Lindungi Warga dan Hentikan Perang di Gaza
Indonesia bersama puluhan negara kembali mendesak
penghentian perang di Gaza. Warga sipil harus dilindungi dari serangan ataupun penyanderaan.
Desakan disampaikan dalam KTT Darurat Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) yang digelar
di Riyadh, Arab Saudi, Sabtu (11/11). Sebagai pemimpin negara berpenduduk
Muslim terbesar, Presiden Jokowi hadir di KTT itu. Lawatan ke Riyadh ini bagian
dari muhibah Presiden di Arab Saudi dan AS. Dalam pernyataan beberapa hari
lalu, Jokowi mengatakan akan membawa hasil KTT OKI ke Presiden AS Joe Biden. Jokowi-Biden
akan bertemu di Washington DC dan California.
KTT Riyadh menunjukkan negara-negara Timur Tengah bisa
bersatu karena kegentingan di Palestina. Buktinya, sejumlah pemimpin negara
yang selama ini bermusuhan di Timur Tengah kini berkumpul di Riyadh. Presiden
Iran Ebrahim Raisi dan Presiden Suriah Bashar al-Assad datang ke KTT. Sekjen
OKI Hissein Brahim Taha menyebut, KTT itu menegaskan solidaritas dan dukungan
teguh OKI pada Palestina. Ia menyerukan, serangan Israel ke Gaza harus segera
dihentikan. Koridor kemanusiaan untuk pengungsian warga sipil dan pengiriman
bantuan kemanusiaan harus disediakan secara memadai dan berkelanjutan. Ia
menolak setiap upaya pemindahan paksa warga Palestina dari Gaza ataupun Tepi
Barat.
Apa pun alasannya, warga Gaza dan Tepi Barat tidak boleh
digusur atau dipindah paksa. Kemerdekaan penuh Palestina, menurut Putra Mahkota
Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman (MBS), adalah solusi untuk mengakhiri
konflik berkepanjangan ini. ”Kami yakin satu-satunya jalan perdamaian adalah
berakhirnya pendudukan Israel dan permukiman illegal serta pemulihan hak-hak
rakyat Palestina dan pembentukan negara sesuai perbatasan 1967, dengan
Jerusalem timur sebagai ibu kotanya,” ujarnya. Ia pun mengecam standar ganda
komunitas internasional. Hukum kemanusiaan internasional jelas sedang diabaikan
di Gaza dan tidak ada tindakan apa pun dari komunitas internasional pada Israel.
(Yoga)
Postingan Terkait
Eskalasi Konflik Amerika Serikat – Iran
Arus Modal Asing Bersiap Masuk
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023