Krisis Laut Merah dan Panama Mengubah Prospek Ekonomi Global
CEO Hapag Lloyd Rold Habben Jansen menyampaikan
pandangan optimisnya terkait industri perdagangan, khususnya yang menggunakan
jasa perusahaan transportasi peti kemas, di sisa 2024. Menurut dia, permintaan
di semester ke dua tahun ini lebih baik dibanding proyeksi awal. Terlepas
permasalahan di laut merah yang mengakibatkan lonjakan tarif pengiriman kontainer,
Hapag Lloyd memperkirakan penurunan pendapatan tahun ini disebabkan kenaikan
biaya terkait pengalihan perdagangan dari laut merah.
Untuk melalui rute di sekitar Tanduk Afrika
yang lebih panjang, membutuhkan lebih banyak bahan bakar. Selain biaya
tambahan, dikatakan oleh Sea Inteligence, pengalihan rute laut merah berpotensi
meningkatkan emisi karbon dioksida sebesar 260 % - 354 %. Akibatnya kapal
pengangkut laut yang berlayar ke Eropa bakal membayar kewajiban emisi lebih
tinggi dibawah Sistem Perdagangan Uni Eropa. (Yetede)
Postingan Terkait
Artikel Populer
-
Tekan Inflasi, Pasar Murah
04 Jan 2025 -
Tapera Beri Angin Segar Emiten Perbankan
05 Jun 2024 -
Ledakan Smelter Berulang, Optimalkan Pengawasan
28 Dec 2023 -
KISAH SEGITIGA ANTARA VIETNAM, CHINA, DAN AS
28 Dec 2023