Berburu Kuliner di Hari Raya
Suasana lebaran tak hanya dimanfaatkan untuk bersilaturahmi
dan bermaaf-maafan. Di Kota Bandung, Jabar, masyarakat hingga pengunjung dari
luar kota berburu kuliner memanjakan lidah dalam kebersamaan. Hujan yang
mengguyur Bandung tidak menyurutkan niat Isna (50) bersama lima temannya
menikmati Bakso Tjap Haji di Jalan Burangrang, Jumat (12/4) siang. Mereka rela
mengantre lebih dari 45 menit agar bisa menyantap bakso yang menggugah selera. Ratusan
orang tampak sabar menanti giliran. Sebagian terpaksa menunggu di bawah payung
di depan restoran. Sebagian lagi berlindung menghindari tempias hujan.
”Lebaran biasanya menunya santan dan ketupat. Sekarang saya mencari
yang kuahnya segar seperti bakso. Di sini (Bakso Tjap Haji) lebih enak. Jadi,
sengaja jauh-jauh datang, ngantre juga tidak apa-apa,” ujar Isna yang berasal
dari Kecamatan Rancasari. Tidak hanya Isna, pesohor dari Jakarta pun rela mengantre
demi semangkuk bakso. Gitaris band Maliq & D’Essentials Arya Aditya yang
dipanggil Lale juga berbaur dengan pengunjung sambil menyantap bakso. Dia
datang bersama istrinya, Fikha Effendi.
”Setiap momen lebaran pasti makan bakso. Kebetulan disini
langganan, weekday juga pas ke Bandung pasti ke sini,” ujar Fikha. Manajer Operasional
Bakso Tjap Haji Rati Kurniati menjelaskan, saat Lebaran, setiap hari mereka melayani
lebih dari 2.000 pengunjung yang menghabiskan 2.500 porsi. Jumlah ini meningkat
lima kali lipat di- bandingkan hari-hari biasa. ”Salah satu bakso kami sampai
keluar lebih dari 20.000 butir. Menu Bakso Spesial 1 menjadi favorit. Biasanya
keramaian seperti ini terjadi sampai cuti Lebaran beres,” ujarnya. Oleh-oleh
makanan ringan di Kota Bandung juga diserbu para penggemar kuliner.
Putri (37), warga Ciputat, Tangsel, menunggu giliran makanan
ringannya ditimbang di toko Sari Milo Shultoniah. Warung oleh-oleh di Jalan
Kemuning, Kecamatan Sumur Bandung, ramai pada Jumat pagi. Neni Rosmawati (32),
pengelola toko Sari Milo Shultoniah, menyebutkan, Kentang Manohara, keripik
kentang renyah berwarna kuning keemasan menjadi salah satu favorit yang dijual
di sana bersama Kentang Putih dan Cireng Ariel. Dalam sehari, dia menjual lebih
dari 60 kg keripik Kentang Manohara. ”Kentang Putih dan Cireng Ariel juga
rata-rata bisa habis 60 kg sehari. Ada belasan jenis makanan ringan, cuma yang
sering dibeli tiga jenis itu setiap lebaran dan waktu libur,” paparnya. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023