Agar Donasi Daring Tak Diselewengkan
PENGGALANGAN DANA sosial secara daring marak dilakukan dalam beberapa tahun belakangan. Tak adanya aturan yang jelas membuat donasi online menjadi kontroversi karena tidak ada kejelasan apakah dana yang terkumpul digunakan sesuai dengan penggunaannya atau tidak. Kasus terbaru terjadi pada platform penggalangan dana (crowdfunding) sosial Kitabisa.com. Komika asal Semarang, Singgih Sahara, menjadi sorotan karena menggunakan uang donasi tidak sesuai dengan peruntukannya. Awalnya, Singgih menggalang dana di platform itu untuk kebutuhan pengobatan ibu dan anaknya. Total, dia berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp 86 juta. Belakangan, dia diketahui menggunakan sebagian dana itu untuk keperluan pribadi, seperti membayar biaya sewa rumah kontrakan hingga membeli telepon seluler merek iPhone dan konsol PlayStation.
Public Relations Manager Kitabisa, Fara Devana, mengakui adanya kekhilafan pihaknya dalam kasus itu. “Kesalahan kami di situ, tidak benar-benar mengetatkan pencairannya. Makanya Singgih bisa mencairkan donasi terus-menerus,” kata Fara. Fara mengatakan pihaknya sebenarnya sudah memiliki mekanisme verifikasi yang ketat terhadap pihak-pihak yang ingin melakukan penggalangan dana. Verifikasi itu, menurut dia, terbuka dan bisa dilihat oleh calon donatur. Dia pun menyatakan Kitabisa telah memverifikasi Singgih sebelumnya. "Kami sudah verifikasi sebelumnya di galang dana yang bersangkutan. Benar bahwa ibu dan anak Singgih dalam kondisi sakit dan perlu pengobatan," kata Fara. (Yetede)
Tags :
#BansosPostingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023