;

PELUANG KERJA SAMA DENGAN NEGARA KAYA MINYAK DI TIMUR TENGAH

Ekonomi Yoga 15 Nov 2023 Kompas
PELUANG KERJA SAMA
DENGAN NEGARA KAYA MINYAK DI TIMUR TENGAH

Berdasarkan laporan World Energy Outlook 2023 dari Badan Energi Internasional (IEA), diperkirakan penggunaan energi fosil pada saat emisi karbon nol tahun 2050 akan menyusut drastis. Untuk merealisasikan target global tersebut, semua negara berupaya melakukan transisi energi mengacu komitmen Perjanjian Paris COP 21 tahun 2015. Setiap negara berupaya mengimplementasikan kontribusi reduksi emisi karbon yang ditetapkan secara nasional (nationally determined contribution / NDC) yang disepakati dengan lembaga perubahan iklim dunia, UNFCCC. Negara-negara yang berlimpah energi fosil pun dituntut untuk mendukung langkah dunia ini. Transisi energi sangat penting bagi kelangsungan hidup manusia, tetapi juga mengancam kelangsungan ekonomi negara produsen energi, terutama yang mengandalkan sumber daya fosil bagi kemajuan ekonomi. Negara itu umumnya berada di kawasan Timur Tengah yang berlimpah sumber daya minyak bumi. Energi fosil harus dapat beriringan dengan berkembangnya EBET di masa depan.

Gulf Cooperation Council (GCC) yang terdiri dari Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, Qatar, dan Oman masih memiliki permintaan yang tinggi terhadap komoditas minyak buminya. Namun, dihadapkan pada ketidakpastian akibat fenomena transisi energi secara global. Dari ke-6 negara GCC, UEA memiliki posisi paling strategis. Hal tersebut dimanfaatkan negara kawasan Asia untuk menjadi mitra pemasok energi dalam jangka panjang demi menjaga stabilitas ekonomi Asia. Kedua belah pihak sama-sama diuntungkan karena menciptakan kemajuan bagi kedua pihak sekaligus memperkuat ekonomi UEA dari sisi non-migas. Jadi, mengurangi ketergantungan UEA terhadap ekspor migas. Bentuk kerja sama yang sudah dilakukan antara lain UEA bersama ADNOC, perusahaan minyak Abu Dhabi, memberikan konsesi minyak darat dan lepas pantai kepada perusahaan China, Jepang, Korsel, dan India. UEA juga berambisi mengembangkan sektor petrokimia terbesar di dunia pada 2025 dengan melibatkan perusahaan India. Jepang diberi konsesi perminyakan di sejumlah lokasi hingga 2058.

Perusahaan China (CPECC) membangun jalur pipa minyak rute Habshan-Fujairah yang memungkinkan pemuatan minyak mentah UAE tak perlu melewati Selat Hormuz yang merupakan chokepoint. Dengan Korea Selatan, selain bermitra bisnis minyak, UEA menjalin kontrak kerja sama pengembangan nuklir. Dengan sejumlah negara tersebut, UEA mencari peluang untuk mengembangkan sector lain di luar migas. UEA berambisi mengembangkan industri canggih berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Kerja sama ini menggandeng China dan India. Upaya transisi ekonomi negara Timur Tengah tersebut menjadi peluang bagi Indonesia untuk memajukan perekonomian nasional, misalnya mengembangkan potensi wisata Indonesia, membangun infrastruktur vital, memproduksi baterai kendaraan listrik berbasis nikel, akselerasi pemanfaatan EBT, hingga modernisasi teknologi kilang-kilang minyak Indonesia, yang dalam jangka panjang dapat berkontribusi positif bagi perekonomian negara investor Timur Tengah. Saat ini, salah satu infrastruktur penting yang dibangun di Indonesia lewat kerja sama denganTimur Tengah adalah PLTS Terapung Cirata. (Yoga)

Download Aplikasi Labirin :