Ekonomi
( 40465 )Bank Mandiri Genjot Penyaluran Pembiayaan Rumah Subsidi
PT Bank Mandiri Tbk akan menggenjot penyaluran pembiayaan rumah subsidi berskema Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) pada 2024. Bank pelat merah itu ingin membantu pemerintah dalam mewujudkan Program Sejuta Rumah (PSR). “Pada 2024, untuk kredit pemilikan rumah (KPR) FLPP, kami ditargetkan 1.000 unit tiap bulan, lebih banyak dari target tahun lalu. Pastinya kami terus mencoba menyalurkan lebih banyak lagi KPR FLPP untuk mendorong masyarakat meimliki rumah,” kata Ayu Pertiwi, Vice President Consumer Loan PT Bank Mandiri, baru-baru ini.
Ayu menambahkan, peran bank masih dibutuhkan untuk mendukung masyarakat memiliki rumah. “Apalagi data BI menyebutkan lebih dari 75 % pembelian rumah memakai KPR,” tutur dia. Ayu mengatakan, pada 2024, Bank Mandiri Menargetkan pertumbuhan penyaluran KPR 25 % lebih banyak dari tahun 2023. Bank pelat merah ini ingin tumbuh di atas rata-rata pertumbuhan industri perbankan. (Yetede)
Harga Minyak Melesat, Saham Energi Kian Panas
Harga minyak dunia yang terus menanjak memberi berkah bagi saham-saham energi seperti PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC), PT Energi Mega Persada TBK (ENRG), PT Elnusa Tbk (ELSA) dan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) yang mencatatkan peningkatan dalam beberapa hari terakhir. Konsensus analis sepakat, empat saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan dan masih akan memberikan cuan besar. Berdasarkan data RTI, saham MEDC ditutup menguat 9,02 % ke posisi penutupan perdagangan Kamis (14/3), disusul ENRG yang naik 6,73 % ke posisi Rp 222, saham ELSA meningkat 2,65 % ke level Rp 388, dan PGAS naik 2,58 % menjadi 1.195.
Stockbit dalam ulasannya menyebut penguatan harga saham energi terjadi seiring kenaikan harga minyak Brent sebesar 2,6 % ke level USD 83,03 per barel pada perdagangan Rabu (13/3). Investment Analyst Stockbit Hendriko Gani mengatakan, “Dengan permintaan yang kuat dan penurunan stock minyak AS, Harga minyak global berpotensi melanjutkan penguatan harga dan dapat memberi katalis positif bagi kinerja produsen migas, seperti MEDC dan ENRG,” pada Kamis (14/3). (Yetede)
Sektor Parekraf Ikut ramaikan Investasi di IKN
Investasi sektor parekraf di Ibu Kota Nusantara (IKN) Penajam Paser Utara, Kaltim, mencapai Rp 5,3 triliun. Itu menjadi bagian total investasi di IKN yang hingga Februari 2024 telah mencapai Rp 49,8 triliun-Rp 52,2 triliun. “Ada komitmen investasi parekraf di IKN yang telah hadir, yang dijaring melaui Tourism Investment Forum (ITIF) 2023 dan untuk IKN sendiri ada Rp 5,3 triliun,” ujar Menparekraf Sandiaga Uno di Jakarta, Kamis (14/3).
Investasi tersebut dikucurkan oleh PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) sebesar 5 triliun serta Jambuluwuk Hotels and Resort sebesar Rp 300 miliar. Keduanya diproyeksikan bakal menyelesikan pembangunan hotel berbintang lima di kawasan IKN sebelum peringatan Hari Kemerdekaan RI ke 79 pada 17 Agustus 2024. Dari total PDB Kaltim tahun lalu Rp 524 triliun, pariwisata berkontribusi Rp 9,14 triliun dan ekraf Rp 29,43 triliun. (Yetede)
Hati-Hati Potensi Lanjut Melemah
Bank BUMN Jadi Tumpuan Setoran Dividen
Setoran dividen badan usaha milik negara (BUMN) ke kas negara masih lancar. Namun, kontribusi BUMN tidak sama rata. Sebab, perusahaan pelat merah di sektor perbankan masih menjadi tumpuan. Misalnya, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang akan membagikan dividen senilai Rp 48,1 triliun dari laba bersih tahun buku 2023. Angka itu setara 79,63% dari total laba 2023 yang senilai Rp 60,4 triliun. Adapun dividen senilai Rp 25,71 triliun akan disetorkan ke kas negara setara 53% dari kepemilikan saham pemerintah di Bank BRI. Per 18 Januari 2024, BBRI telah menyetorkan dividen Rp 6,77 triliun ke negara. Adapun selebihnya Rp 18,94 triliun dibayarkan pada 28 Maret 2024. Ada pula PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang akan menyetorkan dividen ke kas negara senilai Rp 17,18 triliun, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp 6,27 triliun dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) sebesar Rp 420,11 miliar. Berdasarkan catatan Kementerian Keuangan (Kemkeu), setoran dividen yang masuk ke kas negara dari BBRI pada pertengahan Januari tersebut setara 7,89% dari target penerimaan kekayaan negara yang dipisahkan (KND) pada tahun ini. Dalam APBN 2024, target penerimaan KND yang terdiri dari dividen BUMN dan pendapatan dari KND lainnya ditetapkan sebesar Rp 85,84 triliun.
Menurut Kemkeu dalam dokumen berjudul APBN Kita Edisi Februari 2024, perekonomian nasional yang pulih pada 2023 mendatangkan laba signifikan bagi BUMN. Khususnya sektor perbankan. Menilik data Kemkeu pula, setoran dividen BUMN perbankan (Himbara) di 2023 mencapai Rp 40,84 triliun dan menjadi penyumbang utama dividen BUMN ke negara. Sementara setoran dividen BUMN non perbankan tercatat Rp 41,22 triliun. Peneliti Senior Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Etikah Karyani Suwondo menjelaskan, pencapaian kinerja dividen BUMN masih didominasi sumbangan dari kelompok blue chips BUMN, seperti Himbara dan PT Pertamina (Persero). Oleh sebab itu, menurut dia, setoran dividen BUMN yang dipatok pemerintah pada APBN 2024 masih bisa tercapai. "Setoran BUMN ke negara pada 2024 dari tahun buku 2023 diperkirakan naik menjadi Rp 85 triliun," ujar Etikah kepada KONTAN, Kamis (14/4). Analis Senior Indonesia Strategic and Economic Action Institution Ronny P Sasmita memperkirakan setoran dividen pada tahun ini tidak akan terlalu jauh berbeda dengan realisasi pada tahun lalu. Dia menduga bahwa setoran dividen BUMN ke kas negara pada tahun ini bisa mencapai Rp 80 triliun-Rp 90 triliun.
TAKTIS KALA PASAR BULLISH
Kinerja bullish sejumlah instrumen investasi belakangan ini membuka kesempatan bagi investor untuk mengevaluasi kembali portofolio mereka. Hal tersebut krusial mengingat momentum tersebut berbarengan dengan Ramadan dan perayaan Lebaran yang lazim membuat pengeluaran menjulang. Salah satu bukti geliat sektor investasi terlihat dari pasar saham dengan indeks harga saham gabungan (IHSG) yang ditutup menguat 0,16% secara harian ke 7.433 pada Kamis (14/3), dengan level tertinggi menyentuh 7.454 atau rekor baru sepanjang tahun ini. Rekor pergerakan IHSG sebelumnya tercapai pada perdagangan perdana tahun 2024, susut sesaat, lalu kembali terangkat pada pekan lalu. Pada kelas aset lainnya, yakni Bitcoin, Bloomberg mencatat trennya konsisten menanjak sejak awal tahun dan rekor baru terus pecah, selumbari aset digital itu mencapai harga US$73.275. Namun, perdagangan kemarin, turun 0,4% menyentuh US$72.865. Merespons ‘gelombang pasang’ kinerja aset keuangan itu, CEO MRE Financial & Business Advisory Mike Rini Sutikno menyarankan agar investor tetap berhati-hati mengelola keuangan dan berinvestasi, terutama saat momen Ramadan dan Idulfi tri yang membutuhkan dana tinggi. Selain itu, dia menilai investor perlu melihat kembali kesesuaian tujuan keuangan jangka pendek dan panjang sehingga bisa memilih aset secara tepat. Untuk investasi jangka pendek, di bawah setahun, alokasi dana tertuju pada aset berisiko rendah seperti reksa dana pasar uang, deposito, dan SBN ritel. Jika membandingkan ketiga instrumen tersebut, maka hingga Jumat (8/3), kinerja indeks reksa dana pasar uang memberikan pertumbuhan 0,88% secara tahun berjalan.
Adapun, imbal hasil deposito mengacu pada kenaikan imbal hasil penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sebesar 0,64% pada periode yang sama. Lalu, Surat Berharga Negara (SBN) ritel jenis Sukuk Ritel seri SR020, yang kini sedang ditawarkan pemerintah, menawarkan kupon sebesar 6,3% dalam setahun untuk tenor 3 tahun dan 6,4% untuk tenor 5 tahun.
Senada, Head OLT III Jakarta Mandiri Sekuritas Ahmad Rasyid Abidin mengatakan momen saat ini merupakan momen perpindahan aset. Dia berujar saat ini investor saham tengah mengalihkan portofolionya ke instrumen kripto. Akan tetapi, lanjutnya, apabila investor memilih investasi jangka panjang maka momen saat ini tak dipergunakan untuk pindah aset atau switching.
Rasyid juga menyarankan investor untuk melakukan diversifi kasi ke instrumen lain yang tengah bullish tahun ini seperti emas, atau kripto. Untuk emas, J. P. Morgan Chase & Co. menjagokan logam mulia karena diperkirakan bisa mencapai US$2.500 per ounce pada 2024. Dengan catatan, terjadi peralihan kebijakan The Fed menuju pelonggaran moneter. Kemudian, Bloomberg meramalkan Bitcoin penguatan berlanjut ke US$80.000 dalam jangka pendek. Perihal potensi penguatan lanjutan Bitcoin, Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Sanjaya berharap efek rambatannya ke transaksi kripto di Tanah Air.
Meskipun menawarkan potensi cuan, Perencana Keuangan Finansia Consulting Eko Endarto memperingatkan agar investor memperhatikan profi l risiko sebelum menanamkan modalnya.
Waspada dalam Euforia
Suasana lantai bursa pada sesi perdagangan sejak Rabu (13/3) sampai kemarin, benar-benar luar biasa. Indeks harga saham gabungan alias IHSG berulangkali menembus rekor tertinggi di tengah gerak bursa Asia yang berfluktuasi. Gerak IHSG bahkan sempat menembus all time high (ATH) sebelum ditutup di posisi 7.433,31, kemarin. Sepanjang perdagangan, indeks bergerak di level 7.380—7.454. gairah panas IHSG mendorong saham-saham emiten turut menghijau. Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak 13 miliar saham telah beredar dengan nilai Rp10,9 triliun yang dibukukan dari total 1,27 juta transaksi. Kinerja IHSG ditopang oleh 284 saham naik, 247 saham turun, dan 393 stagnan. Di tengah kegembiraan pasar finansial yang bersejarah, dengan IHSG yang menembus angka psikologis 7.436, mata uang kripto Bitcoin juga mencapai puncak baru di level US$72.000 sekeping. Adakah komoditas lain yang berseri-seri? Tentu. Harga emas juga melewati batas US$2.206 per troy ounce. Semua senang berada dalam pasar yang volatile. Namun, di balik euforia itu, para investor sesungguhnya dihadapkan pada dinamika pasar yang menantang. Penawaran SBN ritel seri SR020 juga menjadi titik fokus prospeknya instrumen karena SBN menawarkan alternatif investasi bagi mereka yang mencari keamanan di tengah volatilitas pasar seperti sekarang. Kenaikan jumlah uang beredar di Indonesia, yang mencapai Rp1.051,68 triliun atau naik 9,21% pada Januari 2024 (year-on-year/YoY), menandakan konsumen dan pemerintah, siap tidak siap, akan menghadapi musim belanja besar-besaran dengan harga yang ikut melambung tinggi di kelompok sembako. Di tengah kondisi pasar yang euforia, investor tetap perlu menggunakan akal sehat dan tidak didikte emosi. Salah satunya dengan menerapkan strategi yang seimbang antara ekspansi dan konservasi. Diversifikasi portofolio menjadi kunci, tidak hanya di antara kelas aset yang berbeda tetapi juga dalam aset yang sama untuk menyeimbangkan risiko dan imbal hasil. Menimbang fenomena kenaikan IHSG di atas, potensi emas sebagai lindung nilai, dan volatilitas Bitcoin, investor sebaiknya perlu mempertimbangkan komposisi aset yang adaptif terhadap perubahan pasar. Kinerja aset ke depannya akan sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk kebijakan moneter The Fed, dinamika pasar global, serta kondisi ekonomi domestik yang dipengaruhi oleh konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri. Proyeksi penurunan suku bunga acuan The Fed pada paruh kedua 2024 dapat memberikan dorongan bagi likuiditas pasar dan memicu apresiasi lebih lanjut pada aset-aset berisiko. Pada intinya, pendekatan yang berhati-hati di tengah euforia pasar dan tetap proaktif akan memungkinkan investor memanfaatkan peluang sekaligus meminimalkan risiko. Diversifikasi, analisis mendalam, dan pemahaman yang kuat tentang dinamika pasar selalu menjadi kunci sukses dalam investasi pada periode yang penuh tantangan ini.
SURVEI PENJUALAN RIIL BI : SIAGA LESATAN HARGA BARANG
Ekspektasi kenaikan harga pada bulan depan mencapai angka tertinggi. Jika tak segera diantisipasi pemangku kebijakan, situasi ini bakal makin menekan daya beli masyarakat dan konsumsi rumah tangga yang bermuara pada tereduksinya laju ekonomi. Ekspektasi kenaikan harga itu tampak pada Survei Penjualan Eceran Februari 2024 yang dirilis Bank Indonesia (BI). Dalam survei itu, Indeks Ekspektasi Harga pada 3 bulan ke depan yang dihitung dari Januari 2024 mencapai 165,9. Angka itu merupakan level tertinggi baru yang dicatatkan oleh bank sentral, sehingga apabila tidak diantisipasi bakal mengganggu soliditas ekonomi nasional. Apalagi, pada saat bersamaan juga terjadi momentum Ramadan dan Idulfitri yang secara historis mengatrol harga jual barang seiring dengan meningkatnya permintaan. Kalangan ekonom pun menyarankan kepada pemerintah untuk menjamin pasokan pangan atau barang kebutuhan lainnya sehingga meski terjadi kenaikan harga masih dapat diakses oleh konsumen. Ekonom Center of Economic and Law Studies Nailul Huda, mengatakan kenaikan harga pada Ramadan dan Idulfitri tidak bisa dihindari karena merespons tingginya permintaan. Maka untuk mengantisipasi perlambatan agar tidak terlalu jauh, pemerintah perlu untuk menyiapkan stok pangan, terutama beras dan daging sapi. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Yusuf Rendy Manilet, menambahkan faktor Ramadan relatif lebih besar dalam menyumbang kenaikan harga. Menurutnya, hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah adalah menekan harga kebutuhan pangan yang saat ini tengah tinggi. Operasi pasar menjadi solusi jangka pendek yang perlu lebih intensif dilakukan. Dalam tahap ini, penyesuaian pola konsumsi itu tentu akan memengaruhi aktivitas ekonomi dan pencapaian target PDB sepanjang tahun ini. Sementara itu, Asisten Gubernur Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono, mengatakan selain April 2024, Indeks Ekspektasi Harga juga diproyeksikan meningkat pada Juli mendatang. Hal itu didorong oleh kenaikan harga saat Idulfitri 2024, sementara peningkatan Juli didorong oleh liburan sekolah dan dimulainya tahun ajaran baru.
IZIN USAHA PERTAMBANGAN KHUSUS : Beleid Penjamin Operasi PTFI
Pemerintah tengah mempercepat proses revisi aturan guna memastikan perpanjangan izin usaha pertambangan khusus (IUPK) PT Freeport Indonesia lantaran beleid saat ini hanya mengakomodir perpanjangan operasi bisa dilakukan pada 2036. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia mengatakan bahwa pembahasan perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia akan segera rampung. Bahlil menyampaikan, saat ini untuk perpanjangan Freeport masih menunggu revisi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 96 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara. Pemerintah bakal melepas aturan ihwal batas waktu permohonan perpanjangan IUP/IUPK yang saat ini ditenggat lima tahun sebelum berakhirnya masa kontrak izin usaha pertambangan mineral dan batu bara. Manuver itu diambil untuk mengakomodasi percepatan perpanjangan kontrak untuk PT Freeport Indonesia yang sudah mendapat restu dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi saat bertemu dengan Chairman and Chief Executive Officer Freeport-McMoRan Inc. (FCX) Richard Adkerson di Hotel Waldorf Astoria, Washington DC, Amerika Serikat, pada medio November 2023. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan bahwa pemerintah tengah mematangkan Revisi Peraturan Pemerintah Nomor 96/2021 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.
PENERIMAAN NEGARA BUKAN PAJAK : KKP Nilai Pelaku Usaha Perikanan Tak Jujur
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan sistem pelaporan mandiri pelaku usaha penangkapan perikanan menyebabkan realisasi pendapatan negara bukan pajak pada 2023 merosot 9,1% secara tahunan menjadi Rp1,69 triliun.Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) khususnya PNBP perikanan tangkap mengalami penurunan yang cukup tajam, tetapi masih di atas Rp600 miliar. Menurutnya, susutnya PNBP perikanan tangkap lantaran banyak pelaku usaha yang tidak jujur dalam melapor besaran nilai pungutan hasil perikanan pascaproduksi.
Mekanisme kutipan PNBP di sektor perikanan mengacu Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 2/2023 tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengenaan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian Kelautan dan Perikanan yang Berasal dari Pemanfaatan Sumber Daya Alam Perikanan mengubah mekanisme PNBP pungutan hasil perikanan (PHP). Awalnya, PNBP PHP ditarik saat praproduksi, atau pada saat surat izin penangkapan ikan (SIPI) dikeluarkan.
Besaran nilai pungutan dihitung secara mandiri oleh pelaku usaha perikanan tangkap, melalui aplikasi yang disediakan oleh kementerian dengan formula: indeks tarif x nilai produksi ikan pada saat didaratkan.Di sisi lain, dia membantah bahwa merosotnya jumlah realisasi PNBP di 2023 disebabkan oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 11/2023 tentang Penangkapan Ikan Terukur. Mengingat, aturan ini belum diberlakukan.
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









