;

Warga Berhemat, Hari Belanja Sepi

Ekonomi Yoga 12 Nov 2023 Kompas
Warga Berhemat, Hari Belanja Sepi

Kondisi perekonomian yang kurang baik membuat konsumen di China berhemat. Akibatnya, semangat belanja pada Hari Jomblo yang juga dikenal dengan ”Double 11” mengendur. Dari hanya sehari, kini ”11.11” berkembang menjadi tawaran diskon dalam hitungan pekan. Setiap ”11.11” atau tanggal 11 bulan 11, berbagai lokapasar menawarkan potongan harga besar-besaran. Hal itu juga terjadi pada Sabtu (11/11). Tmall milik Alibaba berpromosi ”Harga Terendah di Internet”. Sementara JD.com menyebarkan slogan ”Benar-benar Murah”. Adapun Pinduoduo mencoba menarik konsumen dengan iming-iming ”Harga Murah Setiap Hari”. Harian The Japan Times, Jumat (10/11) melaporkan, Alibaba dan JD.com menggunakan kecerdasan buatan (AI) yang mampu menghasilkan gambar produk dengan cepat. Lokapasar juga membagi- kan aneka kupon diskon. Alibaba dan JD.com juga gencar mengunggah siaran langsung, rekaman video, atau foto promosi di media sosial. Douyin, Tiktok versi China, menjadi pelantar utama bagi orang-orang dan pengecer yang menjual kepada konsumen melalui siaran video secara langsung.

Ternyata, tahun ini, semua tawaran diskon itu tak menarik konsumen. Survei Bain&Co, lembaga konsultasi asal AS, terhadap 3.000 konsumen China menyimpulkan, 77 % responden tidak akan belanja sebanyak tahun lalu. Bahkan, separuh responden mengaku cenderung memilih produk lebih murah. ”Mungkin orang tidak mau mengeluarkan uang sebanyak dulu atau mungkin mereka tidak punya banyak uang untuk dibelanjakan. Saya juga tidak mengeluarkan uang apa pun kecuali untuk kebutuhan sehari-hari,” kata Hu Min, karyawan toko serba ada di kota Shijiazhuang, Hebei. Pada 2019, konsumen bisa menghabiskan 38 miliar USD atau Rp 596 triliun di Alibaba saja selama Hari Jomblo. Kini, konsumen di China lebih berhati-hati mengeluarkan dana belanja tambahan. Sebab, pendapatan menurun, sementara harga aneka hal serta pengangguran naik. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :