;

Memacu Ekonomi Lebaran

Ekonomi Yoga 09 Apr 2024 Kompas
Memacu Ekonomi Lebaran

Mudik Lebaran bagai ritual tahunan, bukan sekadar berbondong-bondong ke kampung halaman atau kota kelahiran. Ada kegiatan ekonomi dan perputaran uang yang mengiringinya. Jutaan orang menuju ke udik, bertemu keluarga, kerabat, dan teman masa kecil. Mudik juga seperti mengisi ulang energi yang diperas nyaris setahun di perantauan. Lebaran berbalut keriangan itu memutar roda ekonomi dari pergerakan warga yang mudik, belanja oleh-oleh pemudik, serta uang yang dibawa dan dibelanjakan di kampung halaman. Ekonomi juga bergerak dari kiriman uang pekerja migran Indonesia untuk keluarga mereka menjelang Idul Fitri, yang lantas dibelanjakan.

Ada pula belanja daring yang setidaknya melibatkan penjual dan pembeli, perusahaan logistik, dan kurir pengantar barang. Di kota kelahiran, sebagian pemudik tak hanya berdiam di rumah, tapi berwisata. Kegiatan belanja jasa ini pun menambah kencang putaran roda ekonomi. Kemenparekraf memperkirakan perputaran ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif senilai Rp 276,11 triliun. Proyeksi ini dipengaruhi pergerakan orang, yang menurut Kemenhub ada potensi pergerakan 193,6 juta orang pada periode Lebaran 2024, lebih banyak dibanding 2023 di 123,8 juta orang. Kadin Indonesia memperkirakan perputaran uang pada Lebaran 2024 sebesar Rp 157,3 triliun.

Angka ini dihitung dari jumlah keluarga yang mudik dikalikan rata-rata uang yang dibawa, yakni Rp 3,25 juta per keluarga. Jumlah keluarga, diasumsikan beranggotakan empat orang, dihitung dari potensi 193,6 juta orang yang bergerak di masa Lebaran. Dengan demikian, ada 48,4 juta keluarga. Jajak pendapat Litbang Kompas pada 18-20 Maret 2024 menyebutkan, 55,65 % dari 505 responden menyiapkan anggaran lebih besar untuk Lebaran tahun ini dibanding tahun lalu, dengan 17,3 % responden mengalokasikan dana itu dari THR.  (Yoga)

Tags :
#Ekonomi #Varia
Download Aplikasi Labirin :