Ekonomi
( 40600 )ASET DIGITAL : TRANSAKSI LESU PASAR KRIPTO
Pasar kripto Tanah Air masih belum bergairah meskipun harga aset digital itu tengah meroket tersengat sentimen halving Bitcoin. Besaran pajak kripto yang dinilai terlalu tinggi berdampak terhadap transaksi di dalam negeri yang justru menjadi sepi.n CEO Triv Gabriel Rey menjelaskan, adanya pajak kripto yang berlaku saat ini membuat para trader lebih banyak melakukan transaksi di luar negeri dibandingkan dengan di dalam negeri. Terlebih, sejumlah negara telah menghapus pajak kripto, sementara di Indonesia, pemerintah masih menerapkan pajak pertambahan nilai (PPN) sebesar 0,11% dan PPh sebesar 0,1% untuk transaksi yang dilakukan melalui exchange atau pedagang aset kripto terdaftar. “Secara sentimen memang yang membuat transaksi dalam negeri lebih rendah dari luar negeri karena pajak yang dikenakan cukup tinggi per transaksi,” katanya kepada Bisnis, Kamis (14/3/2024). Gabriel berharap agar pemerintah memperhatikan dan menghilangkan pajak kripto seperti halnya Thailand dengan PPh 0,01%, sehingga membuat industri kripto lokal akan lebih menggeliat. Adapun, per Januari 2024, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) mencatat total transaksi aset kripto di dalam negeri sebesar Rp21,57 triliun, naik 77,69% secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan dengan Januari 2023 sebesar Rp12,14 triliun. Menurut Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti Tirta Karma Sanjaya, faktor pajak memang menjadi yang krusial karena berkaitan dengan daya saing transaksi. Sejalan dengan itu, Bappebti bersama Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) akan membicarakan ihwal ketentuan pajak kripto tersebut dengan Kementerian Keuangan. “Usulan dari pelaku itu setengahnya, jadi 0,05% dan 0,055%,” kata Tirta. Terkait dengan transaksi aset kripto sepanjang tahun berjalan ini, dia mengungkapkan bahwa pada Februari sudah mulai menanjak, tetapi tidak seperti yang terjadi pada 2022 lalu. Dengan terjadinya Bitcoin halving, di mana pasokan turun menjadi 450 Bitcoin per hari, maka ada peluang besar untuk kenaikan harga yang signifikan di masa mendatang jika permintaan tetap tinggi. Co-Founder Komunitas BitcoinIndo21 Dimas Surya Alfaruq menjelaskan investor perlu mempersiapkan strategi trading dan investasinya agar dapat memanfaatkan situasi pasar dengan baik. Co-CEO Reku Jesse Choi mengatakan Bitcoin tengah berada di tren bullish hingga sempat mencetak ATH di Indonesia, ditambah lagi dengan adanya Bitcoin halving yang mendapat antusiasme besar dari investor. Kemudian, pada Januari 2024 Ditjen Pajak menghimpun Rp39,13 miliar dari pemungutan pajak kripto. Penerimaan pajak kripto awal tahun ini berasal dari penerimaan PPh Pasal 22 senilai Rp18,25 miliar dan PPN atas transaksi kripto Rp20,88 miliar.
PEMULIHAN DAYA BELI : Prospek Cerah Pasar Minuman Ringan
Pasar minuman ringan pada tahun ini diproyeksikan bertumbuh akseleratif, kecuali untuk kategori minuman beralkohol, sejalan dengan peningkatan permintaan yang mulai terjadi awal Maret 2024. Triyono Prijosoesilo, Ketua Umum Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim), mengatakan momentum Ramadan telah mengirim sinyal menguatnya permintaan pasar. Kendati belum memberikan angka spesifik ihwal proyeksi pertumbuhan kinerja minuman ringan pada Ramadan tahun ini, dia memastikan konsumsi masyarakat mulai menggeliat.
Menurut dia, tahun ini merupakan waktu yang tepat bagi industri minuman ringan untuk rebound dari keterpurukan Covid-19 yang membuat penjualan turun hingga 40%—50%. Senada, Direktur Industri Minuman, Hasil Tembakau dan Bahan Penyegar Kementerian Perindustrian, Merrijantij Punguan Pintaria memastikan momentum Ramadan cukup potensial untuk mendongkrak kinerja industri makanan dan minuman kemasan. Adapun, mengutip laporan Statista Market Insights bertajuk Beverages-Indonesia, segmen pasar minuman hangat (hot drink) pada tahun ini diproyeksikan bertumbuh 22% menjadi US$287 juta. Sementara itu, di kategori pasar minuman ringan nonalkohol diperkirakan bertumbuh 14% menjadi US$1,13 miliar.
Di sisi lain, Kemenperin mendorong pemulihan industri minuman ringan melalui beberapa kebijakan, di antaranya pemberian insentif fiskal, restrukturisasi mesin, pengikutsertaan pameran, serta transformasi digital menuju industri 4.0. Merrijantij mengatakan insentif diberikan kepada sektor minuman ringan karena mengontribusi hampir 53.000 serapan tenaga kerja, investasi yang mencapai Rp7,7 triliun, serta nilai ekspor US$99 juta pada 2023.
Dukungan itu mencakup program pameran di dalam dan di luar negeri, restrukturisasi mesin peralatan, serta mendorong transformasi digital menuju industri 4.0. Selain itu, pemberian berbagai insentif fiskal, seperti tax holiday, tax allowance, dan super deduction tax.
DEPOSITO BANK DIGITAL : OJK Dorong Perlindungan Nasabah
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendorong penerapan perlindungan nasabah untuk menghindari risiko dampak persaingan antarbank digital dalam menggaet simpanan dengan menawarkan bunga deposito tinggi. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae mengatakan, pada dasarnya bank memiliki strategi dan risk appetite masing-masing dalam menjalankan bisnisnya, termasuk dalam memberikan penawaran bunga simpanan. “Namun, berkaitan dengan dana yang tidak dijamin LPS, OJK senantiasa mendorong penerapan pelindungan nasabah,” kata Dian Ediana, Jumat (15/3). Perlindungan nasabah yang dimaksud OJK itu di antaranya terkait dengan transparansi. OJK mendorong perbankan untuk memberikan informasi yang jelas dan lengkap tentang produk mereka, termasuk apakah suatu produk dijamin oleh LPS atau tidak. Lalu, terkait pengawasan dan regulasi, OJK terus memperketat regulasi dan pengawasan terhadap bank untuk memastikan mereka mematuhi standar keamanan, keadilan, dan transparansi dalam menawarkan produk dan layanan digital. Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan alasan sejumlah bank digital menawarkan suku bunga tinggi di atas bunga penjaminan LPS karena berkaitan dengan persaingan. Selain itu, alasan penerapan suku bunga simpanan bank digital tinggi adalah karena tujuan penghimpunan dana untuk menopang ekspansi kredit yang lebih masif. “Jadi, kompetisi dan ekspansi bisnis menginginkan itu terjadi,” tuturnya. Sejumlah bank digital di Indonesia telah menawarkan bunga deposito tinggi hingga 9,0% untuk meraup simpanan nasabah, salah satunya PT Bank Jago Tbk. (ARTO). Kemudian, PT Bank Neo Commerce Tbk. (BYBB) menawarkan produk deposito bernama Neo WOW dengan bunga hingga 9%. Selain itu, PT Krom Bank Indonesia Tbk. (BBSI) Bank menawarkan produk simpanan dengan suku bunga tinggi hingga 8,75%.
Nissan dan Honda Coba Tembus Dominasi China
Dua raksasa otomotif Jepang, Nissan dan Honda, sepakat
menjajaki kemitraan untuk pengembangan mobil listrik. Mereka menjalin kerja
sama tersebut setelah pada 2023 posisi Jepang sebagai eksportir mobil terbesar
di dunia digeser China dengan ekspor besar-besaran mobil listrik. Kerja sama
pabrikan otomotif kedua dan ketiga terbesar di Jepang itu diumumkan di Tokyo,
Jepang, Jumat (15/3). Dalam pernyataan bersama, mereka menyebut kemitraan itu
untuk mempercepat upaya menuju netralitas karbon, meniadakan kematian akibat
kecelakaan lalu lintas, memperkuat teknologi lingkungan hidup dan elektrifikasi,
serta pengembangan perangkat lunak. Kedua perusahaan mencapai kesepahaman
perlunya menggabungkan kekuatan mereka dan menjajaki kemungkinan kolaborasi di
masa depan.
Ruang lingkup studi kelayakan dalam kemitraan itu mencakup
perangkatlunak otomotif, komponen inti yang terkait dengan kendaraan listrik,
dan produk pelengkap. CEO Nissan Makoto Uchida mengatakan, persaingan produsen
otomotif sekarang tidak hanya dengan pembuat mobil tradisional. Persaingan juga
terjadi dengan pemain baru. ”Persaingan itu tak akan bisa dimenangi dengan
kearifan konvensional dan pendekatan tradisional,” kata Makoto. Merek-merek
baru dengan produk inovatif dan model bisnis baru ini, kata Uchida, menciptakan
terobosan ke pasar otomotif. Langkah itu didukung dengan memanfaatkan daya saing
harga yang luar biasa dan kecepatan. Selama ini,pabrik otomotif Jepang lebih
fokus pada kendaraan hibrida, yaitu gabungan tenaga baterai dan mesin
pembakaran internal, yang populer di Jepang, menyumbang 40 % penjualan pada 2022.
Namun, di luar Jepang, tren mobil listrik terus mendominasi.
Pada 2022, hanya 1,7 % mobil listrik yang terjual di Jepang. Pada 2022,
penjualan kendaraan listrik di China menyumbang 20 % penjualan mobil baru.
Bahkan, pada 2023, untuk pertama kalinya, China menggeser posisi Jepang sebagai
eksportir mobil terbesar di dunia berkat penjualan kendaraan listrik. China
mempunyai sejumlah produsen kendaraan listrik, di antaranya BYD dan Wuling.
Data dari organisasi perdagangan Jepang yang dirilis pada Februari lalu
menunjukkan ekspor mobil Jepang pada 2023 naik 16 % dari tahun sebelumnya
menjadi 4,42 juta kendaraan. Namun, tertinggal dari China yang mengalami
peningkatan 58 % menjadi 4,91 juta kendaraan. (Yoga)
Kesehatan Ginjal bagi Semua
Dunia menghadapi epidemi penyakit ginjal kronis. Namun, kebanyakan
orang tidak menyadari telah mengalami gangguan fungsi ginjal. Padahal, selain
menurunkan kualitas hidup, penyakit ini juga membebani ekonomi warga dan bisa
fatal bagi penderitanya. Penyakit ginjal kerap tanpa gejala. Namun, insidensi dan
beban penyakit ini tinggi. Karena itu, menurut Ketua Perhimpunan Nefrologi
Indonesia Pringgodigdo Nugroho, penapisan awal penting guna menurunkan angka
kesakitan dan kematian akibat komplikasi penyakit ginjal kronis (Kompas,
15/3/2024). Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 850 juta
orang di seluruh dunia mengidap beberapa jenis penyakit ginjal. Penyakit ginjal
termasuk salah satu penyebab utama kematian. Dalam laman World Kidney Day
disebutkan, pada 2019 penyakit ginjal kronis (CKD) memicu lebih dari 3,1 juta kematian.
Hal ini menjadikannya menempati peringkat ketujuh dalam hal penyebab utama
kematian di seluruh dunia.
Beberapa tantangan yang dihadapi meliputi, antara lain, tingginya
beban biaya terapi, terbatasnya akses pengobatan dan tenaga kesehatan di fasilitas
kesehatan primer, kesenjangan informasi seputar penyakit itu, serta lemahnya
pencegahan dan diagnosis dini. Penanganan penyakit ginjal menimbulkan beban
anggaran kesehatan besar karena biaya tahunan per pasien untuk hemodialisis. Biaya
hemodialisis atau cuci darah di AS 88.195 USD, di Jerman 58.812 USD, dan di
Belgia 83.616 USD. Di Indonesia, mengutip data BPJS Kesehatan, biaya terapi
gagal ginjal meningkat dalam pembiayaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), pada tahun
2022 mencapai Rp 2,1 triliun dan naik menjadi Rp 2,9 triliun pada 2023. Sejumlah
studi membuktikan penapisan bisa efektif menurunkan risiko penyakit ginjal pada
tahap akhir, terutama pada populasi berisiko tinggi. Penapisan bisa melalui
pemeriksaan laboratorium dasar. (Yoga)
Dua Bulan Pertama, Impor Beras Naik Signifikan
Volume impor beras pada awal tahun ini meningkat signifikan seiring
penurunan produksi di tengah meningkatnya permintaan dan harga beras pada masa
Ramadhan-Lebaran. Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, impor
beras pada Januari-Februari 2024 mencapai 880.820 ton senilai 564,51 juta USD.
Dibanding Januari-Februari 2023, volume dan nilai impor komoditas itu naik
signifikan masing-masing 93 % dan 148,63 persen. ”Beras impor itu berasal dari Thailand
59,11 %, Pakistan 17,82 %, dan Myanmar 14,34 %,” ujarnya dalam konferensi pers
yang digelar secara hibrida di Jakarta, Jumat (15/3).
Tahun ini pemerintah menetapkan kuota impor beras 3,6 juta
ton, lantaran produksi beras pada 2023 turun dan pada Januari-April 2024
diperkirakan lebih rendah disbanding periode sama tahun lalu. BPS mencatat,
produksi beras nasional turun 440.000 ton atau 1,36 % dari 31,54 juta ton pada
2022 menjadi 31,1 juta ton pada 2023. Dari hasil kerangka sampel area, potensi
produksi beras nasional pada Januari-April 2024 sebesar 10,71 juta ton atau
turun 17,52 % dari Januari-April 2023 yang sebesar 12,98 juta ton.
Dalam rapat dengar pendapat di Komisi VI DPR, Perum Bulog
menyatakan sudah dan akan mendatangkan beras impor 1,3 juta ton yang akan
digunakan untuk menstabilkan harga beras dan bantuan beras bagi 22 juta
keluarga berpenghasilan rendah. Dirut Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengatakan,
awal tahun ini, Bulog telah mendatangkan 500.000 ton beras impor dari sisa
kuota impor tahun lalu. Hingga kini, Bulog juga telah merealisasikan kontrak
impor beras dengan sejumlah negara sekitar 800.000 ton. (Yoga)
Demi Silaturahmi, Siapkan Mudik dengan Serius
Idul Fitri yang jatuh pada pekan kedua April 2024 rasanya
kurang lengkap apabila tak menjalin silaturahmi dengan orangtua, sanak saudara,
dan handai tolan di kampung halaman. Pemerintah memperkirakan pergerakan
masyarakat 71,7 % total penduduk Indonesia atau 193,6 juta orang selama Lebaran
2024, meningkat dibanding pergerakan masyarakat saat Lebaran tahun lalu di 187
juta orang. Mayoritas di antaranya lebih memilih transportasi umum untuk menuju
kampung halaman. Tia (26), karyawati swasta, misalnya, sudah mereka-reka rencana
pulang ke kampung halaman di Medan, Sumut. Sejak awal Maret 2024, ia berburu
tiket pesawat di berbagai laman. ”Keuangan memang jadi seret jelang mudik.
Harga tiket pesawat sudah Rp 2 jutaan. Padahal, pesannya dari Maret, apalagi kalau
dekat hari-H Lebaran,” ujarnya, Kamis (14/3). Di luar tiket, ada pengeluaran lain
yang totalnya Rp 7 juta-Rp 8 juta. ”Jadi, tahun ini pastinya rindu suasana
Lebaran kumpul keluarga.
Alasan mudik itu, ya, karena cuma setahun sekali, masa tidak
bisa diusahakan mudik, apalagi buat yang masih punya orangtua dan masih
single,” ujarnya. Bayu (24), pegawai kantor pemerintahan, memutuskan mudik pada
Lebaran kali ini. Meski harus merogoh kocek lebih mahal lantaran terlambat memesan
tiket, ia tetap pulang kampung demi berjumpa orangtua dan menjalin silaturahmi
dengan sanak saudaranya. Pada mudik kali ini, Bayu mengeluarkan ongkos
transportasi Rp 1,4 juta atau dua kali lipat dari harga tiket normal. Ia baru
memesan tiket awal Maret 2024 lalu dan hanya tersisa tiket kereta api (KA)
Jakarta-Surabaya kelas eksekutif seharga Rp 710.000. Kedua pengalaman itu
mencerminkan bagaimana perencanaan keuangan mudik oleh masyarakat. Penasihat
keuangan sekaligus pendiri Oneshildt Financial Planning, Risza Bambang, menyarankan
pemudik menyiapkan diri sejak awal. Salah satunya dengan menghitung biaya yang akan
dikeluarkan, antara lain, biaya transportasi umum atau kendaraan pribadi,
akomodasi, serta biaya konsumsi selama perjalanan dan di kampung halaman.
Selain itu, ada biaya oleh-oleh, biaya zakat, biaya donasi atau
THR kepada orangtua dan sanak saudara, kebutuhan untuk pakaian yang berkaitan
dengan mudik, serta biaya jasa penjagaan rumah saat ditinggal mudik. Para
pemudik sebaiknya memperhitungkan tujuan mudik, waktu keberangkatan dan
kepulangan, hingga durasi selama di kampung halaman. Lebih lanjut, destinasi
yang akan dikunjungi selama mudik, pilihan akomodasi tinggal, detail jadwal,
dan jenis transportasi akan menentukan anggaran. ”Langkah selanjutnya adalah
menghitung secara detail dan akurat (keseluruhan biaya yang akan dikeluarkan).
Lalu, tambahkan dengan biaya tidak terduga, baik petty cash (kas kecil) lebih
kurang 10 % maupun asuransi perjalanan jika diperlukan,” ujarnya. Perlu dicatat
bahwa anggaran dibuat sesuai kebutuhan, bukan berdasarkan keinginan ”unjuk
gigi” di kampung. Aanggaran untuk mudik seyogianya mempertimbangkan biaya hidup
dan kebutuhan sehari-hari atau disesuaikan kemampuan finansial agar pengeluaran
tak melebihi dana yang disiapkan. (Yoga)
Penjualan Kurma Meningkat
Roda Ekonomi Si Lajang
Banyaknya warga Di China pada medio 2017 yang memutuskan
hidup sendiri dituding menghambat pertumbuhan ekonomi. Mereka bahkan dianggap
lebih malas bekerja karena tidak punya motivasi untuk menghidupi keluarga dan
membesarkan anak. Rama (32), pekerja swasta asal Jakarta, pernah memasang
target ingin menikah di usia 27 tahun. Namun, setelah ayahnya meninggal pada
tahun 2014, rencana hidup Rama berubah. Kini, Rama masih hidup lajang dan
santai. ”Sepertinya gue single itu lebih karena faktor mental. Gue merasa bokap
pergi terlalu cepat dan gue harus menggantikan posisinya di rumah. Sekarang jadi
lebih pengin habisin waktu sama nyokap dulu mumpung masih bisa bareng,”
ujarnya, Kamis (14/3). Sebagai pria lajang, Rama merasa pengeluarannya terhitung
tinggi.
Dalam sebulan, ia menghabiskan Rp 8 juta-Rp 10 juta hanya
untuk diri sendiri, seperti memenuhi hobi, bergaul, serta merawat dan
membahagiakan diri sendiri (self-care). Ia juga mengeluarkan uang untuk
keperluan rutin, seperti membayar tagihan listrik, air, dan internet. Meski tidak
menikah, ia juga punya tanggungan tidak langsung karena mesti membantu menghidupi
saudaranya. Gabriella Tessa (34) yang masih lajang karena pertimbangan mental
dan finansial merasa pengeluarannya terhitung banyak. Tidak hanya menghidupi
diri sendiri, ia juga membiayai perawatan ayahnya yang sakit dan membayar
berbagai kebutuhan rutin keluarganya. ”Kayaknya kalau jomblo itu konsumsinya
sedikit, tidak juga, ya. Generasi sekarang bukannya banyak yang hedon? Justru
karena single, semakin banyak duit dihabiskan untuk kesenangan pribadi. Jadi,
konsumsinya enggak kalah banyak sama yang berkeluarga,” ujarnya.
Seseorang yang lajang, bisa terimpit keharusan menjadi tulang
punggung keluarga, alias generasi sandwich, yang kini tidak memandang status
marital. Meski tanpa tanggungan resmi, belanjanya dapat menyerupai mereka yang
sudah berkeluarga karena mesti menghidupi anggota keluarga yang lain. Di sisi
lain, kesadaran untuk lebih merawat diri, menyenangkan diri, dan menikmati hidup
yang hanya sekali juga mendorong budaya konsumtif yang masif di kalangan
penduduk lajang. Apalagi, jika mereka memang sanggup secara finansial. Tren
melajang justru kini membuka peluang ekonomi baru yang menyasar konsumen
single. Mengutip kajian McKinsey Global Institute pada 2021, ada tren
kebangkitan ekonomi lajang (solo economy) secara global dengan ceruk pasar
menggiurkan, terutama di sektor hiburan, perawatan diri, horeka (hotel,
restoran, dan kafe), serta turisme.
Di Jepang, misalnya, tempat karaoke untuk satu orang dan restoran
barbeku dengan satu kursi dan satu alat pemanggang muncul di mana-mana. Di
China, penjualan produk rumah tangga berukuran kecil dan ringkas serta robot
pembersih bagi rumah tangga lajang naik berkali-kali lipat. Kaum single yang
awalnya dicela karena dianggap minim kontribusi mulai bangkit menjadi kekuatan
ekonomi baru yang menggerakkan konsumsi. Akan tetapi, untuk jangka panjang,
hidup menjomblo bukannya tanpa konsekuensi. Peneliti Lembaga Penyelidikan Ekonomi
dan Masyarakat FEB UI (LPEM FEB UI) Teuku Riefky mengatakan, bangkitnya
populasi lajang bisa menghambat pertumbuhan penduduk baru dan mengubah struktur
demografi. Dampaknya, potensi produktivitas dan suplai tenaga kerja di masa
depan bisa semakin rendah. (Yoga)
Dongkrak Minat Warga Naik Angkutan Umum
Minat masyarakat menggunakan transportasi umum masih minim.
Hal ini tak lepas dari moda transportasi yang belum terintegrasi, terutama
antara DKI Jakarta dan daerah satelit lainnya. Berbagai upaya dilakukan guna meningkatkan
minat warga Jakarta untuk beralih dari kendaraan bermotor ke moda transportasi
umum. Ahmad Nasrun (28), warga Kota Tangerang, terbiasa menggunakan kendaraan
pribadi dari tempat tinggalnya di Kota Tangerang menuju Jakbar. ”Dalam
keseharian, saya lebih memilih menggunakan motor daripada angkutan umum,” ujar
Ahmad, Jumat (15/3) karena pekerjaannya di bidang pemasaran menuntutnya
menjelajahi Jakarta. ”Jika dihitung, masih lebih hemat menggunakan sepeda
motor,” ujarnya.
Begitu juga Muhammad Husein (30) yang memilih menggunakan
sepeda motor dibanding kendaraan umum, karena dia harus memboncengkan sang
istri yang juga berkantor di lokasi sejalur dengan kantornya. Selain itu, dia
juga tak terbiasa dengan kondisi KRL yang berdesakan di jam padat. Apalagi
ketepatan waktu angkutan umum di Jakarta masih sulit diprediksi. Berdasarkan
data Dishub DKI Jakarta, penggunaan sepeda motor masih mendominasi. Dari 88
juta perjalanan per hari, penggunaan sepeda motor mencapai 68,3 %. Adapun
pengguna kendaraan umum hanya 18,45 %. Ketimpangan ini membuat permasalahan lalu
lintas, terutama kemacetan, masih terjadi.
Kepala Pusat Data Informasi Perhubungan Dishub DKI Jakarta
Susilo Dewanto memaparkan, berdasarkan Perda DKI Jakarta No 5 Tahun 2014 Pasal
8, untuk mewujudkan sistem transportasi yang efektif, efisien, lancar, dan
terintegrasi harus memenuhi target 60 % perjalanan penduduk menggunakan kendaraan
umum. Namun, dalam pelaksanaannya, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi,
seperti permukiman penduduk dan antarmoda angkutan massal yang belum
terintegrasi. Pemerintah terus berupaya meningkatkan cakupan angkutan umum, dengan
meningkatkan jumlah angkutan umum.
Ia mencontohkan total bus Transjakarta kini 4.543 unit. Jumlah
subsidi pelayanan Transjakarta bertambah dari Rp 663 miliar (2015) menjadi Rp
3,2 triliun (2023). Menurut Kadis Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo, untuk
menekan penggunaan kendaraan pribadi, pemerintah melakukan pembatasan kendaraan
bermotor yang diimplementasikan dalam bentuk ganjil genap. Beragam upaya untuk
mendongkrak minat masyarakat menggunakan angkutan umum harus dilakukan cermat
dan cepat. Harapannya, mobilitas warga tidak terganggu akibat gagalnya sistem
angkutan di Jakarta. Untuk mewujudkannya, butuh peran semua (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









