;
Kategori

Ekonomi

( 40846 )

Deindustrialisasi Dini

22 Mar 2024

Ekonomi Indonesia pernah mengalami industrialisasi pada masa Orde Baru yang diawali dengan pembangunan berencana 1970-an. Sejak 1996, Indonesia sudah tergolong negara berkembang yang berhasil menjalankan industrialisasi meski masih tahap awal. Peranan sektor industri yang tinggi itu bahkan masih bertahan setelah Indonesia mengalami krisis moneter 1997/1998. Peranan sektor industri meningkat sampai 29,6 % PDB pada 2001 karena sektor tersier dan primer melambat lebih besar. Pasca-2001, peranan sektor industri terus menurun.  Deindustrialisasi dini yang terjadi di Indonesia mirip beberapa negara  Amerika Latin. Di Brasil, peranan sektor industri terhadap PDB mencapai puncaknya sebesar 34 % tahun 1984, kemudian menurun tajam hanya 11 % pada 2022.

Deindustrialisasi dini, termasuk yang terjadi di Indonesia, disebabkan beberapa faktor pokok, antara lain, pertama, fenomena Dutch disease, dimana industrialisasi negara yang kaya SDA terhambat karena naiknya harga komoditas di pasar global, mengakibatkan perdagangan komoditas primer jauh lebih menguntungkan daripada membangun industri. Pembangunan ekonomi yang sebelumnya mulai bertumpu pada industri beralih kembali ke sektor primer. Kedua, meningkatnya persaingan global di bidang manufaktur. Sejak awal dekade 1990-an, persaingan produk manufaktur dunia meningkat dengan pesatnya pembangunan industri di China. Industri manufaktur China yang awalnya mengandalkan biaya murah jadi pesaing berat produk manufaktur global. Ketiga, tidak adanya strategi pengembangan industri yang terarah.

Dari perkembangan manufaktur global dan Indonesia, pemerintah mendatang perlu mengembalikan sektor industri sebagai penggerak utama ekonomi. Tak ada jalan lebih cepat dari industrialisasi untuk jadi negara pendapatan tinggi dan maju. Dua langkah pokok perlu diambil. Pertama, revitalisasi industri secara konkret dan berspektrum luas (broad based). Kedua, pengembangan industri berbasis SDA. Hilirisasi yang dijalankan perlu dikembangkan lebih lanjut. Tidak hanya berhenti pada barang antara, tetapi juga pada barang akhir yang bernilai tinggi agar nilai tambah yang dihasilkan dapat dimanfaatkan oleh nasional. Di sini penguasaan teknologi menjadi tantangan besar. Dengan posisi tawar berupa penguasaan SDA yang kuat, transfer teknologi bisa diwujudkan dengan baik. (Yoga) 

Tunda Kenaikan Tarif PPN

22 Mar 2024

Kenaikan tariff pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 % tahun 2025 dan saat ini 11 % memang bisa menambah pendapatan negara. Akan tetapi kebijakan ini memiliki sejumlah efek negatif antara lain, pelemahan konsumsi masyarakat hingga industri manukfaktur. Di Indonesia, peran konsumsi masyarakat sangat strategis, menyumbang 50 % lebih PDB nasional, jauh di atas investasi dan ekspor. Artinya, jika   konsumsi masyarakat mengalami kontraksi, pertumbuhan ekonomi melambat, demi menjaga pertumbuhan ekonomi 5 %, konsumsi masyarakat wajib dijaga.

Hitungan Institute for Development of Economics and Finance (Indef), kenaikan tariff PPN 1 % menggerus pertumbuhan ekonomi sebesar 0,17 %. Sementara kenaikan pajak bakal menambah beban dunia usaha, terutama sektor manufaktur. Imbasnya, harga produk manufaktur bisa membengkak jauh di atas kenaikan tariff PPN sebesar 1 %, yang mengakibatkan penjualan manufaktur, terutama subsector unggulan seperti otomotif berpotensi merosot. Karenanya, Ketua umum Aneka Industri Keramik Indonesia (Asaki) Edi Suyanto, dengan tegas meminta kenaikan PPN 12 % ditunda sampai perekonomian nasional dan daya beli masyarakat pulih. (Yetede)

The Fed Pastikan Tiga Kali Penurunan Suku Bunga

22 Mar 2024
Gubernur The Federal Reserve (The Fed) Jerome Powell pada Rabu (20/03/2024) waktu setempat mengatakan, data inflasi yang tertinggal baru-baru ini tidak mengubah tren pelanggaran tekanan harga-harga secara bertahap di Amerika Serikat. Alhasil bank sentral AS tersebut memastikan rencana untuk tiga kali menurunkan suku bunga acuan di tahun ini, dan menegaskan pertumbuhan ekonomi yang solid akan terus berlanjut. The Fed dalam pengumuman hasil pertemuan  kebijakan Maret 2023 itu, sesuai perkiraan, mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 5,25% dan merilis proyeksi baru ekonomi kuartalan yang  menunjukkan para pejabat The Fed memperkirakan ekonomi AS tumbuh 2,1% di tahun ini. Angka proyeksi itu melampaui potensi jangka panjang ekonomi AS dan naik signifikan dibandingkan pertumbuhan 1,4% pada Desember tahun lalu. (Yetede)

Chandra Asri Amankan Pasokan Bahan Baku untuk Tiga Tahun

22 Mar 2024

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berhasil mengamankan pasokan garam selama tiga tahun untuk bahan baku pabrik chlor-alkali perseroan di Cilegon, Banten. Garam yang digunakan untuk memproduksi soda kaustik atau soda api ini akan dipasok dari Proyek Mardie Salt & Potash di pantai Pilbara, Australia Barat, milik BCI Minerals Limited.

Dalam perjanjian kontrak yang disepakati pada Rabu (20/3) BCI Minerals bakal memasok 300.000 ton garam per tahun kepada Chandra Asri di tahun pertama,naik pada tahun kedua menjadi 600.000 ton garam per tahun dan pada tahun ketiga akan disesuaikan dengan perkembangan pabrik chlor-alkali

“Kemitraan ini mengukuhkan posisi kompetitif kami sebagai pemimpin pasar melalui rencana kami yang sedang berjalan untuk mengembangkan pabrik caustic soda dan ethylene dichloride berskala global,” kata CEO Chandra Asri Group, Erwin Ciputra dalam keterangan resminya, Kamis (21/3). (Yetede)

Optimisme Meningkatkan Kinerja Investasi

22 Mar 2024

Pemerintah optimistis investor tetap berminat untuk menanamkan modal di Indonesia pasca pemilu 2024. Pada tahun ini pemerintah menargetkan realisasi investasi sebesar Rp 1.650 triliun untuk mendukung pertumbuhan ekonomi mencapai 5,2 %. Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah terus menggenjot kinerja investasi. Apalagi investasi memiliki peran vital terhadap laju perekonomian nasional.

“Investasi kan jangka menengah panjang, saya rasa dengan situasi di Indonesia, investasi tetap terus berjalan,” kata Airlangga di kantornya, Kamis (21/3). Airlangga mengatakan, dari hasil pembicaraan dengan investor, dia melihat investor tetap memiliki minat tinggi untuk menjalankan investasi di Indonesia, bahkan gairah investor menjalani kegiatan usaha tidak terganggu dengan kontestasi pemilu. (Yetede)

Awal Tahun Simpanan Jumbo Kembali Naik

22 Mar 2024
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat simpanan jumbo di perbankan mencapai Rp4.521 trliun, tumbuh 6,3% secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2023 yang tumbuh 3,5% (yoy). Meski secara tahunan tumbuh, simpanan dengan tiering nominal di atas Rp 5 miliar atau simpanan jumbo per Januari ini turun 0,3% (month to month/mtm) atau year to date (ytd) menurun senilai Rp 12 triliun dari Rp 4.533 triliun di posisi Desember 2023. Sementara itu, dari tiering simpanan, nominal simpanan terbesar terdapat pada tiering simpanan di atas Rp 5 miliar yang mencakup 53,3% total simpanan. "DPK (dana pihak ketiga) sekarang membaik dari tahun lalu  walau enggak signifikan, tapi ada perbaikan bottoming out," ucap Keta Dewan Komisioner LPS Purbaya Yudhi Sadewa, di jakarta. (Yetede)

Awal Tahun Simpanan Jumbo Kembali Naik

22 Mar 2024

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat anggaran simpanan jumbo di perkirakan mencapai Rp 4.521 triliun, tumbuh 6,3 % secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2023 yang tumbuh 3,5 % (yoy). “DPK (dana pihak ketiga) sekarang membaik dari tahun lalu, walau ngga signifikan tapi ada perbaikan bottoming out,” ucap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya, Yudhi Sadewa di Jakarta, Kamis (21/3). Menurut dia, kuartal I tahun ini DPK akan kembali ke level normal 6-7 %. Sedang pada semester II, likuiditas perbankan kembali longgar dengan pertumbuhan DPK lebih tinggi.  (Yetede)

Kementerian Investasi Sudah Terbitkan 8,1 Juta NIB

22 Mar 2024

Kementerian Investasi/BKPM mencatat rekor baru penerbitan Nomor Induk Berusaha (NIB) yang tembus di angka 8 juta NIB. Hingga tanggal 20 Maret 2024, total NIB terbit mencapai 8.131.284. NIB yang terbit didominasi oleh usaha mikro sejumlah 7.809.869 NIB, diikuti usaha kecil sejumlah 202.249 NUB, usaha besar 52.247 NIB dan usaha menengah 24.897 NIB.

Staf Khusus dan Jubir kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa mengatakan, pertumbuhan NIB dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan ekonomi nasional. Dengan memiliki NIB, pelaku usaha tersebut dapat bertransformasi dari sektor informal ke sektor formal. (Yetede)

Jasa Marga Proyeksi 1,86 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek

22 Mar 2024

PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi jumlah kendaraan yang keluar wilayah Jabodetabek pada periode arus mudik H-7 hingga H-2 Hari Raya Idul Fitri 1445 H (periode 3 April-11 April 2024) mencapai 1,86 juta kendaraan atau naik 54,13 % dari kondisi normal dan mengalami kenaikan 5,94 % dari periode lebaran 2023.

Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa MArga Lisye Octaviana menjelaskan, prediksi puncak arus mudik jatuh pada H-4 Hari Raya Idul Fitri 1445 H atau pada hari Sabtu, 6 April 2024 dengan lalu lintas mencapai 259.000 kendaraan di empat gerbang tol (GT) utama, naik 66,8 % terhadap normal.  (Yetede)

Injeksi Modal untuk BUMN

22 Mar 2024

Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan penyertaan modal negara (PMN) tambahan untuk perusahaan BUMN tahun 2024 senilai Rp 13,6 triliun. Sebelumnya, pemerintah dan DPR menyepakati PMN 2024 sebesar Rp 28,16 triliun untuk tiga perusahaan. Selain itu, pemerintah mengusulkan PMN 2025 senilai Rp 44,2 triliun.    Erick menyebutkan setoran dividen dari semua BUMN lebih besar dibanding PMN yang dikucurkan pemerintah. “Porsinya kurang-lebih 55 % (dividen) banding 45 % (PMN)," ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, 19 Maret 2024.

Data pemerintah menunjukkan dividen yang disetor BUMN pada 2023 sebesar Rp 81,2 triliun, naik dua kali lipat dari setoran dividen 2022 di Rp 39,7 triliun. Namun porsinya tidak merata. Hampir separuh dividen berasal dari BUMN perbankan yang menyetor Rp 40,84 triliun. Sementara itu, setoran dividen dari gabungan BUMN non-perbankan senilai Rp 41,22 triliun. Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal menuturkan penyaluran PMN harus dilakukan secara selektif dan diberikan kepada perusahaan dengan kinerja yang sehat secara keuangan, teknis, serta kelembagaan. (Yetede)