Dari Nasi Bungkus hingga Snorkeling Laris Manis di Gili Trawangan
Saat libur Lebaran dan awal musim ramai wisatawan
mancanegara, kunjungan ke Gili Trawangan di Desa Gili Indah, Lombok Utara, NTB,
menggeliat. Semua kecipratan rezeki. Nasi bungkus, sepeda, dan paket snorkeling
laris manis. ”Lauknya ada ikan dan ayam. Satu bungkus Rp 10.000 saja,” kata
Maemunah (65) saat seorang pembeli menanyakan nasi bungkus yang dijualnya pada
Sabtu (13/4). Sebagian besar pembelinya memilih duduk di area lapang di bawah
rindang cemara laut. Kelezatan nasi hangat dengan lauk ikan tongkol atau ayam,
sedikit mi goreng, dan potongan kacangan panjang berlipat dengan suguhan di
depan mata mereka. Pasir putih nan lembut berpadu dengan ombak tenang, air laut
sebening kaca menyambung dengan laut biru yang lebih gelap di tengah dan berakhir
di deretan perbukitan di Lombok daratan.
Jika sarapan lebih pagi, di sisi timur terlihat jelas Gunung
Rinjani, favorit para pendaki dalam dan luar negeri. Sebagian yang berlibur ke
Gili juga ada yang baru turun dari Rinjani. ”Kemarin saya dapat Rp 1 juta dari
hasil jualan nasi bungkus dan minuman. Alhamdulillah, meningkat dari
sebelumnya, Rp 600.000 sampai Rp 700.000 per hari,” kata Maemunah, yang selama
bulan Ramadhan libur berjualan. ”Minat sepeda banyak sekali, terutama wisatawan
lokal. Ada juga wisatawan mancanegara. Mereka menyewa sehari, ada juga dua
hari,” kata Najamudin (46), yang menyewakan sepeda per hari Rp 50.000. Menurut
Najamudin, seminggu terakhir rata-rata tempat penyewaan sepeda laris manis.
Hampir semua unit sepeda mereka habis disewa. ”Saya punya
tujuh unit, tinggal satu unit lagi. Padahal, ini masih pagi,” kata Najamudin. Ia
menambahkan, kondisi di Gili memang sudah semakin membaik dalam dua tahun terakhir.
Sebelumnya, Gili ikut terdampak pandemi Covid-19. Selain dari Pelabuhan Bangsal,
wisatawan yang datang ke Gili juga bisa menggunakan kapal cepat dari sejumlah
titik di Bali. Mereka biasanya menginap beberapa hari hingga lebih dari satu
minggu. ”Rata-rata satu kapal cepat datang membawa 100 penumpang. Kalau
ditotal, bisa lebih dari 1.500 wisatawan sehari. Jumlah wisatawan lokal dalam seminggu
terakhir sekitar 500 orang per hari,” kata Najamudin.
Kondisi itu berdampak pada berbagai sektor usaha jasa pariwisata
terkait. Tidak hanya akomodasi, tetapi juga aktivitas perairan yang juga jadi daya tarik Gili,
seperti snorkeling dan menyelam. ”Seluruh kamar kami penuh. Open trip
snorkeling juga ramai,” kata Wahab (28), pegawai Gili Gili Hotel sekaligus penyedia
paket snorkeling. Selain di area pantai dengan menyewa peralatan, tersedia juga
layanan open trip snorkeling ke sejumlah tempat di kawasan Gili. Setiap orang
dikenai tarif Rp 150.000, sudah termasuk peralatan dan pemandu, juga ke
beberapa titik snorkeling favorit di kawasan Gili. Beberapa di antaranya area
patung bawah laut dan titik penyu. Pada Sabtu siang terlihat para peserta open
trip snorkeling begitu antusias, baik wisatawan dalam negeri maupun
mancanegara. (Yoga)
Postingan Terkait
Perang Global Picu Lonjakan Utang
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023