;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Kejar Nilai Tambah dengan Minyak Merah

15 Mar 2024

Presiden Jokowi meresmikan pabrik minyak makan merah yang pertama di Indonesia, Kamis (14/3), di Kecamatan Pagar Merbau, Deli Serdang, Sumut. Pabrik itu akan meningkatkan nilaitambah yang diperoleh petani karena pabrik dikelola oleh koperasi petani sawit. ”Minyak makan merah ini sudah dicoba beberapa chef. Mereka menyampaikan minyak makan merah itu beda, lebih enak dan gizinya lebih baik. Saya nanti mau beli, mau coba juga,” kata Presiden. Pabrik minyak makan merah, menurut Presiden, sangat penting bagi program hilirisasi kelapa sawit petani. Indonesia memiliki 15,3 juta hektar kebun sawit. Sebanyak 6,2 juta hektar atau 40,5 % di antaranya merupakan kebun sawit yang dikelola petani. Oleh karena itu, peran petani dinilai sangat penting dalam membangun industri sawit nasional.

Minyak makan merah merupakan produk turunan kelapa sawit. Produk ini bisa dimanfaatkan untuk menggoreng layaknya minyak goreng atau dikonsumsi langsung sebagai minyak makan. Kandungan beta karoten, vitamin A, fitonutrien, dan komposisi asam lemaknya dinilai strategis untuk mengatasi tengkes (stunting). Selain itu, beberapa kandungannya bisa dimanfaatkan sebagai bahan aktif kosmetik dan farmasi. ”Pabrik minyak makan merah ini diharapkan memberikan nilai tambah yang baik bagi petani sawit. Jadi, harga tandan buah segar (TBS) sawit tidak naik dan turun karena di sini semuanya diolah menjadi barang jadi, yaitu minyak makan merah,” kata Presiden. (Yoga)

Destinasi Kuliner Ruang Terbuka Dibidik

15 Mar 2024

Destinasi kuliner di Jakarta terus semarak dengan bertambahnya ritel-ritel baru makanan dan minuman. Summarecon Mall Kelapa Gading meresmikan Gafoy, destinasi kuliner untuk melengkapi fasilitas pusat perbelanjaan di Jakut itu. Merujuk data BPS tahun 2022, jumlah usaha penyedia makanan dan minuman skala menengah besar sebanyak 10.900 usaha, tumbuh 20,76 % secara tahunan. Usaha penyedia makanan dan minuman skala menengah besar di Pulau Jawa terbanyak berada di Provinsi DKI Jakarta dan Jabar. Sekitar 50,44 % usaha makanan dan minuman tersebut berlokasi di mal/pertokoan. Presdir PT Summarecon Agung Tbk Adrianto P Adhi mengemukakan, industri makanan dan minuman bertumbuh sangat pesat, tidak hanya dari sisi jumlah, tetapi juga inovasi. Pihaknya menangkap peluang bisnis makanan dan minuman itu dengan melakukan transformasi bisnis serta destinasi kuliner yang kekinian dan menyasar berbagai lapis usia.

Pusat kuliner Gafoy di kawasan Mal Kelapa Gading yang terdiri dari beragam restoran dan kafe berkonsep semiterbuka dinilai melengkapi eksplorasi kuliner dan hiburan kaum urban modern di segala usia. Kawasan itu menempati area seluas 11.000meter persegi (m2) dengan luasan area sewa 8.500 m2 yang akan diisi 22 tenant. Nilai investasi pembangunan Gafoy Rp 100 miliar. ”Gafoy melengkapi destinasi kuliner dan transformasi bisnis makanan dan minuman sehingga mengundang tenant-tenant pilihan,” ujar Adrianto dalam peresmian pusat kuliner Gafoy, di Jakarta, Kamis (14/3). Director Summarecon Soegianto Nagaria menambahkan, masyarakat semakin menyukai dan mencari konsep ruang terbuka dengan sirkulasi udara yang baik. Gafoy didesain dengan konsep ruang terbuka (outdoor) sekaligus ruang tertutup (indoor), serta ruang untuk komunitas. Konsep ruang semiterbuka itu juga akan terus dikembangkan pada proyek-proyek township Summarecon lainnya. (Yoga)

Penjualan Mobil Triwulan I-2024 Diproyeksikan Turun

15 Mar 2024

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia atau Gaikindo memproyeksikan penjualan mobil triwulan I-2024 akan lebih rendah ketimbang periode sama tahun lalu, didasarkan penjualan Januari-Februari yang di bawah realisasi periode sama tahun lalu. Namun, Gaikindo menargetkan penjualan 2024 bisa mencapai 1,1 juta unit. Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiharto mengatakan, penjualan mobil dua bulan pertama tahun ini menurun secara tahunan. Salah satu penyebabnya, pada Januari-Februari banyak konsumen yang masih menanti hasil pemilu. Mereka menahan belanja karena berhati-hati mengantisipasi unsur ketidak pastian yang mungkin muncul karena pemilu. ”Konsumen banyak juga yang wait and see menanti jalannya dan hasil pemilu. Jadi, menahan dulu belanja mobil,” ujar Jongkie saat dihubungi, Kamis (14/3).

Mengutip data Gaikindo, penjualan mobil pada Januari dan Februari 2024 secara wholesales (pabrik ke dealer) mencapai 140.275 unit, turun 22,64 % dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 181.329 unit. Penjualan mobil secara bulanan pada awal 2024 juga stagnan. Pada Februari 2024, penjualan mencapai 70.656 unit atau hanya tumbuh 1 % dibandingkan Januari 2024 sebanyak 69.619 unit. Penjualan ritel (dealer ke konsumen) juga berkurang 15 % secara tahunan, dari 174.921 unit pada Januari-Februari 2023 menjadi 148.649 unit pada Januari-Februari 2024. Selain pemilu, penyebab lainnya adalah pertumbuhan ekonomi Indonesia yang stagnan atau sedikit melambat. Mengutip data BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 mencapai 5,05 %, turun dibanding 2022 sebesar 5,31 %. Hal ini turut memengaruhi penjualan mobil nasional. (Yoga)

Sahur Jadi Waktu Favorit ”Check Out” Belanja Daring

15 Mar 2024

Selama Ramadhan, perilaku belanja melalui platform perdagangan secara elektronik atau e-dagang mengalami pergeseran. Waktu sahur diyakini para pengelola lokapasar sebagai waktu saat paling banyak terjadi transaksi belanja daring. ”Waktu check out (bayar belanja daring) selama Ramadhan dan hari biasa itu berbeda. Selama Ramadhan, check out meningkat signifikan pada waktu sahur sampai pagi (memasuki jam kerja). Siang (masih di jam kerja) juga masih ada yang check out,” ujar Senior Vice President Campaigns, Traffic, and Onsite Marketing Lazada Indonesia Amelia Tediarjo, Kamis (14/3) di Jakarta.

Pada jam-jam tertentu yang difavoritkan untuk belanja daring selama bulan Ramadhan, imbuh Amelia, platform lokapasar, seperti Lazada, bisa mencatatkan kenaikan transaksi hingga tiga kali lipat dibanding hari biasa. Berdasarkan survei yang digelar Lazada Indonesia baru-baru ini terhadap 600 pelanggan berusia 19-35 tahun, 89 % di antaranya mengaku kebutuhan untuk Ramadhan cenderung lebih banyak dari bulan-bulan lainnya. Sebanyak 88 % responden mengatakan sudah memiliki perencanaan daftar belanja Ramadhan sejak satu-dua peKan sebelum hari pertama puasa. Amelia menambahkan, di antara pengguna platform Lazada, terdapat kelompok konsumen yang selalu memaksimalkan diskon. (Yoga)

Masifkan Pencegahan Antraks di DIY

15 Mar 2024

Kasus antraks yang berulang di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menunjukkan perlunya penyakit itu ditangani secara tuntas dan ada upaya pencegahan secara masif. Penyakit hewan yang dapat menular kepada manusia ini berbahaya. Dosen Fakultas Peternakan UGM, Nanung Danar Dono, menyebutkan, langkah memutus berulangnya kasus antraks di DIY memerlukan upaya dari masyarakat, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Sejak 2019, kasus antraks setiap tahun selalu muncul di DIY, terutama di Kabupaten Gunungkidul.

”Kepada masyarakat, mohon jangan lagi mengonsumsi ternak yang sudah mati. Kalau ada ternak yang sakit, jangan disembelih juga, laporkan ke petugas dinas peternakan setempat,” ujarnya, Kamis (14/3). Pada Rabu (13/3), Pemerintah DIY menetapkan Dusun Kalinongko Kidul, Prambanan, Kabupaten Sleman, dan Dusun Kayoman, Kecamatan Gedangsari, Gunungkidul, sebagai zona merah antraks. Meski beda kabupaten, kedua desa itu secara geografis bertetangga dan banyak warganya yang terikat hubungan kekerabatan.

Zonasi dilakukan untuk memfokuskan penanganan terhadap ternak agar kasus tak menyebar. Zona merah juga melarang lalu lintas ternak ke luar dusun Nanung berharap pemerintah melakukan penanganan secara cepat dan tuntas jika ada kasus antraks yang muncul. Hal ini untuk mencegah spora antraks menyebar ke area yang lebih luas. Salah satu solusinya ialah dengan mengkremasi bangkai hewan yang diduga mati tak wajar. Menurut dia, kremasi akan memusnahkan spora antraks secara total. Hal itu dilakukan dengan alat bernama onsite mobile incinerator yang dapat diterjunkan ke lokasi jika terjadi kasus kematian hewan ternak yang tak wajar. (Yoga)

Tata Kelola Buruk, Utang BUMN Karya Bengkak

15 Mar 2024

Masalah beban utang menumpuk yang membelit sejumlah BUMN di sektor konstruksi atau BUMN Karya ditengarai muncul karena permasalahan internal dalam tata kelola. Situasi ini diperparah beban penugasan proyek dari pemerintah yang tidak dilandasi perencanaan matang. Salah satu BUMN Karya yang terbelit beban utang adalah PT Waskita Karya (Persero) Tbk. Berdasarkan laporan keuangan triwulan III-2023, perseroan tercatat memiliki liabilitas Rp 84,1 triliun, tertinggi dibanding beban utang BUMN karya lainnya. Proporsi utang terhadap total aset perseroan mencapai 87,1 %. Sementara itu, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk tercatat sebagai BUMN Karya dengan nilai liabilitas tertinggi kedua sebesar Rp 55,6 triliun. Dengan total aset Rp 66,6 triliun, proporsi utang perseroan terhadap total aset sebesar 83,5 %.

Pengamat BUMN dari UI, Toto Pranoto, mengatakan, tumpukan beban utang yang ditanggung BUMN Karya dipicu masalah internal terkait tata kelola perseroan. Contohnya, Waskita Karya yang enam tahun terakhir mengubah model bisnis dari kontraktor menjadi investor. ”Bisnis model investor adalah mereka berupaya membangun banyak jalan tol, untuk kemudian dijual. Keuntungan yang lebih tinggi dari hasil penjualan akan dinvestasikan atau digunakan untuk proyek di tempat lain,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Kamis (14/3). Persoalan di Waskita Karya, terjadi sebab kecepatan perseroan mendivestasi aset tol yang mereka kerjakan terhambat oleh sejumlah hal.

Salah satunya adalah harga jual yang kelewat mahal. Padahal, modal pembangunan tol, mulai dari untuk akuisisi lahan hingga konstruksi jalan tol, bersumber dari berbagai instrumen utang. Di tengah upaya merestrukturisasi utang, perseroan mendapatkan penugasan-penugasan pemerintah untuk membangun infrastruktur lain. Kondisi ini justru malah menambah beban keuangan dari Waskita Karya. Terlebih lagi, penugasan pemerintah kerap tidak diimbangi dengan penempatan ekuitas. ”Akhirnya semua menumpuk hingga tiba di suatu masa mereka mengalami problem likuiditas. Itu menyebabkan BUMN Karya berada dalam situasi seperti saat ini di mana kebutuhan kreditor tidak bisa dipenuhi dan utang jatuh tempo tidak bisa dibayar,” ujar Toto. (Yoga)

”Guremisasi” dan ”Miskinisasi”

15 Mar 2024

BPS merilis hasil Sensus Pertanian 2023 (ST2023) mengenai jumlah usaha pertanian tahun 2023 yang sebanyak 29,36 juta unit. Berkurang 2,35 juta unit atau 7,42 % dibandingkan dengan hasil Sensus Pertanian 2013 (ST2013) yang 31,71 juta. Dampak langsung dari penurunan jumlah usaha pertanian adalah menurunnya penyerapan tenaga kerja di sektor ini. BPS mencatat, tahun 2013, sektor pertanian menyerap 39.220.261 tenaga kerja atau berkontribusi 34,78 % terhadap total penyerapan tenaga kerja nasional. Angka ini menurun di 2022 menjadi 38.703.996 tenaga kerja atau 28,61 % dari total penyerapan tenaga kerja nasional. Menurunnya jumlah usaha pertanian yang berdampak pada menurunnya penyerapan tenaga kerja disebabkan oleh banyaknya petani yang mengganti profesinya ke bidang usaha lain atau ”pensiun” dan relatif sedikitnya muncul ”petani baru”.

Mayoritas petani di Indonesia adalah petani yang melakukan usaha pertanian dengan penguasaan lahan pertanian kurang dari 0,5 hektar atau dikenal sebagai petani gurem. Pada 2013, terdapat 14,25 juta rumah tangga petani gurem. Proporsi rumah tangga petani gurem terhadap total rumah tangga petani di Indonesia tahun 2013 sebesar 55,33 %. Kondisi ini memburuk pada 2023, di mana jumlah rumah tangga petani gurem naik 18,49 % menjadi 16,89 juta rumah tangga. Akibatnya, proporsi rumah tangga petani gurem juga meningkat menjadi 60,84 % pada 2023. Dengan jumlah petani gurem yang sangat besar, maka transformasi usaha pertanian ke nonpertanian hanya menunggu waktu. Apalagi, di 2023, ketika jumlah petani gurem semakin meningkat.

Di Indonesia, pengangguran bukanlah kelompok terbesar dari penduduk miskin, melainkan petani. BPS mencatat, pada 2023 sebesar 48,86 % rumah tangga miskin mempunyai sumber penghasilan utama dari bertani, sementara yang tidak bekerja hanya 12,07 %. Artinya, mayoritas orang miskin di Indonesia merupakan pekerja keras, yang sekaligus merupakan elemen penting tercapainya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) 2-4, tetapi berusaha dalam sistem bisnis yang tak mendukung. Para petani gurem merupakan cerminan dari kemiskinan tersebut. Pemerintah perlu mengkaji kriteria kemiskinan ini karena bisa menyebabkan bansos jadi salah sasaran. Kenyataan menunjukkan bahwa pertanian bukan sektor yang menarik untuk digeluti oleh anak muda karena menjadi petani hanya akan menjadi miskin dan kelak melahirkan generasi-generasi miskin. (Yoga)

BERAS, Pasokan Naik, Warga Diimbau Tidak Panik

14 Mar 2024

Pasokan gabah dan beras ke pasaran diprediksi meningkat seiring meluasnya area panen padi hingga 1-2 bulan ke depan. Masyarakat diimbau tidak panik dalam membeli barang kebutuhan pokok, khususnya beras, karena dapat berdampak pada kenaikan harga. Stok beras di Jabar, salah satu sentra produksi beras nasional, diperkirakan dalam kondisi surplus 50.000 ton selama Maret 2024. Produksi akan meningkat pada puncak panen raya yang diperkirakan terjadi bulan depan. Pergeseran masa tanam membuat panen padi di Jabar meningkat dan mencapai 1,27 juta ton pada April 2024. Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Jabar Dadan Hidayat memaparkan, produksi padi di Jabar diprediksi mencapai 620.989 ton dalam bentuk gabah kering giling (GKG) pada Maret 2024. Jumlah ini jauh lebih tinggi disbanding produksi pada Februari yang sebanyak 148.560 ton GKG, sementara pada Januari 2024 angkanya 243.362 ton GKG.

Menurut Dadan, selain pada volume produksi, fenomena El Nino berdampak pada pergeseran masa tanam hingga 2-3 bulan. Akibatnya, masa tanam dimulai pada Desember 2023 hingga Januari 2024. ”Secara kumulatif, pada Maret 2024, Jabar surplus hingga 50.000 ton. Memang ini cukup kecil. Namun, ini memastikan masih ada kecukupan pangan. Potensi panen yang besar ada pada April 2024 karena masa tanam bergeser jadi akhir tahun lalu dan Januari tahun ini,” ujarnya seusai rapat pembahasan ketahanan pangan di Bandung, Jabar, Rabu (13/3). ”Dalam kurun Oktober 2023 sampai 15 Februari 2024, ada 6.299 hektar lahan yang terdampak bencana karena perubahan iklim. Namun, dari jumlah tersebut, yang puso hanya 874 hektar. Jadi, kondisi awal tahun ini tidak dipengaruhi oleh bencana-bencana tersebut,” ujarnya. Pj Gubernur Jabar Bey Machmudin mengatakan, stok pangan yang dinilai aman ini diharapkan bisa menenangkan masyarakat. Dia mengimbau warga untuk tidak panik saat bulan Ramadhan karena dapat berdampak pada kenaikan harga. (Yoga)

RISIKO ANOMALI EKONOMI RAMADAN

14 Mar 2024

Geliat konsumsi pada Ramadan tahun ini diprediksi penuh dengan tantangan. Bulan yang biasanya diiringi dengan melonjaknya permintaan, kali ini dibayangi oleh perubahan pola konsumsi. Bukannya tanpa alasan konsumen menunda belanja pada periode krusial ini. Besarnya pengeluaran untuk belanja pokok dan antisipasi membengkaknya pengeluaran pada mudik Lebaran sedikit mengerem konsumsi Ramadan. Ada dua faktor yang menjadi pemberat konsumsi masyarakat pada bulan ini. Pertama, mahalnya harga beras yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Bahkan, pemerintah baru-baru ini menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras premium dari Rp13.900—Rp14.800 per kilogram (kg) menjadi Rp14.900—Rp15.800 per kg berdasarkan zonasi. Kedua, naiknya tarif sejumlah ruas jalan tol yakni Jalan Tol Jakarta—Cikampek (Japek), Jalan Tol Serpong—Cinere, Jalan Tol Jombang—Mojokerto, hingga Jalan Tol Surabaya—Gresik. Tentu keduanya akan memberatkan masyarakat sehingga konsumsi pada bulan ini diestimasi tertahan. Terlebih, sebelum memasuki Ramadan ada aksi menahan pengeluaran dari konsumen. Hal itu tecermin dalam Survei Konsumen (SK) Bank Indonesia (BI) yang mencatat proporsi pengeluaran konsumsi terhadap pendapatan turun dari 74,6% pada Januari 2024 menjadi 73% pada Februari 2024. Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi tetap kuat, tecermin dari IKK Februari 2024 yang berada pada level 123,1. "IKE juga tetap terjaga didukung oleh optimisme pada semua komponen pembentuknya," katanya, Rabu (13/3). Pemerintah pun menyiapkan berbagai cara untuk menjaga stabilitas harga pada bulan puasa sehingga konsumsi yang menjadi mesin utama produk domestik bruto (PDB) mampu tumbuh maksimal. Persoalannya, terjadi ketidaksinkronan aksi dalam mengelola infl asi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda). 

Mengacu pada data Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), per kemarin ada 250 daerah yang belum melakukan operasi pasar sebagai upaya untuk menjaga stabilitas harga. Irjen Kemendagri Tomsi Tohir, dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Infl asi kemarin mengatakan ada banyak daerah yang tidak melaksanakan operasi pasar meski memiliki stok beras melimpah. Optimisme senada juga disampaikan Kementerian Perindustrian, yang juga berkomitmen untuk melakukan berbagai upaya bersama pemerintah terkait dalam rangka menjaga daya beli masyarakat. Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau, dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian Merrijantji Punguan Pintaria, mengatakan momentum Ramadan cukup potensial untuk mendongkrak kinerja industri. Sementara itu, kalangan pelaku usaha menyadari adanya perubahan pola konsumsi karena besarnya pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan pangan dan antisipasi membengkaknya biaya mudik. Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) Triyono Prijosoesilo, mengatakan pengusaha akan mengerahkan sejumlah strategi seperti meningkatkan keterjangkauan produk, produksi minuman rendah kalori, hingga menjamin ketersediaan pasokan. Pelaku usaha pun memandang urgensi untuk menguatkan proteksi konsumsi sangat tinggi. Sebab menurutnya, tahun ini merupakan waktu yang tepat bagi industri minuman ringan untuk reboundpasca Covid-19 yang menurunkan penjualan hingga 40%—50%. Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede, mengatakan pemerintah harus mulai mendesain kebijakan untuk membantu kelas menengah yang selama ini belum tersentuh bantuan sosial. Ekonom Makroekonomi dan Pasar Keuangan LPEM FEB UI Teuku Riefky, menambahkan tantangan ekonomi yang masih muncul dari harga pangan yang masih tinggi akibat El-Nino. "Ini tentu cukup signifi kan dampaknya terhadap daya beli masyarakat," katanya.

Menjaga Daya Beli & Pengendalian Inflasi

14 Mar 2024

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Inflasi pada Februari 2024 sebesar 2,75% secara year-on-year (YoY) yang ditunjukkan dengan naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, seperti makanan, minuman, dan tembakau hingga rekreasi dan budaya. Kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan tertinggi secara YoY pada Februari 2024, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,36%, disusul kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya (3,09%), penyediaan makanan dan minuman/restoran (2,38%), kesehatan (1,95%), rekreasi, olahraga, dan budaya (1,68%), pendidikan (1,55%), dan transportasi (1,40%). Selanjutnya, kelompok pengeluaran perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga mengalami kenaikan 1,13%, pakaian dan alas kaki (0,90%), perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga (0,57%). Sebaliknya, hanya kelompok pengeluaran informasi, komunikasi, dan jasa keuangan yang membukukan penurunan 0,13% pada Februari 2024 dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Inflasi atau kenaikan harga ini dapat menjadi indikator mengenai daya beli konsumen, di mana kenaikan harga menunjukkan adanya peningkatan permintaan atau dengan kata lain konsumsi masih bertumbuh. Peningkatan permintaan ini tentu saja, salah satunya dipicu oleh bulan suci Ramadan dan menyambut Hari Raya Idulfitri, di mana menjadi kelaziman bahwa pedagang berharap adanya lonjakan permintaan. Pasalnya, survei Indeks Kepercayaan Konsumen yang dirilis Bank Indonesia selaku otoritas moneter menunjukkan adanya tren penurunan belanja atau pengeluaran konsumsi di seluruh golongan pada Februari 2024. Situasi ini disebabkan oleh tingginya harga komoditas pangan yang membebani masyarakat sehingga memengaruhi pola konsumsi secara keseluruhan.