Sosial, Budaya, dan Demografi
( 10113 )Desain Rumah Subsidi yang Tahan Gempa dan Hijau Disiapkan
Kementerian PUPR segera meluncurkan acuan desain rumah sederhana
yang tahan gempa dan lebih ramah lingkungan. Konsep baru rumah bagi masyarakat
berpenghasilan rendah itu diklaim tetap terjangkau dan sesuai dengan patokan harga
rumah bersubsidi. Desain prototipe atau purwarupa rumah sederhana untuk masyarakat
berpenghasilan rendah diperlukan dalam rangka mendukung kemudahan perizinan
bagi pelaku usaha pada tahap permohonan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) bagi
perumahan masyarakat berpenghasilan rendah.
Dirjen Perumahan Kementerian PUPR Iwan Suprijanto
mengemukakan, regulasi terkait desain prototipe rumah sederhana bagi masyarakat
berpenghasilan rendah kini dalam tahap harmonisasi. Kelebihan desain, antara
lain, tahan gempa, memasukkan unsur bangunan ramah lingkungan, dan prototype lainnya
yang memudahkan perizinan. Pihaknya berharap surat edaran terkait penerapan
desain rumah sederhana tersebut segera diterbitkan.
Pengembangan desain prototipe rumah sederhana dilakukan
dengan menjaring usulan desain dari asosiasi dan pelaku pembangunan perumahan,
diikuti proses verifikasi sehingga terpilih desain yang secara teknis memenuhi keandalan.
Harga jual rumah dengan desain tersebut juga memenuhi patokan harga rumah subsidi.
Nantinya seluruh pengembang rumah bersubsidi wajib mengikuti desain acuan
tersebut. Penetapan desain prototipe rumah sederhana adalah melalui surat edaran
Dirjen Perumahan dan pencantuman desain ke dalam Sistem Informasi Manajemen
Bangunan Gedung (SIMBG) yang diterbitkan Kementerian PUPR. (Yoga)
THR Tak Dibayar Dominasi Pengaduan
Total pengaduan yang diterima Posko Pengaduan Masalah THR Keagamaan
2024 yang dibuka pada 4-14 april mencapai 1.475 laporan. Dari jumlah ini, sebanyak
897 pengaduan atau lebih dari 50 % menyangkut persoalan THR idak dibayar. ”Penyebab
pengaduan THR tidak dibayar masih terus kami gali, apakah semata-mata alasan
keuangan atau ada alasan lain,” ujar Sekjen Kemenaker Anwar Sanusi yang ditemui
di sela-sela halalbihalal Kemenaker, Selasa (16/4) di Jakarta. Kemenaker
membuka posko pengaduan masalah THR Keagamaan 2024 sejak 4 April 2024, sehari
setelah tenggat pembayaran THR wajib dibayarkan, yakni 3 April 2024. Posko yang
terintegrasi dengan posko pengaduan THR milik Disnaker itu akan ditutup pada
H+7 Lebaran atau Rabu (17/4).
Di luar urusan THR tidak dibayar, jumlah pengaduan yang masuk
sampai dengan Minggu (14/4) juga mencakup masalah THR dibayar dengan nominal
tidak sesuai ketentuan (361) dan THR terlambat dibayar (217). Dari sisi lokasi,
pengaduan masalah THR keagamaan terbanyak berasal dari DKI Jakarta. Sebanyak
462 pengaduan dari total 1.475 pengaduan berasal dari DKI Jakarta. Terkait
tindak lanjut penyelesaian pengaduan masalah THR, Anwar mengakui, baru 5 % dari
total pengaduan yang berhasil diselesaikan. Setelah semua posko pengaduan ditutup,
Kemenaker bersama Disnaker akan segera menindaklanjuti sampai tuntas. (Yoga)
Rengkuh Banyu Mahandaru ”Plepah” untuk Merawat Alam
Di Jaipur, India, Rengkuh Banyu Mahandaru (32) meraih
inspirasi penggunaan piring dan mangkuk kecil dari dedaunan tanaman endemik
seperti jati yang dikeringkan. Sekembalinya ke Tanah Air, Rengkuh mengimplementasikan
seluruh pengalamannya untuk mendirikan ”Plepah”. Rengkuh memilih mengolah
pelepah pinang menjadi kemasan makanan sekali pakai. Dia memilih pelepah pinang
karena ketersediaan material tersebut melimpah, tetapi masih dianggap limbah. Data
terkini sebaran jenis tumbuhan pinang di Sumatera mencakup area 150.000 hektar.
Pelepah pinang yang digunakan Rengkuh baru dari wilayah Jambi dan Sumsel. Kemasan
pelepah, ditujukan sebagai pengganti penggunaan kantong plastik dan styrofoam
sebagai kemasan makanan sekali pakai.
Atas dukungan dana BRI Ventures serta BRIN pada tahun 2022
Rengkuh mendirikan unit produksi kemasan makanan dari pelepah pinang di
Cibinong, Jabar. Kapasitas produksinya 160.000 kemasan per bulan dengan pasar
utama ekspor hingga 80 %. Selebihnya, 18-20 persen untuk memenuhi pasar dalam negeri.
Di dalam negeri, harga satu kemasan pelepah pinang Rp 2.500 sampai Rp 4.500. Produk
kemasan pelepah pinang itu diberi jenama Plepah. Pada April 2023, ia diminta
ikut pameran di Jerman. Di sana banyak permintaan dari luar negeri. Namun,
regulasi dalam negeri tentang kandungan kimia, bakteri, dan bukan hasil
deforestasi belum dianggap sebagai patokan global.
Hanya dari Australia yang bisa dipenuhi. Itu pun melalui perantara
pengusaha Dubai yang datang ke Jakarta pada November 2023. Baru-baru ini
terkirim satu kontainer berisi 150.000 kemasan. Selanjutnya, Australia minta
dikirim bahan mentahnya. Rengkuh tak berhenti pada usaha produksi kemasan
pelepah pinang. Ia mengembangkan produksi sumber energi biomassa di Kabupaten
Kubu Raya, Kalbar, dengan biomaterial, di antaranya tandan sawit kosong, ampas
tebu, kayu, dan kulit beras. ”Pada Oktober 2023 sudah terkirim beberapa ton
biomassa untuk bahan bakar pembangkit listrik di Jateng,” ujar Rengkuh saat
dihubungi Kompas, Rabu (27/3). (Yoga)
Darurat Sampah, TPA Tangerang Nyaris Penuh
Tempat Pemrosesan Akhir Rawa Kucing, Kelurahan Kedaung Wetan,
Tangerang, Banten, nyaris tidak mampu lagi menampung timbunan sampah. Tanpa pengelolaan
terpadu dari hulu, darurat sampah ada di depan mata. Penerapan ekonomi sirkular
untuk pengelolaan sampah juga mendesak dilakukan. Kondisi Tempat Pemrosesan
Akhir (TPA) Rawa Kucing yang nyaris penuh terlihat dari sampah yang menggunung
dengan ketinggian 25 meter. Volume timbunan sampah mencapai 1.600 ton per hari.
Kondisi ini diperparah de- ngan bencana kebakaran TPA Rawa Kucing yang
berulang.
Puncaknya terjadi pada 20 Oktober 2023 dengan luas area terbakar
27 hektar atau 80 persen total 34,8 hektar lahan TPA. Proses pemadaman
berlangsung 12 hari. Selama itu pula Pemkota Tangerang memberlakukan status
tanggap bencana darurat daerah. Koordinator Presidium Koalisi Aktivis Lingkungan
Hidup Kota Tangerang Ade Yunus, Senin (15/4) menyatakan, Kota Tangerang sudah berstatus
darurat sampah. Menurut dia, kebijakan terintegrasi diperlukan agar volume
sampah yang sudah menggunung di TPA Rawa Kucing dapat dikurangi. Pengelolaan
sampah harus berjalan terintegrasi mulai dari penegakan aturan, pengelolaan dengan
teknologi yang tepat, hingga internalisasi budaya mengelola sampah dari hulu.
Berbagai aksi bersih-bersih hanya mampu merelokasi atau memindahkan
sampah ke TPA. Untuk mengelola sampah di TPA, diperlukan langkah konkret yang
lebih ekstrem dan tepat guna, salah satunya melalui program Pengelolaan Sampah
Menjadi Energi Listrik (PSEL). ”Sampah yang dapat didaur ulang memiliki potensi
ekonomi sirkular. Bank sampah membantu mengelola sampah yang dapat didaur ulang
dan masih memiliki nilai ekonomis. Komposter mengelola sampah rumah tangga dan
sampah organik lain yang dapat dijadikan kompos,” kata Ade. (Yoga)
Hiu Paus Teluk Saleh di Sumbawa Diminati Wisatawan
Potensi wisata bahari NTB tak akan pernah habis dijelajahi.
Salah satu yang tengah naik daun adalah wisata whale shark atau hiu paus di
kawasan Teluk Saleh, Desa Labuan Jambu, Sumbawa. Wisata hiu paus (Rhincodon typus)
di Teluk Saleh dibuka sejak 2018, bersamaan dengan acara Sail Moyo Tambora. Menurut
Munawir Gazali (34), pemilik operator wisata Tukang Holiday, wisata hiu paus di
Teluk Saleh semakin menggeliat dalam dua tahun terakhir. ”Pascapandemi
Covid-19, open trip ke sana semakin ramai,” kata Munawir, di Mataram, Senin
(15/4). Selain paket sehari ke hiu paus, ada juga yang memanfaatkan one trip Lombok-Komodo.
”Untuk paket sehari ke hiu paus, peminatnya banyak lokal dan
domestik atau dari luar NTB. Terutama komunitas selam bebas (free dive).
Sementara paket yang langsung ke Komodo didominasi turis mancanegara,” kata
Munawir. Paket perjalanan Lombok-Komodo, awalnya dibuka dua tahun lalu. Kala
itu, tamunya 150 orang per minggu. Kini, jumlahnya mencapai dua kali lipat, 90 %
di antaranya wisatawan mancanegara. Untuk kunjungan sehari ke area hiu paus,
sedikitnya 30 orang per bulan. ”Pada musim ramai kunjungan wisatawan seperti
Mei-Agustus, peminatnya (wisata hiu paus) semakin meningkat. Bahkan, kami
sampai tolak amu karena penuh. Kami alihkan ke teman operator wisata lain agar
tamunya tidak kecewa,” kata Mulyadi(36) dari Best Komodo Island, operator wisata
di Gili Trawangan.
Munawir menambahkan, untuk paket sehari ke hiu paus saja, ia
mematok tariff Rp 500.000 per orang, sudah termasuk kapal, alat snorkeling, sarapan,
dan dokumentasi. Sementara tarif untuk paket perjalanan Lombok-Komodo yang
berlangsung empat hari tiga malam mulai dari Rp 3 juta per orang. Jika
mengikuti paket perjalanan Lombok-Komodo, wisatawan berangkat dari Pelabuhan
Kayangan di Lombok Timur. Lalu, mereka dibawa menuju Teluk Saleh. Sementara
kunjungan sehari harus menyeberang dulu dari Lombok menggunakan kapal. Setelah
itu, baru melanjutkan perjalanan sekitar empat jam menuju Labuan Jambu. (Yoga)
Agar Dompet Tidak Tekor Seusai Perayaan Lebaran
Setelah larut dalam euforia hari raya, realita kembali menyapa.
Dompet menipis karena ”jorjoran” pengeluaran. Sementara tanggal gajian masih
lama. Bagaimana cara bertahan hidup? Rully (27) masih ingat pengalaman pahitnya
saat Lebaran tahun lalu. Terlena karena gaji bulanan masuk di tanggal yang sama
dengan hari Idul Fitri, ia belanja sepuas hati. Membeli baju baru, makan-makan,
mudik, membeli oleh-oleh, memberi ”salam tempel” untuk keponakan, dan masih
banyak pengeluaran lainnya. ”Saya belanja jorjoran, mikir uang ada banyak, nih.
Eh, hasilnya, setelah Lebaran tahun lalu itu, saya harus hemat banget sampai
tanggal gajian. Bener-bener boros,” tutur pekerja swasta asal Bekasi itu, Jumat
(12/4).
Akibat tekor, Rully terpaksa menjual tabungannya di saham Rp
1,5 juta sampai Rp 2 juta untuk menambal biaya hidup sampai menunggu tanggal
gajian berikutnya. Belajar dari pengalaman tahun lalu, ia pun berstrategi mengelola
keuangan pada Lebaran ini. Apalagi, ia sadar biaya kebutuhan hidup tahun ini
sudah naik pesat dari tahun lalu. Sementara gaji dan THR masih sama. Salah satu
siasatnya adalah tidak membeli baju baru saat Lebaran seperti tahun lalu. Ia
bisa berhemat sampai sekitar Rp 1 juta. ”Jadi, kami sekeluarga tahun ini pakai
baju Lebaran yang dari tahun-tahun lalu saja,” kata Rully.
Kebetulan, ia hanya mudik ke Bandung, Jabar, sehingga ongkos yang
diperlukan tidak terlalu mahal. Ia memilih membawa mobil sendiri sehingga total
ongkos mudik empat orang bisa ditekan menjadi Rp 600.000 mencakup bensin, tol
pulang-pergi, dan transportasi sehari-hari selama di Bandung. ”Untuk THR (ke
saudara-saudara) juga enggak gede-gede banget, sekitar Rp 600.000 buat
keponakan yang masih kecil-kecil aja. Pokoknya banyak belajar dari pengalaman
tahun lalu,” kata Rully. Dengan strategi keuangan yang tepat masyarakat bisa lebih
tenang mengakhiri libur Lebaran. (Yoga)
Populasi Usia Kerja Tumbuh Melambat
Sejak 2008, sesuai laporan analisis Dana Moneter
Internasional atau IMF, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang
usia 15-64 tahun telah melambat. Hal ini dikhawatirkan memicu ketidak seimbangan
pasokan tenaga kerja dunia dan menghambat pertumbuhan ekonomi global. Laporan
analisis bertajuk ”Slowdown in Global Medium-Term: What Will It Take toTurn the
Tide?” dirilis dalam blog IMF pada Rabu (10/4). Dalam laporan itu disebutkan,
ketika suatu negara mengalami transisi demografi yang ditandai dengan menurunnya
tingkat kesuburan dan populasi yang menua, maka jumlah penduduk usia kerja mulai
menyusut. Sejak 2008, pertumbuhan populasi usia kerja yang berada dalam rentang
15–64 tahun telah melambat 92 % terhadap perekonomian global. Perlambatan ini
terlihat di sebagian besar negara maju dan berkembang.
Adapun negara-negara berpendapatan rendah masih menikmati
bonus demografi. Pergeseran demografis ini berdampak langsung pada pasokan
tenaga kerja global. Pada 2030, dalam laporan analisis yang sama, IMF memperkirakan,
kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap pertumbuhan produk domestic bruto
(PDB) global diperkirakan akan menurun menjadi 0,2 %, atau hanya seperempat rata-rata
kontribusi tahunan pasokan tenaga kerja terhadap PDB global pada tahun
2000-2019. Hal ini mencerminkan proyeksi pertumbuhan pasokan tenaga kerja
potensial secara global hanya akan sebesar 0,3 % pada 2030. Namun, tren pasokan
tenaga kerja akan bervariasi menurut wilayah. Negara-negara berpendapatan
rendah diperkirakan akan mengalami pertumbuhan pasokan tenaga kerja yang kuat
sebesar 2,1 %.
Sementara pasokan tenaga kerja di negara-negara berkembang,
kecuali China, akan tumbuh sebesar 0,9 %, dan di AS sebesar 0,5 %. Adapun
penurunan tajam dalam partisipasi kerja akan menyebabkan pasokan tenaga kerja
terkontraksi sebesar 0,6 % di China dan sebesar 0,5 % di Uni Eropa. Potensi
hambatan partisipasi kerja akibat penuaan terlihat di semua negara maju dan
China, sedangkan hambatan pada tingkat lebih rendah ada di Amerika Latin. Akan
tetapi, sejumlah negara maju, kecuali AS, mampu mengatasi dampak penuaan
demografi terhadap pasokan tenaga kerja dengan cara meningkatkan partisipasi
kerja perempuan dan pekerja berusia lebih tua. IMF, dalam laporan itu, juga
menyebutkan, tingkat pertumbuhan ekonomi global, tanpa adanya siklus naik dan
turun, terus melambat sejak krisis keuangan global tahun 2008–2009. (Yoga)
Sulitnya Transpuan Klaim Dana Kematian
Harapan 163 transpuan dan warga miskin untuk mendapatkan klaim
atas program jaminan kematian (JKM) dari BPJS Ketenagakerjaan untuk kategori
bukan penerima upah (BPU) lagi-lagi kandas. Kendati menjadi peserta aktif program
tersebut, mereka tetap tidak bisa menikmati manfaat dari program itu. BPJS
Ketenagakerjaan tetap menolak pengajuan klaim mereka atas program jaminan
kematian kategori BPU meskipun sudah ada upaya mediasi antara Perkumpulan Suara
Kita (perwakilan transpuan dan orang miskin) dan BPJS Ketenagakerjaan. Mediasi
dengan mediator Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN) hingga akhir Maret 2024
pun gagal. Dalam ”Risalah Gagal Mediasi oleh Mediator DJSN” yang ditandatangani
Ketua DJSN Agus Suprapto dan mediator DJSN, Subiyanto, disebutkan sikap BPJS
Ketenagakerjaan yang tidak dapat menjalankan anjuran DJSN.
Sebelumnya, DJSN menyampaikan dua anjuran kepada BPJS
Ketenagakerjaan. Pertama, DJSN menganjurkan ketentuan Pasal 218 Ayat (5)
Peraturan Direksi BPJS Ketenagakerjaan No 36 Tahun 2022 tentang Petunjuk Teknis
Penyelenggaraan JKK (Jaminan Kecelakaan Kerja) dan JKM harus segera dicabut
karena bertentangan dengan regulasi jamsostek. Kedua, DJSN menganjurkan BPJS
Ketenagakerjaan agar membayar klaim JKM yang diajukan Perkumpulan Suara Kita
yang menggunakan surat wasiat, baik surat wasiat di-waarmerking maupun tidak, berdasarkan
regulasi yang berlaku dalam jamsostek. Waarmerking adalah tindakan notaris yang
melakukan pembukuan atas akta bawah tangan yang dilakukan oleh pihak-pihak terkait
dengan memasukkannya ke dalam buku khusus. Namun, BPJS Ketenagakerjaan selaku
terlapor menyatakan sikap tidak dapat menjalankan kedua anjuran yang
disampaikan DJSN.
Atas penolakan BPJS Ketenagakerjaan tersebut, Perkumpulan
Suara Kita dan Jaringan Komunitas untuk BPJS Ketenagakerjaan menyatakan sangat
kecewa. ”BPJS Ketenagakerjaan bukan cuma tidak peka dan tidak sensitif,
melainkan juga tidak bisa memahami maksud dan tujuan program jaminan sosial
yang telah didesain negara,” ujar Hartoyo, mewakili Jaringan Komunitas untuk BPJS
Ketenagakerjaan, Senin (15/4). Bagi para transpuan dan warga miskin, klaim dana
kematian bagi peserta program jaminan kematian BPJS Ketenagakerjaan kategori
BPU sangat berarti. Selain untuk membantu pengurusan saat mereka meninggal,
dana tersebut bisa bermanfaat untuk solidaritas sosial bagi komunitas
transpuan. (Yoga)
Target Satu Juta Guru Kian Sulit Terpenuhi
Pengangkatan satu juta guru honorer menjadi guru ASN berstatus
pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja atau PPPK yang ditargetkan tuntas
pada 2024 masih jauh dari harapan. Hampir empat tahun terakhir, perekrutan guru
honorer menjadi PPPK baru tercapai 775.000 guru. Target pemerintah yang sudah
melebihkan perekrutan untuk guru PPPK menjadi 1,2 juta guru kian pudar tahun
ini. Dari formasi perekrutan guru sebesar 419.000 yang dibuka oleh pemerintah, pemda
hanya mengusulkan 170.000 guru. Ambisi pemerintah yang tak disambut pemda ini
menggoyahkan harapan guru non-ASN yang masih tersisa. Bayangan memperoleh
kesejahteraan lebih layak lewat PPPK kian menjauh d ari pandangan para guru honorer
yang sudah mengabdi sebagai pengajar belasan tahun hingga hampir dua dekade
ini.
Bahkan, di antara mereka ada yang bakal pensiun dalam waktu
dekat. Segala curahan hati dan tuntutan telah disampaikan oleh berbagai forum
guru honorer tingkat daerah dan nasional kepada Komisi X DPR lewat rapat dengar
pendapat pada awal April 2024. Wakil Ketua Komisi X DPR Abdul Fikri Fakih pun
mengungkapkan, perlu ada rapat intensif mengenai pengangkatan guru honorer menjadi
PPPK. ”Tampaknya harus ada rapat intensif kembali bersama kementerian/lembaga
terkait untuk menuntaskan pengangkatan guru honorer yang masih terkendala,”
kata Fikri. Untuk mengatasi persoalan ini, ada dua panitia kerja (panja) yang
dibentuk, yakni Panja Formasi Guru dan Tenaga Kependidikan atau GTK PPPK dan
Panja Pengangkatan GTK Honorer Menjadi ASN.
Kedua panja itu dibentuk sejak Juli 2021 untuk mengawalnya. Permasalahan
perekrutan guru ini juga disebabkan penganggaran di daerah, yaitu belanja
pegawai tidak boleh lebih dari 30 % APBD. Hal ini menjadi ganjalan bagi pemda untuk
menyediakan banyak formasi guru PPPK, seperti data Kemendikbudristek. ”Harus
ada pertemuan bersama Kemendikbudristek, Kemendagri, Kemenkeu, dan Kementerian
PAN dan RB supaya persoalan guru honorer ini tuntas. Kami para guru berjuang di
daerah hingga nasional, tidak ada juga penyelesaian yang memuaskan,” kata Ketua
Forum P1 PGRI Pembatalan Nasional Dewi Nurpupitasari. (Yoga)
399 Calon Dokter Spesialis Mengaku Ingin Akhiri Hidup
Mahasiswa program pendidikan dokter spesialis yang terindikasi
mengalami gejala depresi paling tinggi dari RS Cipto Mangunkusumo (22,4 %), RS
Hasan Sadikin(12,9 %), dan RS Sardjito (12 %). Dari hasil penapisan atau
skrining, seperti diungkap data Kemenkes, 22,4 % mahasiswa program pendidikan
dokter spesialis atau PPDS terdeteksi mengalami gejala depresi. Sebanyak 3,3 % atau
399 orang di antaranya bahkan mengaku lebih baik mengakhiri hidup atau ingin melukai
diri. Terungkapnya kerentanan tersebut membuat Menkes Budi Gunadi Sadikin,
Senin (15/4) memerintahkan segera dilakukan penanganan kepada para mahasiswa
calon dokter spesialis itu, terutama yang bergejala depresi berat. Ia juga
meminta penyebab gejala depresi tersebut dapat diketahui dengan tepat.
”Yang depresi berat kalau tidak ditangani bisa fatal akibatnya,
kasihan mereka,” kata Budi Gunadi Sadikin. Ia pun menekankan agar peserta PPDS
yang depresi berat tersebut segera dirawat. Secara rinci, dari 22,4 % mahasiswa
PPDS yang terdeteksi depresi itu menunjukkan 0,6 % di antaranya mengalami
gejala de-presi berat; 1,5 % depresi sedang-berat; 4 % depresi sedang; dan 16,3
% dengan gejala depresi ringan. Skrining kesehatan jiwa pada mahasiswa PPDS itu
dilakukan di 28 rumah sakit vertikal pada 21, 22, dan 24 Maret 2024. Skrining
dilakukan terhadap 12.121 mahasiswa PPDS dengan menggunakan kuesioner Patient
Health Questionnaire-9. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









