;

Mudik dan Pelesiran via Tol Trans-Sumatera

Ekonomi Yoga 13 Apr 2024 Kompas
Mudik dan Pelesiran
via Tol Trans-Sumatera

Melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 lewat Jalan Tol Trans-Sumatera menjadi pengalaman menarik yang perlu dicoba. Tahun ini lonjakan harga tiket pesawat yang tak masuk akal membuat banyak warga memilih jalur darat. Apalagi testimoni warga Ibu Kota yang kerap bepergian ke wilayah Sumatera menggunakan jalur darat menyatakan kehadiran ruas Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) yang saat ini sudah beroperasi dari Bakauheni, Lampung, hingga Prabumulih, Sumsel, telah mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan berkendara. Pernyataan mereka seragam, yaitu ” Sekarang, sejak ada jalan tol, dari Bakauheni ke Palembang cuma 5 jam.”

Agar terhindar dari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi pada 6-7 April 2024, Kompas berangkat pada Kamis (4/4) pukul 04.00. Sekitar pukul 09.00, Kompas sudah memasuki Gerbang Tol (GT) Bakauheni. Kota Palembang menjadi destinasi persinggahan di malam pertama pada perjalanan menuju Bukittinggi, Sumbar. Untuk mencapai Palembang dari Bakauheni, terdapat tiga ruas jalan tol yang harus dilalui, yakni ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar sepanjang 141 km, lalu ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sejauh 189 km, dan yang terakhir ruas Tol Kayu Agung-Palembang yang berjarak 42,5 km. Di sepanjang jalan tol, terdapat sekitar 9 rest area permanen dan sejumlah rest area fungsional. Kendaraan siaga, seperti kendaraan patroli dan kendaraan derek juga terlihat siap bertugas.

Tarif jalan tol dari GT Bakauheni Selatan ke GT Tol Kayu Agung/Kayu Agung Utama untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 360.000. Sementara tarif tol dari GT Kayu Agung Utama menuju GT Palembang untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 75.000. Tiba di Palembang pada pukul 15.00, rombongan mudik punya waktu banyak untuk berpelesir di Jembatan Ampera dan berwisata kuliner menikmati sajian pempek dan pindang patin di waktu berbuka puasa. Sesuai rencana awal, mudik kali ini memang menjadi sebuah perjalanan wisata. Ternyata, banyak pula keluarga-keluarga yang berpelesir di kota-kota yang mereka lalui dalam perjalanan mudik.

Keberadaan jalan tol telah menciptakan potensi perekonomian baru di wilayah sekitar jalan tol. Dimulai dari daerah di sekitar pintu gerbang tol hingga di sejumlah area istirahat. Sejalan dengan berlanjutnya ruas JTTS di area selatan dan utara yang akan saling terhubung, potensi pertumbuhan ekonomi di wilayah di sekitar pintu gerbang tol sebagai wilayah transit juga akan terus berkembang. Pemerintah daerah perlu memanfaatkan situasi ini, misalnya dengan membangun kawasan industri dan perdagangan yang dekat dengan akses jalan tol sehingga akan tercipta kawasan ekonomi baru. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :