Jalan Panjang Selamatkan Wijaya Karya
Upaya penyehatan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk masih panjang.
Setelah restrukturisasi hingga penyuntikan modal dari kas negara, pemerintah
kini menggantungkan harapan pada konsolidasi BUMN sektor konstruksi atau BUMN
karya untuk mengurangi beban utang. Keuangan Wijaya Karya dalam kondisi tak
sehat. Merujuk laporan keuangan perusahaan hingga akhir kuartal III 2023, total
utang tercatat Rp 55,7 triliun. Nilainya 83,5 % total aset perusahaan yang sebesar
Rp 66,6 triliun. Merujuk pada ketentuan OJK mengenai keuangan yang sehat, total
utang seharusnya tak lebih dari 50 % dari total nilai aset
Sejak awal tahun ini, upaya untuk mengurangi beban utang
mulai terlihat. Emiten berkode WIKA ini berhasil meraih kesepakatan dengan
perbankan untuk merestrukturisasi utang. Pada Januari, perusahaan meneken
perjanjian dengan 11 bank dan disusul dengan empat bank pada Februari lalu.
Nilainya Rp 20,79 triliun, yang terdiri atas kredit modal kerja sebesar Rp 17,3
triliun, fasilitas pinjaman tunai senilai Rp 2,1 triliun, serta bunga yang
ditangguhkan senilai Rp 1,3 triliun.
Secara bersamaan, perusahaan mengurus perpanjangan pembayaran
pokok obligasi dan sukuk yang jatuh tempo. Kesepakatan restrukturisasi surat
utang dengan total nilai Rp 629,3 miliar berhasil dikantongi. Salah satunya dari
obligasi yang ditawarkan dalam Penawaran Umum Berkelanjutan I Tahap II Tahun
2021 Seri A dengan jumlah pokok Rp 495 miliar dan Sukuk Mudharabah Seri A
sebesar Rp 134 miliar yang jatuh tempo pada 3 Maret 2024. Namun Dirut Wijaya
Karya Agung Budi Waskito dalam rapat bersama Komisi VI DPR, Selasa, 19 Maret
lalu mengatakan masih ada upaya restrukturisasi yang belum rampung. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023