;
Kategori

Sosial, Budaya, dan Demografi

( 10113 )

Berburu Kuliner di Hari Raya

13 Apr 2024

Suasana lebaran tak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi dan bermaaf-maafan. Di Kota Bandung, Jabar, masyarakat hingga pengunjung dari luar kota berburu kuliner memanjakan lidah dalam kebersamaan. Hujan yang mengguyur Bandung tidak menyurutkan niat Isna (50) bersama lima temannya menikmati Bakso Tjap Haji di Jalan Burangrang, Jumat (12/4) siang. Mereka rela mengantre lebih dari 45 menit agar bisa menyantap bakso yang menggugah selera. Ratusan orang tampak sabar menanti giliran. Sebagian terpaksa menunggu di bawah payung di depan restoran. Sebagian lagi berlindung menghindari tempias hujan.

”Lebaran biasanya menunya santan dan ketupat. Sekarang saya mencari yang kuahnya segar seperti bakso. Di sini (Bakso Tjap Haji) lebih enak. Jadi, sengaja jauh-jauh datang, ngantre juga tidak apa-apa,” ujar Isna yang berasal dari Kecamatan Rancasari. Tidak hanya Isna, pesohor dari Jakarta pun rela mengantre demi semangkuk bakso. Gitaris band Maliq & D’Essentials Arya Aditya yang dipanggil Lale juga berbaur dengan pengunjung sambil menyantap bakso. Dia datang bersama istrinya, Fikha Effendi.

”Setiap momen lebaran pasti makan bakso. Kebetulan disini langganan, weekday juga pas ke Bandung pasti ke sini,” ujar Fikha. Manajer Operasional Bakso Tjap Haji Rati Kurniati menjelaskan, saat Lebaran, setiap hari mereka melayani lebih dari 2.000 pengunjung yang menghabiskan 2.500 porsi. Jumlah ini meningkat lima kali lipat di- bandingkan hari-hari biasa. ”Salah satu bakso kami sampai keluar lebih dari 20.000 butir. Menu Bakso Spesial 1 menjadi favorit. Biasanya keramaian seperti ini terjadi sampai cuti Lebaran beres,” ujarnya. Oleh-oleh makanan ringan di Kota Bandung juga diserbu para penggemar kuliner.

Putri (37), warga Ciputat, Tangsel, menunggu giliran makanan ringannya ditimbang di toko Sari Milo Shultoniah. Warung oleh-oleh di Jalan Kemuning, Kecamatan Sumur Bandung, ramai pada Jumat pagi. Neni Rosmawati (32), pengelola toko Sari Milo Shultoniah, menyebutkan, Kentang Manohara, keripik kentang renyah berwarna kuning keemasan menjadi salah satu favorit yang dijual di sana bersama Kentang Putih dan Cireng Ariel. Dalam sehari, dia menjual lebih dari 60 kg keripik Kentang Manohara. ”Kentang Putih dan Cireng Ariel juga rata-rata bisa habis 60 kg sehari. Ada belasan jenis makanan ringan, cuma yang sering dibeli tiga jenis itu setiap lebaran dan waktu libur,” paparnya. (Yoga) 

Mudik dan Pelesiran via Tol Trans-Sumatera

13 Apr 2024

Melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 lewat Jalan Tol Trans-Sumatera menjadi pengalaman menarik yang perlu dicoba. Tahun ini lonjakan harga tiket pesawat yang tak masuk akal membuat banyak warga memilih jalur darat. Apalagi testimoni warga Ibu Kota yang kerap bepergian ke wilayah Sumatera menggunakan jalur darat menyatakan kehadiran ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang saat ini sudah beroperasi dari Bakauheni, Lampung, hingga Prabumulih, Sumsel, telah mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan berkendara. Pernyataan mereka seragam, yaitu ” Sekarang, sejak ada jalan tol, dari Bakauheni ke Palembang cuma 5 jam.”

Agar terhindar dari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 6-7 April 2024, Kompas berangkat pada Kamis (4/4) pukul 04.00. Sekitar pukul 09.00, Kompas sudah memasuki Gerbang Tol (GT) Bakauheni. Kota Palembang menjadi destinasi persinggahan di malam pertama pada perjalanan menuju Bukittinggi, Sumbar. Untuk mencapai Palembang dari Bakauheni, terdapat tiga ruas jalan tol yang harus dilalui, yakni ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km, lalu ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sejauh 189 km, dan yang terakhir ruas Tol Kayu Agung-Palembang yang berjarak 42,5 km. Di sepanjang jalan tol, terdapat sekitar 9 rest area permanen dan sejumlah rest area fungsional. Kendaraan siaga, seperti kendaraan patroli dan kendaraan derek juga terlihat siap bertugas.

Tarif jalan tol dari GT Bakauheni Selatan ke GT Tol Kayu Agung/Kayu Agung Utama untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 360.000. Sementara tarif tol dari GT Kayu Agung Utama menuju GT Palembang untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 75.000. Tiba di Palembang pada pukul 15.00, rombongan mudik punya waktu banyak untuk berpelesir di Jembatan Ampera dan berwisata kuliner menikmati sajian pempek dan pindang patin di waktu berbuka puasa. Sesuai rencana awal, mudik kali ini memang menjadi sebuah perjalanan wisata. Ternyata, banyak pula keluarga-keluarga yang berpelesir di kota-kota yang mereka lalui dalam perjalanan mudik.

Keberadaan jalan tol telah menciptakan potensi perekonomian baru di wilayah sekitar jalan tol. Dimulai dari daerah di sekitar pintu gerbang tol hingga di sejumlah area istirahat. Sejalan dengan berlanjutnya ruas JTTS di area selatan dan utara yang akan saling terhubung, potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah di sekitar pintu gerbang tol sebagai wilayah transit juga akan terus berkembang. Pemerintah daerah perlu memanfaatkan situasi ini, misalnya dengan membangun kawasan industri dan perdagangan yang dekat dengan akses jalan tol sehingga akan tercipta kawasan ekonomi baru. (Yoga) 

Tergiur Melihat Sukses Perantau

13 Apr 2024

Arus balik Lebaran menjadi momen bagi banyak orang untuk mulai merantau. Siapa yang tak tergiur melihat kilau kesuksesan mereka yang pulang ke kampung halaman. Kesuksesan perantau tergambar pada hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional BPS (Susenas BPS). Pada kelompok 20 % keluarga paling sejahtera di Jabodetabek, 54,2 % adalah perantau. Bagi banyak orang, hidup merantau jauh dari kampung halaman merupakan pilihan demi harapan memperoleh kehidupan yang lebih baik.

Berdasarkan data mikro Susenas BPS Maret 2022, dari total 72,8 juta keluarga, 13,9 % atau 10,1 juta merupakan keluarga perantau. Kategori keluarga perantau diperoleh dari status setiap kepala dan anggota keluarga yang tidak lahir di provinsi tempat tinggalnya saat ini. Kategori ini termasuk dalam keluarga perantau lebih dari lima tahun. Ada juga kategori keluarga perantau kurang dari lima tahun karena baru pindah ke provinsi domisili sekarang. Dua kategori keluarga perantau itu membentuk kondisi kesejahteraan yang hampir sama. Dari 10 kelompok kesejahteraan, hanya 3,3 % keluarga perantau yang masuk dalam Desil 1. Angka tersebut terus meningkat di desil-desil di atasnya hingga di Desil 10 yang mencapai 20,9 %.

Ukuran kesejahteraan keluarga ini dilihat dari pengeluaran per kapita per bulan di setiap keluarga. Desil 5-8 masuk dalam 40 % keluarga dengan pengeluaran per kapita menengah di atas Desil 1-4. Desil 9-10 termasuk dalam 20 % keluarga dengan pengeluaran per kapita teratas atau dapat juga disebut keluarga paling sejahtera. Rentang pengeluaran per kapita Desil 1 hingga 4 berkisar Rp 427.000 hingga Rp 985.000 per bulan. Desil 5 hingga 8 di rentang Rp 986.000 hingga Rp 2,1 juta per bulan. Desil 9-10 lebih dari Rp 2,2 juta per bulan. Pengeluaran ini termasuk untuk kebutuhan sehari-hari, baik makanan maupun nonmakanan.

Bram (26), warga Rempoa, Tangsel, Banten, merupakan warga kelahiran Semarang dan merantau ke Jabodetabek sejak 2022. Pengeluaran per kapita rata-rata Bram, istri, dan seorang anak lebih dari Rp 2 juta per bulan, masuk Desil 9-10 atau keluarga sejahtera. Menurut Bram, kesempatan bekerja di kota perantauan selalu terbuka lebar. Modalnya pendidikan tinggi dan pengalaman bekerja. Bram mengaku tidak butuh waktu lama dari pekerjaan sebelumnya hingga mendapatkan pekerjaannya saat ini di Jakarta. Untuk mendapatkan pekerjaan di perusahaan besar, sudah banyak lamaran pekerjaan Bram yang ditolak. Ia tak patah arang dan terus berusaha hingga akhirnya mendapat pekerjaan yang layak di perantauan. (Yoga) 

Arus Balik Dimulai Hari Ini

13 Apr 2024

Rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dan lawan arah (contraflow) di Tol Trans-Jawa dari Gerbang Tol (GT) KM 414 Kalikangkung, Semarang, Jateng, sampai KM 72 GT Cikampek Utama belum diterapkan pada Jumat (12/4). Skema yang direncanakan mulai pukul 14.00 ini ditunda karena arus balik Lebaran belum terpantau padat. Kepala Korps Lalu Lintas Polri Irjen Aan Suhanan menjelaskan, volume kendaraan dari arah timur yang masuk GT Kalikangkung sebanyak 1.178 kendaraan dalam rata-rata tiga jam, di bawah parameter kepadatan 2.800 kendaraan per jam. Selain itu, kendaraan yang masuk dari arah Pejagan dan pintu masuk lain setelah GT Kalikangkung juga masih berada di angka 881 kendaraan.

”Secara keseluruhan masih berada di bawah parameter sampai tadi jam 10.00. Trennya ada kenaikan di setiap traffic counting walau belum signifikan,” kata Aan. Puncak arus balik diprediksi terjadi Minggu (14/4) sampai Senin (15/4), mengingat waktu libur dan cuti bersama nasional akan berakhir dan masyarakat mulai kembali bekerja pada Selasa (16/4). Aan mengimbau pemudik kembali ke perantauan lebih awal guna menghindari puncak arus balik. Faktor keselamatan harus menjadi yang utama dengan tidak memaksa sopir menyetir lebih dari delapan jam dan memastikan kendaraan dalam kondisi prima. (Yoga) 

Ramadan di Pulau Rempang Tak Sehikmat Dulu

12 Apr 2024

RUMAH di Kampung Tua Pasir Merah, Kelurahan Sembulang, Pulau Rempang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, itu tampak ramai pada Selasa sore, 2 April 2024. Silvi, sang empunya rumah, sibuk menerima tamu-tamunya yang hendak menghadiri acara doa dan buka puasa bersama. Tetamu itu tak hanya berasal dari Kampung Tua Pasir Merah. Ada juga yang berasal dari Kampung Tua Sembulang Hulu dan Kampung Tua Sembulang, yang bersebelahan.

Kampung Tua Pasir Merah merupakan atu dari 12 kampung di pulau Rempang yang terkena dampak Proyek Strategis nasional (PSN) Rempang Eco-City. Pemerintah menetapkan warga di 12 kampung itu harus direlokasi karena disana akan dibangun   pabrik solar panel kerja sama antara PT Makmur Elok Graha (MEG) milik pengusaha  Tommy Winata dan Xinyi Glass Holding Ltd, perusahaan asal Cina. Dari 12 kampung itu, pemerintah merencanakan lima kampung sudah harus dikosongkan pada tahap asal pembangunan. kelima kampung itu adalah Sembulang Hulu, Sembulang tanjung, Pasir Merah, Pasir Panjang, dan Bloken.

Penolakan warga terhadap proyek itu berbuah aksi demonstrasi panjang sejak Agustus 2023 hingga saat ini. bentrokan sempat pecah  saat pemerintah mengerahkan  sekitar seribu aparat gabungan untuk mengosongkan  kampung-kampung tua itu pada 7 September 2023. Demonstrasi di depan Kantor Badan Pengelola Batam empat hari  berselang pun berakhir ricuh dan menyebabkan 35 orang ditahan dan akhirnya kini harus mendekam dalam penjara karena dianggap membuat kerusuhan. (Yetede)

Risiko Kredit Macet Pinjol Lebaran

12 Apr 2024
Kebutuhan masyarakat teradap pinjaman online (pinjol) meningkat menjelang momen Lebaran tahun ini. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan  (OJK), nilai pinjaman yang beredar atau outstanding pinjol pada Februari 2024 naik 21,98% dibanding Februari 2023 menjadi Rp61,1 triliun. Kenaikan pinjaman itu tumbuh  seiring dengan kenaikan risiko kredit macet. Saat konferensi pers  pada Maret lalu, OJK melaporkan tingkat wanprestasi 90 hari atau TWP90 Februari 2024 berada di level 2,95% atau  sama dengan bulan  sebelumnya. TWP90 menunjukkan tingkat pinjaman yang tidak terbayarkan lebih dari 90 hari sejak tanggal jatuh tempo. TWP90 Februari 2024 tercatat sebesar Rp 1,8  triliun, lebih tinggi dari sebelumnya. Pada januari 2024, TWP90, yang merupakan kredit macet pinjol, mencapai Rp 1,78 triliun atau naik 27% jika dibanding sejumlah  kredit macet pada januari 2024 mencapai Rp 60,4 triliun. (Yetede)

Menuju Desa Berdaulat Desa Berbudaya

12 Apr 2024

Hiruk-pikuk revisi UU Desa telah selesai dengan disetujuinya perubahan terhadap UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa. Ada lima poin yang paling disorot, yaitu tentang penambahan penghasilan kepala desa, alokasi anggaran dana desa, insentif RT dan RW serta masa jabatan kepala desa. Melalui negosiasi dan kompromi masa jabatan kepala desa menjadi delapan tahun dan dapat dipilih kembali sekali. Dengan disahkannya UU Desa pada 28 Maret 2024, sudah waktunya melakukan pembenahan dan percepatan agar target dan capaian yang direncanakan bisa terwujud. Terutama mewujudkan desa yang berdaulat dalam berkebudayaan.

Masyarakat di desa-desa pada masa lalu selalu memproduksi sumber pangan yang berasal dari umbi-umbian dan sumber lain di sekitarnya, yang mulai banyak ditinggalkan. Dalam menanggulangi gizi buruk, tetumbuhan dan tanaman obat yang sudah tumbuh di mana-mana dan dipraktikkan sejak dulu kala, telah mampu menjadi sumber yang cukup penting dalam menjaga kesehatan dan bersahabat dengan alam. Melihat potensi kebudayaan yang ada, Sustainable Development Goals (SDGs) Desa merupakan upaya konkret dalam mencapaitujuan pembangunan berkelanjutan.

Pada SDGs Desa ada 18 tujuan, yaitu desa tanpa kemiskinan, desa tanpa kelaparan, desa sehat dan sejahtera; pendidikan desa berkualitas; desa berkesetaraan jender; desa layak air bersih dan sanitasi; desa berenergi bersih terbarukan, pekerjaan dan pertumbuhan ekonomi desa, inovasi dan infrastruktur desa; desa tanpa kesenjangan; kawasan permukiman desa berkelanjutan; konsumsi dan produksi desa yang sadar lingkungan. Mengacu pada data Indeks Desa Membangun (IDM) 2023, desa di Indonesia jumlahnya 74.400-an. Terbagi dalam beberapa kategori: desa maju sebanyak 23.030 desa; desa mandiri 11.456 desa.

Melalui pemanfaatan ragam kebudayaan yang ada seperti penyelenggaraan festival dan bazar, akan memperkuat kohesi sosial antar masyarakat sehingga nilai-nilai gotong royong yang sudah ada sejak lama dapat terus terbangun. Peran kepala desa yang masa jabatannya delapan tahun dan bisa mencapai 16 tahun, diharapkan dapat menggali dan mengajak generasi muda dan kaum terpelajar melihat potensi yang ada di desa. Dengan adanya dana desa yang jumlah semakin meningkat dari tahun ke tahun, sudah waktunya desa mengalokasikan sebagian dananya untuk pemajuan kebudayaan desa untuk membantu menyelesaikan problem lainnya, terutama yang berkaitan dengan SDGs Desa. (Yoga) 

Luis Hay Penjaga ”Burung Surga” Papua

12 Apr 2024

Kerusakan hutan mengancam ruang hidup burung cenderawasih di Tanah Papua. Melalui ekowisata di Pulau Misool, Raja Ampat, yang dikelolanya sejak tujuh tahun lalu, Luis Hay (39) menjaga kelestarian ”burung surga” itu dari kepunahan. Rabu (27/3) subuh, bersama sejumlah pengunjung, Luis menyusuri perairan di sisi barat Kampung Kapatcol, Misool Barat, Raja Ampat, Papua Barat Daya, menuju kawasan ekowisata yang menjadi habitat berbagai jenis burung, salah satunya cenderawasih. Ia harus berangkat pagi-pagi buta. Sebab, biasanya burung cenderawasih bermain di kawasan ekowisata itu pukul 06.00-09.00 WIT. ”Kita harus tiba di lokasi sebelum cenderawasih datang. Kalau cuaca bagus, cenderawasih akan keluar dan jelas terlihat,” ujarnya.

Setengah jam berlayar, Luis tiba di dermaga kayu di pintu masuk kawasan ekowisata. Dari kejauhan terlihat dua gubuk bertiang kayu dan beratap daun-daun kering. ”Kita tunggu di gubuk ini. Semoga sebentar lagi langit cerah. Kalau tetap hujan cenderawasih jarang keluar. Masih ada waktu menunggu hujan berhenti,” ucapnya. Ketika hujan reda, kicau burung dengan suara beragam mulai terdengar. Luis yang semula berdiri segera berjongkok. Para wisatawan pun mengikutinya. Dari berbagai kicauan itu, ia bisa mengidentifikasi jenis-jenis burung yang datang, seperti cenderawasih, kakatua, mambruk, nuri, dan maleo. Tak berselang lama, mata Luis berhasil menemukan posisi burung cenderawasih. Tangannya menunjuk pohon setinggi sekitar 25 meter. Sembari mengikuti cenderawasih itu, beberapa wisatawan membidikkan kamera untuk memotret.

Sejak 2017, Luis mengembangkan kawasan ekowisata di hutan yang berdekatan dengan kebun miliknya. Maraknya perburuan cenderawasih menjadi alasan yang mendorongnya mengelola ekowisata tersebut. Kepala Kampung Kapatcol itu menjaga kawasan hutan dari perburuan satwa, dibantu beberapa warga. ”Kalau cenderawasih terus-terusan diburu dan hutannya ikut dirusak, lama-lama akan punah. Suatu saat, generasi masa depan Papua mungkin cuma bisa mendengar tentang cenderawasih tanpa bisa melihatnya hidup di alam bebas,” katanya. Menurut Luis, melalui ekowisata, hutan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Sebab, tanpa menebang pohon dan menangkap satwa-satwa liar yang hidup di sana, warga tetap bisa mendapatkan manfaat ekonomi dari kegiatan wisata. Selain pelancong lokal, kawasan ekowisata itu telah dikunjungi wisatawan banyak negara, seperti Korsel, Australia, Perancis, India, Jerman, AS dan Swedia. Pengunjung dikenai biaya transportasi perahu motor Rp 200.000-Rp 300.000. ”Ekowisata itu menjadi salah satu cara menyelamatkan lingkungan. Sejumlah pengunjung dari luar negeri datang hanya untuk melihat cenderawasih di hutan. Kalau cenderawasih ditangkap lalu dijual, di masa depan kami tidak akan mendapatkan apa-apa lagi,” ujarnya. (Yoga) 

Mengobati Kerinduan Mudik, Berwisata Keliling Jakarta

12 Apr 2024

Saat libur Lebaran, ribuan pengunjung menyerbu sejumlah obyek pariwisata di Jakarta. Pengelola tempat wisata berlomba menyajikan acara dan atraksi menarik. Tasirin (40) menyaksikan acara di anjungan Provinsi Bali di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jaktim, Kamis (11/4). Warga Bekasi ini mengajak keluarga dan tetangganya untuk berlibur bersama. Tasirin juga melihat beberapa anjungan lain, salah satunya anjungan DIY tempat kelahirannya. Melihat anjungan DIY, seakan menjadi obat rindu bagi Tasirin yang tidak bisa mudik. Menurut Tasirin, kunjungan kali ini menghadirkan nostalgia saat berkunjung ke TMII pada 1993.

Dulu, untuk berkeliling ke anjungan, pengunjung harus jalan kaki, sekarang sudah ada kendaraan listrik. Wakil Presiden Komunikasi Marketing TMII Erika Silviana berujar, nostalgia merupakan hal yang otentik yang tak dimiliki tempat wisata yang lain. ”Nostalgia inilah yang ingin kami perkuat untuk menarik minat para wisatawan,” kata Erika. Bedanya, atraksi dan kekayaan teknologi sudah disematkan ketika TMII direvitalisasi pada 2023. Untuk itu, program libur Lebaran, 8 April-15 April 2024, TMII mengusung tema Jelajah Seru Lebaran di Festival Pulang Kampung.

Harapannya, setiap pengunjung bisa merasakan nostalgia pulang kampung. Misalnya, di anjungan Sumut, pengunjung akan disambut dengan bahasa, pakaian, dan makanan khas Sumut. ”Semua itu agar pengunjung merasakan suasana kampung halaman,” kata Erika. Di hari biasa, tingkat kunjungan 10.000 orang per hari, di masa libur Lebaran, hingga tengah hari, jumlah kunjungan menyentuh 20.000 dan bahkan lebih. Pengelola TMII menargetkan pengunjung selama liburan sebanyak 157.000 orang. Pada malam hari, pengunjung lebih banyak karena ingin menyaksikan air mancur menari (dancing fountain) di anjungan Tirta Cerita, yang merupakan nomor lima terbaik di dunia dan terbesar se-Asia Tenggara.

Wahana dilengkapi musik aransemen khas daerah dan dimeriahkan dengan pertunjukan pesawat nirawak. Serbuan pengunjung juga terlihat di Taman Margasatwa Ragunan, Jaksel. Bahkan, di hari pertama periode Lebaran, jumlah kunjungan mencapai 75.000 orang. Wahyudi Bambang dari Humas Taman Margasatwa Ragunan mengatakan, program libur Lebaran berlangsung pada 11 April-21 April, dengan target kunjungan wisatawan 800.000 orang. Target itu mengacu pada pencapaian tingkat kunjungan tahun lalu yang menyentuh 756.000. ”Kemungkinan puncak kunjungan terjjadi akhir pekan,” kata Wahyudi. (Yoga) 

Selebritas dan Elpiji ”Melon”

12 Apr 2024

Elpiji ”melon” alias elpiji tabung 3 kg sedang menjadi topik hangat di kalangan warganet, berawal dari video yang diunggah selebritas Prilly Latuconsina di akun Instagram-nya, tentang kegiatannya memasak di dapur untuk persiapan Lebaran 2024, karena elpiji melon yang tampak digunakan sebagai bahan bakarnya. Sontak warganet menghujani perempuan muda itu dengan kritik. Sebagai respons, Prilly pun membuat klarifikasi sekaligus minta maaf pada Kamis (11/4) pukul 14.30 WIB, yang mendapatkan 6.653 komentar. Salah satunya dari akun quins_bee. ”Gas melon, kan, itu subsidi untuk warga kurang mampu. Salah satu faktor gas melon langka, ya, kayak gini dipakai oleh pihak yang sebenarnya mampu,” katanya.

Elpiji melon adalah elpiji subsidi dari pemerintah untuk masyarakat miskin, namun banyak warga bukan kategori miskin menggunakan barang yang distribusinya terbuka itu. Akibatnya, volume penyalurannya terus membengkak setiap tahun. Anggaran negara untuk menyubsidi pun menggelembung. Persoalan kian pelik karena 77 % kebutuhan elpiji dalam negeri dipenuhi impor. Dengan demikian, beban keuangan negara menjadi kian berat, apalagi jika nilai tukar dollar AS melonjak atau kurs rupiah anjlok. Mengutip informasi dari Kementerian ESDM, konsumsi elpiji melon tujuh tahun terakhir melonjak 2,9 juta metrik ton (MT). Pada 2007, distribusinya mencapai 6,29 juta MT. Pada 2023, distribusinya telah menggelembung menjadi 8,0 juta MT.

Dari tahun ke tahun, tingkat migrasi pengguna dari elpiji nonsubsidi ke elpiji subsidi semakin tinggi. Kementerian ESDM mencatat, realisasi penyaluran elpiji subsidi pada 2020-2022 meningkat 4,5 %. Sementara penyaluran elpiji nonsubsidi turun 10,9 %. Pada 2023, dari total 8,6 juta ton realisasi elpiji, 8,03 juta ton di antaranya adalah elpiji 3 kg. Artinya, secara proporsi, elpiji melon dominan dengan persentase mencapai 93,3 %, karena disparitas harga jual elpiji subsidi dan nonsubsidi di penyalur/agen yang kian lebar. Pada Januari 2021, selisih harga elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi ialah Rp 7.333 per kg.

Disparitas ini melebar hingga Rp 13.500 per kg pada Juli 2023. Berdasarkan regulasi, baik Perpres maupun Permen ESDM, harga jual eceran (HJE) elpiji 3 kg di agen/penyalur adalah Rp 4.250 per kg atau Rp 12.750 per tabung. Sejak 2008 hingga sekarang, harga itu tak berubah. Terus melebarnya disparitas harga antara elpiji nonsubsidi dan elpiji subsidi membuat migrasi ke elpiji melon semakin tidak terhindarkan. Pemerintah berulang kali menekankan, elpiji 3 kg hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu. Namun, selama tidak ada regulasi yang tegas untuk mengaturnya, celah ketidaktepatan sasaran selalu terbuka. Selain itu, kondisi ini juga rentan penyalahgunaan lewat pengoplosan. (Yoga)