Ekonomi
( 40487 )Cara Baru Berwisata ke Candi Borobudur
Di bawah naungan pohon rindang, Haryono (63) menunjukkan miniatur Candi Borobudur. Ia antusias menjelaskan fakta-fakta unik tentang candi Buddha terbesar di dunia itu. Candi Borobudur memiliki ukuran 123 x 123 meter dengan tinggi 35 meter. Bentuk candi itu seperti piramida dengan sembilan tingkat. Candi ini disusun dari sekitar 2 juta balok batu. Batu dipasang seperti lego tanpa semen ataupun lem. ”Bagian paling atas candi ini melambangkan nirwana atau surga,” kata pemandu wisata di Taman Wisata Candi Borobudur, Magelang, Jateng, itu. Rabu (25/10) siang, Haryono memandu sejumlah wisatawan yang hendak naik ke bangunan Candi Borobudur. Sebelum mengajak para pelancong itu naik ke candi, dia memberi penjelasan awal tentang Borobudur, baik dari sisi fisik maupun filosofis. Saat ini wisatawan yang ingin naik ke bangunan Candi Borobudur harus didampingi pemandu wisata agar mereka lebih memahami situs warisan dunia itu. Kebijakan itu diberlakukan setelah pemerintah menetapkan pembatasan jumlah wisatawan yang boleh naik ke candi.
GM Taman Wisata Candi Borobudur Jamaludin Mawardi mengatakan, jumlah orang yang berkunjung ke bangunan candi itu dibatasi 1.200 orang per hari untuk menjaga kelestarian batuan Candi Borobudur. Jamaludin memaparkan, wisata di Candi Borobudur didasarkan pada empat pilar, yaitu konservasi atau pelestarian, spiritual, edukasi, dan komersial. Agar pembatasan itu bisa efektif, pengunjung harus mendaftar secara daring. Pembelian tiket secara daring bisa dilakukan melalui laman http://ticketcandi.borobudurpark.com. Bagi wisatawan mancanegara, harga tiket ke pelataran candi adalah Rp 375.000 untuk dewasa dan Rp 225.000 untuk anak. Adapun harga tiket naik ke candi bagi turis asing adalah Rp 455.000 (dewasa) dan Rp 305.000 (anak). Sementara wisatawan domestik yang berkunjung ke pelataran candi membayar tiket Rp 50.000 per orang dewasa dan Rp 25.000 per anak. Jika ingin naik ke candi, tiketnya Rp 120.000 per orang dewasa dan Rp 75.000 per anak. (Yoga)
Soal Risiko Maladministrasi, BPK Perlu Audit PT Pupuk Indonesia
BTN Rampungkan Akuisisi di Kuartal I-2024
Wilayah Timur XL Axiata Sumbang 23% Pendapatan
Emiten BUMN Karya Berebut Kontrak Baru di Proyek Infrastruktur
Jaminan APBN dan Jebakan Utang Kereta Cepat
Kemiskinan Ekstrem di Daerah Menyusut
Angka kemiskinan ekstrem di berbagai daerah di Indonesia menurun pada tahun ini. Namun, target pemerintah untuk menuju kemiskinan ekstrem 0% masih jauh panggang dari api. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, tingkat kemiskinan ekstrem mengalami penurunan dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Tercatat pada tahun ini tepatnya Maret 2023, tingkat kemiskinan ekstrem menurun menjadi 1,12% dari tahun 2018 di level 2,6%.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan, pada Maret tahun ini, jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem di bawah 1% sebanyak 18 provinsi atau 53% dari total provinsi di Indonesia.
Sedangkan jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem di kisaran 1%-5% sebanyak 14 provinsi, serta jumlah provinsi dengan tingkat kemiskinan ekstrem di atas 5% ada dua provinsi.
BPS mencatat prestasi di beberapa provinsi yang berhasil menurunkan kemiskinan ekstremnya cukup pesat. Tercatat dua provinsi yakni Maluku dan Papua yang mengalami penurunan tingkat kemiskinan ekstrem yang sangat cepat yakni dari 10,92% menuju 7,67% pada Maret 2023.
Dia menambahkan, beberapa karakteristik rumah tangga miskin ekstrem pada Maret 2023 diantaranya 11,26% dari kepala rumah tangga miskin ekstrem tidak bisa membaca dan menulis. Dengan rata-rata lama sekolah kepala rumah tangga miskin ekstrem adalah selama 5,9 tahun.
Ekonomi Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Yusuf Rendy Manilet berpendapat, tantangan pemerintah dalam pengentasan kemiskinan ini adalah karena kriteria atau variasi tingkat kemiskinan di daerah sangat beragam.
Komoditas Menyetir Emiten Pelayaran
Kinerja sejumlah emiten pelayaran per September 2023 masih melambat. Ini terlihat dari pendapatan yang mengalami tekanan sehingga berimbas pada bottom line.
Misalnya, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) yang membukukan pendapatan US$ 575,41 juta hingga kuartal III-2023. Ini turun 32,61% secara tahunan. Alhasil, laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk turun 62,90% secara tahunan dari US$ 171,53 juta menjadi US$ 63,62 juta. Pendapatan usaha PT IMC Pelita Logistik Tbk (PSSI) juga turun 7,76% secara tahunan menjadi US$ 79,31 juta. Sementara laba bersih PSSI merosot sebesar 59,37%.
Namun masih ada beberapa emiten yang mencetak pertumbuhan positif. Salah satunya, PT Wintermar Offshore Marine Tbk (WINS) yang sanggup mencetak laba bersih. Per 30 September 2023, WINS membukukan laba bersih US$ 2,74 juta. Ini berbalik dari rugi bersih US$ 2 juta per kuartal III-2022.
Pek Swan Layanto, Investor Relation WINS optimistis kinerja WINS akan lebih kuat sepanjang sisa tahun ini.
PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (ELPI) juga bisa mempertahankan pertumbuhan yang solid sepanjang sembilan bulan pertama di 2023. Pendapatan ELPI melonjak 76,22% secara tahunan ke Rp 806,05 miliar. Laba bersih ELPI menembus Rp 146,55 miliar atau melesat 76,58% tahunan dari Rp 82,99 miliar.
Efilya Kusumadewi, Direktur Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari menyebut realisasi ini didukung pembaruan beberapa kontrak eksisting dan tambahan kontrak baru.
Nafan Aji Gusta,
Senior Investment Information
Mirae Asset Sekuritas menjelaskan, kenaikan permintaan komoditas di akhir tahun ini bisa mendorong lonjakan harga komoditas. Ini akan berdampak positif bagi emiten pelayaran.
Equity Research Associate
Samuel Sekuritas Indonesia Daniel Widjaja menyampaikan ada beberapa katalis yang akan mendorong laju emiten pelayaran. Mulai dari normalisasi harga komoditas hingga kenaikan permintaan angkutan komoditas.
Kinerja ASSA Terpapar E-Commerce
PUTAR KONSUMSI LEWAT PROPERTI
Lagi-lagi sektor properti memperoleh pemanis berupa insentif pajak. Penjualan hunian masih diandalkan untuk mendorong konsumsi masyarakat di tengah bayang-bayang pelambatan ekonomi sebagai dampak gejolak geopolitik dan tahun politik di Tanah Air.Instrumen berupa insentif pajak memang jadi satu terobosan mengungkit penjualan properti. Namun, ada aspek lain yang tak boleh dilupakan untuk mendorong penjualan properti yakni hambatan dari aspek faktor perizinan, suku bunga kredit yang melejit, dan uang muka pembelian rumah yang dinilai masih tinggi.Insentif pemerintah diharapkan memperbesar daya serap hunian dan menggenjot mesin pertumbuhan ekonomi yang bertumpu lewat konsumsi masyarakat.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









