta ada kebutuhan berbeda berdasar usia, jender, profesi, dan budaya. Sementara kesejahteraan petani dan nelayan tertinggal. Jumlah petani menurun dan usia menua. Menurut Sensus Pertanian 2023 Tahap 1 BPS yang dirilis 15 Desember 2023, jumlah rumah tangga usaha pertanian gurem meningkat. Proporsi petani gurem bertambah. Pada 2013 jumlahnya 55,33 % (14,25 juta unit) dan menjadi 60,84 % (16,89 juta unit) pada 2023.

Tanpa hilirisasi, tanpa agroindustri, tanpa inovasi sulit mengharapkan peningkatan produksi pangan seraya menyejahterakan petani. Apalagi menumbuhkan ekonomi 6 % hingga 7 % per tahun untuk menjadi negara kaya pada 2045. Masih adanya kelompok masyarakat miskin dan ketimpangan kemakmuran menjadi penghalang menjadi negara maju. Saat ini 30 % tenaga kerja masih ada di pertanian on farm. Sementara kesejahteraan petani (dan nelayan) tidak banyak berubah. Nilaitukar petani bekisar 100. Artinya, keuntungan petani tidak cukup. Mereka harus bekerja di luar lahannya untuk menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak-anak. Mereka memburuh atau menjadi penggarap di lahan milik tetangga, menjadi pedagang kecil di desa, atau mencari kerja sambilan di kota.

Pemerintahan Prabowo-Gibran diharapkan mempertajam prioritas penghela pertumbuhan dengan membangun industri berbasis sumber daya alam. Dalam buku Gagasan Strategis Prabowo, Strategi Transformasi Bangsa Menuju Indonesia Emas 2045, terbit Oktober 2023, disebutkan, 21 komoditas prioritas hilirisasi, 11 di antaranya berasal dari perkebunan (sawit, kelapa, dan karet) dan lainnya dari hutan (getah pinus), serta perikanan dan kelautan. Mengaitkan produksi on farm dengan industri pascapanen di perdesaan melalui BUMDes atau koperasi petani akan meningkatkan produktivitas. Pendekatan agroindustri berbasis karbohidrat, protein, vitamin dan mineral mikro dari tanaman pangan, hortikultura, perikanan, perkebunan, dan hasil hutan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan menjadi pendorong dan penghela pertumbuhan dan pemerataan. Industri ini dapat dikerjakan petani, UMKM, hingga industri besar.

Membangun industri pangan memerlukan dukungan kebijakan dari hulu hingga hilir. Diperlukan industri dasar logam dan kimia untuk menghasilkan produk, seperti kemasan, bahan penolong dan peralatan pengolah bahan pangan, serta industri alat dan mesin pendukung. Meski terjadi mekanisasi pertanian, tetapi cangkul dan arit masih menjadi alat kerja lebih separuh petani serta masih diimpor sampai hari ini. Industri yang memerlukan. Hilirisasi kopi dan rempah, misalnya, akan menunjukkan keunggulan keragaman genetika Indonesia dan daya saing yang melekat. Dengan strategi dan kebijakan tepat, agroindustri akan menampilkan keunggulan komparatif dan kompetitifnya: kandungan lokal yang besar, menyerap tenaga kerja dan padat karya, lebih mudah memeratakan kesejahteraan dan mengisi lumbung pangan kita agar tidak tekor. (Yoga)

Konsumsi Tunjangan Hari Raya

08 Apr 2024

Tunjangan hari raya (THR) setiap tahun bagi pekerja swasta dan aparatur sipil negara menjadi harapan bergeraknya konsumsi rumah tangga dan pertumbuhan ekonomi. Apa saja yang dikonsumsi pekerja menggunakan THR mereka? Farika Daniar (37) Guru di Bandung, membeli kebutuhan pokok, seperti sayur, daging, dan bumbu. Makan bersama saat Lebaran sudah menjadi tradisi di rumah yang menjadi tujuan mudik. Harga-harga lebih mahal, tapi tetap dibeli. Selain itu, beli hamper untuk berbagi dengan keluarga. Harga barang-barang untuk hamper juga naik. Tahun lalu, dengan anggaran Rp 150.000 sudah banyak, sekarang hanya dapat setengahnya. Kaget juga dengan harganya.

Vandy Kusumawardhana (34) Karyawan Swasta, di Tangsel, Banten, setiap Ramadhan dan Lebaran, membeli bahan pangan pokok, pakaian, dan buah. Bahan pangan pokok dan buah-buahan kami pilih karena ibadah puasa membutuhkan asupan makanan lebih baik guna menjaga daya tahan tubuh. Pakaian baru, biasanya kami gunakan pada saat perayaan hari raya Idul Fitri. Namira Daufina Nainggolan (32) Karyawan Swasta di Jakarta, mengatakan, setiap bulan Ramadhan dan perayaan Idul Fitri, pola belanja meningkat. Mulai agenda buka bersama yang padat, saling tukar hamper, serta belanja pakaian Lebaran. Selain itu, persiapan dana mudik dan bagi-bagi THR buat sanak saudara. Kebutuhan Lebaran, di alokasikan dari pendapatan saya dan suami. THR dari tempat kerja juga membantu kami memenuhi kebutuhan Lebaran. (Yoga)

TUNJANGAN HARI RAYA, Kemenaker Terima 1.187 Pengaduan

08 Apr 2024

Kemenaker telah menerima 1.187 pengaduan masalah tunjangan hari raya atau THR keagamaan, yang tercatat di posko pengaduan pelaksanaan THR kementerian dan dinas tenaga kerja yang dibuka sejak 4 April hingga 6 April 2024 pukul 15.00 WIB. Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja Kemenaker Haiyani Rumondang, yang ditemui di sela-sela pelepasan mudik gratis bersama Kemenaker, Minggu (7/4) di Jakarta, menyampaikan, ada tiga masalah utama yang diadukan ke posko, yakni THR tidak dibayar, THR terlambat dibayar, dan nominal THR tidak sesuai ketentuan. Sesuai ketentuan, THR keagamaan dibayarkan paling lambat tujuh hari sebelum perayaan Idul Fitri. Pada tahun 2024, H-7 Lebaran jatuh pada 3 April.

Sesuai Surat Edaran Menaker No M/2/HK.04/III/-2024, besaran THR keagamaan bagi pekerja/buruh yang mempunyai masa kerja 12 bulan terus-menerus atau lebih diberikan 1 bulan upah. Bagi pekerja/buruh dengan masa kerja 1 bulan secara terus-menerus, tetapi kurang dari 12 bulan, akan diberikan THR secara proporsional. THR keagamaan juga diberikan kepada pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja waktu tidak tertentu (PKWTT) dan perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT). Adapun jumlah perusahaan yang diadukan terkait masalah THR sampai 6 April 2024 pukul 15.00 mencapai 725 perusahaan.

”Pengaduan masalah THR keagamaan tahun 2024 sejauh ini paling banyak datang dari Daerah Khusus Jakarta. Kami menduga karena jumlah perusahaan di provinsi ini banyak,” ujar Haiyani. Dia menambahkan, daftar perusahaan yang diadukan ke posko pengaduan THR akan menjadi atensi pengawas ketenagakerjaan. Sejauh ini, pengawas ketenagakerjaan sudah memeriksa 30 pengaduan. Kadisnakertrans dan Energi Daerah Khusus Jakarta Hari Nugroho, mengatakan, ada 200 perusahaan di Daerah Khusus Jakarta yang belum membayar THR keagamaan. Menurut dia, kebanyakan dari perusahaan tersebut bergerak di industri, bukan di bidang perdagangan ataupun sektor lainnya. (Yoga)

Misi Nelayan Sejahtera Dihadang Gelombang

08 Apr 2024

Hari Nelayan Nasional yang diperingati setiap 6 April mengingatkan semua pihak, terutama pemerintah, soal nasib nelayan. Mereka semakin tidak sejahtera dan pekerjaan ini mulai ditinggalkan. Regulasi untuk mendorong kesejahteraan nelayan sudah dibuat melalui UU RI No 7 Tahun 2016 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan, Pembudi Daya Ikan, dan Petambak Garam, yang mengamanatkan negara hadir mendorong kesejahteraan pelaku sektor perikanan. Namun, upaya perlindungan dan pemberdayaan untuk mendorong kesejahteraan nelayan belum optimal.

Indikator kesejahteraan nelayan melalui nilai tukar nelayan, cenderung melemah. Berdasarkan data BPS, nilai tukar nelayan pada Maret 2024 adalah 102,1, naik tipis dibanding Februari 2024, yakni 101,59. KKP mematok target nilai tukar nelayan 2024 sebesar 108. Sekjen Serikat Nelayan Indonesia Budi Laksana mengemukakan, nelayan menghadapi tantangan yang semakin berat di tengah dampak perubahan iklim. Perubahan cuaca yang tak bisa diprediksi menyebabkan beberapa jenis ikan sulit dicari. Tangkapan kian tak menentu. Selain itu, abrasi juga menggerus ruang hidup nelayan. Hingga kini belum terlihat peta jalan yang konkret untuk menyejahterakan nelayan.

Program peningkatan kesejahteraan nelayan belum tecermin dalam program kampanye presiden di Pemilu 2024. ”Kehidupan nelayan semakin berat, sedangkan belum terlihat peta jalan untuk mendorong kesejahteraan nelayan, seperti dihadang gelombang” ujar Budi, Kamis (4/5/2024). Plt Dirjen Perikanan Budidaya KKP TB Haeru Rahayu mengemukakan, pemerintah memiliki keberpihakan penuh kepada nelayan dengan memperjuangkan keberlanjutan subsidi perikanan di Indonesia di tengah tekanan internasional untuk menghapuskan skema subsidi perikanan. (Yoga)

Omzet Lebaran Tidak Setinggi Satu Dekade Lalu

08 Apr 2024

Kenaikan omzet industri alas kaki dan tekstil serta produk tekstil pada momentum Lebaran terus merosot dalam 10-20 tahun terakhir. Jika dulu lonjakan omzet bisa berkali-kali lipat dibanding bulan biasa, kini lonjakan maksimal hanya 50 %. Penyebabnya beragam, mulai dari impor yang makin marak hingga daya beli masyarakat yang menurun. ”Ada kenaikan omzet karena momentum Lebaran, tetapi tidak seramai zaman dulu,” ujar Eddy Widjanarko, Ketua Umum Asosiasi Persepatuan Indonesia, saat dihubungi, Minggu (7/4). Eddy menjelaskan, kenaikan omzet penjualan sepatu pada momentum Lebaran tahun ini tidak sebesar 10-20 tahun lalu. Sekitar 20 tahun lalu atau awal 2000-an, momentum Lebaran bisa meningkatkan omzet hingga tujuh kali lipat dibanding bulan biasanya.

Sampai 10 tahun lalu pun, meski menurun, momen Lebaran tetap bisa meningkatkan omzet tiga kali lipat dibanding bulan biasa. Namun, pada Lebaran 2024, kenaikan omzet hasil penjualan industri alas kaki atau sepatu paling besar mencapai 50 % disbanding bulan biasa. Penyebabnya, menurut Eddy, adalah kenaikan biaya hidup yang ditandai dengan inflasi pangan. Daya beli masyarakat juga menurun. Akhirnya, masyarakat lebih memprioritaskan belanja barang primer, seperti pangan, dibandingkan sepatu. Selain itu, kini makin marak sepatu impor, baik yang legal maupun ilegal, yang dipasarkan dengan harga lebih murah. Penjualan industri sepatu lokal pun tergerus. Ditambah lagi, telah terjadi perubahan pola konsumsi masyarakat. Kini masyarakat lebih mengedepankan pakaian rapi, tanpa harus membeli sepatu baru dan pakaian baru. (Yoga)