Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Mengatasi Stagnasi Produktivitas
Eskalasi harga beras sangat tinggi sejak akhir 2023 karena
suplai turun signifikan. Produktivitas hanya tumbuh 0,25 % pada 2014-2023, dari
5,14 ton/hektar (ha) menjadi 5,23 ton/ha. Ketika pada 2019, kekeringan ekstrem melanda
Indonesia, produktivitas padi bahkan turun dari 5,20 ton/ha menjadi 5,11
ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas lima tahun terakhir nyaris tak membawa
hasil karena kapasitas produksi telah turun signifikan. Teknik budidaya
pertanian yang tidak berkelanjutan menyebabkan degradasi lahan dan erosi tanah
yang menurunkan produksi dan produktivitas pangan. Praktik pertanian
superintensif dan penggunaan bahan kimia secara berlebihan selama
bertahun-tahun telah menyebabkan kelelahan lahan (land fatigue) di banyak
sentra produksi padi dan pangan strategis lain. Bahan organic (BO) di dalam
tanah menurun drastis, bahkan dua pertiga lahan pertanian Indonesia hanya
memiliki kandungan BO di bawah 2 %.
Kekeringan ekstrem El Nino pada 2023 memperburuk penurunan
kapasitas produksi. Luas panen padi turun signifikan dan produksi paditurun hampir
1 juta ton gabah kering giling (GKG). Strategi peningkatan produktivitas ke depan
perlu lebih banyak menggunakan aplikasi teknik pertanian cerdas (smart farming),
pertanian presisi (precision farming), digitalisasi rantai nilai, dan lainnya.
Kinerja produktivitas padi di Indonesia sebenarnya tak terlalu berbeda dengan
di negara produsen beras lain di Asia Tenggara. Thailand dan Myanmar juga
mengalami pelandaian produktivitas (levelling-off) dua dekade terakhir. Berbeda
dengan Vietnam dan Filipina yang mengalami lompatan produktivitas cukup
signifikan, terutama karena penggunaan varietas unggul, yang lebih adaptif
terhadap perubahan iklim. Selain itu, penggunaan varietas unggul oleh petani
padi Indonesia masih sangat rendah.
Strategi peningkatan produktivitas, khususnya pangan pokok,
perlu mengandalkan inovasi baru dan perubahan teknologi melalui proses
penelitian dan pengembangan (R&D) jangka panjang. Para ilmuwan pertanian Indonesia
telah sangat mumpuni untuk menghasilkan invensi baru dari hasil R&D
tersebut. Invensi baru ini perlu segera menjadi inovasi baru, yang dapat
diadopsi oleh masyarakat atau telah masuk pada tahapan komersialisasi ke depan.
Rekomendasi kebijakan Pertama, penyediaan benih berkualitas, baik melibatkan
industri benih domestik, maupun asing, untuk mampu menjangkau seluruh pelosok
dan bisa diakses oleh petani dari segenap lapisan. Kedua, perbaikan sistem
pemupukan, yang mampu memperbaiki keseimbangan hara tanah yang dibutuhkan tanaman.
Selain butuh pupuk urea, banyak daerah atau sentra produksi memerlukan tambahan
fosfat dan kalium.
Ketiga, penyehatan tanah secara menyeluruh melalui
pengembalian BO seperti jerami ke dalam tanah, agar rasio karbon terhadap
nitrogen (rasio C/N) naik pesat, misalnya penambahan ameliorant tanah, pupuk
hayati, dan sistem pertanian organik. Keempat, revitalisasi sistem penyuluhan
pertanian, yang memberdayakan petani untuk mampu menolong diri sendiri,
mengembangkan sistem kelembagaan ekonomi petani, pendidikan, pelatihan, dan
pemberdayaan petani untuk mengadaptasi serta mengadopsi inovasi baru yang mampu
meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kelima, pengembangan
diversifikasi produksi pertanian ke arah yang mampu meningkatkan skala ekonomi
untuk mendukung strategi diversifikasi konsumsi pangan yang mampu menyehatkan
dan meningkatkan gizi masyarakat. (Yoga)
Angkutan Umum Kian Diminati Pemudik
Moda transportasi umum menjadi pilihan banyak pemudik Lebaran
2024. Secara umum, mudik dengan kendaraan pribadi masih mendominasi, tetapi pamor
angkutan umum menaik. Jika dibandingkan Lebaran tahun lalu, angkanya mengalami
peningkatan cukup signifikan. Jumlah kendaraan pribadi melalui jalan tol justru
menurun. Kompas membandingkan data pergerakan pemudik Lebaran tahun 2024 dari
H-7 hingga H-2 atau dari 3 April hingga 8 April 2024 dengan periode yang sama
pada Lebaran 2023. Data yang digunakan berasal dari laman Sistem Informasi Angkutan
dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) yang dikelola Kemenhub RI.
Dibandingkan tahun 2023, pemudik tahun ini lebih banyak memilih
transportasi umum. Hingga H-2 Lebaran 2024, total keberangkatan menggunakan
transportasi umum 3,86 juta penumpang. Angka ini meningkat 11,5 % dibandingkan periode
yang sama tahun lalu sebanyak 3,46 juta penumpang. Keberangkatan penumpang
menggunakan kereta api mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu 14,3 %.
Setelah itu, bus antarkota antarprovinsi sebesar 13,9 % dan pesawat terbang 8,1
%. Sedang jumlah kendaraan melalui jalan tol mengalami penurunan signifikan.
H-2 Lebaran 2024, total kendaraan via tol sebanyak 1,4 juta unit, turun 26 % dibanding
periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta unit kendaraan.
Di Jakarta dan sekitarnya, peningkatan pemudik menggunakan
transportasi umum meningkat 6,7%, mereka berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun
Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Kendaraan yang keluar Jakarta via jalan tol menurun 16,7 %. Sesuai prediksi Maraknya
pemudik yang lebih memilih moda transportasi umum sesuai dengan prediksi
sejumlah pengamat. Salah satunya Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan
Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno.
”Keinginan masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum itu
bagus. Dan itu harus dijaga terus oleh pemerintah mempertahankan angkutan umum
yang sudah menarik,” katanya. Andri (29), warga Cipulir, Kebayoran Lama, memutuskan
menggunakan bus untuk mudik ke Prembun, Kebumen, Jateng, bersama ibunya. ”Penginnya
naik suite class, tapi enggak ada jurusan ke Prembun. Padahal jika ada mau naik
kelas itu karena harganya tidak jauh berbeda dengan kelas lainnya,” ujar Andri.
Ia mendapat tiket Rp 460.000 per orang. Dengan kenyamanan yang memungkinkan
istirahat maksimal. (Yoga)
Wastra Aceh Punya Cerita
Di tangan anak-anak muda, kain tradisional Aceh bertransformasi
dan menggeliat bersama industri mode Wastra Aceh bukan sekadar simbol kebudayaan.
Kain-kain tradisional Aceh menyimpan potensi ekonomi yang besar, apalagi jika
dikembangkan sepe nuhnya dari hulu ke hilir. Bunyi ketukan alat tenun bukan
mesin bersahut-sahutan dari lantai dua rumah produksi Tenun Kutaraja di Ulee Lheue,
Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/3). Pesanan 40 lembar kain dari BI
Kantor Perwakilan Aceh harus segera rampung. ”Untuk sementara, kami fokus
selesaikan pesanan BI. Pekerja kami hanya tiga orang, tak bisa terima banyak orderan,”
kata Zulhelmi (29) pemilik usaha Tenun Kutaraja. Dia memulai usaha itu pada
tahun 2022. Pada 2021, Helmi mengikuti program Muslim Fashion Collaboration
(MFC) yang digulirkan BI Perwakilan Aceh.
Seusai pelatihan, BI Perwakilan Aceh menawarkan kepada Helmi
untuk belajar menenun, ia menerimanya. ”Saya tertarik, pertama untuk merawat kebudayaan dan kedua ini peluang bisnis.
Sebab, perajinnya sedikit,” katanya. Motivasi yang tinggi membuat dia tidak
sulit menguasai tekniknya. Setelah pelatihan, Helmi diberi bantuan berupa alat produksi
tenun oleh BI Perwakilan Aceh. Dari situ, ia membuat tenun motif sederhana,
seperti pintu aceh reubong (rebung), dan awan berarak; hingga motif yang lebih rumit,
seperti ornamen pada batu nisan kuno dan simbol-simbol perjalanan Kerajaan Aceh
Darussalam. Dalam sebulan, Tenun Kutaraja hanya mampu memproduksi 40 lembar kain
tenun. Padahal, pesanan jauh lebih banyak. Terkadang, pemesan harus menunggu
sebulan baru pesanan rampung. Helmi masih kekurangan penenun. ”Aceh butuh
banyak penenun. Kain tenun Aceh mulai diminati, bahkan oleh perancang busana
nasional,” katanya.
Saat ini, jumlah penenun di provinsi itu bisa dihitung dengan
jari. Generasi muda tidak tertarik belajar tenun. Padahal, tenun memiliki
potensi bisnis yang besar. Harga per lembar kain tenun buatan Helmi berkisar Rp
700.000-Rp 1 juta. Terpaut 4 kilometer dari rumah produksi Tenun Kutaraja, di
sebuah rumah di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Suryani Marzuki (27), istri
Helmi, tengah memeriksa pakaian hasil jahitan dua karyawannya. Jika Helmi
bermain di hulu, Suryani, yang berprofesi sebagai perancang dan penjahit
pakaian, bermain di hilir. Tak jarang kain produksi Helmi menjadi bahan
pembuatan pakaian bagi Suryani. Pada bulan Ramadhan, pemesanan pakaian mengalir
deras. Tarif jasa membuat satu pakaian Rp 200.00 hingga Rp 300.000. Selama
Ramadhan, dia mampu menyelesaikan 200 potong pakaian.
Perancang mode kenamaan Wignyo Rahadi menuturkan, wastra
Aceh, baik tenun maupun songket, memiliki potensi untuk bersaing di panggung
nasional, bahkan internasional. Pada 2022, kain songket Aceh pernah tampil di
acara Paris Fashion Week. ”Motif wastra Aceh sangat menarik dan berkarakter
kuat, seperti motif pintu aceh. Di daerah lain tidak ada motif pintu Aceh,
bahkan yang mirip pun tidak ada,” kata Wignyo. Wignyo mendorong para pelaku
usaha di bidang mode, penenun, perancang, hingga pembuat pakaian berkolaborasi untuk
mengembangkan usaha mode dari hulu ke hilir. Kain tenun dan songket perlu
didekatkan dengan warga Aceh dalam bentuk pakaian jadi siap pakai. (Yoga)
Salam Tempel Ajarkan Literasi Keuangan
Danik (14), siswi salah satu SMP swasta di Jaksel, sudah
menyiapkan cara apabila sanak saudaranya ingin memberi salam tempel saat
Lebaran, Rabu (10/4). Sistem pembayaran berbasis QR atau QRIS disiapkan dalam
aplikasi pembayaran digitalnya untuk dipindai oleh keluarganya. Setelah
QRIS-nya jadi, sekitar minggu kedua Ramadhan, dia menyampaikan kepada om dan
tantenya untuk menyiapkan uang yang pada hari Idul Fitri ditransfer melalui QRIS
tersebut agar tidak repot. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jajan dan
keperluan sehari-hari. ”Sekarang, kan, semua kios maunya transfer QRIS. Enggak
ada lagi yang terima uang tunai. Kalaupun ada, jarang yang ada duit kembalian.
Makanya, nanti THR (tunjangan hari raya) ditransfer saja,”
kata Danik. Menurut dia, praktik salam tempel digital ini lumrah bagi dirinya
dan kalangan teman-teman sekolahnya. Bagi mereka, cara ini menghindari risiko
”investasi bodong”, yaitu ketika salam tempel berupa uang tunai harus disetor
kepada orangtua. Setelah itu, anak tidak akan pernah melihat uang itu selamanya.
Entah oleh orangtua memang ditabung untuk masa depan anak atau dipakai untuk
berbelanja sayur. Tradisi salam tempel memang tak lepas dari tradisi silaturahmi
hari raya. Orang yang sudah berpenghasilan biasanya akan memberikan uang kepada
anak-anak atau orang yang membutuhkan saat mereka bertemu dalam momen tersebut.
(Yoga)
Data Kredit Macet Pinjol
BPJS KETENAGAKERJAAN, Aset Jaminan Kematian Akan Negatif
Kesehatan keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS
Ketenagakerjaan sedang menjadi topik hangat. Sebab, ketahanan dana jaminan
kematian, diduga terus merosot. Saat menjadi pembicara kunci ”Expert Talk Dewan
Pengawas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”, Kamis (4/4) petang, di Jakarta, Ketua
Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyinggung soal
ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengutip Nota Keuangan RAPBN 2024. Dalam
RAPBN 2024, rasio klaim jaminan kematian (JKM) pada 2024 diproyeksi mencapai
87,2 %. Trennya meningkat dalam jangka menengah menjadi 102,5 % pada 2026. Aset
neto JKM pada 2024 diperkirakan Rp 8.550,4 miliar.
”Konsekuensinya, kesehatan keuangan JKM turun. Diperkirakan
aset JKM akan negatif pada 2027 sehingga perlu mitigasi cepat. Kami menginginkan
ada evaluasi manfaat JKM,” ujarnya. Shinta meyakini, BPJS Ketenagakerjaan telah
menyadari persoalan itu dan memiliki strategi advokasi kepada pemerintah agar
ada solusi. Dia berharap masyarakat memiliki pandangan senada terkait
pentingnya menjaga ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan, terutama JKM. Deputi
Bidang Aktuaria dan Riset Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Arief Dahyan
Supriadi, mengatakan ”Saat ini, retensi kepesertaan BPU (Bukan Penerima Upah) bermasalah.
Hanya 15 % dari total BPU yang melanjutkan kepesertaan sebelumnya.
Ada 61 % dari total kepesertaan BPU mengiur satu bulan dan
tiga bulan, lalu berhenti dan memanfaatkan masa grace period,” ujarnya. Dari
analisis arus kas neto JKM, kemampuan peserta penerima upah untuk menyubsidi
BPU terus berkurang. Arus kas neto JKM dari peserta penerima upah lama-lama
dikhawatirkan akan negatif. Padahal, saat bersamaan pencairan manfaat JKM,
terutama manfaat beasiswa anak peserta JKM, terus berjalan secara berkala. ”Kami
sudah menghitung, aset neto JKM bisa habis pada 2027 jika tidak ada perbaikan,
seperti peninjauan kembali besaran manfaat program JKM pada PP No 82/2019,”
ucap Arief. (Yoga)
Risiko Kecelakaan ”Contraflow” Lebih Besar
Kepolisian menyelidiki penyebab peristiwa kecelakaan yang
menewaskan 12 orang di lajur lawan arah atau contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM
58, di Purwakarta, Jabar, Senin (8/4). Risiko kecelakaan dalam penerapan lawan
arus lebih besar sehingga standar keamanan harus ditingkatkan. Kepala Dewan
Road Safety Association Rio Octaviano mengatakan, penerapan sistem lawan arah
di jalan tol harus dievaluasi. Kecelakaan menunjukkan bahaya yang selalu
mengintai di sepanjang jalur contraflow. ”PUPR atau operator jalan tol harus
mulai berkomitmen memasukkan standar keselamatan jalan ke dalam standar pelayanan
minimum (SPM) mereka,” kata Rio.
Dari sisi pengguna, potensi kecelakaan dapat terjadi karena
pengendara kurang merawat kendaraan. Perilaku pengendara yang melanggar aturan
lalu lintas, seperti batas kecepatan dan larangan berhenti, juga meningkatkan
risiko kecelakaan. Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri
Pulubuhu menyebut, pengguna jalan tol lebih aman tetap berada di jalur normal dibandingkan
di jalur lawan arah. ”Risiko kecelakaan di jalur contraflow sangat besar,” kata
Jusri. Jalurnya sempit dan rambu-rambu jalan dalam posisi terbalik.
Dalam kunjungan ke Posko Identifikasi Korban di RSUD Karawang,
Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pihaknya
berbelasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kecelakaan bermula saat
mobil keluar dari lajur contraflow dan masuk ke lajur yang berlawanan. Kebijakan
contraflow yang awalnya akan diberlakukan di ruas tersebut pun kini dihentikan.
Awalnya, sistem ini akan diterapkan mulai Jumat (5/4) pukul 14.00 hingga Kamis (11/4)
pukul 24.00 di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 36 hingga Tol Cikopo-Palimanan Km
72. ”Kendaraan dari Jakarta, dari Bandung, kami arahkan ke Cikampek Selatan,”
ucap Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Aan Suhanan. (Yoga)
MUDIK GRATIS PARPOL, Antara Membantu Pemudik dan Pencitraan Partai Politik
Menjelang Lebaran, sejumlah partai politik kembali
memfasilitasi mudik gratis bagi masyarakat. Puluhan bus disewa untuk membawa
pemudik dari Jakarta ke berbagai kota di Pulau Jawa. Para pemudik pun terbantu
dengan program partai tersebut. Di sisi lain, program partai dinilai sebagai
upaya partai untuk membangun citra positif di mata publik. Akhir pekan lalu, 25
bus diberangkatkan dari kantor Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa
(PKB), Jakarta, menuju berbagai kota di Jateng, Jatim dan Yogyakarta. Bus
mengangkut ratusan pemudik yang pulang kampung memanfaatkan program mudik
gratis dari PKB.
Program itu sangat membantu mereka di tengah melonjaknya harga
tiket menjelang Lebaran dan sulitnya mencari tiket untuk pulang kampong, seperti
dituturkan Joharudin, warga Cikeas, Jabar. Biasanya, ia pulang setiap tiga
bulan sekali ke Ngawi, Jatim, menggunakan bus dengan tiket Rp 280.000. Namun,
menjelang Lebaran, harga tiket bus melonjak dua kali lipat, menjadi Rp 570.000.
Karena itu, ia bersyukur ada program mudik gratis dari PKB. Alhasil, uang untuk
beli tiket bisa dipakai guna merayakan Lebaran. Untuk bisa ikut mudik gratis bersama
PKB, pun tidak sulit. Bahkan, menurut Burhan, pemudik asal Temanggung, Jateng,
pemudik bisa menikmati menu berbuka puasa gratis yang disediakan oleh panitia
di tengah perjalanan.
Wakil Ketua Umum PKB Jazilul Fawaid mengatakan, program mudik
gratis merupakan program tahunan partai setiap menjelang Lebaran. Bedanya, kali
ini lebih spesial karena program digelar setelah hasil Pemilu 2024 menunjukkan
kenaikan suara yang signifikan bagi partai. Implikasinya, raihan kursi
legislatif PKB pun meningkat, dari 58 kursi di DPR menjadi 68 kursi. Atas dasar
itu, program mudik gratis kali ini pun digelar oleh partai sebagai ucapan te rima
kasih kepada masyarakat yang telah memercayai PKB di pemilu lalu sehingga
perolehan suara dan kursi DPR ataupun DPRD PKB meningkat.
Program mudik gratis juga digelar Partai Golkar. Pada 3 April
lalu, partai ini memberangkatkan 1.000 peserta mudik dengan 20 bus. Tujuannya
Klaten, Solo, Wonogiri, Yogyakarta, Gunungkidul, Madura, hingga Bengkulu. Setiap
pemudik memperoleh bingkisan paket sembako dalam tas berwarna kuning senilai Rp
150.000, uang saku Rp 100.000, dan kaus Partai Golkar. Senada dengan PKB,
kegiatan mudik gratis tahun ini juga digelar Golkar sebagai bentuk ucapan
terima kasih kepada masyarakat, utamanya para pemilih Golkar. ”Mudik bareng
merupakan tradisi yang dibangun Partai Golkar, bentuk terima kasih kepada masyarakat
dan pemilih Partai Golkar seusai Pemilu 2024,” kata Ketum Partai Golkar
Airlangga Hartarto saat melepas peserta mudik gratis bersama Golkar di Kantor
DPP Golkar, Jakarta. (Yoga)
Memacu Ekonomi Lebaran
Mudik Lebaran bagai ritual tahunan, bukan sekadar berbondong-bondong ke kampung halaman atau kota kelahiran. Ada kegiatan ekonomi dan perputaran uang yang mengiringinya. Jutaan orang menuju ke udik, bertemu keluarga, kerabat, dan teman masa kecil. Mudik juga seperti mengisi ulang energi yang diperas nyaris setahun di perantauan. Lebaran berbalut keriangan itu memutar roda ekonomi dari pergerakan warga yang mudik, belanja oleh-oleh pemudik, serta uang yang dibawa dan dibelanjakan di kampung halaman. Ekonomi juga bergerak dari kiriman uang pekerja migran Indonesia untuk keluarga mereka menjelang Idul Fitri, yang lantas dibelanjakan.
Ada pula belanja daring yang setidaknya melibatkan penjual dan pembeli, perusahaan logistik, dan kurir pengantar barang. Di kota kelahiran, sebagian pemudik tak hanya berdiam di rumah, tapi berwisata. Kegiatan belanja jasa ini pun menambah kencang putaran roda ekonomi. Kemenparekraf memperkirakan perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif senilai Rp 276,11 triliun. Proyeksi ini dipengaruhi pergerakan orang, yang menurut Kemenhub ada potensi pergerakan 193,6 juta orang pada periode Lebaran 2024, lebih banyak dibanding 2023 di 123,8 juta orang. Kadin Indonesia memperkirakan perputaran uang pada Lebaran 2024 sebesar Rp 157,3 triliun.
Angka ini dihitung dari jumlah keluarga yang mudik dikalikan rata-rata uang yang dibawa, yakni Rp 3,25 juta per keluarga. Jumlah keluarga, diasumsikan beranggotakan empat orang, dihitung dari potensi 193,6 juta orang yang bergerak di masa Lebaran. Dengan demikian, ada 48,4 juta keluarga. Jajak pendapat Litbang Kompas pada 18-20 Maret 2024 menyebutkan, 55,65 % dari 505 responden menyiapkan anggaran lebih besar untuk Lebaran tahun ini dibanding tahun lalu, dengan 17,3 % responden mengalokasikan dana itu dari THR. (Yoga)
Konsumsi BBM Oktan Tinggi Melonjak pada Mudik Lebaran 2024
Aditya N (32), warga Tangerang, Banten, sejak Kamis (4/4)
mengendarai mobil bermesin 1.500 cc dari Tangerang ke Padang, Sumbar. Sehari-hari,
ia menggunakan BBM jenis pertalite, apalagi harga bahan-bahan pokok terus naik.
Namun, khusus untuk perjalanan jauh dalam rangka mudik, ia mengisi mobilnya
dengan BBM jenis pertamax (RON 92) dengan harga Rp 12.950 per liter. ”Kalau
dihitung total sampai tujuan butuh Rp 1,3 juta. Kalau pakai pertalite, sekitar
Rp 1 juta. Lebih mahal Rp 300.000, tapi tarikan lebih enak dan mesin bisa lebih
terawat,” katanya, Senin (8/4). Rachman (36), warga Tangsel, Banten, juga
memilih BBM dengan oktan yang lebih tinggi selama mudik ke Bandung Barat, Jabar.
Untuk keperluan sehari-hari, ia mengisi mobil 1.500 cc-nya dengan BBM Shell Super
(RON 92) dengan harga Rp 14.530 per liter. Saat mudik, ia menggunakan Shell
V-Power (RON 95) dengan harga Rp 15.350 per liter.
Pertimbangannya, untuk efektivitas dan efisiensi karena ia
menempuh perjalanan jarak jauh. ”Sebenarnya ini pertama kali mudik dengan mobil
ini, sekalian mencoba karena katanya tarikannya lebih baik. Biar mesin lebih awet
juga. Jadi, enggak apa-apa lebih mahal sedikit,” tuturnya. Pergeseran
penggunaan BBM ke oktan yang lebih tinggi dalam menempuh perjalanan jarak jauh
juga terlihat pada Kamis atau H-6 Lebaran. Berdasarkan data Pertamina, tingkat
konsumsi pertamax turbo (RON 98) pada hari itu 938 kiloliter (kl), naik 90,7 % disbanding
penjualan normal, di 492 kl per hari. Sementara pertamax (RON 92) hanya naik
24,8 % dari penjualan normal. ”Untuk perjalanan jauh, banyak pengendara
mengandalkan BBM yang lebih berkualitas. Dengan pertamax turbo, tarikan
kendaraan juga lebih baik,” kata Sekretaris Perusahaan PT Pertamina Patra Niaga,
Irto Ginting, Minggu (7/4). (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









