;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Lebaran di Jakarta, Yuk Nikmati Pesona Pulau Pari

15 Apr 2024

Pulau Pari di Kepulauan Seribu menjadi destinasi wisata favorit warga Jabodetabek selama libur Lebaran. Pesona keindahan pantai pasir putih, hutan bakau, hingga biota laut memikat wisatawan untuk datang ke pulau di utara Jakarta itu. Setelah berlayar dua jam dari Pelabuhan Muara Angke, Jakarta, wisatawan tiba di Pulau Pari, Minggu (14/4). Panas matahari yang terik tak menghalangi kegembiraan para turis lokal itu. Pemandu wisata segera menyambut dan membawa wisatawan ke homestay milik warga setempat, lalu mereka meluncur ke Pantai Pasir Perawan. Mereka tersihir pesona pantai pasir putih yang bersih dengan pemandangan bahari dan embusan angin yang menyejukkan. Anak-anak pun hanyut bermain pasir di tepi pantai itu.

Ahmad Hanafiah (65), wisatawan asal Bogor, Jabar, menikmati pesona Pulau Pari bersama keluarga besarnya, yakni istri, anak-anak, dan cucu-cucunya. ”Pulau Pari ini cukup bagus dan harganya sangat terjangkau,” kata Ahmad. Liburan ke Pulau Pari memang sangat bersahabat bagi keluarga besar. Paket perjalanan Rp 350.000 per orang untuk liburan selama dua hari satu malam. Meskipun jumlah mereka 11 orang, harga itu masih bersahabat. Mereka mendapat paket pelesiran mengitari sejumlah destinasi wisata di Pulau Pari, mulai dari bermain di Pantai Pasir Perawan, Bukit Matahari, hingga Tanjung Rengge. Mereka juga bisa menikmati pengalaman selam permukaan (snorkeling) hingga olahraga air seperti banana boat. Harga tersebut sudah termasuk penginapan di homestay, makan tiga kali sehari, serta barbeku di pinggir pantai.

Wisata di Pulau Pari, kata Ahmad, sangat memesona, harga terjangkau, dan dekat dari Jakarta. Meski demikian, dia berharap pengelola wisata di Pulau Pari meningkatkan kebersihan. Wisatawan yang cukup ramai menjadi berkah Lebaran bagi warga lokal di Pulau Pari. Hampir semua penginapan milik warga di pulau seluas 42 hektar itu penuh selama musim libur Lebaran karena sudah dipesan wisatawan. Harga rata-rata paket trip (wisata) di Kepulauan Seribu Rp 350.000 per orang. Ada juga paket Rp 1 juta per orang. Bedanya, paket yang lebih murah menggunakan kapal kayu dari Pelabuhan Muara Angke dan yang lebih mahal menaiki kapal cepat dari Pelabuhan Marina Ancol. ”Harganya sama saja dengan hari-hari biasa. Kami tidak aji mumpung mentang-menang lagi libur Lebaran,” kata Reyhan, pengusaha lokal yang menyulap rumahnya menjadi homestay. (Yoga)

Donasikan Bukumu Sekarang

15 Apr 2024

Rendahnya literasi masyarakat Indonesia bukan cuma karena minat baca, melainkan ketersediaan buku yang tidak merata. Karenanya, sejumlah orang memilih bergerak mendonasikan buku untuk mendekatkan akses bacaan ke masyarakat. Jarum jam belum menunjukkan pukul 09.00 saat Hardoni (33) tiba di Halte Transjakarta Kota, Jakarta, Sabtu (13/4). Langkahnya terhenti saat melewati lemari berbentuk trapesium di samping Taman Fatahillah. Ia sebuah buku dengan sampul berwarna merah dari tasnya, lalu meletakkannya di rak paling bawah. Lemari buku setinggi 1,7 meter itu dikelola Bookhive, perpustakaan bersama yang berada di sejumlah ruang publik.

Warga tak hanya bisa membaca dan meminjam buku, tetapi juga berdonasi buku dengan menitipkannya di lemari tersebut. Hardoni sudah familiar dengan gerakan literasi yang digagas pada 2021 itu. ”Saya pernah lihat dan baca di Taman Suropati dan beberapa stasiun MRT. Namun, baru pertama kali ini ikut berdonasi buku. Semoga buku ini dibaca dan bisa bermanfaat,” ujarnya. Karyawan bank swasta di Jaksel tersebut menyumbangkan buku berjudul Kebohongan di Dunia Maya: Memahami Teori dan Praktik-praktiknya di Indonesia, yang sudah selesai ia baca. Hardoni mengaku resah setiap membaca atau mendengar berita tentang rendahnya tingkat literasi masyarakat Indonesia.

Menurut dia, ketersediaan buku yang minim menjadi salah satu pemicu. ”Dengan berbagi buku, akan semakin banyak orang yang terliterasi. Saya tidak punya uang untuk membeli buku-buku baru. Jadi, saya menyumbangkan buku yang sudah habis dibaca,” tutur Hardoni. Skor membaca untuk Indonesia, menurut Program Penilaian Pelajar Internasional atau Programme for International Student Assessment (PISA) pada 2022, turun 12 poin menjadi 359 dibandingkan tahun 2018 dengan skor 371. Selain itu, berdasarkan hasil Asesmen Nasional tahun 2021, satu dari dua peserta didik jenjang SD sampai SMA juga belum mencapai kompetensi minimum literasi. Akses warga terhadap sumber bacaan juga minim. Standar UNESCO menyebutkan, setiap orang minimal membaca tiga buku setiap tahun.

Namun, di Indonesia, rasio koleksi perpustakaan daerah dengan jumlah penduduk sebesar 1:90. Artinya, satu buku ditunggu oleh 90 orang. Selain itu, minat baca masyarakat Indonesia juga hanya 0,001 %. Berarti, cuma 1 dari 1.000 orang yang rajin membaca. Di tengah pesimisme akibat rendahnya literasi warga, gerakan membaca terus dihidupkan. Tak cuma di taman kota, gerakan berbagi buku juga tumbuh di halte Transjakarta dan stasiun MRT. Warga bisa meminjam dan mendonasikan buku di rak buku yang disediakan. Gerakan ini melibatkan berbagai pihak, mulai dari komunitas literasi hingga penerbit. Munculnya gerakan berbagi buku menjadi oase di tengah buruknya tingkat literasi bangsa. Gerakan ini menunjukkan kepedulian untuk mendekatkan akses bacaan kepada masyarakat agar lebih merata. (Yoga)

Dari Nasi Bungkus hingga Snorkeling Laris Manis di Gili Trawangan

15 Apr 2024

Saat libur Lebaran dan awal musim ramai wisatawan mancanegara, kunjungan ke Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Lombok Utara, NTB, menggeliat. Semua kecipratan rezeki. Nasi bungkus, sepeda, dan paket snorkeling laris manis. ”Lauknya ada ikan dan ayam. Satu bungkus Rp 10.000 saja,” kata Maemunah (65) saat seorang pembeli menanyakan nasi bungkus yang dijualnya pada Sabtu (13/4). Sebagian besar pembelinya memilih duduk di area lapang di bawah rindang cemara laut. Kelezatan nasi hangat dengan lauk ikan tongkol atau ayam, sedikit mi goreng, dan potongan kacangan panjang berlipat dengan suguhan di depan mata mereka. Pasir putih nan lembut berpadu dengan ombak tenang, air laut sebening kaca menyambung dengan laut biru yang lebih gelap di tengah dan berakhir di deretan perbukitan di Lombok daratan.

Jika sarapan lebih pagi, di sisi timur terlihat jelas Gunung Rinjani, favorit para pendaki dalam dan luar negeri. Sebagian yang berlibur ke Gili juga ada yang baru turun dari Rinjani. ”Kemarin saya dapat Rp 1 juta dari hasil jualan nasi bungkus dan minuman. Alhamdulillah, meningkat dari sebelumnya, Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per hari,” kata Maemunah, yang selama bulan Ramadhan libur berjualan. ”Minat sepeda banyak sekali, terutama wisatawan lokal. Ada juga wisatawan mancanegara. Mereka menyewa sehari, ada juga dua hari,” kata Najamudin (46), yang menyewakan sepeda per hari Rp 50.000. Menurut Najamudin, seminggu terakhir rata-rata tempat penyewaan sepeda laris manis.

Hampir semua unit sepeda mereka habis disewa. ”Saya punya tujuh unit, tinggal satu unit lagi. Padahal, ini masih pagi,” kata Najamudin. Ia menambahkan, kondisi di Gili memang sudah semakin membaik dalam dua tahun terakhir. Sebelumnya, Gili ikut terdampak pandemi Covid-19. Selain dari Pelabuhan Bangsal, wisatawan yang datang ke Gili juga bisa menggunakan kapal cepat dari sejumlah titik di Bali. Mereka biasanya menginap beberapa hari hingga lebih dari satu minggu. ”Rata-rata satu kapal cepat datang membawa 100 penumpang. Kalau ditotal, bisa lebih dari 1.500 wisatawan sehari. Jumlah wisatawan lokal dalam seminggu terakhir sekitar 500 orang per hari,” kata Najamudin.

Kondisi itu berdampak pada berbagai sektor usaha jasa pariwisata terkait. Tidak hanya akomodasi, tetapi juga aktivitas    perairan yang juga jadi daya tarik Gili, seperti snorkeling dan menyelam. ”Seluruh kamar kami penuh. Open trip snorkeling juga ramai,” kata Wahab (28), pegawai Gili Gili Hotel sekaligus penyedia paket snorkeling. Selain di area pantai dengan menyewa peralatan, tersedia juga layanan open trip snorkeling ke sejumlah tempat di kawasan Gili. Setiap orang dikenai tarif Rp 150.000, sudah termasuk peralatan dan pemandu, juga ke beberapa titik snorkeling favorit di kawasan Gili. Beberapa di antaranya area patung bawah laut dan titik penyu. Pada Sabtu siang terlihat para peserta open trip snorkeling begitu antusias, baik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. (Yoga)

Pilu dan Tawa di Balik ”Wisata Macet”

15 Apr 2024

Daya Tarik kawasan wisata Puncak di Kabupaten Bogor hingga Kabupaten Cianjur, Jabar, tak pernah memudar. Wisatawan berbondong-bondong mengunjungi kawasan itu meski harus merasakan kemacetan dan tertahan karena aturan sistem satu arah. Di balik derita ”wisata kemacetan” di kawasan Puncak, ternyata membawa berkah bagi sejumlah warga setempat. Fania Oktaviani (27) menimang anaknya laki-lakinya yang gelisah dan menangis dan menyerahkannya kepada sang suami, Yudi (31). ”Kami sudah terjebak di sini sejak pukul 14.00. Sekarang sudah hampir pukul 22.00. Anak dari tadi siang sudah rewel karena one way enggak selesai-selesai,” ujar Yudi, warga Depok, Sabtu (13/4) malam. Yudi sudah mengingatkan istrinya agar tidak ke kawasan Puncak karena macet. Namun, Fania tetap ingin ke Puncak karena sudah janji dengan kakak, keponakan, dan ibunya. Sebuah vila telanjur disewa untuk menghabiskan waktu libur di akhir pekan.

Cornelis Galuh (34) dan adiknya, Vincent (31), warga Jakarta, tak bisa menutupi wajah letih karena tertahan sekitar delapan jam di sisi ruas Jalan Tol Jagorawi. ”Ini sudah di luar wajar. Biasanya paling lama tiga jam, belum lagi jalan ke atas pasti kejebak macet lagi,” kata Galuh kesal. ”Keluarga dari Bandung sudah tiba di vila (Sabtu) sore. Kami masih di sini sampai malam,” kata Vincent yang kapok berwisata ke Puncak di saat musim libur. Kekesalan serupa juga dirasakan warga Kecamatan Megamendung, Kabupaten Bogor, salah satunya Risa (32). Ia dan keluarga berniat bersilaturahmi ke rumah kerabat di Cianjur. Namun, karena lalu lintas padat, Risa memilih di rumah saja.

Di balik kemacetan hingga tertahannya kendaraan karena sistem satu arah, ternyata mendatangkan berkah dan sumber rezeki bagi para pedagang kecil. Trisno (45) selama tiga hari terakhir, dagangan aneka makanan dan minuman di warung miliknya yang berukuran 2 x 3 meter, laris manis. Pengunjung silih berganti datang berbelanja. Pada hari biasa, omzet dagangan Trisno paling banyak Rp 150.000 per hari. Namun, melonjaknya kunjungan wisatawan di Puncak membuat omzetnya bisa mencapai Rp 250.000 hingga Rp 300.000 per hari. ”Ada rezeki dari macet ini. Jarang-jarang dapat segini, malam biasa sepi yang beli. Ini ada saja yang datang beli. Bisa sampai lebih dari Rp 250.000,” ujarnya sambil tertawa.

Kemacetan di jalan akses menuju Puncak tak terelakkan akibat kepadatan kendaraan. Kepolisian memberlakukan sistem satu arah pada Minggu (14/3) pukul 11.00 untuk mengalirkan arus kendaraan dari Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Rekayasa lalu lintas masih dilakukan hingga Selasa (16/4). Berdasarkan data TMC Polres Bogor pada Minggu pukul 13.00, ada 28.866 kendaraan yang melintasi Puncak menuju Gadog atau Jakarta. Sementara dari arah Gadog menuju Puncak mencapai 30.539 kendaraan. Total kendaraan yang melintas di jalur Puncak itu sebanyak 59.405 kendaraan. Sepeda motor mendominasi, yakni 44.782 kendaraan. Total mobil mencapai 13.723 kendaraan. Sisanya bus dan truk sebanyak 900 kendaraan. (Yoga)

Wahai Petani, Musim Tanam Sudah Bergeser Jauh

15 Apr 2024

Goris Takene (48) memetik satu per satu buah jagung di kebun miliknya di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, NTT, Senin (8/4) pagi. Jagung yang ia panen di lahan seluas 4.000 meter persegi itu lolos dari bencana gagal tanam yang menimpa ribuan petani di NTT. Jagung yang baru dipanen itu ditanam oleh Goris pada 16 Januari 2024 atau mundur jauh dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat menanam, ia seperti berjudi sebab hanya memanfaatkan hari hujan yang tersisa. Setelah membeli benih Rp 95.000 per kg, ia coba menanam di tanah yang disesaki hamparan batu karang itu. Ia tak berharap banyak karena sudah banyak petani yang mengalami gagal tanam. Petani mulai menanam pada awal Desember ketika hujan hampir seminggu.

Mereka mengira musim hujan tiba. Sayangnya, setelah jagung atau padi mulai tumbuh beberapa sentimeter, hujan berhenti. Panas datang mematikan tanaman. Akhir Desember hujan kembali turun. Petani berpikir itu saat tepat menanam. Ketika tanaman mulai tumbuh, datang terik dan menyapu semua tanaman. Banyak petani putus asa, lalu meninggalkan kebun. Mereka merasa seakan dikecoh oleh alam yang tidak menurunkan hujan seperti dulu lagi. ”Biasanya, petani lahan tadah hujan itu sudah mulai menanam pada awal Desember. Sejak 20 tahun terakhir, terus mundur sampai Januari. Musim tanam sudah bergeser,” ucap Goris. Ia tak lagi berpatokan pada pola lama, tapi mengikuti perkembangan cuaca dan iklim dari BMKG.

”Saatnya petani menyesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang ternyata banyak membantu,” ujar Goris. Kelurahan Bello merupakan salah satu sentra pangan di Kota Kupang, khususnya untuk padi, jagung, dan hortikultura. Daerah itu punya cadangan air yang banyak. Belakangan, debit air terus menurun sehingga petani mengandalkan hujan. Tak jauh dari kebun Goris terdapat hamparan sawah yang kini baru mulai ditanam padi. Petani menunggu debit air bertambah setelah hujan satu bulan terakhir. Sekitar 20 tahun sebelumnya, sawah di Bello sudah panen pertama di awal April, kemudian persiapan untuk musim tanam berikutnya. ”Sekarang tanam padi pertama sudah bergeser ke April dan tidak mungkin tanam kedua karena musim hujan sudah selesai. Satu kali tanam saja sudah bersyukur,” ujar Rino (27), warga. (Yoga)

Sia-sia Kewajiban Menulis Jurnal Ilmiah

15 Apr 2024
Inilah buntut kewajiban menulis jurnal ilmiah bagi profesor. Kumba Digdowiseiso, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Nasional, Jakarta, diduga mencatut nama banyak akademikus, termasuk dari Malaysia, sebagai mitra penulis di jurnal predator. Sepanjang tahun ini, yang baru berjalan 105 hari per kemarin, nama Kumba Digdowiseiso tercatat sebagai penulis di 160 jurnal di Google Scholar. Angka ini jelas di luar nalar.

Meski berbeda makna di berbagai negara, profesor mengacu pada gelar tertinggi di dunia akademis. Di Indonesia, profesor merupakan jabatan fungsional, bukan gelar akademis. Hanya dosen yang memenuhi syaratlah yang bisa menjadi profesor, yang meliputi jam mengajar, penelitian dan penerbitan publikasi ilmiah, serta pengabdian masyarakat.

Ketentuan soal publikasi ilmiah di jurnal internasional tercantum dalam Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Nomor 17 Tahun 2013 tentang Guru dan Dosen. Dalam enam tahun terakhir, produktivitas publikasi internasional dosen Indonesia melonjak enam kali lipat menjadi 50 ribuan per tahun. Angka ini seolah-olah menggambarkan bahwa orang-orang pintar di Indonesia makin banyak. Masalahnya, yang dikejar adalah kuantitas, bukan kualitas.

Pada praktiknya, banyak akademikus yang menghalalkan segala cara untuk memenuhi kewajiban tersebut. Dari titip nama ke mahasiswa sampai dugaan pencatutan nama di jurnal predator seperti kasus di atas. Sepanjang namanya muncul di terbitan, integritas akademis menjadi urusan nomor sekian. Padahal keilmuan guru besar sejatinya diukur dari sumbangsih mereka lewat karya-karya yang memperbaiki kehidupan masyarakat. (Yetede)

Hak Pekerja yang Menjadi Saksi Kasus Pidana

14 Apr 2024

Mengenai hak dan kewajiban saksi bahwa seseorang yang dipanggil sebagai saksi dalam suatu perkara pidana berkewajiban untuk hadir. Hal ini juga dapat dilihat dalam Pasal 112 ayat (1) KUHAP. Sebelum memberi keterangan, saksi wajib mengucapkan sumpah atau janji menurut cara agamanya masing-masing, bahwa ia akan memberikan keterangan yang sebenarnya dan tidak lain daripada yang sebenarnya . Saksi wajib untuk tetap  hadir di sidang setelah memberikan keterangan. Para saksi dilarang untuk bercakap-cakap. Sedangkan hak dari saksi antara lain:

1. Dipanggil sebagai saksi oleh penyidik dengan surat panggilan yang sah. 2. Berhak untuk dilakukan pemeriksaan di tempat. 3. Berhak untuk memberikan keterangan tanpa tekanan dari siapapun . 4. Saksi berhak menolak menandatangani berita acara yang memuat keterangannya dengan memberikan alasan yang kuat . 5. Berhak untuk tidak diajukan pertanyaan. 6. Berhak atas juru bahasa jika saksi tidak paham bahasa Indonesia . 7. Berhak atas seorang penerjemah jika saksi tersebut bisu dan/atau tuli . Kami berasumsi bahwa Anda dipanggil sebagai saksi dalam sidang perkara pidana. Jika Anda tidak datang pada hari yang ditetapkan dalam surat panggilan, meskipun telah dipanggil secara sah, dan hakim ketua sidang mempunyai cukup alasan untuk menyangka bahwa saksi itu tidak akan mau hadir, maka hakim ketua sidang dapat memerintahkan supaya saksi tersebut dihadapkan ke persidangan.

Dunia Antisipasi Serangan Balasan Iran ke Israel

14 Apr 2024

Peringatan Presiden AS Joe Biden bahwa Iran akan segera menyerang Israel mendapat respons cepat dan beragam. Sejumlah negara mengingatkan warganya untuk segera meninggalkan Iran. Beberapa maskapai memutuskan mengubah rute penerbangan dan sejumlah saham rontok. Presiden AS Joe Biden pada Jumat waktu Washington atau Sabtu (13/4) waktu Jakarta mengatakan, pihaknya memperkirakan Iran segera menyerang Israel. ”Lebih cepat, daripada nanti.” AS, tegas Biden, tetap akan mendukung dan membela Israel. Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah serangan udara Israel atas Kantor Perwakilan Iran di Damaskus, Suriah, 1 April lalu, yang menewaskan satu jenderal senior pasukan Quds Iran dan enam perwira lainnya. Israel mengaku tidak bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, Teheran bersumpah membalasnya. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan, Israel harus dihukum.

Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan, Pemerintah Belanda akan menutup kedutaan besar mereka di Teheran pada hari Minggu ini. Mereka akan kembali memutuskan apakah kedutaan akan kembali beroperasi pada Senin (15/4). Pemerintah Jerman juga telah mengingatkan warganya untuk segera meninggalkan Iran. Berlin menyebutkan, ada risiko peningkatan ketegangan Israel dan Iran yang mungkin dapat berdampak pada penangkapan sewenang-wenang. ”Dalam ketegangan saatini,terutama antara Israel dan Iran, ada risiko peningkatan yang tiba-tiba. Warga negara Jerman menghadapi risiko nyata ditangkap dan diinterogasi secara sewenang-wenang serta dijatuhi hukuman penjara yang lama. Warga negara ganda yang berkewarganegaraan Iran dan Jerman sangat berisiko,” tulis Kementerian Luar Negeri Jerman.

Sejumlah negara lain, seperti India, Perancis, Polandia, dan Rusia, juga telah mengingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Iran, Israel, dan wilayah di sekitarnya. Kemenlu Indonesia melalui Direktorat Perlindungan WNI mengatakan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. ”Kemenlu bersama KBRI Teheran dan Perwakilan RI di Timur Tengah terus memonitor situasi di kawasan. Sesuai SOP, setiap Perwakilan RI wajib memiliki rencana kontingensi untuk antisipasi situasi kedaruratan bagi pelindungan WNI,” kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI. Ia menambahkan, ada 376 WNI di Iran dan mayoritas adalah mahasiswa yang bertempat tinggal di kota Qom. (Yoga) 

Ketika Penilaian Dewan Pers Jadi Dasar Gugatan Perdata kepada Media

13 Apr 2024
SEJUMLAH organisasi yang bergabung dalam Koalisi Advokasi Jurnalis Sulawesi Selatan tengah mengawal perkara gugatan terhadap produk jurnalistik yang tengah bergulir di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan. Para jurnalis khawatir gugatan itu biian ssa mengancam kebebasan pers di Sulawesi Selatan. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Makassar—salah satu organisasi yang bergabung dalam Koalisi Advokasi Jurnalis Sulawesi Selatan—menyesalkan adanya gugatan tersebut. Sebab, berdasarkan Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, mekanisme penyelesaian sengketa pers seharusnya ada di Dewan Pers, bukan di pengadilan. Karena itu, perkara ini dikhawatirkan menjadi preseden buruk bagi iklim kebebasan pers.

Penggugat dalam perkara ini adalah lima mantan staf khusus Gubernur Sulawesi Selatan. Sedangkan tergugat adalah dua media daring, yaitu Inikata.co.id dan Herald.id serta dua jurnalisnya, Burhan dan Andi Anwar. Firmansyah, anggota tim hukum Herald.id, mengatakan sidang gugatan perkara nomor 03/PDT.G/2023 itu telah masuk tahap pengajuan alat bukti untuk para tergugat. Ia menilai gugatan yang diajukan penggugat adalah sebuah kekeliruan. Sebab, dalam perkara ini, jurnalis juga ikut tergugat. Apalagi status para penggugat ini juga tidak jelas. “Mereka merasa dirugikan mewakili siapa? Apakah pemerintah Sulawesi Selatan atau personal,” ujar Firmansah, pekan lalu. Seharusnya, kata Firman, perkara ini telah berakhir setelah kliennya menjalankan rekomendasi yang diputuskan Dewan Pers. Namun, alih-alih menerima putusan Dewan Pers, penggugat justru melanjutkan persoalan ini ke ranah perdata. (Yetede)

Ancaman Sampah Plastik Hasil Mudik Lebaran

13 Apr 2024
DUA peristiwa besar dalam dua bulan terakhir membayangi peringatan Hari Peduli Sampah Nasional yang tahun ini mengambil tema "Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif". Belum juga terang penanganan masalah sampah yang ditimbulkan oleh penyelenggaraan Pemilihan Umum 2024, persoalan serupa kini mencuat di tengah masa mudik Lebaran. 

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkirakan pergerakan 193,6 juta pemudik tahun ini menambah timbunan sampah sebanyak 58 ribu ton. Artinya, selama dua pekan masa mudik Lebaran, akan ada tambahan 4.143 ton sampah setiap hari. Angka ini setara dengan hampir dua kali lipat timbunan sampah harian DKI Jakarta sepanjang tahun lalu.   Kondisi tersebut memperbesar risiko pengelolaan sampah nasional yang sebelumnya telah ditimbulkan oleh penyelenggaraan Pemilu 2024. Kegiatan kampanye yang dimulai sejak tahun lalu, terutama berupa penggunaan alat peraga, ditaksir telah menghasilkan sedikitnya 784 ribu meter kubik atau setara dengan 392 ribu ton sampah. 

Tambahan sampah dari dua momen akbar tersebut menjadi ancaman serius bagi pemerintah yang sewindu lalu telah mencanangkan target Indonesia Bersih Sampah 2025. Waktu yang tersisa untuk mewujudkan komitmen pengurangan sampah sebesar 30 persen dan penanganan sampah sebesar 70 persen tinggal setahun. Sejauh ini, realisasi target tersebut belum menggembirakan. Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) menunjukkan sepanjang tahun lalu rata-rata pengurangan sampah di 115 kabupaten/kota yang tersebar di 28 provinsi hanya 14,25 persen. Sampah yang terkelola rata-rata baru sebesar 60,92 persen. (Yetede)