Ekonomi
( 40487 )Waspada Inflasi Akibat Pangan Impor
BI Akan Defisit Rp 29 Triliun Tahun 2024
Pada tahun depan, anggaran Bank Indonesia (BI) akan besar pasak daripada tiang. Anggaran bank sentral diperkirakan mengalami defisit setelah mencatatkan surplus pada tahun ini.
Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Senin (13/11), BI menyodorkan Rancangan Anggaran Tahunan Bank Indonesia (RATBI) 2024 dengan proyeksi defisit Rp 29,30 triliun. "Ini dipengaruhi oleh pengeluaran anggaran kebijakan yang meningkat, termasuk juga kenaikan biaya operasi moneter," papar Gubernur BI, Perry Warjiyo, kemarin.
Ia menambahkan, hal ini juga terkait beban kontribusi BI terhadap program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) atau yang lebih dikenal dengan
burden sharing
antara bank sentral dan pemerintah sejak 2020 hingga 2022.
Sedangkan Anggaran Operasional BI diyakini bisa surplus sekitar Rp 9,68 triliun, terutama disumbangkan oleh penerimaan hasil pengelolaan aset valuta asing (valas). Namun Perry bilang, pihaknya akan mengupayakan anggaran dioptimalkan untuk menjaga progres pertumbuhan ekonomi nasional.
Atas usulan tersebut, BI bersama Komisi XI DPR membentuk panitia kerja (panja). Sayangnya, pembahasan atas RATBI 2024 akan dilakukan secara tertutup.
"Langsung saja bentuk panja. Jadi ada panja penerimaan dan panja pengeluaran," ungkap Ketua Komisi XI DPR Kahar Muzakir dalam raker tersebut, kemarin.
BI dan Komisi XI DPR kemudian menggelar rapat panja kemarin malam.
Surplus ini dipengaruhi optimalisasi penerimaan dari pengelolaan surat berharga, termasuk surat berharga negara (SBN). Juga realisasi pengeluaran kebijakan, seperti pembayaran jasa giro pada pemerintah dan kebutuhan beban operasi moneter.
Laba Bersih dari Bisnis Energi Bersih
Usai mencatatkan saham perdana pada Oktober 2023, PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) melaporkan kinerja periode Januari-September 2023. Hasilnya, BREN mencetak kenaikan pendapatan dan laba bersih dari bisnis energi baru terbarukan alias energi bersih.
Anak usaha PT Barito Pacific Tbk (BRPT) ini mencetak laba bersih senilai US$ 84,47 juta atau senilai Rp 1,32 triliun dengan asumsi kurs rupiah Rp 15.701 per dollar AS. Realisasi ini naik 12,4% secara tahunan. Kenaikan laba bersih ini sejalan dengan pertumbuhan pendapatan BREN US$ 445,27 juta, atau naik 5,14% secara tahunan.
Pendapatan BREN didominasi penjualan ke pihak ketiga. Penjualan listrik menjadi tulang punggung BREN, mencapai US$ 205,46 juta, naik 8,5% secara tahunan.
Adapun penjualan listrik dan uap, pendapatan sewa operasi dan pendapatan sewa pembiayaan dihasilkan dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Namun, penjualan kredit karbon BREN merosot 99,8% menjadi hanya US$ 4.000 dari US$ 3,26 juta.
Beban BREN terpantau meningkat. Seperti beban usaha naik 6,8% menjadi US$ 127,12 juta dan beban keuangan melompat 60,44% menjadi US$ 100,54 juta dari s US$ 62,66 juta.
Penguatan yang signifikan menyebabkan perdagangan saham BREN sempat dihentikan sementara pada Jumat (10/11). Penguatan harga saham ini menjadikan kapitalisasi pasar BREN melonjak. Per Senin (13/11),
market cap
BREN menyentuh Rp 709 triliun dan membayangi
market cap
BBRI yang senilai Rp 761,58 triliun.
Saat ini BREN melalui anak usahanya, Star Energy Group Holdings Pte Ltd berkomitmen untuk mengembangkan usahanya salah satunya melalui Proyek Salak Binary. "Selain itu BREN melalui Star Energy juga tetap aktif mencari prospek pengembangan usaha melalui akuisisi atas perusahaan energi baru dan terbarukan baik di dalam negeri dan di luar negeri," tulis Merly, Sekretaris Perusahaan BREN.
Head of Equities Investment
Berdikari Manajemen Investasi, Agung Ramadoni menilai, di tengah lonjakan saham BREN, investor bisa memulai
profit taking
secara bertahap.
Head of Business Development
FAC Sekuritas, Kenji Putera Tjahaja menilai, bisnis BREN cukup menarik seiring isu energi baru terbarukan (EBT) yang sedang jadi fokus perhatian baik dalam dan luar negeri.
Tekanan ke Emiten Batubara Belum Reda
Laba bersih emiten tambang batubara sepanjang Januari hingga September 2023 merosot mengikuti penurunan harga batubara. Penurunan kinerja ini diprediksikan masih berlangsung pada kuartal akhir tahun ini.
Terkini, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) melaporkan penurunan laba bersih menjadi US$ 405,83 juta. Realisasi ini tergerus 54,6% secara tahunan. Pendapatan ITMG pun turun sebesar 30,19% menjadi US$ 1,82 miliar.
Penurunan kinerja juga dialami PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan koreksi laba bersih hingga 62,21% menjadi Rp 3,8 triliun. PT Indika Energy Tbk (INDY) juga bernasib sama. Bahkan, laba bersih INDY tergerus 72,26% secara tahunan menjadi sebesar US$ 93,83 juta per akhir September 2023.
Sedangkan PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) melaporkan pendapatan dan laba bersih yang kompak turun, masing-masing minus 15,76% dan minus 35,96%.
Presiden Direktur dan
Chief Executive Officer
ADRO Garibaldi Thohir mengatakan,
average selling price
(ASP) ADRO turun 25%. Padahal, produksi dan penjualan batubara ADRO masing-masing naik sebesar 12% dan 11% menjadi 50,73 juta ton dan 49,12 juta ton.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Rizkia Darmawan menilai, belum akan ada
rebound
signifikan kinerja emiten batubara di kuartal IV-2023. Biasanya, memang ada kenaikan permintaan batubara seiring masuknya musim dingin di negara-negara importir batubara seperti China, Jepang dan India.
Proyeksi dia, harga rata-rata batubara Newcastle pada di kuartal IV-2023 berkisar di US$ 135 per ton.Kinerja emiten tambang batubara bisa terbantu dari sisi biaya tunai (
cash cost
), yang kemungkinan akan sedikit menurun. Ini karena ada normalisasi harga minyak dan penurunan
royalty rate
. Oleh karena itu, Rizkia lebih merekomendasikan emiten batubara yang mulai mendiversifikasikan bisnis seperti HRUM dan ADRO.
Analis Panin Sekuritas Felix Darmawan merekomendasikan
hold
saham PTBA dan dengan menurunkan target harga menjadi Rp 2.700 per saham.
Harga Energi Tertekan Kelesuan Permintaan dan Geopolitik
Harga energi tertekan dalam sebulan terakhir. Kelesuan harga energi tertekan pelemahan permintaan global dan kondisi geopolitik di Timur Tengah yang tengah bergejolak.
Melansir
Bloomberg
, harga minyak WTI masih bertengger di bawah US$ 80 per barel sejak pekan lalu. Kemarin (13/11), minyak sudah turun 10,41% ke US$ 77,36 per barel dalam sebulan. Nasib batubara juga serupa.
Harga batubara bergerak di bawah US$ 130 per ton dalam dua pekan terakhir. Dalam sebulan, harga batubara sudah turun 14,8% ke US$ 129,50 per ton, kemarin (13/11).
Pengamat Komoditas dan Mata Uang, Lukman Leong mengatakan, harga energi pada umumnya tertekan oleh penurunan permintaan. Selain itu,
Research and Development
ICDX, Taufan Dimas Hareva menambahkan, tertekannya harga energi juga akibat situasi geopolitik.
Dengan situasi geopolitik saat ini, kedua analis juga menilai tekanan pada harga energi masih berpotensi berlanjut. Bbila perang Israel-Hamas tereskalasi akan berpotensi memberikan dukungan pada harga.
Lukman memproyeksikan harga minyak mentah di akhir tahun berpotensi kembali ke US$ 80 per barel–US$ 85 per barel.
Support
harga minyak berada di level US$ 75 per barel, sehingga harga saat ini berada di level
lower range.
Sementara gas alam diperkirakan berada di level US$ 3 per mmbtu. Sedangkan target harga batubara di kisaran US$ 110 per ton–US$ 120 per ton.
Menjaga Margin dan Kualitas Kredit
Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) diproyeksikan mampu mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar dua digit di kuartal terakhir ini. Sentimen di akhir tahun menjadi momentum bagi BBNI untuk menyalurkan kredit lebih banyak terutama untuk korporasi swasta. Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus mengatakan, BBNI merupakan salah satu emiten perbankan yang mampu mencetak pertumbuhan kredit tetap positif. Kredit BBNI tumbuh sekitar 7,8% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 671,37 triliun pada kuartal ketiga tahun 2023.
Peningkatan tersebut dicapai oleh segmen business banking yan tumbuh 6,2% yoy dan segmen konsumer yang tumbuh 12,7% yoy.
BBNI mampu meraih pertumbuhan laba bersih 15,1% yoy dalam periode sembilan bulan tahun 2023 menjadi Rp 15,75 triliun. Rendahnya biaya provisi menjadi salah satu daya dorong dalam menjaga kinerja.
Nico yakin, BBNI akan mencatatkan kinerja positif pada kuartal terakhir tahun ini, meskipun tekanan cost of fund (CoF) atau biaya dana naik menjadi 2,1% pada kuartal ketiga 2023. Salah satu penyebab kenaikan akibat perubahan tingkat suku bunga acuan. Kenaikan suku bunga bisa meningkatkan margin, tapi di sisi lain akan menyebabkan penurunan pertumbuhan kredit.
Oleh sebab itu, fokus terhadap kualitas merupakan salah satu strategi BBNI menjaga pertumbuhan. non performing loan (NPL) BBNI sudah turun dari sebelumnya 3% menjadi 2,3% yoy per September 2023. Loan at risk (LAR) juga menjadi 14,3% pada kuartal ketiga 2023.
Senior Investment Information Mirae Aset Sekuritas Indonesia, Nafan Aji Gusta menyoroti, pertumbuhan kredit BBNI yang ditopang segmen korporasi swasta sejalan dengan solidnya perekonomian domestik. Kinerja ekspor-impor pun masih cukup bagus yang tercermin dari surplus neraca perdagangan.
Korporasi swasta menjadi incaran BBNI terutama emiten tergolong blue chip. Sektor-sektor yang saat ini banyak dilirik BNI yang berhubungan dengan hilirisasi, tambang, hingga energi.
Analis Samuel Sekuritas, Prasetya Gunadi menyebutkan, terkait net interest margin (NIM), BBNI tetap optimistis mempertahankan pada level 4,6% per kuartal ketiga 2023. Meskipun tekanan biaya dana mungkin akan terus berlanjut di kuartal IV karena kenaikan suku bunga acuan.
BBNI masih memiliki banyak ruang meningkatkan imbal hasil kredit. Sementara biaya kredit BBNI diperkirakan semakin turun di bawah 1,5% dibandingkan 1,9% di tahun lalu, berkat perbaikan kualitas aset.
Rumah Sakit di Gaza Dikelilingi Pertempuran Sengit
Rumah sakit-rumah sakit di Gaza terkepung oleh pertempuran
sengit antara pasukan Hamas dan Israel. Tak ada tanda-tanda pertempuran menyurut.
Desakan internasional untuk gencatan senjata antara Hamas dan Israel masih sangat
sulit diwujudkan. Salah satu desakan tersebut muncul dari pertemuan puncak gabungan
Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Liga Arab di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11).
Pertemuan menghasilkan resolusi, antara lain, menyerukan penghentian segera
agresi militer Israel ke Gaza. Seruan ini juga dilontarkan Presiden Jokowi
dalam pernyataannya pada pertemuan itu. ”Gencatan senjata harus segera
dilakukan. Alasan Israel bahwa ini sebuah self-defence tak dapat diterima. Ini
adalah collective punishment,” katanya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO),Minggu (12/11), menerbitkan
pernyataan bahwa 36 rumah sakit di Gaza tak berfungsi. ”WHO mengkhawatirkan
keselamatan pasien,tenaga kesehatan, dan orang-orang yang mencari perlindungan
di rumah sakit,” kata Dirjen WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Direktur RS Al-Shifa
Mohammed Abu Sal miya mengatakan, pengepungan membuat tenaga kesehatan tak bisa
bekerja. Di rumah sakit itu ada 600 pasien pascaoperasi, 40 bayi baru lahir,
dan 17 pasien unit perawatan intensif. RS Al-Shifa, ujar Abu Salmiya, tak
memiliki aliran listrik, air bersih, dan makanan. Ada dua bayi meninggal
gara-gara inkubator mereka padam akibat tidak ada listrik. Demikian pula satu
pasien kehilangan nyawa akibat ventilator mati. Mohammed Obeid, dokter bedah
dari Dokter Lintas atas (Medecins Sans Frontiere/ MSF) yang bertugas di RS Al-Shifa,
mengungkapkan, penembak runduk menembaki empat pasien di lingkungan rumah
sakit. Ada yang tertembak di leher dan ada yang di dada. (Yoga)
Tumbuh Tinggi, tetapi Belum Berkualitas
Pada triwulan III-2023, Maluku dan Papua mencatat
pertumbuhan ekonomi tertinggi melampaui level nasional berkat proyek hilirisasi
tambang. Meski demikian, ekonomi yang tumbuh tinggi di kawasan itu tidak
serta-merta mendorong pembangunan berkualitas yang menyejahterakan warga
setempat. Sepanjang periode Juli-September 2023, ekonomi kawasan Maluku dan
Papua tumbuh tinggi di level 9,25 % secara tahunan, tertinggi di atas kawasan
lain dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang pada triwulan III-2023
melambat ke 4,94 % secara tahunan. Selain Maluku dan Papua, pertumbuhan ekonomi
di Sulawesi menduduki posisi kedua tertinggi pada triwulan III-2023, yaitu 6,44
% secara tahunan. Sebaliknya, ekonomi Jawa dan Sumatera masing-masing hanya
tumbuh 4,83 % dan 4,5 % meski keduanya masih mendominasi struktur perekonomian RI
secara spasial.
Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan,
pertumbuhan ekonomi yang tinggi di kawasan timur Indonesia itu didorong oleh
kinerja sejumlah sektor yang bergerak akibat gencarnya proyek hilirisasi
mineral dan tambang di kawasan tersebut, yaitu sektor pertambangan dan
penggalian, perdagangan, dan konstruksi. ”Pertumbuhan ekonomi melambat di
beberapa pulau, kecuali Maluku dan Papua, yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi menguat
dibandingkan dengan wilayah lain,” katanya, Minggu (12/11). Namun, potret
pembangun- an di kawasan timur Indonesia masih menyimpan problem klasik, yaitu
”tercerabutnya” pertumbuhan ekonomi dari kesejahteraan warga setempat. Kendati
mampu tumbuh tinggi melampaui ekonomi nasional dalam beberapa tahun terakhir ini,
kinerja perekonomian di kaasan timur Indonesia belum ”menetes” untuk dinikmati
masyarakat lokal.
Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Indonesia
(CORE) Mohammad Faisal, Minggu (12/11), mengatakan, efek dari pembangunan smelter
mineral yang masif di kawasan timur Indonesia itu tidak sejalan dengan
pengentasan rakyat miskin yang berjalan lambat. Ia menilai, wajar jika ekonomi
di kawasan timur Indonesia melejit tinggi. Produk domestik regional bruto
(PDRB) suatu daerah sudah pasti melonjak ketika investasi masuk dan konstruksi
terjadi. Data Kementerian Investasi menunjukkan, Indonesia timur memang tengah
jadi ”primadona” sasaran investor asing karena potensi sumber daya alam mineral
yang berlimpah untuk dilakukan hilirisasi. ”Sayangnya, kemiskinan di kalangan
penduduk lokal belum berkurang
signifikan,” katanya. (Yoga)
Menanti Kendali Penuh Indonesia atas PT Vale Indonesia Tbk
Keputusan final negosiasi terkait divestasi saham PT Vale
Indonesia Tbk kepada induk perusahaan industri pertambangan BUMN, Mind.id,
dinanti. Dengan tambahan akuisisi saham 14 % lagi, Mind.id akan menjadi
pemegang saham mayoritas dan menjadi penentu kebijakan dalam menjalankan
perusahaan tambang mineral itu. Sebagaimana dipaparkan pihak Kementerian ESDM
dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi VII DPR, Selasa (29/8). PT Vale Indonesia,
dulu bernama PT International Nickel Indonesia (Inco), pertama kali melepas
saham pada 1990. Saat itu, 20 % saham perusahaan yang didirikan pada 1968
tersebut dilepas melalui Bursa Efek Indonesia. Pada 2020, PT Vale Indonesia
(PTVI) memenuhi kewajiban divestasi tahap kedua dengan menjual 20 % saham milik
Vale Canada Limited (VCL) dan Sumitomo Metal Mining Co Ltd (SMM) kepada pembeli
yang ditunjuk pemerintah, yakni PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)/Mind.id
(sebelum dipisahkan), sebagai kewajiban PTVI untuk melanjutkan operasinya
setelah 2025, saat berakhirnya kontrak karya.
Dengan demikian, dikutip dari laman perusahaan, komposisi
pemegang saham PTVI saat ini ialah VCL 43,79 %, SMM 15,03 %, Mind.id 20 persen,
publik (di BEI) 20,64 %, dan Vale Japan Limited 0,54 %. Untuk memperpanjang kontrak
operasi produksi, menjadi izin usaha penambangan khusus (IUPK), PTVI wajib
mendivestasikan saham paling sedikit 51 % secara bertahap kepada pemerintah
pusat, pemda, BUMN, BUMD, dan/atau badan usaha swasta nasional. Hal itu
tertuang dalam PP No 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan
Minerba. Artinya, kewajiban divestasi PTVI tinggal 11 %. Namun, dalam
perkembangannya, seiring dengan keinginan pemerintah dan Mind.id untuk menjadi
pemegang saham mayoritas, Vale Canada dan SMM bersedia menawarkan penjualan
saham hingga 14 %. Hal itu dilakukan untuk memastikan Mind.id menjadi pemegang
saham terbesar, yakni dari 20 % menjadi 34 %. (Yoga)
Pebisnis Ritel Harapkan Lonjakan Omzet
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









