Ekonomi
( 41054 )SRBI Pikat Investor Masuk Pasar Keuangan Domestik
Dukung Penyandang Disabiliatas Berwirausaha, Telkomsel Berkolaborasi dengan Productive
Topang Ekonomi, Realisasi Penyaluran KUR Capai 68%
PT Garam Harus Bertransformasi Supaya Tak Menjadi Pesaing Rakyat
Waspada Manipulasi Bansos Menjelang Pemilu
Borobudur Marathon Siap Tapaki Level Baru
Borobudur Marathon bersiap menapaki tingkatan baru di kancah
lomba lari jarak jauh. Kualitas lomba ditingkatkan disertai rencana untuk
membuat lomba itu diakui oleh dunia internasional. Borobudur Marathon bersiap
menapaki tingkatan baru dalam kancah perlombaan lari. Keseriusan itu ditunjukkan
melalui peningkatan kualitas lomba serta upaya untuk mendapatkan pengakuan
World Athletics agar masuk dalam klasifikasi World Athletics Label. Keberadaan ajang
itu sekaligus menebar manfaat karena ikut menggerakkan perekonomian masyarakat.
Tahun ini, ajang tersebut menghadirkan Delegasi Teknis Internasional dari World
Athletics, Richard Welsh. Ia akan menilai beberapa aspek penting sejak sebelum
lomba hingga hari pelaksanaan sebagaimana aturan lomba yang ditetapkan World
Athletics. Ada empat tingkatan dalam World Athletics Label, yakni Label yang
merupakan tingkatan paling rendah dalam klasifikasi perlombaan lari jalan raya
dari World Athletics, lalu Elite Label, Gold Label, dan Platinum Label.
”Kenapa itu penting? Kami ingin meningkatkan level Borobudur
Marathon pada level standar internasional,” kata WakilPemimpin Umum Harian Kompas
Budiman Tanuredjo, dalam jumpa pers Borobudur Marathon 2023 Powered By Bank
Jateng, Sabtu (18/11) di Grand Artos Hotel and Convention, Magelang, Jateng. Borobudur
Marathon 2023 akan diselenggarakan di seputar kompleks Candi Borobudur,
Magelang, Jateng, Minggu (19/11). Tahun ini, gelaran itu kembali menghadirkan
tiga nomor lomba, yakni 10 kilometer, separuh maraton, dan maraton. Total
sekitar 10.400 pelari akan terjun pada tiga nomor tersebut. Angka itu mendekati
jumlah pelari pada 2019, sekitar 10.900 orang. Budiman menambahkan, para pelari
asing kembali berpartisipasi pada gelaran tahun ini. Jumlahnya 78 orang, berasal
dari 24 negara. Keikutsertaan pelari asing berangkat dari konsistensi Borobudur
Marathon menjaga kualitas lombanya. (Yoga)
BOROBUDUR MARATHON, Pelari Antusias, Pelaku UMKM Dulang Rezeki
Borobudur Marathon 2023 Powered by Bank Jateng bakal digelar
di kawasan Borobudur, Magelang, Minggu (19/11). Sejumlah pelaku UMKM bidang kuliner
pun turut mendulang rezeki dari ajang tersebut Jumlah peserta lomba lari 10.000
orang dan terbagi ke dalam tiga kategori, yakni 10 kilometer, separuh maraton,
dan maraton. Pada Jumat (17/11) dan Sabtu (18/11) digelar race pack collection
atau pengambilan perlengkapan lomba Borobudur Marathon di Hotel Artos,
Magelang. Dalam kesempatan yang sama, digelar acara race expo yang menawarkan
beragam produk, termasuk sejumlah kuliner khas Magelang. Sejumlah pelari yang
ditemui saat race pack collection mengaku antusias mengikuti Borobudur
Marathon. Bahkan, beberapa pelari yang sudah tergolong lanjut usia pun menyatakan
siap memeriahkan Borobudur Marathon. Triono (65), salah seorang peserta
Borobudur Marathon kategori separuh maraton, mengaku siap berkompetisi dalam lomba
tersebut. Tahun ini merupakan kali kedua dirinya mengikuti Borobudur Marathon.
Tahun lalu, dia mengikuti kategori separuh maraton. Oleh karena itu, dia
menargetkan bisa finis dengan catatan waktu lebih baik pada tahun ini.
Sejumlah pelari memanfaatkan kesempatan mengikuti Borobudur
Marathon untuk berwisata. Arrahmana (27), pelari asal Tangerang Selatan, menyebut,
dirinya sempat berjalan-jalan dan menyantap sop senerek yang merupakan kuliner
khas Magelang. Sejumlah pelaku UMKM kuliner asal Magelang pun turut mendulang
rezeki dari antusiasme pelari yang mengikuti Borobudur Marathon 2023. Selama
berjualan di acara race expo Borobudur Marathon 2023, mereka mengaku mendapat pemasukan
yang lumayan. Salah satu UMKM asal Magelang yang ikut berjualan dalam acara itu
adalah Kupat Tahu Yu Nah. Pemilik usaha Kupat TahuYu Nah, KevinRivera (30),
mengatakan, antusiasme para pelari untuk membeli kuliner khas Magelang sangat
tinggi. ”Sampai saya enggak bisa duduk istirahat. Yang beli ada dari Lampung,
Banten, dan Kalimantan,” ujarnya. Kevin menuturkan, pada Jumat ada 74 porsi
kupat tahu terjual, dengan harga Rp 15.000 per porsi. Sementara pada Sabtu, ada
94 porsi terjual hingga siang. (Yoga)
Indonesia Imbangkan Geoekonomi
Indonesia berupaya menyeimbangkan langkah geoekonominya di antara
blok Timur dan Barat. Manuver itu bisa mengoptimalkan pemanfaatan aktivitas
ekonomi di Asia Pasifik dan kawasan lain. Indonesia telah memastikan menjadi
anggota Kerangka Kerja Ekonomi Indo-Pasifik (IPEF) yang digagas AS. Pada Kamis
(16/11) siang waktu San Francisco atau Jumat pagi WIB, pemimpin 14 anggota IPEF
menyepakati dua dari empat pilar IPEF. Kesepakatan dicapai di sela KTT Kerja
Sama Ekonomi Asia Pasifik (APEC). Anggota IPEF juga sepakat memulai perundingan
soal pasokan mineral penting. Mengacu pada data Departemen Energi AS, Indonesia
punya empat dari 50 mineral penting. Indonesia punya cadangan besar kobalt,
bauksit untuk aluminium, tembaga, dan nikel. Dalam pertemuan bilateral Indonesia-AS,
ada kesepakatan soal pembentukan kerangka kerja perjanjian mineral penting
(CMA). Lewat CMA, Indonesia ingin jadi pemasok industri kendaraan listrik AS.
Indonesia juga meminta dukungan AS soal lamaran menjadi
anggota Organisasi Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan (OECD). Mayoritas dari 38
anggota OECD merupakan negara dengan PDB tinggi. Lamaran ke OECD dan keterlibatan
di IPEF dilakukan kala Indonesia menolak bergabung dengan BRICS. Pakar politik
luar negeri BRIN, Siswanto, mengatakan, Indonesia berusaha menunjukkan keseimbangan
hubungan dengan AS dan China. Hal itu tak lepas dari persepsi bahwa Indonesia terlalu
dekat dengan China. ”Dalam hampir dua periode pemerintahan terakhir, AS menganggap
Indonesia tidak sesuai dengan kepentingannya. Persepsi itu muncul karena
kebijakan Indonesia memang lebih ke Timur (China),” ujarnya. Indonesia kini
menjadi anggota Kemitraan Ekonomi Komprehensif Kawasan (RCEP). AS dan sekutunya
melihat RCEP sebagai salah satu blok geeokonomi yang dimotori China. AS berusaha
menandingi, antara lain lewat IPEF. Bedanya, RCEP memberikan akses pasar, IPEF
tidak. (Yoga)
Pengusaha Perikanan Minta PNBP Dikurangi
Serda Mugiyanto, Manis Kelengkeng untuk Memberdayakan Petani
Pernah terpuruk karena kehilangan kaki kanannya saat
bertugas, Serda Mugiyanto (45) berhasil bangkit. Selain bertugas sebagai Bintara
Pembina Desa (Babinsa) Komando Rayon Militer (Koramil) 19/Borobudur, Magelang,
Jateng, Mugiyanto juga mengelola perkebunan kelengkeng di Desa Borobudur, Magelang.
Perjalanan hidup Mugiyanto berada di titik nadir tatkala dia kehilangan kaki
kanan saat bertugas di Ambon, Maluku, pada 27 November 2001. ”Di sana saya kena
ranjau antipersonel. Langsung kena kaki saya, langsung hilang kakinya,”
ujarnya, Rabu (25/11). Mugiyanto harus menjalani perawatan di rumah sakit
selama empat sampai enam bulan. Dia juga dibuatkan kaki palsu agar bisa kembali
beraktivitas. Pada 2004, Mugiyanto mengikuti pelatihan vokasi yang digelar
Pusat Rehabilitasi Kemenhan. Setelah itu, dia mulai menggeluti aktivitas
pertanian dengan mengembangkan kebun kelengkeng. Mulanya, Mugiyanto menyewa
lahan 0,25 hektar di Desa Borobudur untuk membudidayakan kelengkeng bersama
warga setempat.
Budidaya itu berhasil sehingga kebun kelengkeng yang ia kelola
terus bertambah luas. Saat ini Mugiyanto mengelola kebun kelengkeng seluas 40
hektar. Lokasinya bukan hanya di Magelang, melainkan juga di Pemalang, Jateng. Saat
ini ada lebih dari 100 petani yang bekerja di kebun kelengkeng yang dikelola
Mugiyanto. ”Saya tidak mau sugih (kaya) sendiri. Saya ingin masyarakat ikut
andil. Kebun itu dikelola dengan sistem ekonomi kemasyarakatan. Jadi, ada bagi
hasil untuk masyarakat,” katanya. Menurut Mugiyanto, budidaya kelengkeng
berpotensi mendatangkan pendapatan yang lumayan. Apalagi, kelengkeng bisa berbuah
di luar musim. Satu hektar lahan bisa ditanami 230 batang pohon kelengkeng
dengan jarak per pohon 7 meter. Dengan asumsi ada 200 batang pohon yang
berhasil berbuah dan menghasilkan 75 kg kelengkeng sekali panen per tahun,
hasil panen per tahun per hektar mencapai 15 ton.
Dengan harga Rp 50.000 per kg, satu hektar kebun kelengkeng
bisa menghasilkan uang Rp 750 juta per tahun. Selain membudidayakan kelengkeng,
Mugiyanto juga melakukan pembibitan. Ia juga mengembangkan wisata petik buah. Mugiyanto
kerap diundang ke banyak daerah untuk membina para petani. Keberhasilannya
mengembangkan kebun kelengkeng dan membina para petani itu membuatnya dijuluki ”Jenderal
Lengkeng”. Atas sejumlah prestasi tersebut, Mugiyanto diganjar sejumlah penghargaan.
Pada 2019, dia mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa dari Kepala Staf TNI Angkatan
Darat. Dari semula kopral kepala, kini ia menyandang pangkat sersan dua. Pada
Juni 2023, Mugiyanto mendapat penghargaan sebagai petani yang sukses dalam
pengembangan komoditas buah kelengkeng dan pembinaan terhadap 10.000 petani
se-Indonesia dari Himpunan Kerukunan Tani Indonesia. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









