;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10118 )

Luis Hay Penjaga ”Burung Surga” Papua

12 Apr 2024

Kerusakan hutan mengancam ruang hidup burung cenderawasih di Tanah Papua. Melalui ekowisata di Pulau Misool, Raja Ampat, yang dikelolanya sejak tujuh tahun lalu, Luis Hay (39) menjaga kelestarian ”burung surga” itu dari kepunahan. Rabu (27/3) subuh, bersama sejumlah pengunjung, Luis menyusuri perairan di sisi barat Kampung Kapatcol, Misool Barat, Raja Ampat, Papua Barat Daya, menuju kawasan ekowisata yang menjadi habitat berbagai jenis burung, salah satunya cenderawasih. Ia harus berangkat pagi-pagi buta. Sebab, biasanya burung cenderawasih bermain di kawasan ekowisata itu pukul 06.00-09.00 WIT. ”Kita harus tiba di lokasi sebelum cenderawasih datang. Kalau cuaca bagus, cenderawasih akan keluar dan jelas terlihat,” ujarnya.

Setengah jam berlayar, Luis tiba di dermaga kayu di pintu masuk kawasan ekowisata. Dari kejauhan terlihat dua gubuk bertiang kayu dan beratap daun-daun kering. ”Kita tunggu di gubuk ini. Semoga sebentar lagi langit cerah. Kalau tetap hujan cenderawasih jarang keluar. Masih ada waktu menunggu hujan berhenti,” ucapnya. Ketika hujan reda, kicau burung dengan suara beragam mulai terdengar. Luis yang semula berdiri segera berjongkok. Para wisatawan pun mengikutinya. Dari berbagai kicauan itu, ia bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung yang datang, seperti cenderawasih, kakatua, mambruk, nuri, dan maleo. Tak berselang lama, mata Luis berhasil menemukan posisi burung cenderawasih. Tangannya menunjuk pohon setinggi sekitar 25 meter. Sembari mengikuti cenderawasih itu, beberapa wisatawan membidikkan kamera untuk memotret.

Sejak 2017, Luis mengembangkan kawasan ekowisata di hutan yang berdekatan dengan kebun miliknya. Maraknya perburuan cenderawasih menjadi alasan yang mendorongnya mengelola ekowisata tersebut. Kepala Kampung Kapatcol itu menjaga kawasan hutan dari perburuan satwa, dibantu beberapa warga. ”Kalau cenderawasih terus-terusan diburu dan hutannya ikut dirusak, lama-lama akan punah. Suatu saat, generasi masa depan Papua mungkin cuma bisa mendengar tentang cenderawasih tanpa bisa melihatnya hidup di alam bebas,” katanya. Menurut Luis, melalui ekowisata, hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Sebab, tanpa menebang pohon dan menangkap satwa-satwa liar yang hidup di sana, warga tetap bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan wisata. Selain pelancong lokal, kawasan ekowisata itu telah dikunjungi wisatawan banyak negara, seperti Korsel, Australia, Perancis, India, Jerman, AS dan Swedia. Pengunjung dikenai biaya transportasi perahu motor Rp 200.000-Rp 300.000. ”Ekowisata itu menjadi salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Sejumlah pengunjung dari luar negeri datang hanya untuk melihat cenderawasih di hutan. Kalau cenderawasih ditangkap lalu dijual, di masa depan kami tidak akan mendapatkan apa-apa lagi,” ujarnya. (Yoga) 

Mengobati Kerinduan Mudik, Berwisata Keliling Jakarta

12 Apr 2024

Saat libur Lebaran, ribuan pengunjung menyerbu sejumlah obyek pariwisata di Jakarta. Pengelola tempat wisata berlomba menyajikan acara dan atraksi menarik. Tasirin (40) menyaksikan acara di anjungan Provinsi Bali di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Kamis (11/4). Warga Bekasi ini mengajak keluarga dan tetangganya untuk berlibur bersama. Tasirin juga melihat beberapa anjungan lain, salah satunya anjungan DIY tempat kelahirannya. Melihat anjungan DIY, seakan menjadi obat rindu bagi Tasirin yang tidak bisa mudik. Menurut Tasirin, kunjungan kali ini menghadirkan nostalgia saat berkunjung ke TMII pada 1993.

Dulu, untuk berkeliling ke anjungan, pengunjung harus jalan kaki, sekarang sudah ada kendaraan listrik. Wakil Presiden Komunikasi Marketing TMII Erika Silviana berujar, nostalgia merupakan hal yang otentik yang tak dimiliki tempat wisata yang lain. ”Nostalgia inilah yang ingin kami perkuat untuk menarik minat para wisatawan,” kata Erika. Bedanya, atraksi dan kekayaan teknologi sudah disematkan ketika TMII direvitalisasi pada 2023. Untuk itu, program libur Lebaran, 8 April-15 April 2024, TMII mengusung tema Jelajah Seru Lebaran di Festival Pulang Kampung.

Harapannya, setiap pengunjung bisa merasakan nostalgia pulang kampung. Misalnya, di anjungan Sumut, pengunjung akan disambut dengan bahasa, pakaian, dan makanan khas Sumut. ”Semua itu agar pengunjung merasakan suasana kampung halaman,” kata Erika. Di hari biasa, tingkat kunjungan 10.000 orang per hari, di masa libur Lebaran, hingga tengah hari, jumlah kunjungan menyentuh 20.000 dan bahkan lebih. Pengelola TMII menargetkan pengunjung selama liburan sebanyak 157.000 orang. Pada malam hari, pengunjung lebih banyak karena ingin menyaksikan air mancur menari (dancing fountain) di anjungan Tirta Cerita, yang merupakan nomor lima terbaik di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara.

Wahana dilengkapi musik aransemen khas daerah dan dimeriahkan dengan pertunjukan pesawat nirawak. Serbuan pengunjung juga terlihat di Taman Margasatwa Ragunan, Jaksel. Bahkan, di hari pertama periode Lebaran, jumlah kunjungan mencapai 75.000 orang. Wahyudi Bambang dari Humas Taman Margasatwa Ragunan mengatakan, program libur Lebaran berlangsung pada 11 April-21 April, dengan target kunjungan wisatawan 800.000 orang. Target itu mengacu pada pencapaian tingkat kunjungan tahun lalu yang menyentuh 756.000. ”Kemungkinan puncak kunjungan terjjadi akhir pekan,” kata Wahyudi. (Yoga) 

Selebritas dan Elpiji ”Melon”

12 Apr 2024

Elpiji ”melon” alias elpiji tabung 3 kg sedang menjadi topik hangat di kalangan warganet, berawal dari video yang diunggah selebritas Prilly Latuconsina di akun Instagram-nya, tentang kegiatannya memasak di dapur untuk persiapan Lebaran 2024, karena elpiji melon yang tampak digunakan sebagai bahan bakarnya. Sontak warganet menghujani perempuan muda itu dengan kritik. Sebagai respons, Prilly pun membuat klarifikasi sekaligus minta maaf pada Kamis (11/4) pukul 14.30 WIB, yang mendapatkan 6.653 komentar. Salah satunya dari akun quins_bee. ”Gas melon, kan, itu subsidi untuk warga kurang mampu. Salah satu faktor gas melon langka, ya, kayak gini dipakai oleh pihak yang sebenarnya mampu,” katanya.

Elpiji melon adalah elpiji subsidi dari pemerintah untuk masyarakat miskin, namun banyak warga bukan kategori miskin menggunakan barang yang distribusinya terbuka itu. Akibatnya, volume penyalurannya terus membengkak setiap tahun. Anggaran negara untuk menyubsidi pun menggelembung. Persoalan kian pelik karena 77 % kebutuhan elpiji dalam negeri dipenuhi impor. Dengan demikian, beban keuangan negara menjadi kian berat, apalagi jika nilai tukar dollar AS melonjak atau kurs rupiah anjlok. Mengutip informasi dari Kementerian ESDM, konsumsi elpiji melon tujuh tahun terakhir melonjak 2,9 juta metrik ton (MT). Pada 2007, distribusinya mencapai 6,29 juta MT. Pada 2023, distribusinya telah menggelembung menjadi 8,0 juta MT.

Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari elpiji nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Kementerian ESDM mencatat, realisasi penyaluran elpiji subsidi pada 2020-2022 meningkat 4,5 %. Sementara penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari total 8,6 juta ton realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya adalah elpiji 3 kg. Artinya, secara proporsi, elpiji melon dominan dengan persentase mencapai 93,3 %, karena disparitas harga jual elpiji subsidi dan nonsubsidi di penyalur/agen yang kian lebar. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi ialah Rp 7.333 per kg.

Disparitas ini melebar hingga Rp 13.500 per kg pada Juli 2023. Berdasarkan regulasi, baik Perpres maupun Permen ESDM, harga jual eceran (HJE) elpiji 3 kg di agen/penyalur adalah Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per tabung. Sejak 2008 hingga sekarang, harga itu tak berubah. Terus melebarnya disparitas harga antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji melon semakin tidak terhindarkan. Pemerintah berulang kali menekankan, elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Namun, selama tidak ada regulasi yang tegas untuk mengaturnya, celah ketidaktepatan sasaran selalu terbuka. Selain itu, kondisi ini juga rentan penyalahgunaan lewat pengoplosan. (Yoga) 

Mengatasi Stagnasi Produktivitas

12 Apr 2024

Eskalasi harga beras sangat tinggi sejak akhir 2023 karena suplai turun signifikan. Produktivitas hanya tumbuh 0,25 % pada 2014-2023, dari 5,14 ton/hektar (ha) menjadi 5,23 ton/ha. Ketika pada 2019, kekeringan ekstrem melanda Indonesia, produktivitas padi bahkan turun dari 5,20 ton/ha menjadi 5,11 ton/ha. Upaya peningkatan produktivitas lima tahun terakhir nyaris tak membawa hasil karena kapasitas produksi telah turun signifikan. Teknik budidaya pertanian yang tidak berkelanjutan menyebabkan degradasi lahan dan erosi tanah yang menurunkan produksi dan produktivitas pangan. Praktik pertanian superintensif dan penggunaan bahan kimia secara berlebihan selama bertahun-tahun telah menyebabkan kelelahan lahan (land fatigue) di banyak sentra produksi padi dan pangan strategis lain. Bahan organic (BO) di dalam tanah menurun drastis, bahkan dua pertiga lahan pertanian Indonesia hanya memiliki kandungan BO di bawah 2 %.

Kekeringan ekstrem El Nino pada 2023 memperburuk penurunan kapasitas produksi. Luas panen padi turun signifikan dan produksi paditurun hampir 1 juta ton gabah kering giling (GKG). Strategi peningkatan produktivitas ke depan perlu lebih banyak menggunakan aplikasi teknik pertanian cerdas (smart farming), pertanian presisi (precision farming), digitalisasi rantai nilai, dan lainnya. Kinerja produktivitas padi di Indonesia sebenarnya tak terlalu berbeda dengan di negara produsen beras lain di Asia Tenggara. Thailand dan Myanmar juga mengalami pelandaian produktivitas (levelling-off) dua dekade terakhir. Berbeda dengan Vietnam dan Filipina yang mengalami lompatan produktivitas cukup signifikan, terutama karena penggunaan varietas unggul, yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim. Selain itu, penggunaan varietas unggul oleh petani padi Indonesia masih sangat rendah.

Strategi peningkatan produktivitas, khususnya pangan pokok, perlu mengandalkan inovasi baru dan perubahan teknologi melalui proses penelitian dan pengembangan (R&D) jangka panjang. Para ilmuwan pertanian Indonesia telah sangat mumpuni untuk menghasilkan invensi baru dari hasil R&D tersebut. Invensi baru ini perlu segera menjadi inovasi baru, yang dapat diadopsi oleh masyarakat atau telah masuk pada tahapan komersialisasi ke depan. Rekomendasi kebijakan Pertama, penyediaan benih berkualitas, baik melibatkan industri benih domestik, maupun asing, untuk mampu menjangkau seluruh pelosok dan bisa diakses oleh petani dari segenap lapisan. Kedua, perbaikan sistem pemupukan, yang mampu memperbaiki keseimbangan hara tanah yang dibutuhkan tanaman. Selain butuh pupuk urea, banyak daerah atau sentra produksi memerlukan tambahan fosfat dan kalium.

Ketiga, penyehatan tanah secara menyeluruh melalui pengembalian BO seperti jerami ke dalam tanah, agar rasio karbon terhadap nitrogen (rasio C/N) naik pesat, misalnya penambahan ameliorant tanah, pupuk hayati, dan sistem pertanian organik. Keempat, revitalisasi sistem penyuluhan pertanian, yang memberdayakan petani untuk mampu menolong diri sendiri, mengembangkan sistem kelembagaan ekonomi petani, pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan petani untuk mengadaptasi serta mengadopsi inovasi baru yang mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Kelima, pengembangan diversifikasi produksi pertanian ke arah yang mampu meningkatkan skala ekonomi untuk mendukung strategi diversifikasi konsumsi pangan yang mampu menyehatkan dan meningkatkan gizi masyarakat. (Yoga) 

Angkutan Umum Kian Diminati Pemudik

12 Apr 2024

Moda transportasi umum menjadi pilihan banyak pemudik Lebaran 2024. Secara umum, mudik dengan kendaraan pribadi masih mendominasi, tetapi pamor angkutan umum menaik. Jika dibandingkan Lebaran tahun lalu, angkanya mengalami peningkatan cukup signifikan. Jumlah kendaraan pribadi melalui jalan tol justru menurun. Kompas membandingkan data pergerakan pemudik Lebaran tahun 2024 dari H-7 hingga H-2 atau dari 3 April hingga 8 April 2024 dengan periode yang sama pada Lebaran 2023. Data yang digunakan berasal dari laman Sistem Informasi Angkutan dan Sarana Transportasi Indonesia (Siasati) yang dikelola Kemenhub RI.

Dibandingkan tahun 2023, pemudik tahun ini lebih banyak memilih transportasi umum. Hingga H-2 Lebaran 2024, total keberangkatan menggunakan transportasi umum 3,86 juta penumpang. Angka ini meningkat 11,5 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 3,46 juta penumpang. Keberangkatan penumpang menggunakan kereta api mengalami peningkatan paling tinggi, yaitu 14,3 %. Setelah itu, bus antarkota antarprovinsi sebesar 13,9 % dan pesawat terbang 8,1 %. Sedang jumlah kendaraan melalui jalan tol mengalami penurunan signifikan. H-2 Lebaran 2024, total kendaraan via tol sebanyak 1,4 juta unit, turun 26 % dibanding periode yang sama tahun lalu sebanyak 1,9 juta unit kendaraan.

Di Jakarta dan sekitarnya, peningkatan pemudik menggunakan transportasi umum meningkat 6,7%, mereka berangkat dari Stasiun Gambir, Stasiun Pasar Senen, Terminal Pulo Gebang, Bandara Soekarno-Hatta, dan Bandara Halim Perdanakusuma. Kendaraan yang keluar Jakarta via jalan tol menurun 16,7 %. Sesuai prediksi Maraknya pemudik yang lebih memilih moda transportasi umum sesuai dengan prediksi sejumlah pengamat. Salah satunya Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia Pusat Djoko Setijowarno.

”Keinginan masyarakat cenderung menggunakan angkutan umum itu bagus. Dan itu harus dijaga terus oleh pemerintah mempertahankan angkutan umum yang sudah menarik,” katanya. Andri (29), warga Cipulir, Kebayoran Lama, memutuskan menggunakan bus untuk mudik ke Prembun, Kebumen, Jateng, bersama ibunya. ”Penginnya naik suite class, tapi enggak ada jurusan ke Prembun. Padahal jika ada mau naik kelas itu karena harganya tidak jauh berbeda dengan kelas lainnya,” ujar Andri. Ia mendapat tiket Rp 460.000 per orang. Dengan kenyamanan yang memungkinkan istirahat maksimal. (Yoga)

Wastra Aceh Punya Cerita

12 Apr 2024

Di tangan anak-anak muda, kain tradisional Aceh bertransformasi dan menggeliat bersama industri mode Wastra Aceh bukan sekadar simbol kebudayaan. Kain-kain tradisional Aceh menyimpan potensi ekonomi yang besar, apalagi jika dikembangkan sepe nuhnya dari hulu ke hilir. Bunyi ketukan alat tenun bukan mesin bersahut-sahutan dari lantai dua rumah produksi Tenun Kutaraja di Ulee Lheue, Kecamatan Meuraxa, Kota Banda Aceh, Sabtu (30/3). Pesanan 40 lembar kain dari BI Kantor Perwakilan Aceh harus segera rampung. ”Untuk sementara, kami fokus selesaikan pesanan BI. Pekerja kami hanya tiga orang, tak bisa terima banyak orderan,” kata Zulhelmi (29) pemilik usaha Tenun Kutaraja. Dia memulai usaha itu pada tahun 2022. Pada 2021, Helmi mengikuti program Muslim Fashion Collaboration (MFC) yang digulirkan BI Perwakilan Aceh. 

Seusai pelatihan, BI Perwakilan Aceh menawarkan kepada Helmi untuk belajar menenun, ia menerimanya. ”Saya tertarik, pertama untuk merawat  kebudayaan dan kedua ini peluang bisnis. Sebab, perajinnya sedikit,” katanya. Motivasi yang tinggi membuat dia tidak sulit menguasai tekniknya. Setelah pelatihan, Helmi diberi bantuan berupa alat produksi tenun oleh BI Perwakilan Aceh. Dari situ, ia membuat tenun motif sederhana, seperti pintu aceh reubong (rebung), dan awan berarak; hingga motif yang lebih rumit, seperti ornamen pada batu nisan kuno dan simbol-simbol perjalanan Kerajaan Aceh Darussalam. Dalam sebulan, Tenun Kutaraja hanya mampu memproduksi 40 lembar kain tenun. Padahal, pesanan jauh lebih banyak. Terkadang, pemesan harus menunggu sebulan baru pesanan rampung. Helmi masih kekurangan penenun. ”Aceh butuh banyak penenun. Kain tenun Aceh mulai diminati, bahkan oleh perancang busana nasional,” katanya.

Saat ini, jumlah penenun di provinsi itu bisa dihitung dengan jari. Generasi muda tidak tertarik belajar tenun. Padahal, tenun memiliki potensi bisnis yang besar. Harga per lembar kain tenun buatan Helmi berkisar Rp 700.000-Rp 1 juta. Terpaut 4 kilometer dari rumah produksi Tenun Kutaraja, di sebuah rumah di Desa Lambung, Kecamatan Meuraxa, Suryani Marzuki (27), istri Helmi, tengah memeriksa pakaian hasil jahitan dua karyawannya. Jika Helmi bermain di hulu, Suryani, yang berprofesi sebagai perancang dan penjahit pakaian, bermain di hilir. Tak jarang kain produksi Helmi menjadi bahan pembuatan pakaian bagi Suryani. Pada bulan Ramadhan, pemesanan pakaian mengalir deras. Tarif jasa membuat satu pakaian Rp 200.00 hingga Rp 300.000. Selama Ramadhan, dia mampu menyelesaikan 200 potong pakaian.

Perancang mode kenamaan Wignyo Rahadi menuturkan, wastra Aceh, baik tenun maupun songket, memiliki potensi untuk bersaing di panggung nasional, bahkan internasional. Pada 2022, kain songket Aceh pernah tampil di acara Paris Fashion Week. ”Motif wastra Aceh sangat menarik dan berkarakter kuat, seperti motif pintu aceh. Di daerah lain tidak ada motif pintu Aceh, bahkan yang mirip pun tidak ada,” kata Wignyo. Wignyo mendorong para pelaku usaha di bidang mode, penenun, perancang, hingga pembuat pakaian berkolaborasi untuk mengembangkan usaha mode dari hulu ke hilir. Kain tenun dan songket perlu didekatkan dengan warga Aceh dalam bentuk pakaian jadi siap pakai. (Yoga)

Salam Tempel Ajarkan Literasi Keuangan

12 Apr 2024

Danik (14), siswi salah satu SMP swasta di Jaksel, sudah menyiapkan cara apabila sanak saudaranya ingin memberi salam tempel saat Lebaran, Rabu (10/4). Sistem pembayaran berbasis QR atau QRIS disiapkan dalam aplikasi pembayaran digitalnya untuk dipindai oleh keluarganya. Setelah QRIS-nya jadi, sekitar minggu kedua Ramadhan, dia menyampaikan kepada om dan tantenya untuk menyiapkan uang yang pada hari Idul Fitri ditransfer melalui QRIS tersebut agar tidak repot. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jajan dan keperluan sehari-hari. ”Sekarang, kan, semua kios maunya transfer QRIS. Enggak ada lagi yang terima uang tunai. Kalaupun ada, jarang yang ada duit kembalian.

Makanya, nanti THR (tunjangan hari raya) ditransfer saja,” kata Danik. Menurut dia, praktik salam tempel digital ini lumrah bagi dirinya dan kalangan teman-teman sekolahnya. Bagi mereka, cara ini menghindari risiko ”investasi bodong”, yaitu ketika salam tempel berupa uang tunai harus disetor kepada orangtua. Setelah itu, anak tidak akan pernah melihat uang itu selamanya. Entah oleh orangtua memang ditabung untuk masa depan anak atau dipakai untuk berbelanja sayur. Tradisi salam tempel memang tak lepas dari tradisi silaturahmi hari raya. Orang yang sudah berpenghasilan biasanya akan memberikan uang kepada anak-anak atau orang yang membutuhkan saat mereka bertemu dalam momen tersebut. (Yoga)

Data Kredit Macet Pinjol

12 Apr 2024
Pembiayaan lewat pinjam-meminjam berbasis teknologi atau fintech peer to peer lending diperkirakan meningkat saat Ramadan dan Lebaran 2024. Di balik potensi pertumbuhan tersebut, muncul risiko kredit macet pinjaman online. Total kredit macet atau tingkat wanprestasi di atas 90 hari (TWP 90) fintech peer to peer lending melonjak hingga Rp 1,78 triliun pada Januari 2024 dari total outstanding pinjaman Rp 60,4 triliun. Nilainya lebih tinggi 27% dari kredit  macet pada Januari tahun lalu sebesar Rp1,4 triliun. Berdasarkan penyalurannya, transaksi pinjol online nasional masih didominasi peminjam di Pulau Jawa. Untuk rekening peminjam, DKI Jakarta menduduki peringkat pertama dengan 38,4 juta rekening, disusul Jawa Barat 29,4 juta rekening dan Jawa Timur 11,8 juta rekening. Pemberi pinjaman terbesar juga berada di lokasi yang sama, yakni DKI  Jakarta 228 ribu rekening, Jawa Barat 237 rekening, dan Jawa Timur 214 ribu rekening. (Yetede)

BPJS KETENAGAKERJAAN, Aset Jaminan Kematian Akan Negatif

09 Apr 2024

Kesehatan keuangan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial atau BPJS Ketenagakerjaan sedang menjadi topik hangat. Sebab, ketahanan dana jaminan kematian, diduga terus merosot. Saat menjadi pembicara kunci ”Expert Talk Dewan Pengawas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan”, Kamis (4/4) petang, di Jakarta, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta W Kamdani menyinggung soal ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan. Dia mengutip Nota Keuangan RAPBN 2024. Dalam RAPBN 2024, rasio klaim jaminan kematian (JKM) pada 2024 diproyeksi mencapai 87,2 %. Trennya meningkat dalam jangka menengah menjadi 102,5 % pada 2026. Aset neto JKM pada 2024 diperkirakan Rp 8.550,4 miliar.

”Konsekuensinya, kesehatan keuangan JKM turun. Diperkirakan aset JKM akan negatif pada 2027 sehingga perlu mitigasi cepat. Kami menginginkan ada evaluasi manfaat JKM,” ujarnya. Shinta meyakini, BPJS Ketenagakerjaan telah menyadari persoalan itu dan memiliki strategi advokasi kepada pemerintah agar ada solusi. Dia berharap masyarakat memiliki pandangan senada terkait pentingnya menjaga ketahanan dana BPJS Ketenagakerjaan, terutama JKM. Deputi Bidang Aktuaria dan Riset Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Arief Dahyan Supriadi, mengatakan ”Saat ini, retensi kepesertaan BPU (Bukan Penerima Upah) bermasalah. Hanya 15 % dari total BPU yang melanjutkan kepesertaan sebelumnya.

Ada 61 % dari total kepesertaan BPU mengiur satu bulan dan tiga bulan, lalu berhenti dan memanfaatkan masa grace period,” ujarnya. Dari analisis arus kas neto JKM, kemampuan peserta penerima upah untuk menyubsidi BPU terus berkurang. Arus kas neto JKM dari peserta penerima upah lama-lama dikhawatirkan akan negatif. Padahal, saat bersamaan pencairan manfaat JKM, terutama manfaat beasiswa anak peserta JKM, terus berjalan secara berkala. ”Kami sudah menghitung, aset neto JKM bisa habis pada 2027 jika tidak ada perbaikan, seperti peninjauan kembali besaran manfaat program JKM pada PP No 82/2019,” ucap Arief. (Yoga)

Risiko Kecelakaan ”Contraflow” Lebih Besar

09 Apr 2024

Kepolisian menyelidiki penyebab peristiwa kecelakaan yang menewaskan 12 orang di lajur lawan arah atau contraflow Tol Jakarta-Cikampek KM 58, di Purwakarta, Jabar, Senin (8/4). Risiko kecelakaan dalam penerapan lawan arus lebih besar sehingga standar keamanan harus ditingkatkan. Kepala Dewan Road Safety Association Rio Octaviano mengatakan, penerapan sistem lawan arah di jalan tol harus dievaluasi. Kecelakaan menunjukkan bahaya yang selalu mengintai di sepanjang jalur contraflow. ”PUPR atau operator jalan tol harus mulai berkomitmen memasukkan standar keselamatan jalan ke dalam standar pelayanan minimum (SPM) mereka,” kata Rio.

Dari sisi pengguna, potensi kecelakaan dapat terjadi karena pengendara kurang merawat kendaraan. Perilaku pengendara yang melanggar aturan lalu lintas, seperti batas kecepatan dan larangan berhenti, juga meningkatkan risiko kecelakaan. Pendiri Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyebut, pengguna jalan tol lebih aman tetap berada di jalur normal dibandingkan di jalur lawan arah. ”Risiko kecelakaan di jalur contraflow sangat besar,” kata Jusri. Jalurnya sempit dan rambu-rambu jalan dalam posisi terbalik.

Dalam kunjungan ke Posko Identifikasi Korban di RSUD Karawang, Kapolri Jenderal (Pol) Listyo Sigit Prabowo menjelaskan, pihaknya berbelasungkawa atas peristiwa tersebut. Ia menyebut kecelakaan bermula saat mobil keluar dari lajur contraflow dan masuk ke lajur yang berlawanan. Kebijakan contraflow yang awalnya akan diberlakukan di ruas tersebut pun kini dihentikan. Awalnya, sistem ini akan diterapkan mulai Jumat (5/4) pukul 14.00 hingga Kamis (11/4) pukul 24.00 di ruas Tol Jakarta-Cikampek Km 36 hingga Tol Cikopo-Palimanan Km 72. ”Kendaraan dari Jakarta, dari Bandung, kami arahkan ke Cikampek Selatan,” ucap Kepala Korps Lalu Lintas Polri Inspektur Jenderal Aan Suhanan. (Yoga)