;
Kategori

Ekonomi

( 40465 )

Tantangan Rendah Emisi Batubara

18 Mar 2024

Industri Batubara menghadapi tantangan cukup berat, yakni adanya tuntutan global terhadap penggunaan energi bersih, termasuk dari pendanaan asing. Karenanya, Indonesia harus mampu mengoptimalkan potensi batubara yang jumlahnya masih berlimpah, dengan penerapan teknologi serta kaidah kegiatan pertambangan yang baik (good mining practices) sehingga pemanfaatan batubara bisa bersanding dengan energi terbarukan lainnya.

Analis Indo Premier Sekuritas Ryan Winipta dan Reggie Parengkuan dalam risetnya mengatakan, dana asing umumnya tidak berinvestasi pada perusahaan batubara karena pertimbangan ESG. “Jika lebih detail lagi, sebagian besar dana asing khususnya yang terafiliasi dengan Eropa/AS, dibatasi membeli nama-nama yang berhubungan dengan batubara. Dan beberapa dana asing lebih fleksibel dengan kemajuan perusahaan menuju diversivikasi ESG,” ujar Ryan. (Yetede)

Perputaran Uang Wisata Halal Berpotensi Naik 25 %

18 Mar 2024

Perputaran uang dari pariwisata halal Indonesia berpotensi meningkat 25 % tahun ini. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang membaik pasca pandemi Covid-19. Menparekraf Sandiaga Uno menerangkan, Indonesia merupakan destinasi wisata halal yang sangat diminati dunia. Apalagi Indonesia telah berhasil mendapatkan predikat Top Muslim Friendly Destination of The Year 2023 dalam Mastercard Crescent Rating Global Muslim Travel Index (GMTI) di tahun 2023.

“Ini meningkat luar biasa, signifikan. Kami memetakan ada potensi peningktan sampai 25 % tahun ini. Sejalan dengan berakhirnya Covid di tahun 2023 lalu. Peningkatan ini kita pantau ada pada konsumsi rumah tangga yang bertumbuh dengan sehat,” kata dia, Minggu (17/3). (Yetede)

Impor Jagung Pakan Dihentikan

18 Mar 2024

Pemerintah menghentikan impor jagung pakan guna mencegah anjloknya harga komoditas itu di tingkat petani seiring masuknya masa panen raya. Hal itu juga agar penyerapan jagung dalam negeri oleh Perum Bulog, produsen pakan ternak dan para pemangku kepentingan (stake holder) demi membantu menjaga stabilitas harga di petani berjalan optimal.

Rerata nasional harga jagung di tingkat peternak pada 17 Maret 2024 mencapai Rp 8.140 per kg, lebih rendah dari 10 Maret 2024 di Rp 8.360 per kg. Kepala Bapanas/NFA Arief Prasetyo Adi menegaskan, sebelum panen raya jagung yang puncaknya diperkirakan April 2024, importasi saat ini telah distop untuk menjaga harga di petani tidak jatuh, juga untuk memastikan penyerapan jagung produksi dalam negeri dapat berjalan optimal. (Yetede)

Chandra Asri Spin Off Lini Bisnis Infrastruktur

18 Mar 2024

Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) berencana memisahkan (spin off) unit usaha di bisnis infrastruktur, yaitu pelabuhan, dermaga (jetty) dan fasilitas penyimpanan kepada anak usahanya yang bergerak di bidang pengangkutan dan pergudangan, PT Chandra Pelabuhan Nusantara (CPAT).

GM of Legal & Corporate Secretary TPIA Erri Dewi Riani menyebutkan, spin off unit-unit usaha ini akan memiliki empat manfaat. Pertama, optimalisasi pengelolaan asset; kedua, akselerasi dan diversifikasi pengembangan usaha; ketiga, potensi kerjasama strategis dan sinergis; dan keempat, menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham.  (Yetede)

Krisis Laut Merah dan Panama Mengubah Prospek Ekonomi Global

18 Mar 2024

CEO Hapag Lloyd Rold Habben Jansen menyampaikan pandangan optimisnya terkait industri perdagangan, khususnya yang menggunakan jasa perusahaan transportasi peti kemas, di sisa 2024. Menurut dia, permintaan di semester ke dua tahun ini lebih baik dibanding proyeksi awal. Terlepas permasalahan di laut merah yang mengakibatkan lonjakan tarif pengiriman kontainer, Hapag Lloyd memperkirakan penurunan pendapatan tahun ini disebabkan kenaikan biaya terkait pengalihan perdagangan dari laut merah.

Untuk melalui rute di sekitar Tanduk Afrika yang lebih panjang, membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Selain biaya tambahan, dikatakan oleh Sea Inteligence, pengalihan rute laut merah berpotensi meningkatkan emisi karbon dioksida sebesar 260 % - 354 %. Akibatnya kapal pengangkut laut yang berlayar ke Eropa bakal membayar kewajiban emisi lebih tinggi dibawah Sistem Perdagangan Uni Eropa. (Yetede)

OXO Group Indonesia Siapkan Proyek di Bali Senilai 500 Miliar

18 Mar 2024

OXO Group Indonesia, perusahaan pengembangan dan manajemen properti butik yang berbasis di Bali, menyiapkan satu proyek senilai Rp 500 miliar. “Pada uni 2024 nanti, kami berencana meluncurkan proyek terbaru di daerah Nyanyi, Bali senilai 500 miliar. Proyek terbaru kami ini akan mewakili gaya desain terbaru dan filosofi OXO Living yang menganut paham life style real estate,” ujar Johanes Weissenbaeck, founder dan CEO OXO Group Indonesia dalam keterangan tertulis baru-baru ini.

Lokasi proyek hunian terbaru ini terletak di depan Nuanu City, sebuah proyek seluas 50 hektare yang akan menjadi The Next Big Thing di Bali setelah Canggu dalam 2-3 tahun ke depan. “Dan nantinya semua penghuni pryek hunian ini dapat menikmati semua fasilitas yang dimiliki Nuanu City,” tambahnya. Johanes menjelaskan, masifnyapariwisata di Bali mendorong pengembangan property di kawasan ini. (Yetede)

Cuan Terus dari Anggota Kompas 100

18 Mar 2024

Saham-saham penghuni Indeks Kompas100 bergerak melaju. Pada pekan lalu, saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menembus rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH), beberapa saham Kompas100 juga turut menyentuh rekor tertinggi baru. Jika dihitung dari awal Maret 2024, terdapat delapan emiten yang berhasil menyentuh ATH. Setengah dari saham penjebol rekor tersebut berasal dari sektor perbankan yang memiliki kapitalisasi pasar atau market caps terbesar di Indonesia. Sektor perbankan besar, memang terdorong euforia pembagian dividen. Kinerja emiten bank yang masih oke juga jadi alasan pelaku pasar memburu saham-saham ini. Tapi di luar sektor bank, ada beberapa saham lainnya yang juga unjuk gigi. Misalnya, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang sempat menyentuh ATH ke level Rp 1.810 pada perdagangan intraday 6 Maret 2024. Saham penghuni baru Indeks Kompas100, PT Sarana Mitra Luas Tbk (SMIL) juga menembus rekor tertinggi intraday pada 15 Maret 2024 ke Rp 184. Dua saham lainnya yang tembus ATH adalah PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dan saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).

CEO Edvisor Profina Visindo Praska Putrantyo menilai, saham-saham emiten Kompas100 diwarnai sentimen positif terkait ekspektasi pemulihan kinerja fundamental dalam jangka panjang. Pengamat Pasar Modal dari Universitas Indonesia Budi Frensidy menambahkan, ada beberapa pemicu yang membuat saham-saham Kompas100 menembus ATH. Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Miftahul Khaer juga sepakat, kenaikan harga minyak di awal tahun ini menjadi sentimen positif bagi distributor BBM seperti AKRA. Di sisi lain, pencapaian rekor harga tertinggi baru juga disebabkan oleh adanya aksi akumulasi. Contohnya seperti yang terjadi pada saham SSIA. Pengamat Pasar Modal dan pendiri WH Project William Hartanto menemukan adanya akumulasi (aksi beli) besar di saham SSIA, yang terjadi di kisaran harga Rp 340. William misalnya, melihat koreksi saham SSIA masih aman selama harga bertahan di atas Rp 855. Sedangkan, Praska mencermati ada peluang buy on weakness di saham AKRA dengan target harga Rp 1.580–Rp 1.670. Lalu SMIL dengan target harga Rp 158–Rp 166 per saham, TPIA dengan target harga Rp 3.710–Rp 4.240, serta saham SSIA dengan target harga Rp 535–Rp 670 per saham.

Mewaspadai Kenaikan Beban Utang Indonesia

18 Mar 2024

Pemerintah Indonesia tidak boleh lengah dengan posisi utang saat ini. Sebab, rasio pembayaran utang alias debt service ratio (DSR) Indonesia cenderung meningkat, meskipun masih dalam batas aman. Tapi, kenaikan DSR berarti beban membayar utang luar negeri (ULN) Indonesia kian tinggi. Tren utang Indonesia terus meningkat di tengah kinerja ekspor cenderung melandai. Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, ULN RI per Januari 2024 sebesar US$ 405,73 miliar, naik 0,04% secara tahunan year on year (yoy). Secara terperinci, ULN pemerintah tercatat US$ 194,4 miliar, tumbuh 0,1% yoy. Sementara ULN swasta periode tersebut sebesar US$ 196,7 miliar, turun 2,6% yoy. Di sisi lain, kinerja ekspor terus merosot yang membuat surplus neraca perdagangan turun. Pada periode Januari-Februari 2024, surplus neraca dagang tercatat US$ 2,87 miliar, turun 69,18% yoy. Dari data BI, DSR Indonesia pada tahun 2023 mencapai 17%.

Angka ini meningkat dari 2022 yang sebesar 16,57%. Wakil Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto mengatakan, saat ini kemampuan Indonesia untuk membayar ULN secara umum dinilai masih cukup baik. Sebab, ada kemungkinan kinerja ekspor Indonesia akan semakin menyusut seiring dengan perlambatan ekonomi global. Setidaknya, pemerintah harus mewaspadai kinerja ekspor dari dua sisi. Ekonom Center of Reform on Economic (Core) Yusuf Rendy Manilet menilai, meskipun kinerja ekspor dalam tiga tahun terakhir mengalami peningkatan, namun belum sebanding dengan rasio utang terhadap ekspor yang belum turun signifikan. Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemkeu) Febrio Kacaribu mengatakan, pemerintah akan terus memantau dampak perlambatan global terhadap ekspor nasional dan menyiapkan langkah antisipasi melalui dorongan terhadap keberlanjutan hilirisasi sumber daya alam (SDA). Juga, peningkatan daya saing produk ekspor nasional, serta diversifikasi mitra dagang utama.

Asing Masuk Rp 21 Triliun di Pertengahan Maret

18 Mar 2024
Bank Indonesia (BI) mencatat, arus modal asing masih masuk ke pasar keuangan dalam negeri pada pertengahan Maret tahun ini. Berdasarkan data transaksi 13-14 Maret 2024, nonresiden di pasar keuangan domestik tercatat beli neto (net buy) sebesar Rp 21,72 triliun. Direktur Eksekutif Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono memerinci, jumlah tersebut terdiri dari beli neto di pasar surat berharga negara (SBN) sebesar Rp 12,44 triliun, beli neto di pasar saham sebesar Rp 8,91 triliun dan beli neto di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) sebesar Rp 0,37 triliun. Sementara nilai tukar rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) pada tanggal 14 Maret 2024 berada di level Rp 15.582 per dolar Amerika Serikat (AS) melemah dari 15 Maret 2024 di level Rp 15.576 per dolar AS. Namun level itu lebih tinggi dari posisi 8 Maret 2024 yang berada di level Rp 15.603 per dolar AS. Dari catatan BI pula, sejak awal tahun hingga 14 Maret 2024, nonresiden tercatat beli neto sebesar Rp 20,18 triliun. Perinciannya, beli neto di pasar saham sebesar Rp 19,68 triliun dan beli neto di SRBI Rp 23,84 triliun. Namun, jual neto di pasar SBN sebesar Rp,23,34 triliun.

Mengintai Aksi Para Pengendali

18 Mar 2024

Hingga Maret 2024, sejumlah "orang dalam" rajin melakukan transaksi saham. Mereka adalah pengendali, pemegang saham signifikan maupun top management, yang memborong maupun melepas saham emitennya. Sebagai contoh, PT Arthakencana Rayatama, salah satu pengendali dari PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang getol mengakumulasi saham AKRA sejak akhir 2023. Transaksi terakhir dilakukan 6-7 Maret 2024.  Hasilnya, kepemilikan Arthakencana di AKRA kini membengkak menjadi 60,76%. Head of Equities Investment Berdikari Manajemen Investasi Agung Ramadoni mengamati aktivitas transaksi "orang dalam" pada suatu emiten bukan tanpa alasan.

Motifnya beragam, mulai dari perubahan strategi, indikasi aksi korporasi, hingga memanfaatkan momentum saat valuasi saham dinilai sedang murah. Investment Consultant Reliance Sekuritas Indonesia Reza Priyambada sepakat, "orang dalam" yang getol memborong umumnya karena menilai harga sahamnya sedang rendah. Sementara pendiri WH-Project William Hartanto menilai transaksi itu memberikan dampak berbeda bagi setiap saham. Pertama, jumlah saham yang ditransaksikan. Kedua, siapa pihak atau investor yang melakoni transaksi. Ketiga, aksi korporasi lanjutan. CEO Edvisor Profina Visindo, Praska Putrantyo menilai dampak dari transaksi "orang dalam"  bersifat jangka pendek.  Jangka panjangnya tetap melihat kinerja keuangan dan valuasi.