Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10118 )Luis Hay Penjaga ”Burung Surga” Papua
Kerusakan hutan mengancam ruang hidup burung cenderawasih di
Tanah Papua. Melalui ekowisata di Pulau Misool, Raja Ampat, yang dikelolanya sejak
tujuh tahun lalu, Luis Hay (39) menjaga kelestarian ”burung surga” itu dari
kepunahan. Rabu (27/3) subuh, bersama sejumlah pengunjung, Luis menyusuri
perairan di sisi barat Kampung Kapatcol, Misool Barat, Raja Ampat, Papua Barat
Daya, menuju kawasan ekowisata yang menjadi habitat berbagai jenis burung, salah
satunya cenderawasih. Ia harus berangkat pagi-pagi buta. Sebab, biasanya burung
cenderawasih bermain di kawasan ekowisata itu pukul 06.00-09.00 WIT. ”Kita
harus tiba di lokasi sebelum cenderawasih datang. Kalau cuaca bagus,
cenderawasih akan keluar dan jelas terlihat,” ujarnya.
Setengah jam berlayar, Luis tiba di dermaga kayu di pintu
masuk kawasan ekowisata. Dari kejauhan terlihat dua gubuk bertiang kayu dan
beratap daun-daun kering. ”Kita tunggu di gubuk ini. Semoga sebentar lagi
langit cerah. Kalau tetap hujan cenderawasih jarang keluar. Masih ada waktu menunggu
hujan berhenti,” ucapnya. Ketika hujan reda, kicau burung dengan suara beragam
mulai terdengar. Luis yang semula berdiri segera berjongkok. Para wisatawan pun
mengikutinya. Dari berbagai kicauan itu, ia bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung
yang datang, seperti cenderawasih, kakatua, mambruk, nuri, dan maleo. Tak
berselang lama, mata Luis berhasil menemukan posisi burung cenderawasih.
Tangannya menunjuk pohon setinggi sekitar 25 meter. Sembari mengikuti
cenderawasih itu, beberapa wisatawan membidikkan kamera untuk memotret.
Sejak 2017, Luis mengembangkan kawasan ekowisata di hutan
yang berdekatan dengan kebun miliknya. Maraknya perburuan cenderawasih menjadi alasan
yang mendorongnya mengelola ekowisata tersebut. Kepala Kampung Kapatcol itu menjaga
kawasan hutan dari perburuan satwa, dibantu beberapa warga. ”Kalau cenderawasih
terus-terusan diburu dan hutannya ikut dirusak, lama-lama akan punah. Suatu
saat, generasi masa depan Papua mungkin cuma bisa mendengar tentang cenderawasih
tanpa bisa melihatnya hidup di alam bebas,” katanya. Menurut Luis, melalui
ekowisata, hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Sebab, tanpa menebang pohon dan menangkap satwa-satwa liar
yang hidup di sana, warga tetap bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan
wisata. Selain pelancong lokal, kawasan ekowisata itu telah dikunjungi
wisatawan banyak negara, seperti Korsel, Australia, Perancis, India, Jerman, AS
dan Swedia. Pengunjung dikenai biaya transportasi perahu motor Rp 200.000-Rp
300.000. ”Ekowisata itu menjadi salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Sejumlah
pengunjung dari luar negeri datang hanya untuk melihat cenderawasih di hutan.
Kalau cenderawasih ditangkap lalu dijual, di masa depan kami tidak akan mendapatkan
apa-apa lagi,” ujarnya. (Yoga)
Mengobati Kerinduan Mudik, Berwisata Keliling Jakarta
Saat libur Lebaran, ribuan pengunjung menyerbu sejumlah obyek
pariwisata di Jakarta. Pengelola tempat wisata berlomba menyajikan acara dan
atraksi menarik. Tasirin (40) menyaksikan acara di anjungan Provinsi Bali di
Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Kamis (11/4). Warga Bekasi ini mengajak
keluarga dan tetangganya untuk berlibur bersama. Tasirin juga melihat beberapa
anjungan lain, salah satunya anjungan DIY tempat kelahirannya. Melihat anjungan
DIY, seakan menjadi obat rindu bagi Tasirin yang tidak bisa mudik. Menurut
Tasirin, kunjungan kali ini menghadirkan nostalgia saat berkunjung ke TMII pada
1993.
Dulu, untuk berkeliling ke anjungan, pengunjung harus jalan
kaki, sekarang sudah ada kendaraan listrik. Wakil Presiden Komunikasi Marketing
TMII Erika Silviana berujar, nostalgia merupakan hal yang otentik yang tak dimiliki
tempat wisata yang lain. ”Nostalgia inilah yang ingin kami perkuat untuk
menarik minat para wisatawan,” kata Erika. Bedanya, atraksi dan kekayaan
teknologi sudah disematkan ketika TMII direvitalisasi pada 2023. Untuk itu, program
libur Lebaran, 8 April-15 April 2024, TMII mengusung tema Jelajah Seru Lebaran
di Festival Pulang Kampung.
Harapannya, setiap pengunjung bisa merasakan nostalgia pulang
kampung. Misalnya, di anjungan Sumut, pengunjung akan disambut dengan bahasa,
pakaian, dan makanan khas Sumut. ”Semua itu agar pengunjung merasakan suasana
kampung halaman,” kata Erika. Di hari biasa, tingkat kunjungan 10.000 orang per
hari, di masa libur Lebaran, hingga tengah hari, jumlah kunjungan menyentuh
20.000 dan bahkan lebih. Pengelola TMII menargetkan pengunjung selama liburan
sebanyak 157.000 orang. Pada malam hari, pengunjung lebih banyak karena ingin
menyaksikan air mancur menari (dancing fountain) di anjungan Tirta Cerita, yang
merupakan nomor lima terbaik di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara.
Wahana dilengkapi musik aransemen khas daerah dan dimeriahkan
dengan pertunjukan pesawat nirawak. Serbuan pengunjung juga terlihat di Taman
Margasatwa Ragunan, Jaksel. Bahkan, di hari pertama periode Lebaran, jumlah
kunjungan mencapai 75.000 orang. Wahyudi Bambang dari Humas Taman Margasatwa Ragunan
mengatakan, program libur Lebaran berlangsung pada 11 April-21 April, dengan target
kunjungan wisatawan 800.000 orang. Target itu mengacu pada pencapaian tingkat
kunjungan tahun lalu yang menyentuh 756.000. ”Kemungkinan puncak kunjungan terjjadi
akhir pekan,” kata Wahyudi. (Yoga)
Selebritas dan Elpiji ”Melon”
Elpiji ”melon” alias elpiji tabung 3 kg sedang menjadi topik
hangat di kalangan warganet, berawal dari video yang diunggah selebritas Prilly
Latuconsina di akun Instagram-nya, tentang kegiatannya memasak di dapur untuk
persiapan Lebaran 2024, karena elpiji melon yang tampak digunakan sebagai bahan
bakarnya. Sontak warganet menghujani perempuan muda itu dengan kritik. Sebagai
respons, Prilly pun membuat klarifikasi sekaligus minta maaf pada Kamis (11/4)
pukul 14.30 WIB, yang mendapatkan 6.653 komentar. Salah satunya dari akun quins_bee.
”Gas melon, kan, itu subsidi untuk warga kurang mampu. Salah satu faktor gas
melon langka, ya, kayak gini dipakai oleh pihak yang sebenarnya mampu,” katanya.
Elpiji melon adalah elpiji subsidi dari pemerintah untuk
masyarakat miskin, namun banyak warga bukan kategori miskin menggunakan barang
yang distribusinya terbuka itu. Akibatnya, volume penyalurannya terus
membengkak setiap tahun. Anggaran negara untuk menyubsidi pun menggelembung. Persoalan
kian pelik karena 77 % kebutuhan elpiji dalam negeri dipenuhi impor. Dengan
demikian, beban keuangan negara menjadi kian berat, apalagi jika nilai tukar
dollar AS melonjak atau kurs rupiah anjlok. Mengutip informasi dari Kementerian
ESDM, konsumsi elpiji melon tujuh tahun terakhir melonjak 2,9 juta metrik ton
(MT). Pada 2007, distribusinya mencapai 6,29 juta MT. Pada 2023, distribusinya
telah menggelembung menjadi 8,0 juta MT.
Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari elpiji
nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Kementerian ESDM mencatat,
realisasi penyaluran elpiji subsidi pada 2020-2022 meningkat 4,5 %. Sementara
penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari total 8,6 juta ton
realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya adalah elpiji 3 kg. Artinya, secara
proporsi, elpiji melon dominan dengan persentase mencapai 93,3 %, karena
disparitas harga jual elpiji subsidi dan nonsubsidi di penyalur/agen yang kian
lebar. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi
ialah Rp 7.333 per kg.
Disparitas ini melebar hingga Rp 13.500 per kg pada Juli
2023. Berdasarkan regulasi, baik Perpres maupun Permen ESDM, harga jual eceran
(HJE) elpiji 3 kg di agen/penyalur adalah Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per
tabung. Sejak 2008 hingga sekarang, harga itu tak berubah. Terus melebarnya disparitas
harga antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji melon
semakin tidak terhindarkan. Pemerintah berulang kali menekankan, elpiji 3 kg
hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Namun, selama tidak ada regulasi
yang tegas untuk mengaturnya, celah ketidaktepatan sasaran selalu terbuka. Selain
itu, kondisi ini juga rentan penyalahgunaan lewat pengoplosan. (Yoga)
Mengatasi Stagnasi Produktivitas
Eskalasi harga beras sangat tinggi sejak akhir 2023 karena
suplai turun signifikan. Produktivitas hanya tumbuh 0,25 % pada 2014-2023, dari
5,14 ton/hektar (ha) menjadi 5,23 ton/ha. Ketika pada 2019, kekeringan ekstrem melanda
Indonesia, produktivitas padi bahkan turun dari 5,20 ton/ha menjadi 5,11
ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas lima tahun terakhir nyaris tak membawa
hasil karena kapasitas produksi telah turun signifikan. Teknik budidaya
pertanian yang tidak berkelanjutan menyebabkan degradasi lahan dan erosi tanah
yang menurunkan produksi dan produktivitas pangan. Praktik pertanian
superintensif dan penggunaan bahan kimia secara berlebihan selama
bertahun-tahun telah menyebabkan kelelahan lahan (land fatigue) di banyak
sentra produksi padi dan pangan strategis lain. Bahan organic (BO) di dalam
tanah menurun drastis, bahkan dua pertiga lahan pertanian Indonesia hanya
memiliki kandungan BO di bawah 2 %.
Kekeringan ekstrem El Nino pada 2023 memperburuk penurunan
kapasitas produksi. Luas panen padi turun signifikan dan produksi paditurun hampir
1 juta ton gabah kering giling (GKG). Strategi peningkatan produktivitas ke depan
perlu lebih banyak menggunakan aplikasi teknik pertanian cerdas (smart farming),
pertanian presisi (precision farming), digitalisasi rantai nilai, dan lainnya.
Kinerja produktivitas padi di Indonesia sebenarnya tak terlalu berbeda dengan
di negara produsen beras lain di Asia Tenggara. Thailand dan Myanmar juga
mengalami pelandaian produktivitas (levelling-off) dua dekade terakhir. Berbeda
dengan Vietnam dan Filipina yang mengalami lompatan produktivitas cukup
signifikan, terutama karena penggunaan varietas unggul, yang lebih adaptif
terhadap perubahan iklim. Selain itu, penggunaan varietas unggul oleh petani
padi Indonesia masih sangat rendah.
Strategi peningkatan produktivitas, khususnya pangan pokok,
perlu mengandalkan inovasi baru dan perubahan teknologi melalui proses
penelitian dan pengembangan (R&D) jangka panjang. Para ilmuwan pertanian Indonesia
telah sangat mumpuni untuk menghasilkan invensi baru dari hasil R&D
tersebut. Invensi baru ini perlu segera menjadi inovasi baru, yang dapat
diadopsi oleh masyarakat atau telah masuk pada tahapan komersialisasi ke depan.
Rekomendasi kebijakan Pertama, penyediaan benih berkualitas, baik melibatkan
industri benih domestik, maupun asing, untuk mampu menjangkau seluruh pelosok
dan bisa diakses oleh petani dari segenap lapisan. Kedua, perbaikan sistem
pemupukan, yang mampu memperbaiki keseimbangan hara tanah yang dibutuhkan tanaman.
Selain butuh pupuk urea, banyak daerah atau sentra produksi memerlukan tambahan
fosfat dan kalium.
Ketiga, penyehatan tanah secara menyeluruh melalui
pengembalian BO seperti jerami ke dalam tanah, agar rasio karbon terhadap
nitrogen (rasio C/N) naik pesat, misalnya penambahan ameliorant tanah, pupuk
hayati, dan sistem pertanian organik. Keempat, revitalisasi sistem penyuluhan
pertanian, yang memberdayakan petani untuk mampu menolong diri sendiri,
mengembangkan sistem kelembagaan ekonomi petani, pendidikan, pelatihan, dan
pemberdayaan petani untuk mengadaptasi serta mengadopsi inovasi baru yang mampu
meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kelima, pengembangan
diversifikasi produksi pertanian ke arah yang mampu meningkatkan skala ekonomi
untuk mendukung strategi diversifikasi konsumsi pangan yang mampu menyehatkan
dan meningkatkan gizi masyarakat. (Yoga)
Angkutan Umum Kian Diminati Pemudik
Moda transportasi umum menjadi pilihan banyak pemudik Lebaran
2024. Secara umum, mudik dengan kendaraan pribadi masih mendominasi, tetapi pamor
angkutan umum menaik. Jika dibandingkan Lebaran tahun lalu, angkanya mengalami
peningkatan cukup signifikan. Jumlah kendaraan pribadi melalui jalan tol justru
menurun. Kompas membandingkan data pergerakan pemudik Lebaran tahun 2024 dari
H-7 hingga H-2 atau dari 3 April hingga 8 April 2024 dengan periode yang sama
pada Lebaran 2023. Data yang digunakan berasal dari laman Sistem Informasi Angkutan
dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) yang dikelola Kemenhub RI.
Dibandingkan tahun 2023, pemudik tahun ini lebih banyak memilih
transportasi umum. Hingga H-2 Lebaran 2024, total keberangkatan menggunakan
transportasi umum 3,86 juta penumpang. Angka ini meningkat 11,5 % dibandingkan periode
yang sama tahun lalu sebanyak 3,46 juta penumpang. Keberangkatan penumpang
menggunakan kereta api mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu 14,3 %.
Setelah itu, bus antarkota antarprovinsi sebesar 13,9 % dan pesawat terbang 8,1
%. Sedang jumlah kendaraan melalui jalan tol mengalami penurunan signifikan.
H-2 Lebaran 2024, total kendaraan via tol sebanyak 1,4 juta unit, turun 26 % dibanding
periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta unit kendaraan.
Di Jakarta dan sekitarnya, peningkatan pemudik menggunakan
transportasi umum meningkat 6,7%, mereka berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun
Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Halim Perdanakusuma.
Kendaraan yang keluar Jakarta via jalan tol menurun 16,7 %. Sesuai prediksi Maraknya
pemudik yang lebih memilih moda transportasi umum sesuai dengan prediksi
sejumlah pengamat. Salah satunya Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan
Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno.
”Keinginan masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum itu
bagus. Dan itu harus dijaga terus oleh pemerintah mempertahankan angkutan umum
yang sudah menarik,” katanya. Andri (29), warga Cipulir, Kebayoran Lama, memutuskan
menggunakan bus untuk mudik ke Prembun, Kebumen, Jateng, bersama ibunya. ”Penginnya
naik suite class, tapi enggak ada jurusan ke Prembun. Padahal jika ada mau naik
kelas itu karena harganya tidak jauh berbeda dengan kelas lainnya,” ujar Andri.
Ia mendapat tiket Rp 460.000 per orang. Dengan kenyamanan yang memungkinkan
istirahat maksimal. (Yoga)
Wastra Aceh Punya Cerita
Di tangan anak-anak muda, kain tradisional Aceh bertransformasi
dan menggeliat bersama industri mode Wastra Aceh bukan sekadar simbol kebudayaan.
Kain-kain tradisional Aceh menyimpan potensi ekonomi yang besar, apalagi jika
dikembangkan sepe nuhnya dari hulu ke hilir. Bunyi ketukan alat tenun bukan
mesin bersahut-sahutan dari lantai dua rumah produksi Tenun Kutaraja di Ulee Lheue,
Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/3). Pesanan 40 lembar kain dari BI
Kantor Perwakilan Aceh harus segera rampung. ”Untuk sementara, kami fokus
selesaikan pesanan BI. Pekerja kami hanya tiga orang, tak bisa terima banyak orderan,”
kata Zulhelmi (29) pemilik usaha Tenun Kutaraja. Dia memulai usaha itu pada
tahun 2022. Pada 2021, Helmi mengikuti program Muslim Fashion Collaboration
(MFC) yang digulirkan BI Perwakilan Aceh.
Seusai pelatihan, BI Perwakilan Aceh menawarkan kepada Helmi
untuk belajar menenun, ia menerimanya. ”Saya tertarik, pertama untuk merawat kebudayaan dan kedua ini peluang bisnis.
Sebab, perajinnya sedikit,” katanya. Motivasi yang tinggi membuat dia tidak
sulit menguasai tekniknya. Setelah pelatihan, Helmi diberi bantuan berupa alat produksi
tenun oleh BI Perwakilan Aceh. Dari situ, ia membuat tenun motif sederhana,
seperti pintu aceh reubong (rebung), dan awan berarak; hingga motif yang lebih rumit,
seperti ornamen pada batu nisan kuno dan simbol-simbol perjalanan Kerajaan Aceh
Darussalam. Dalam sebulan, Tenun Kutaraja hanya mampu memproduksi 40 lembar kain
tenun. Padahal, pesanan jauh lebih banyak. Terkadang, pemesan harus menunggu
sebulan baru pesanan rampung. Helmi masih kekurangan penenun. ”Aceh butuh
banyak penenun. Kain tenun Aceh mulai diminati, bahkan oleh perancang busana
nasional,” katanya.
Saat ini, jumlah penenun di provinsi itu bisa dihitung dengan
jari. Generasi muda tidak tertarik belajar tenun. Padahal, tenun memiliki
potensi bisnis yang besar. Harga per lembar kain tenun buatan Helmi berkisar Rp
700.000-Rp 1 juta. Terpaut 4 kilometer dari rumah produksi Tenun Kutaraja, di
sebuah rumah di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Suryani Marzuki (27), istri
Helmi, tengah memeriksa pakaian hasil jahitan dua karyawannya. Jika Helmi
bermain di hulu, Suryani, yang berprofesi sebagai perancang dan penjahit
pakaian, bermain di hilir. Tak jarang kain produksi Helmi menjadi bahan
pembuatan pakaian bagi Suryani. Pada bulan Ramadhan, pemesanan pakaian mengalir
deras. Tarif jasa membuat satu pakaian Rp 200.00 hingga Rp 300.000. Selama
Ramadhan, dia mampu menyelesaikan 200 potong pakaian.
Perancang mode kenamaan Wignyo Rahadi menuturkan, wastra
Aceh, baik tenun maupun songket, memiliki potensi untuk bersaing di panggung
nasional, bahkan internasional. Pada 2022, kain songket Aceh pernah tampil di
acara Paris Fashion Week. ”Motif wastra Aceh sangat menarik dan berkarakter
kuat, seperti motif pintu aceh. Di daerah lain tidak ada motif pintu Aceh,
bahkan yang mirip pun tidak ada,” kata Wignyo. Wignyo mendorong para pelaku
usaha di bidang mode, penenun, perancang, hingga pembuat pakaian berkolaborasi untuk
mengembangkan usaha mode dari hulu ke hilir. Kain tenun dan songket perlu
didekatkan dengan warga Aceh dalam bentuk pakaian jadi siap pakai. (Yoga)
Salam Tempel Ajarkan Literasi Keuangan
Danik (14), siswi salah satu SMP swasta di Jaksel, sudah
menyiapkan cara apabila sanak saudaranya ingin memberi salam tempel saat
Lebaran, Rabu (10/4). Sistem pembayaran berbasis QR atau QRIS disiapkan dalam
aplikasi pembayaran digitalnya untuk dipindai oleh keluarganya. Setelah
QRIS-nya jadi, sekitar minggu kedua Ramadhan, dia menyampaikan kepada om dan
tantenya untuk menyiapkan uang yang pada hari Idul Fitri ditransfer melalui QRIS
tersebut agar tidak repot. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jajan dan
keperluan sehari-hari. ”Sekarang, kan, semua kios maunya transfer QRIS. Enggak
ada lagi yang terima uang tunai. Kalaupun ada, jarang yang ada duit kembalian.
Makanya, nanti THR (tunjangan hari raya) ditransfer saja,”
kata Danik. Menurut dia, praktik salam tempel digital ini lumrah bagi dirinya
dan kalangan teman-teman sekolahnya. Bagi mereka, cara ini menghindari risiko
”investasi bodong”, yaitu ketika salam tempel berupa uang tunai harus disetor
kepada orangtua. Setelah itu, anak tidak akan pernah melihat uang itu selamanya.
Entah oleh orangtua memang ditabung untuk masa depan anak atau dipakai untuk
berbelanja sayur. Tradisi salam tempel memang tak lepas dari tradisi silaturahmi
hari raya. Orang yang sudah berpenghasilan biasanya akan memberikan uang kepada
anak-anak atau orang yang membutuhkan saat mereka bertemu dalam momen tersebut.
(Yoga)
Data Kredit Macet Pinjol
BPJS KETENAGAKERJAAN, Aset Jaminan Kematian Akan Negatif
Kesehatan keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS
Ketenagakerjaan sedang menjadi topik hangat. Sebab, ketahanan dana jaminan
kematian, diduga terus merosot. Saat menjadi pembicara kunci ”Expert Talk Dewan
Pengawas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”, Kamis (4/4) petang, di Jakarta, Ketua
Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyinggung soal
ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengutip Nota Keuangan RAPBN 2024. Dalam
RAPBN 2024, rasio klaim jaminan kematian (JKM) pada 2024 diproyeksi mencapai
87,2 %. Trennya meningkat dalam jangka menengah menjadi 102,5 % pada 2026. Aset
neto JKM pada 2024 diperkirakan Rp 8.550,4 miliar.
”Konsekuensinya, kesehatan keuangan JKM turun. Diperkirakan
aset JKM akan negatif pada 2027 sehingga perlu mitigasi cepat. Kami menginginkan
ada evaluasi manfaat JKM,” ujarnya. Shinta meyakini, BPJS Ketenagakerjaan telah
menyadari persoalan itu dan memiliki strategi advokasi kepada pemerintah agar
ada solusi. Dia berharap masyarakat memiliki pandangan senada terkait
pentingnya menjaga ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan, terutama JKM. Deputi
Bidang Aktuaria dan Riset Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Arief Dahyan
Supriadi, mengatakan ”Saat ini, retensi kepesertaan BPU (Bukan Penerima Upah) bermasalah.
Hanya 15 % dari total BPU yang melanjutkan kepesertaan sebelumnya.
Ada 61 % dari total kepesertaan BPU mengiur satu bulan dan
tiga bulan, lalu berhenti dan memanfaatkan masa grace period,” ujarnya. Dari
analisis arus kas neto JKM, kemampuan peserta penerima upah untuk menyubsidi
BPU terus berkurang. Arus kas neto JKM dari peserta penerima upah lama-lama
dikhawatirkan akan negatif. Padahal, saat bersamaan pencairan manfaat JKM,
terutama manfaat beasiswa anak peserta JKM, terus berjalan secara berkala. ”Kami
sudah menghitung, aset neto JKM bisa habis pada 2027 jika tidak ada perbaikan,
seperti peninjauan kembali besaran manfaat program JKM pada PP No 82/2019,”
ucap Arief. (Yoga)
Risiko Kecelakaan ”Contraflow” Lebih Besar
Kepolisian menyelidiki penyebab peristiwa kecelakaan yang
menewaskan 12 orang di lajur lawan arah atau contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM
58, di Purwakarta, Jabar, Senin (8/4). Risiko kecelakaan dalam penerapan lawan
arus lebih besar sehingga standar keamanan harus ditingkatkan. Kepala Dewan
Road Safety Association Rio Octaviano mengatakan, penerapan sistem lawan arah
di jalan tol harus dievaluasi. Kecelakaan menunjukkan bahaya yang selalu
mengintai di sepanjang jalur contraflow. ”PUPR atau operator jalan tol harus
mulai berkomitmen memasukkan standar keselamatan jalan ke dalam standar pelayanan
minimum (SPM) mereka,” kata Rio.
Dari sisi pengguna, potensi kecelakaan dapat terjadi karena
pengendara kurang merawat kendaraan. Perilaku pengendara yang melanggar aturan
lalu lintas, seperti batas kecepatan dan larangan berhenti, juga meningkatkan
risiko kecelakaan. Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri
Pulubuhu menyebut, pengguna jalan tol lebih aman tetap berada di jalur normal dibandingkan
di jalur lawan arah. ”Risiko kecelakaan di jalur contraflow sangat besar,” kata
Jusri. Jalurnya sempit dan rambu-rambu jalan dalam posisi terbalik.
Dalam kunjungan ke Posko Identifikasi Korban di RSUD Karawang,
Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pihaknya
berbelasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kecelakaan bermula saat
mobil keluar dari lajur contraflow dan masuk ke lajur yang berlawanan. Kebijakan
contraflow yang awalnya akan diberlakukan di ruas tersebut pun kini dihentikan.
Awalnya, sistem ini akan diterapkan mulai Jumat (5/4) pukul 14.00 hingga Kamis (11/4)
pukul 24.00 di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 36 hingga Tol Cikopo-Palimanan Km
72. ”Kendaraan dari Jakarta, dari Bandung, kami arahkan ke Cikampek Selatan,”
ucap Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Aan Suhanan. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









