Ekonomi
( 40733 )Awal Tahun Simpanan Jumbo Kembali Naik
Awal Tahun Simpanan Jumbo Kembali Naik
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mencatat anggaran simpanan jumbo di perkirakan mencapai Rp 4.521 triliun, tumbuh 6,3 % secara year on year (yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan posisi Desember 2023 yang tumbuh 3,5 % (yoy). “DPK (dana pihak ketiga) sekarang membaik dari tahun lalu, walau ngga signifikan tapi ada perbaikan bottoming out,” ucap Ketua Dewan Komisioner LPS Purbaya, Yudhi Sadewa di Jakarta, Kamis (21/3). Menurut dia, kuartal I tahun ini DPK akan kembali ke level normal 6-7 %. Sedang pada semester II, likuiditas perbankan kembali longgar dengan pertumbuhan DPK lebih tinggi. (Yetede)
Kementerian Investasi Sudah Terbitkan 8,1 Juta NIB
Kementerian Investasi/BKPM mencatat rekor baru penerbitan
Nomor Induk Berusaha (NIB) yang tembus di angka 8 juta NIB. Hingga tanggal 20
Maret 2024, total NIB terbit mencapai 8.131.284. NIB yang terbit didominasi
oleh usaha mikro sejumlah 7.809.869 NIB, diikuti usaha kecil sejumlah 202.249
NUB, usaha besar 52.247 NIB dan usaha menengah 24.897 NIB.
Staf Khusus dan Jubir kementerian Investasi/BKPM Tina Talisa
mengatakan, pertumbuhan NIB dapat berkontribusi dalam mendorong kemajuan
ekonomi nasional. Dengan memiliki NIB, pelaku usaha tersebut dapat
bertransformasi dari sektor informal ke sektor formal. (Yetede)
Jasa Marga Proyeksi 1,86 Juta Kendaraan Keluar Jabodetabek
PT Jasa Marga (Persero) Tbk memprediksi jumlah kendaraan yang
keluar wilayah Jabodetabek pada periode arus mudik H-7 hingga H-2 Hari Raya
Idul Fitri 1445 H (periode 3 April-11 April 2024) mencapai 1,86 juta kendaraan
atau naik 54,13 % dari kondisi normal dan mengalami kenaikan 5,94 % dari
periode lebaran 2023.
Corporate Communication & Community Development Group
Head Jasa MArga Lisye Octaviana menjelaskan, prediksi puncak arus mudik jatuh
pada H-4 Hari Raya Idul Fitri 1445 H atau pada hari Sabtu, 6 April 2024 dengan
lalu lintas mencapai 259.000 kendaraan di empat gerbang tol (GT) utama, naik
66,8 % terhadap normal. (Yetede)
Injeksi Modal untuk BUMN
Menteri BUMN Erick Thohir mengusulkan penyertaan modal negara
(PMN) tambahan untuk perusahaan BUMN tahun 2024 senilai Rp 13,6 triliun.
Sebelumnya, pemerintah dan DPR menyepakati PMN 2024 sebesar Rp 28,16 triliun
untuk tiga perusahaan. Selain itu, pemerintah mengusulkan PMN 2025 senilai Rp
44,2 triliun. Erick menyebutkan
setoran dividen dari semua BUMN lebih besar dibanding PMN yang dikucurkan
pemerintah. “Porsinya kurang-lebih 55 % (dividen) banding 45 % (PMN),"
ujar Erick saat rapat kerja dengan Komisi VI DPR, 19 Maret 2024.
Data pemerintah menunjukkan dividen yang disetor BUMN pada
2023 sebesar Rp 81,2 triliun, naik dua kali lipat dari setoran dividen 2022 di
Rp 39,7 triliun. Namun porsinya tidak merata. Hampir separuh dividen berasal
dari BUMN perbankan yang menyetor Rp 40,84 triliun. Sementara itu, setoran
dividen dari gabungan BUMN non-perbankan senilai Rp 41,22 triliun. Direktur
Eksekutif Center of Reform on Economics Mohammad Faisal menuturkan penyaluran
PMN harus dilakukan secara selektif dan diberikan kepada perusahaan dengan
kinerja yang sehat secara keuangan, teknis, serta kelembagaan. (Yetede)
Jalan Panjang Selamatkan Wijaya Karya
Upaya penyehatan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masih panjang.
Setelah restrukturisasi hingga penyuntikan modal dari kas negara, pemerintah
kini menggantungkan harapan pada konsolidasi BUMN sektor konstruksi atau BUMN
karya untuk mengurangi beban utang. Keuangan Wijaya Karya dalam kondisi tak
sehat. Merujuk laporan keuangan perusahaan hingga akhir kuartal III 2023, total
utang tercatat Rp 55,7 triliun. Nilainya 83,5 % total aset perusahaan yang sebesar
Rp 66,6 triliun. Merujuk pada ketentuan OJK mengenai keuangan yang sehat, total
utang seharusnya tak lebih dari 50 % dari total nilai aset
Sejak awal tahun ini, upaya untuk mengurangi beban utang
mulai terlihat. Emiten berkode WIKA ini berhasil meraih kesepakatan dengan
perbankan untuk merestrukturisasi utang. Pada Januari, perusahaan meneken
perjanjian dengan 11 bank dan disusul dengan empat bank pada Februari lalu.
Nilainya Rp 20,79 triliun, yang terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp 17,3
triliun, fasilitas pinjaman tunai senilai Rp 2,1 triliun, serta bunga yang
ditangguhkan senilai Rp 1,3 triliun.
Secara bersamaan, perusahaan mengurus perpanjangan pembayaran
pokok obligasi dan sukuk yang jatuh tempo. Kesepakatan restrukturisasi surat
utang dengan total nilai Rp 629,3 miliar berhasil dikantongi. Salah satunya dari
obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan I Tahap II Tahun
2021 Seri A dengan jumlah pokok Rp 495 miliar dan Sukuk Mudharabah Seri A
sebesar Rp 134 miliar yang jatuh tempo pada 3 Maret 2024. Namun Dirut Wijaya
Karya Agung Budi Waskito dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Selasa, 19 Maret
lalu mengatakan masih ada upaya restrukturisasi yang belum rampung. (Yetede)
Prabowo Presiden Terpilih, PDI-P Suara Terbanyak
Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka meraih suara
terbanyak di Pemilihan Presiden 2024 berdasarkan hasil rapat pleno penetapan
perolehan suara pemilu oleh Komisi Pemilihan Umum di Jakarta, Rabu (20/3).
Dengan hasil yang diputuskan KPU sesuai waktu yang ditetapkan itu, Prabowo mengajak
masyarakat kembali bersatu karena masih besarnya tantangan yang harus dihadapi bangsa
ke depan. Adapun untuk pemilihan anggota legislatif (pileg), PDI-P menjadi
partai peraih suara terbanyak, disusul Golkar di posisi kedua, dan Gerindra di
posisi ketiga. Dengan hasil itu, PDI-P yang dipimpin Megawati Soekarnoputri
berhasil tiga kali berturut-turut menjadi partai dengan suara terbanyak di pemilu,
setelah di Pemilu 2014 dan 2019.
Hasil pilpres ataupun capaian suara parpol tersebut tak berbeda
jauh dengan hasil hitung cepat Litbang Kompas pada 14 Februari lalu. Hasil
hitung cepat Litbang Kompas saat itu, Prabowo-Gibran meraih 58,47 % suara,
Anies-Muhaimin meraih 25,23 persen, dan Ganjar-Mahfud 16,30 %. Dengan demikian,
selisih rata-rata antara hasil yang ditetapka KPU dan hasil hitung cepat Litbang
Kompas untuk pilpres adalah 0,19 %. Sementara selisih rata-rata untuk pileg
sebesar 0,14 %. Dari perolehan suara yang ditetapkan KPU, ada delapan partai
yang akan mendapat kursi di DPR RI. Partai itu adalah PDI-P, Golkar, Gerindra,
PKB, Partai Nasdem, PKS, Partai Demokrat, dan PAN. (Yoga)
Vietnam Pacu Ekonomi Baru
Vietnam, tengah melangkah lebih maju. Mereka mulai memasuki
penggerak ekonomi baru, yaitu basis teknologi digital. Vietnam punya ambisi
besar: mencetak 50.000 insinyur elektronika, untuk menjadikan Vietnam salah satu
produsen semikonduktor global. Generasi Z jadi tumpuan ambisi tersebut.
Industri semikonduktor menjadi salah satu fokus aras baru kemitraan Vietnam
dengan AS. AS akan membantu Vietnam mengembangkan ekosistem industri, infrastruktur,
dan keterampilan pekerja semikonduktor, dengan investasi 2 juta USD untuk
pelatihan perakitan, pengujian, dan pengemasan semikonduktor (Kompas.id,
19/3/2024). Vietnam menyadari bahwa mereka harus mulai melepas penggerak
ekonomi lama, seperti produksi pakaian, sepatu, dan perabot murah.
Karena itu, mereka melangkah ke depan dengan ekonomi yang
lebih memberi nilai tambah. Semikonduktor menjadi inti dari ekonomi digital
karena produk ini menjadi komponen penting dalam pemrosesan komputer. Vietnam
menyadari fungsi penting ini, apalagi di tengah pasokan semikonduktor yang
kadang bermasalah, sehingga mereka ingin memastikan ekosistem digital bisa lengkap
di negara itu mulai dari hulu hingga hilir. Vietnam telah lama menyiapkan mulai
dari bekerja sama dengan produsen semikonduktor, menjadi tempat atau bagian dari
rantai pasok semikonduktor, hingga mengirim anak-anak muda untuk studi di luar
negeri yang mulai kembali ke Vietnam.
Vietnam, mengembangkan ekonomi baru yang menjadi tumpuan pada masa depan. Karena itu, mereka memprioritaskan generasi Z untuk mendukung ekonomi ini. Melihat secara keseluruhan, Vietnam benar-benar telah menyiapkan ekonomi masa depan. Kita mungkin bisa belajar dari cara-cara mereka mulai dari berpartner dengan perusahaan yang sudah memiliki keahlian dan kemudian membangun SDM. Beberapa cara sudah ditempuh oleh Indonesia, tetapi sepertinya kita masih perlu belajar dalam banyak hal, termasuk kultur mereka yang ulet dan keberanian mereka untuk memasuki sumber-sumber ekonomi baru. Ekonomi ke depan lebih mengandalkan otak. (Yoga)
Jaga Stabilitas, BI Tahan Suku Bunga
Bank Indonesia (BI) secara konsisten kembali menahan suku
bunga acuannya sebesar 6 % sejak Oktober 2023. Kebijakan suku bunga itu sejalan
dengan fokus BI yang mengedepankan stabilitas atau stability overgrowth. Keputusan
tersebut disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil
Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Maret 2024, Rabu (20/3). Berdasarkan hasil RDG
yang digelar pada 19-20Maret 2024, BI memutuskan menahan suku bunga acuan atau
BI Rate sebesar 6 %, suku bunga deposit facility 5,25 %, dan suku bunga lending
facility 6,75 %. ”Kami baru akan melihat ruang terbukanya penurunan suku bunga BI
Rate pada semester II-2024. Itu baseline scenario, tetapi tentu saja bisa maju,
bisa mundur,” ujarnya.
Faktor utama yang akan memicu penurunan suku bunga adalah
tingkat inflasi. BI meyakini kenaikan inflasi pangan yang bersumber dari komponen
harga pangan bergejolak (volatile food), yang pada Februari 2024 meningkat
menjadi 8,47 % secara tahunan dari bulan sebelumnya 7,22 %, Perry menjelaskan,
keputusan BI mempertahankan suku bunga acuan pada level 6 % konsisten dengan
fokus kebijakan moneter yang pro-stability. Artinya, BI ingin menjaga stabilitas
nilai tukar rupiah sekaligus sebagai langkah pencegahan (pre-emptive) dan
proyeksi ke depan (forward looking) untuk memastikan inflasi terkendali dalam
target 1,5-3,5 % pada 2024. (Yoga)
Skema Pembiayaan Bandara Singkawang Dapat Dicontoh
Presiden Jokowi menilai model pembiayaan dalam pembangunan
Bandar Udara Singkawang, Kalbar, perlu diikuti daerah-daerah lain. Model ini mempercepat
pembangunan dan melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan. Hal itu
disampaikan Presiden Jokowi saat meresmikan Bandara Singkawang, Rabu (20/3). Pembiayaan
bandara yang dilakukan melalui skema kerja sama pemerintah dan badan usaha
(KPBU) dengan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) juga dipaparkan kepada
Presiden. Presiden pun mengapresiasi partisipasi pelaku-pelaku usaha yang
berasal dari Singkawang dalam pembangunan Bandara Singkawang.
”Pak Menhub tadi menyampaikan, (pembiayaan) dari APBN Rp 272
miliar dan kemudian dari pengusaha Rp 155 miliar. Saya sampaikan terima kasih
karena kalau pola ini bisa dilakukan di banyak bandara, banyak proyek, dan
banyak pelabuhan, akan mempercepat pembangunan infrastruktur di Tanah Air
kita,” tutur Presiden. Presiden Jokowi menambahkan, ”Bandara ini bisa jadi contoh,
dikopi, direplikasi di daerah lain, temanya
skema kerja sama tadi. Ada skema KPBU
plus CSR ini sekali lagi akan mempercepat potensi yang ada di Tanah Air kita.”
Bandara Singkawang dibangun sejak tahun 2019 dengan panjang
landas pacu (runway) 2.000 meter. Terminal bandara dibangun seluas 8.000 meter
persegi. Bandara ini pun dinilai bisa mempercepat mobilitas orang dan barang
dari dan ke Kota Singkawang. Dengan demikian, diharapkan dapat muncul titik
ekonomi baru di Singkawang. Presiden Jokowi juga meminta Menhub mendorong
maskapai segera masuk ke Bandara Singkawang. Sepanjang penumpang banyak,
menurut Presiden, akan semakin banyak pula maskapai yang ikut mendaftarkan
penerbangan ke Singkawang. (Yoga)
Pilihan Editor
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023









