;

Dunia Antisipasi Serangan Balasan Iran ke Israel

Ekonomi Yoga 14 Apr 2024 Kompas (H)
Dunia Antisipasi
Serangan Balasan
Iran ke Israel

Peringatan Presiden AS Joe Biden bahwa Iran akan segera menyerang Israel mendapat respons cepat dan beragam. Sejumlah negara mengingatkan warganya untuk segera meninggalkan Iran. Beberapa maskapai memutuskan mengubah rute penerbangan dan sejumlah saham rontok. Presiden AS Joe Biden pada Jumat waktu Washington atau Sabtu (13/4) waktu Jakarta mengatakan, pihaknya memperkirakan Iran segera menyerang Israel. ”Lebih cepat, daripada nanti.” AS, tegas Biden, tetap akan mendukung dan membela Israel. Situasi di kawasan Timur Tengah semakin memanas setelah serangan udara Israel atas Kantor Perwakilan Iran di Damaskus, Suriah, 1 April lalu, yang menewaskan satu jenderal senior pasukan Quds Iran dan enam perwira lainnya. Israel mengaku tidak bertanggung jawab atas serangan itu. Namun, Teheran bersumpah membalasnya. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, mengatakan, Israel harus dihukum.

Kementerian Luar Negeri Belanda mengatakan, Pemerintah Belanda akan menutup kedutaan besar mereka di Teheran pada hari Minggu ini. Mereka akan kembali memutuskan apakah kedutaan akan kembali beroperasi pada Senin (15/4). Pemerintah Jerman juga telah mengingatkan warganya untuk segera meninggalkan Iran. Berlin menyebutkan, ada risiko peningkatan ketegangan Israel dan Iran yang mungkin dapat berdampak pada penangkapan sewenang-wenang. ”Dalam ketegangan saatini,terutama antara Israel dan Iran, ada risiko peningkatan yang tiba-tiba. Warga negara Jerman menghadapi risiko nyata ditangkap dan diinterogasi secara sewenang-wenang serta dijatuhi hukuman penjara yang lama. Warga negara ganda yang berkewarganegaraan Iran dan Jerman sangat berisiko,” tulis Kementerian Luar Negeri Jerman.

Sejumlah negara lain, seperti India, Perancis, Polandia, dan Rusia, juga telah mengingatkan warganya untuk tidak bepergian ke Iran, Israel, dan wilayah di sekitarnya. Kemenlu Indonesia melalui Direktorat Perlindungan WNI mengatakan terus memantau perkembangan situasi di Timur Tengah. ”Kemenlu bersama KBRI Teheran dan Perwakilan RI di Timur Tengah terus memonitor situasi di kawasan. Sesuai SOP, setiap Perwakilan RI wajib memiliki rencana kontingensi untuk antisipasi situasi kedaruratan bagi pelindungan WNI,” kata Judha Nugraha, Direktur Perlindungan WNI Kemenlu RI. Ia menambahkan, ada 376 WNI di Iran dan mayoritas adalah mahasiswa yang bertempat tinggal di kota Qom. (Yoga) 

Download Aplikasi Labirin :