Toko Ritel Serba Ada Mulai Ditinggalkan
Head of Colliers Indonesia Ferry Salanto mengemukakan, konsep toko ritel mengalami tren perubahan. Konsep konvensional peritel besar, seperti hipermarket dan toko serba ada, secara bertahap mulai berubah dan kurang diminati. Ini sejalan dengan kecenderungan konsumen untuk belanja yang lebih praktis ke toko-toko ritel yang lebih spesifik. Sementara, penambahan toko ritel, termasuk toko kebutuhan sehari-hari, terus meluas ke sejumlah wilayah. Perubahan tren konsumen disikapi pengelola mal dengan memperkenalkan lebih banyak gerai ritel yang menjual barang khusus atau spesifik. Pengelola mal tidak lagi mengandalkan penyewa besar (anchor tenant), seperti toko serba ada (department store) dan hipermarket, tetapi mengoptimalkan peruntukan ruang mal dengan meninjau ulang tipe atau jenis penyewa (tenant). Konsep baru peruntukan mal itu tidak hanya diadopsi oleh mal-mal baru, tetapi juga pusat perbelanjaan kelas menengah atas yang sudah ada dengan menata ulang peruntukan mal.
”Upaya pengelola mal mengoptimalkan ruang di mal, dengan menarik penyewa yang tidak membutuhkan area toko besar. Tarif sewanya lebih tinggi sehingga meningkatkan pendapatan mal,” ujar Ferry, di Jakarta, Jumat (10/11). Menurut survei Colliers Indonesia, per triwulan III (Juli-September) 2023, beberapa peritel merek internasional menunjukkan minat besar untuk memperluas pasar di Indonesia, terutama di sektor makanan dan minuman. Hingga tahun 2025, pasokan ritel diprediksi tumbuh 3 % per tahun dengan pertumbuhan signifikan di Jabodetabek. Ferry menambahkan, pergeseran konsep mal dan ritel itu umumnya terjadi di pusat perbelanjaan kelas menengah ke atas. Adapun mal kelas menengah dan bawah umumnya masih mengandalkan toko serba ada untuk okupansi mal. Anggota Dewan Penasihat Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo), Tutum Rahanta mengemukakan, perubahan perilaku konsumen selama 5-10 tahun terakhir turut memengaruhi berkurangnya minat belanja di hipermarket dan toko serba ada. Masa pandemi Covid-19 turut mempercepat perubahan tren perilaku konsumen itu. (Yoga)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023