Mudik dan Pelesiran via Tol Trans-Sumatera
Melakukan perjalanan mudik Lebaran 2024 lewat Jalan Tol
Trans-Sumatera menjadi pengalaman menarik yang perlu dicoba. Tahun ini lonjakan
harga tiket pesawat yang tak masuk akal membuat banyak warga memilih jalur darat.
Apalagi testimoni warga Ibu Kota yang kerap bepergian ke wilayah Sumatera
menggunakan jalur darat menyatakan kehadiran ruas Jalan Tol Trans-Sumatera
(JTTS) yang saat ini sudah beroperasi dari Bakauheni, Lampung, hingga Prabumulih,
Sumsel, telah mempersingkat waktu tempuh dan meningkatkan kenyamanan
berkendara. Pernyataan mereka seragam, yaitu ” Sekarang, sejak ada jalan tol,
dari Bakauheni ke Palembang cuma 5 jam.”
Agar terhindar dari puncak arus mudik yang diprediksi terjadi
pada 6-7 April 2024, Kompas berangkat pada Kamis (4/4) pukul 04.00. Sekitar
pukul 09.00, Kompas sudah memasuki Gerbang Tol (GT) Bakauheni. Kota Palembang
menjadi destinasi persinggahan di malam pertama pada perjalanan menuju
Bukittinggi, Sumbar. Untuk mencapai Palembang dari Bakauheni, terdapat tiga ruas
jalan tol yang harus dilalui, yakni ruas Jalan Tol Bakauheni-Terbanggi Besar
sepanjang 141 km, lalu ruas Jalan Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung sejauh 189 km,
dan yang terakhir ruas Tol Kayu Agung-Palembang yang berjarak 42,5 km. Di
sepanjang jalan tol, terdapat sekitar 9 rest area permanen dan sejumlah rest
area fungsional. Kendaraan siaga, seperti kendaraan patroli dan kendaraan derek
juga terlihat siap bertugas.
Tarif jalan tol dari GT Bakauheni Selatan ke GT Tol Kayu
Agung/Kayu Agung Utama untuk kendaraan golongan I sebesar Rp 360.000. Sementara
tarif tol dari GT Kayu Agung Utama menuju GT Palembang untuk kendaraan golongan
I sebesar Rp 75.000. Tiba di Palembang pada pukul 15.00, rombongan mudik punya
waktu banyak untuk berpelesir di Jembatan Ampera dan berwisata kuliner menikmati
sajian pempek dan pindang patin di waktu berbuka puasa. Sesuai rencana awal, mudik
kali ini memang menjadi sebuah perjalanan wisata. Ternyata, banyak pula
keluarga-keluarga yang berpelesir di kota-kota yang mereka lalui dalam
perjalanan mudik.
Keberadaan jalan tol telah menciptakan potensi perekonomian
baru di wilayah sekitar jalan tol. Dimulai dari daerah di sekitar pintu gerbang
tol hingga di sejumlah area istirahat. Sejalan dengan berlanjutnya ruas JTTS di
area selatan dan utara yang akan saling terhubung, potensi pertumbuhan ekonomi
di wilayah di sekitar pintu gerbang tol sebagai wilayah transit juga akan terus
berkembang. Pemerintah daerah perlu memanfaatkan situasi ini, misalnya dengan
membangun kawasan industri dan perdagangan yang dekat dengan akses jalan tol
sehingga akan tercipta kawasan ekonomi baru. (Yoga)
Postingan Terkait
Menakar Daya Tahan Momentum Elektrifikasi
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023