Ekonomi
( 40487 )Asuransi Kredit Bakal Diterpa Gagal Bayar
Melandai Permodalan Industri Domestik
Reorganisasi yang Tak Kunjung Selesai
Walt Disney Co telah menjadi tempat reorganisasi
terus-menerus alias konstan selama beberapa tahun terakhir. Tantangan bisnis
baru, secara khusus pengaliran konten video, menjadi alasan mereka. Mereka
ingin menemukan bentuk organisasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar bisnis
konten ini. Perombakan terbaru terjadi pada Senin pekan ini ketika Disney
merekrut vice chairman dan chief financial officer (CFO) dari PepsiCo, yaitu
Hugh Johnston, untuk menggantikan CFO lama Christine McCarthy, yang
mengundurkan diri pada akhir Juni lalu. Christine sempat digantikan sementara
oleh Kevin Lansberry, CFO Disney Park. Langkah ini akan terus terjadi seiring
upaya Disney dan perusahaan hiburan lainnya untuk mendapatkan struktur
organisasi yang tepat dalam mengatasi perubahan industri yang disebabkan
meningkatnya bisnis pengaliran konten video. Februari lalu, Disney mengumumkan
rincian restrukturisasi strategisnya yang akan memfokuskan kembali organisasi
pada kreativitas, memberdayakan para pemimpin kreatif, dan memastikan mereka
bertanggung jawab atas semua aspek bisnis secara global.
Mereka ingin menempatkan bisnis pengaliran konten pada jalur
menuju pertumbuhan dan profitabilitas yang berkelanjutan. Perusahaan ini
kemudian memecah menjadi tiga segmen bisnis inti yang dalam pernyataannya
diharapkan menjadi lebih kolaboratif, yaitu Disney Entertainment, ESPN, dan Disney
Parks Experiences and Products. Para pemimpin di setiap segmen bisnis tersebut
akan memiliki kendali penuh atas operasi dan tanggung jawab keuangan untuk pengembangan kreativitas, pemasaran,
teknologi, penjualan, dan distribusi. Mereka juga bertanggung jawab mendorong
efisiensi bisnis secara global. Dengan maraknya platform seperti Netflix, Hulu
(sebagian sahamnya juga dimiliki Disney), dan Amazon Prime Video, konsumen kanal
pengaliran konten kini memiliki beragam pilihan dalam memilih tontonan. Lonjakan
popularitas ini juga menyebabkan meningkatnya persaingan antar layanan pengaliran
konten video. Dari sejumlah perkiraan, bisnis pengaliran konten pada tahun ini
bernilai 117 miliar USD dan akan naik menjadi 127 miliar USD pada tahun 2029. (Yoga)
Pertanian Lahan Pasir
Lampung Ekspor 4.180 Ton Nanas ke China
Adu "Balap” Produksi dan Impor Beras di Tahun Politik
Adu balap produksi dan impor beras bakal mewarnai tahun politik
2024. Tahun depan, Kementan menargetkan produksi beras nasional sebanyak 35
juta ton. Di tahun yang sama, pemerintah juga mengalokasikan impor beras
sebanyak 2 juta ton Pada tahun ini, produksi beras nasional diperkirakan
berkurang 650.000 ton menjadi 30,9 juta ton akibat dampak La Nina dan El Nino.
Di tahun yang sama, pemerintah telah menambah alokasi impor beras dari 2 juta ton
menjadi 3,5 juta ton. Target produksi beras 35 juta ton dikemukakan Mentan Andi
Amran Sulaiman dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR di Jakarta, Rabu (8/11). Target
tersebut lebih tinggi dibandingkan target tahun lalu sebanyak 31 juta ton. Untuk
mengejar target itu, Kementan menggulirkan sejumlah upaya, mulai dari percepatan
tanam yang dimulai tahun ini, pemberian insentif bagi petani yang melaksanakan program
percepatan tanam, hingga merealokasi dan meminta tambahan anggaran.
Menurut Amran, Kementan telah menggulirkan gerakan nasional
percepatan tanam padi di 10 provinsi seluas 569.374 hektar (ha). Per 4 November
2023, realisasi luas tanam mencapai 430.235 ha. Produksi gabah kering giling
diperkirakan sebanyak 3 juta ton atau setara 1,5 juta ton beras. Kementan juga
akan memberikan insentif berupa bantuan benih padi dan pupuk bagi petani yang
melakukan percepatan tanam pada November dan Desember 2023. Hal itu tentu saja
dengan mempertimbangkan ketersediaan air dan juga hujan yang mulai terjadi sejak
akhir Oktober 2023. Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengatakan, pemerintah telah menugasi
Bulog mengimpor beras 2 juta ton pada 2024. Impor beras itu baru berupa penugasan,
jadi tidak serta-merta akan dilakukan Bulog. ”Kalau tahun depan ada produksi
gabah atau beras dari dalam negeri, kami akan serap sehingga tidak perlu impor
sebanyak itu. Namun, kami butuh jaminan atau kepastian produksi (gabah atau
beras) di dalam negeri,” kata Budi. (Yoga)
CUAN DARI BISNIS KULINER DI KOTA MEDAN
Budaya kuliner masyarakat urban di Kota Medan menjadi
peluang bisnis bagi orang-orang yang jeli. Usaha makanan dan minuman menjamur
di mana-mana di kota ini, mulai dari mi balap, lontong, kedai kopi, hingga
warung teh susu telur. Hari masih gelap, Irsan Lubis (40) sibuk memasak mi balap
di Jalan Willem Iskandar, Medan, Sumu, Rabu (8/11) pukul 05.00. Ia buka lebih awal
menyasar pedagang di Pasar Raya MMTC. ”Harus pandai-pandai cari celah agar
usaha bisa jalan. Persaingan usaha kuliner di Medan itu sangat ketat,” kata
Irsan. Sudah lebih dari tiga tahun Irsan jualan mi balap. Dia berjualan di
Jalan Willem Iskandar, atau Jalan Pancing, karena di sana banyak pekerja,
mahasiswa, dan pedagang pasar. Tak kurang dari 15 pedagang mi balap berjejer di
3 kilometer Jalan Willem Iskandar, rasanya juga enak-enak. Tapi, Irsan optimistis
bisa bersaing. Dia berfokus untuk menang di rasa. Setelah mencoba beberapa
resep dan melakukan perbaikan-perbaikan, dia menemukan resep memasak yang lebih
pas dilidah dan di kantong masyarakat urban Medan. Tiga tahun membuka usaha, dagangan
Irsan kian diminati. Dalam sehari, tidak kurang dari enam baskom besar mi ludes
dia jual. Menu paling laris adalah mi balap standar. Beberapa memilih tambahan
telur dadar dengan tambahan harga Rp 3.000.
Target pasar dan kawasan memang sangat menentukan menu dan
harga mi balap. Mi balap seafood justru jadi favorit di warung Mi Balap Mail di
Jalan Gunung Krakatau. Maklum, targetnya masyarakat kelas menengah. Warung itu
berada di kawasan pusat bisnis. ”Salah satu menu favorit di warung kami ini
adalah mi balap seafood, tetapi soal harga kami sebenarnya tetap bersaing,”
kata Edu Gunanda (26), juru masak Mi Balap Mail. Mi Balap Mail adalah yang
paling laris di Medan. Dua juru masaknya tak henti-henti memasak mi balap dari
pagi sampai siang. Satu kuali besar mi bisa ludes dalam sekejap dan langsung lanjut
memasak mi lagi. Sekali memasak bisa sampai 16 porsi. ”Salah satu keunggulan
kami adalah telurnya yang banyak. Untuk sekali masak 16 porsi, kami buat hampir
40 butir telur. Jadi, satu porsi itu lebih dari dua butir telur orak-arik,”
kata Edu. Satu porsi mi balap standar dijual Rp 10.000. Sementara mi balap sea food
dijual Rp 22.000 per porsi. Namun, udang dan potongan cuminya terbilang banyak
untuk ukuran harga itu. Antropolog Universitas Negeri Medan, Erond Litno Damanik,
mengatakan, usaha kuliner memang tak pernah mati di tengah masyarakat Kota
Medan. Kuliner berkembang sesuai budaya dan kondisi sosiologis masyarakat kota.
(Yoga)
Penghasilan dan Belanja Kelas Menengah Melorot
Instrumen Baru BI untuk Menjaga Rupiah
Cermat Memilih Saham Pilihan di Tahun Pemilu
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









