Salam Tempel Ajarkan Literasi Keuangan
Danik (14), siswi salah satu SMP swasta di Jaksel, sudah
menyiapkan cara apabila sanak saudaranya ingin memberi salam tempel saat
Lebaran, Rabu (10/4). Sistem pembayaran berbasis QR atau QRIS disiapkan dalam
aplikasi pembayaran digitalnya untuk dipindai oleh keluarganya. Setelah
QRIS-nya jadi, sekitar minggu kedua Ramadhan, dia menyampaikan kepada om dan
tantenya untuk menyiapkan uang yang pada hari Idul Fitri ditransfer melalui QRIS
tersebut agar tidak repot. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk jajan dan
keperluan sehari-hari. ”Sekarang, kan, semua kios maunya transfer QRIS. Enggak
ada lagi yang terima uang tunai. Kalaupun ada, jarang yang ada duit kembalian.
Makanya, nanti THR (tunjangan hari raya) ditransfer saja,”
kata Danik. Menurut dia, praktik salam tempel digital ini lumrah bagi dirinya
dan kalangan teman-teman sekolahnya. Bagi mereka, cara ini menghindari risiko
”investasi bodong”, yaitu ketika salam tempel berupa uang tunai harus disetor
kepada orangtua. Setelah itu, anak tidak akan pernah melihat uang itu selamanya.
Entah oleh orangtua memang ditabung untuk masa depan anak atau dipakai untuk
berbelanja sayur. Tradisi salam tempel memang tak lepas dari tradisi silaturahmi
hari raya. Orang yang sudah berpenghasilan biasanya akan memberikan uang kepada
anak-anak atau orang yang membutuhkan saat mereka bertemu dalam momen tersebut.
(Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023